Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Tuesday, August 18, 2026

Segelas Kopi dan Jejak Langkah Murobbi

Ilustrasi didesain oleh AI-GMN


Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi
Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi
Menyebut namamu dalam bisik doa yang paling dalam
Duhai Murobbi, pembimbing jiwa di tengah gulita malam.
Share:

Monday, August 17, 2026

Menjemput Rindu di Majelis Habib Syech | Malam Kedua di Majelis Tercinta

 

Suasana saat Mahalul Qiyam di Pondok Pesantren Putri At Taqwa Nagrak, Gunung Putri pada Jum'at, 14 Agustus malam. | Dokpri/Fatah.


Jumat malam kemarin menjadi salah satu malam yang begitu berkesan dalam catatan perjalananku. Bagaimana tidak? Ini adalah malam kedua berturut-turut bagiku hadir di majelis sholawat yang dipimpin langsung oleh sang idola, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Jika malam sebelumnya, aku hadir di Pondok Daarul Mughni Al-Maaliki Klapanunggal, Bogor, maka malam Sabtu ini tujuanku bergeser ke Pondok Pesantren Putri At-Taqwa yang berlokasi di Nagrak, Kecamatan Gunung Putri.

Share:

Sepotong Rindu, Seuntai Sholawat: Catatan Perjalanan Batin di Majelis Habib Syech

Dari kiri ke kanan - Syaikh Dr. Hafidz Abdurrahman Muhammad Khoir (Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Imam Malik), Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf (Pimpinan Majelis Ahbabul Mustofa, Solo - Jawa Tengah), Habib Ali bin Habib Abdurahman bin Muhammad bin Ali Al Habsyi (Cicit Habib Ali Kwitang - Pimpinan Majlis Ta'lim Kwitang, Jakarta), KH. Mustopa Mughni, MA (Pengasuh Pon Pes Daarul Mughni Al Maaliki, Klapanunggal, Bogor). | Foto Syekhermania Jakarta.


 Malam Jum'at lalu menjadi malam yang tidak biasa. Langit malam itu menyakinkan, udaranya sejuk pas — tidak sedingin biasanya. Di malam yang bertepatan dengan 1 Rabiul Awwal 1448 Hijriyah, bulan kelahiran Sang Baginda Nabi SAW, aku melangkahkan kaki keluar rumah untuk menuntaskan rindu yang sudah lama membuncah.

Share:

Saturday, August 15, 2026

Rindu yang Menjelma Prasasti Doa



: 3 Bulan Berpulangnya Abah Ustadz Mahfudzin bin H Alif Yunus 

Sudah tepat tiga bulan roda waktu berputar sejak hari itu. Tiga bulan yang terasa seperti satu helaan napas yang sesak, sekaligus sebuah mimpi panjang yang tiada bertepi. Terkadang hati ini masih enggan percaya bahwa sosok yang amat dicintai, yang senyumnya selalu mampu meneduhkan jutaan gelisah, kini telah berpulang ke kampung halaman keabadian. 

Share:

Friday, August 14, 2026

Saban Jumat Menjadi Duka: Tiga Bulan Setelah Segelas Kopi Terakhir Abah

Temaram di bawah cahaya rembulan, di makam Allahyarham Abah Ustadz Mahfudzin bin H Alif Yunus - Sang Kekasih Hati, Penuntun Jiwa. | Dokpri, Agustus 2026.



Jumat selalu punya aroma yang khas. Bagi sebagian orang, ia adalah wangi peci yang dianginkan di ambang jendela, aroma minyak wangi non-alkohol yang diusap ke telapak tangan, atau gemerisik sarung yang dikibas sebelum berangkat ke masjid. Namun, sejak tiga bulan yang lalu, Jumat bagiku punya rasa yang berbeda. Ada getir yang tertinggal di dasar tenggorokan, ada rindu yang tiba-tiba meluap tanpa permisi. Saban Jumat kini menjelma menjadi hari-hari di mana kenangan tentang Abah — murobbi dan pembimbing jiwaku — datang paling riuh.

Share:

Wednesday, July 15, 2026

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini. 


 Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam keheningan yang paling sunyi, Tuhan membisikkan pesan-pesan indah melalui mimpi yang teduh. Mimpi bagi seorang penuntut ilmu bukanlah sekadar bunga tidur, melainkan jembatan ruhani yang menghubungkan jiwa dengan sumber-sumber keberkahan.

Share:

Desir Rindu di Jumat Kesembilan | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh AI/Gemini. 



 : Disisi Saidi Fatah 


Hari ini, sang surya kembali menyapa dari ufuk timur, membawa berkah penghulu segala hari. Namun, bagi jiwaku yang rindu, ini adalah Jumat kesembilan tanpa kehadiran bayangmu, wahai Murobbi, pelita dalam kegelapanku.

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Segelas Kopi dan Jejak Langkah Murobbi

Ilustrasi didesain oleh AI-GMN Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive