Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Showing posts with label CatatanDisisi. Show all posts
Showing posts with label CatatanDisisi. Show all posts

Tuesday, July 29, 2025

Sekolah Bukan Medan Perang, Tapi Kenapa Selalu Ada Korban?

Tangan kecil terangkat bertuliskan “Stop Bullying” — isyarat sunyi dari anak-anak yang lelah jadi sasaran tanpa pelindung. (Foto: RSAS Kalsel)


Ada yang terasa mengganjal di dada saat membaca berita pagi ini dari Toboali, Bangka Selatan. Seorang anak SD, inisial Z, usia 10 tahun, meninggal dunia. Bukan karena kecelakaan, bukan pula karena penyakit bawaan. Tapi karena dugaan perundungan — bullying yang dilakukan oleh teman-teman sebayanya di sekolah.

Share:

Di Balik Kurma, Zam-Zam, dan 28 Kilometer Cinta dari Tanah Suci

 


       Suatu ketika, aku ikut menemani kakakku menjenguk teman sejawatnya — sesama guru — yang baru saja kembali dari Tanah Suci setelah menunaikan ibadah haji. Kami memanggilnya Mami Yus, dan suaminya Bapak Arif. Sejak mendengar kabar bahwa kami akan berkunjung, rasanya aku sudah tak sabar.


Ada rasa senang yang sulit dijelaskan, karena diam-diam aku punya mimpi besar: suatu hari nanti, aku juga ingin berada di sana. Di tanah para nabi. Di tempat yang sejak kecil aku sebut-sebut dalam doa.

Share:

Monday, February 10, 2025

Sajak-Sajak Patah di Pertengahan Februari

Gambar hanya pemanis. Milik pribadi dan diambil melalui Redmi Note 14©2025

Share:

Monday, December 19, 2022

Terima Kasih Untuk Waktu yang Lupa Aku Syukuri

 

Panorama alam di sekitar Legok Jamboe, Kec. Cariu, Kab. Bogor, Jawa Barat | Pecandu Sastra Photo©2022.ist


"Sebenarnya, kita yang kurang peka. Setiap keadaan ada hikmah yang dapat dipetik dan menjadi pelajaran tak ternilai. Kita yang kurang bersyukur, hingga hati jadinya kufur."


  "Antum harus banyak bersyukur, karena antum sedang Allah selamatkan," demikian sepenggal kalimat meluncur bebas dari bibir salah satu jama'ah majelis ta'lim malam itu. 

Share:

Friday, December 16, 2022

Si Kecil yang Membuatku Cemburu

 


       Aku nggak tahu, hadirnya sebuah ketidaksengajaan atau memang takdir yang telah menjadi bagian skenario Tuhan (Allah Subhanahu Wata'ala). 

Share:

Saturday, April 11, 2020

Move On Membawa Berkah

Wallpaper Cape. Ist



Penggalan kisah yang termuat dalam buku bersama "Setiap Kata Adalah Do'a" Penulis Muda Indonesia.


Oleh  : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)


            Tidak pernah ada dalam mimpiku untuk pergi jauh dari orang-orang kesayangan, terutama kedua orang tua dan keluarga.  Tidak pernah ada dalam bayangan jika aku akan sampai disini, di tanah rantau pada negeri orang. Bukankah aku adalah orang yang tidak bisa untuk jauh dari mama?
Share:

Berawal Dari Optimis Bisa

Pixabay. Ist



       Cerita kedua yang termuat dalam buku "Setiap Kata Adalah Do'a" Karya Penulis Muda Indonesia 

Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)


            Semua berasal dari sebuah kata, yang secara perlahan tumbuh pada alam bawah sadar dan merubah pikiran dan perasaan. Aku tidak tahu bagaimana proses berlangsungnya, yang jelas semua berasal dari sugesti yang positif, ya begitulah orang-orang besar mengatakan.
Share:

Usai Pada Kata Pisah

“Usai Pada Kata Pisah”



By : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)
Share:

Tuesday, April 7, 2020

Jika Sudah Tiba Saatnya | Hikmah Mutiara

TransIndonesia. Ist



Oleh : Insan Tuhan
From : WhatsApp Groub
Share:

Thursday, January 16, 2020

Catatan yang Catat di Awal Tahun

Catatan. Pngtree. ist



 Dua hari sudah usai perhelatan demokrasi. Demokrasi sebagai catatan yang menggoreskan banyak kisah, menyisakan luka-luka yang mendalam. Bagaimana tidak, pada awal tahun 2020 ini begitu banyak hiruk-pikuk yang masih sampai kini belum mampu terlupakan, masih berat bahkan sampai kini sama sekali tak ada kepercayaan bahwa waktu itu yang akan terjadi.


