Skip to main content

Dengan Tekad dan Basmallah

Dengan Tekad dan Basmalah

“Dimana ada niat pasti ada jalan”


Oleh : Disisi Saidi Fatah (@pecandusastra96)

Para pemenang Lomba MTQ Pelajar IPNU IPPNU



         Menindaklanjuti rencana kegiatan pasca pergelaran Latihan Kader Muda (Lakmud) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Way Kanan, yang diselenggarakan pada Jum’at sampai dengan Ahad, 3-5 Mei 2019 lalu, dan diikuti sebanyak empat belas anggota IPNU IPPNU.
Berdasarkan kesepakatan alumni Lakmud, rencana tindak lanjut sebagai pertanggungjawaban kader untuk mengemban amanah dan eksistensi organisasi, maka disepakati bahwasanya alumni akan mengadakan musabaqah tilawatil qur’an (MTQ) tingkat pelajar SMA/SMK/MA se-Kabupaten Way Kanan. Mengingat bahwasanya IPNU IPPNU adalah organisasi keterpelajaran, oleh sebab itu para alumni menggagas kegiatan positif tersebut sebagai upaya menggandeng pelajar sekaligus memperkenalkan IPNU IPPNU kepada pelajar di kabupaten yang memiliki julukan Bumi Ramik Ragom (Beragam) dibawah kepemimpinan Bupati H.Raden Adipati Surya.

Niat harakah postif tersebut disambut riang oleh Ketua Umum (Ketum) PC IPNU Way Kanan, Rekan Nufi Muhammad Yusuf dan juga Ketum PC IPPNU, Rekanita Reni Fitriyani, serta panitia kaderisasi Lakmud. Rencana MTQ akan diadakan pada pertengahan Juli 2019, mengingat persiapan harus dimatangkan sebab agenda tersebut sangatlah besar serta bulan suci ramadhon dan juga hari raya idul fitri sudah mendekati.

Usai liburan hari raya idul fitry 1441 hijriyah. Alumni dan juga kader IPNU IPPNU Way Kanan menindaklanjuti kembali harakah tersebut, diadakanlah rapat perdana persiapan MTQ yakni; pada tanggal 23 Juni 2019 yang bertepatan di Gedung PCNU setempat yang beralamat di Jalan Lintas Sumatera, Bedeng Satu Tiuh Balak Pasar, Kecamatan Baradatu. Rapat tersebut diikuti oleh kurang lebih lima belas kader dan anggota IPNU IPPNU serta dihadiri oleh pimpinan cabang.

Rapat perdana membahas kepanitiaan juga waktu dan tempat pelaksanaan MTQ, dan disepakati untuk kepanitiaan pada saat itu sebagaimana kesepakatan awal usai Lakmud. Ketua Pelaksana diamanahkan kepada rekan Muhammad Khoir selaku Ketua PAC IPNU Kecamatan Pakuan Ratu yang juga merupakan alumni Lakmud perdana PC IPNU IPPNU Way Kanan pada masa kepemimpinan Rekan Nufi dan Rekanita Reni. Serta Lakmud kedua yang diadakan oleh PC IPNU IPPNU Way Kanan.

Sintia Bella sebagai sekretaris pelaksana kegiatan mendampingi Khoir, serta Devi Safitri selaku Bendahara kegiatan. Panitia sepakat bahwasanya MTQ digelar di Gedung PCNU setempat, dan dilaksanakan selama dua hari, yakni; hari Sabtu sampai dengan Ahad, 27-28 Juli 2019. Selain itu juga rapat perdana ini memutuskan untuk MTQ tingkat pelajar diadakan empat kafilah cabang lomba, diantara; Tilawah Alqur’an, Tahfidz Qur’an, Syarh Qur’an, ditambah dengan baca puisi religi. 

Cabang lomba Tahfidzul Qur'an


Sebagaimana kita ketahui, bahwasanya IPNU IPPNU adalah organisasi mandiri yang bgergerak dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi yang tidak memiliki jatah dari pemerintah. Dengan do’a serta ridho para ulama NU, IPNU IPPNU sampai kini masih tetap eksis dijagat nusantara.
Seperti biasanya, ketika IPNU IPPNU akan mengadakan kegiatan ataupun menggelar hajat, baik sekala kecil, sedang, maupun besar. Yang paling utama ialah iuran dari para anggota dan juga kader-kader. Inilah bukti cinta kita pada organisasi, IPNU IPPNU khusnya dan NU pada umumnya.