               Agustus 2018 lalu, dimana diri ini mulai berteduh di bawah payung hijau bulat. Dari relung hati terbesit niat untuk mengopeni (mengurusi) dapur hijau bundar, tak lain hanya ingin mempererat silaturahmi dalam ikatan di bawah hijau nya NUsantara. Tak banyak harapan untuk mendapatkan materi, maupun sesuap nasi, apalagi jabatan impian. Semua semata karena C I N T A.


                Lika-liku, benturan-benturan baik internal maupun eksternal mencoba merubuhkan dinding yang berdiri kokoh pada sisi-sisi dapur itu, bahkan kerikil-kerikil tajam ikut menghantam. Namun sama sekali tidak mampu meruntuhkan kekuatannya.


             Sampai batas kata ini, masih tidak percaya akan waktu kini. Mengapa harus berjumpa dengan konferensi, mengapa harus ada demokrasi di dalam rumah bersama. Bukankah kita sudah cukup menjadi keluarga yang bahagia, meskipun keluarga sederhana yang mengharuskan banyak pengorbanan dari waktu, materi, dan pikiran? Mengapa semua rusak.


          Akhir kata ini, air mata tak mampu terbendung mengingat kembali tragedi yang memecah malam kelabu yang sunyi. Sahabat, teman, orang-orang kepercayaan. Makan, minum, nongkrong, bahkan (merokok) kita bersama. Sampai kini masih tersisa goresan-goresan luka yang belum mampu terjamah penawar, meski hati memaafkan. Sama halnya sebagaimana paku yang tertancap ke dinding lalu kita cabut kembali paku itu, ia meninggalkan bekas. Bahkan kita tambal sekalipun ia tetap tak lagi sempurna, masih tersisa benjolan-benjolan.


            Entahlah tak ada lagi kata yang mampu terucap, hanya satu yang masih teringat 'penghianatan'.


Its Oke I'm fine. 😍💚.

Share:

Wednesday, November 20, 2019

Dengan Tekad dan Basmallah

Dengan Tekad dan Basmalah

“Dimana ada niat pasti ada jalan”


Oleh : Disisi Saidi Fatah (@pecandusastra96)

Share:

Monday, November 18, 2019

Terima Kasih Sahabat dan Komandan atas Dedikasimu

 

Penyerahan Laporan Pertanggungjawaban GP Ansor Way Kanan masa kepemimpinan Sahabat Gatot Arifianto kepada Mustasyar PCNU Kab.Way Kanan yang juga Bupati Way Kanan, H.Raden Adipati Surya. Dok. PC GP Ansor Way Kanan.




Ahad, 17 November 2019, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke V di Pondok Pesantren Darul Hikmah Asuhan Kyai Supandi yang terletak di Taman Asri, Kecamatan Baradatu.

Share:

Saturday, November 2, 2019

Konbes dan Rakernas Persatukan Ukhuwah

 
Untuk mengenang kebersamaan kita dalam suatu ikatan yang bernaung dalam Pelajar Nahdlatul Ulama. Senoga kita senantiasa dalam ridha-Nya Allah SWT. Aamiin

Oleh : DSF/Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)