MTQ adalah hajat bersama, suksesnya MTQ merupakan kesuksesan kader-kader IPNU IPPNU. Panitia sepakat untuk mensukseskan hajat tersebut, para kader  diminta untuk sumbangsih, menyisihkan uang jajan guna membantu iuran. Mengapa uang jajan? Ya. Sesuai dengan nama organisasi yang diemban, yakni; pelajar. Siapapun yang masih menuntut ilmu, baik dibangku sekolah dari menengah pertama sampai menengah atas, maupun yang di pesantren, serta para mahasiswa. Yang paling dominan ialah para pelajar, dan sudah pasti para pelajar tugas utamanya adalah belajar bukan bekerja, uang-pun yang diperoleh dari sisa uang jajan yang diberi kedua orang tua maupun keluarga, bukan hasil kerja.

Cabang Lomba Syahril Qur'an


Bagi para alumni Lakmud, diwajibkan untuk membantu iuran sebesar lima puluh ribu per kader, sedangkan untuk para anggota dan juga kader lain diminta sukarela dengan limit minimal dua puluh rima ribu rupiah. 

Lanjut pada rapat kedua persiapan MTQ tingkat pelajar, pada tanggal 07 Juli 2019, masih bertempatan di PCNU. Rapat kedua ini membahas juklak maupun juknis, perlengkapan, serta pengumpulan dana. Dana yang terkumpul sampai pada rapat ketiga, rapat pemantapan pada 14 Juli 2019. Terkumpullah uang sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah, yang merupakan hasil iuran anggota dan kas pimpinan cabang. Untuk peserta yang sudah mendaftar baru perwakilan dari enam sekolah dibeberapa kecamatan se-Kabupaten Way Kanan.

Menimbang hal itu, pimpinan cabang dan juga panitia berembuk kembali. Mengingat MTQ adalah hajat besar yang harus digelar dengan sukses, hal itu tidak memadamkan semangat para kader-kader IPNU IPPNU. Sebagai kader yang militan, niat baik harus terlaksana, perjuangan demi perjuangan pun dilakukan.

Sebagaimana pepatah mengatakan, dimana ada niat pasti akan ada jalan. Apalagi niat baik, disaat satu pintu tertutup maka akan terbuka pintu-pintu yang lain. 

Cabang Lomba Tilawatil Qur'an


Usai rapat pemantapan pimpinan cabang dan juga panitia sowan ke kediaman Ketua PCNU Kabupaten Way Kanan, KH Nur Huda di Kasui, guna meminta arahan dan petunjuk pelaksanaan MTQ. Dari hasil sowan tersebut Kyai Huda memberi arahan untuk panitia sowan ke keluarga besar NU (KBNU). Mengingat persiapan dan juga dana yang masih minim, beliau juga menyarankan perhelatan MTQ diundur pada bulan depan, yakni bulan Agutus pada tanggal yang sama dan peserta merupakan perwakilan dari SMA/SMK/MA dan perwakilan dari Pondok Pesantren. Lomba yang diadakan hanya tiga cabang saja, yakni; Tilawah Alqur’an, Tahfidz Qur’an, dan Syarh Qur’an.  Sedangkan cabang lomba baca puisi religi ditiadakan. Beliau juga menyarankan panitia untuk bersilaturahmi ke kementrian Agama (Kemenag) kabupaten setempat guna meminta konsep dan blanko penilaian MTQ kabupaten. Untuk dewan hakim, beliau menunjuk orang-orang yang berkompeten dibidangnya dan yang sudah berpengalaman di MTQ baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Sebagian besar adalah keluarga besar NU.

Selepas sowan tersebut seluruh panitia kembali bergegas memaksimalkan kesuksesan MTQ perdana tingkat pelajar SMA/SMK/MA sederat dan perwakilan pondok pesantren. Panitia kembali mengirim surat undangan dan juklak perlombaan ke sekolah-sekolah, baik sekolah yang sebelumnya sudah diundang maupun yang belum sama sekali.

Alhamdulillah sampai hari H pelaksanaan MTQ perdana tingkat pelajar SMA/SMK/MA dan perwakilan Pondok Pesantren yang digelar oleh PC IPNU IPPNU Kabupaten Way Kanan berjalan dengan lancar dan sukses. Dengan semangat para kader serta doa, ridho, dan support para ulama dan keluarga besar NU di Bumi Ramik Ragom. MTQ tersebut diikuti sebanyak tiga belas perwakilan sekolah dan juga pondok pesantren se-Kabupaten Way Kanan di Gedung PCNU setempat pada hari Selasa, 27 Agustus 2019.

Comments

Popular posts from this blog

Pelukan yang Tak Selesai [Cerbung]

Ilustrasi oleh AI Halo sahabat pembaca, terima kasih ya telah setia mampir dan membaca setiap karya kami. Salam hangat dari aku Cendekia Alazzam dan beberapa nama pena yang pernah aku kenakan 😁🙏. 

Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi

  Gambar dibuat oleh AI. Halo, sahabat pembaca. Salam kenal, aku Cendekia Alazzam. Aku hendak menulis cerita bersambung, kurang lebih ada 10 bab. Dengan judul besar "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi". Bergenre Fiksi Realis, Drama Keluarga, dan Romance.

Tiga Puluh Jam Bersama Habibana

Kenangan Habibana dan Abah serta rombongan. Foto Pecandu Sastra. Dokpri   Jum'at itu menjadi pembuka perjalanan yang mengesankan. Nabastala biru menghampar semesta sore, perlahan mulai memudar. Segera usai berdzikir aku telah bersiap menemani Abah dan jamaah memenuhi undangan majelis peringatan Isra' Mi'raj di salah satu desa di bagian Bogor Timur. Abah, demikian aku memanggil laki-laki yang tengah berusia 50 tahun itu. Seorang pendakwah yang begitu istiqomah, gigih, penyabar, dan sangat mencintai ilmu. Beberapa bulan belakang, aku kerap menemani beliau berdakwah di desa tersebut, sepekan sekali. Tak peduli gerimis, hujan, dingin, ataupun panasnya cuaca, lelah setelah beraktivitas sekalipun, beliau terus istiqomah tanpa absen. Kecuali uzur yang mendesak. Hal tersebut yang menjadi salah satu yang aku kagumi dari sosok Abah. Sore itu, rombongan dijadwalkan berangkat sebelum maghrib. Dikarenakan perjalanan yang cukup memakan waktu, apalagi hari kerja, jam-jam segitu adalah pu...

Jumbo: Animasi Lokal yang Memberi Banyak Pelajaran

  Poster Film Jumbo di Bioskop Bes Cinema Kota Metro (Foto oleh Cendekian/dokpri.2025) Akhirnya dua hari lalu bisa menyaksikan film animasi lokal buatan anak negeri. Film yang sudah sejak pertama official trailernya tayang di platform digital ini menjadi salah satu yang aku nantikan untuk ditonton, karena memang menarik perhatianku. Aku menyaksikan film ini bukan karena ikut-ikutan fomo ya, tapi memang penasaran banget sama filmnya.

Filosofi Sepeda Untuk Hidup yang Lebih Bermakna

Filosofi sepeda untuk hidup yang lebih bermakna. (Foto oleh: Pixabay/wal_172619) Oleh: Cendekia Alazzam          Seiring berkembangnya zaman, sepeda tidak hanya sekadar menjadi alat transportasi bagi banyak orang, kini ia pun hadir menjadi media olahraga bagi sebagian orang yang gemar berolahraga.  Selain jogging dan berlari, bersepeda menjadi  olahraga favorit yang praktis dan mudah belakangan ini. Dengan turut berkembangnya desain sepeda yang semakin keren dan fungsional, terlebih lagi saat ini pemerintah di beberapa kota sudah menyediakan beberapa titik jalur khusus sepeda sehingga menciptakan rasa yamg semakin aman dan nyaman ketika bersepeda. Berbicara tentang sepeda, ada banyak filosofi tentangnya yang sangat relevan bagi kehidupan. Beberapa poinnya akan kita bahas melalui tulisan singkat ini, semoga sahabat pembaca dapat mengambil hikmahnya dan diterapkan dalam kehidupan. Dari sepeda kita seakan diajarkan untuk bergerak dan terus bergerak. Keti...