    Konferensi Besar (Konbes) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Minhadlul Ulum, Pesawaran, Lampung. Pada Jum'at hingga Ahad, 18-20 Oktober 2019 lalu menjadi ajang untuk mempererat ukhuwah bagi kader-kader IPNU. Terkhususnya kader IPNU dan IPPNU Cabang Kabupaten Way Kanan.
     Kabupaten Way Kanan memiliki motto Ramik Ragom (Beragam) yang menandakan bahwasanya di Way Kanan sangat beragam suku, agama, adat, dan budaya. Memiliki luas wilayah selauas 3.921.63 km² atau sebesar 11.11 persen dari luas Provinsi Lampung, dengan ibu kota Blambangan Umpu yang menjadi salah satu kampung tertua di Kabupaten Way Kanan.
    Berdasarkan letak geografisnya, Kabupaten Way Kanan memiliki batasan-batasan diantaranya; pada sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan (Kab.Ogan Komering Ulu Timur/OKU Timur), sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Lampung Utara, sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat, dan sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat.

   Berdasarkan keputusan Pimpinan Pusat IPNU, Provinsi Lampung ditetapkan sebagai tuan rumah konbes dan rakernas IPNU tahun 2019. Mendapat kabar tersebut tentu para kader IPNU se-Lampung menyambut baik dan riang harakah tersebut. Di Way Kanan kader-kader terbaik IPNU turut hadir dan mensukseskan hajat besar pelajar NU. Pada 17 Oktober 2019 sebanyak sepuluh kader IPNU dan satu kader IPPNU berangkat menuju Pesawaran.
    Sebelumnya kader-kader tersebut akan berangkat dua hari sebelum hari H. Namun terkendala oleh dana dan juga tanggungjawab yang harus diselesaikan. Untuk diketahui IPNU Way Kanan adalah organisasi yang mandiri. IPNU bukan organisasi pemerintah yang memiliki jatah. Terbiasa dari para senior, kader IPNU Way Kanan tidak ingin setiap melakukan kegiatan selalu berpangku tangan pada pemerintah apalagi membuat proposal. Dengan dukungan juga support dari para senior, maka berangkatlah sehari sebelum hari H. Tepat pada Kamis, 17 Oktober 2019, pra keberangkatan para kader kumpul di rumah ketua IPNU Way Kanan, Rekan Nufi M Yusuf yang berada di Kampung Bumi Merapi, Kecamatan Baradatu. Guna membahas persiapan pra keberangkatan. Dalam rapat singkat yang dipimpin oleh ketum IPNU sendiri menghasilkan beberapa keputusan diantaranya; kader yang menyatakan akan berangkat menghadiri konbes dan rakernas sebanyak 9 kader IPNU yang terdiri dari Ketua Nufi M Yusuf dan Wakil Ketua Rekan Nandang Kurniawan, Komandan dan tiga pasukan Corps Brigade Pembangunan (CBP), serta rekan Trisno, Arief, dan Disisi, selaku ketua, sekretaris, dan satu anggota Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Baradatu. Keberangkatan menggunakan sepeda motor milik kader dengan bahan bakar ditanggung oleh cabang. Kita pun sepakat bahkan apabila nanti asupan dana kas yang dimiliki kurang, setiap kader siap  untuk patungan atau iuran. Sebagai kader yang militan, apa saja akan dikorbankan demi kebaikan organisasi.

    Pukul 15.45 wib rapat selesai, semua kader siap-siap untuk berangkat. Ada sebagian kader yang pulang kerumah guna mempersiapkan peralatan. Sembari menunggu beberapa kader yang masih pulang kerumah, Ketua IPNU, Rekan Nufi mendapat telepon dari salah satu senior, yakni Ustadz Susilo (Ketua IPNU Way Kanan periode kedua). Dalam percakapan singkat melalui telepon tersebut disimpulkan bahwasanya Ustadz Susilo mengajak untuk berbarengan menuju lokasi konbes dan rakernas. Beliau ada kegiatan perkuliahan pasca sarjana di Kota Metro. Kebetulan beliau membawa mobil dan seorang diri, oleh sebab itu beliau mengajak untuk berangkat bersama-sama.
       Alhasil, pada pukul 17.15  wib  rekan Nufi mengumumkan kembali melalui pesan singkat, pemberangkatan diundur setelah ba'da Isya dengan menggunakan mobil bersama demisioner IPNU Way Kanan. Namun ada beberapa kader yang sudah terdahulu berangkat menuju lokasi tanpa konfirmasi terdahulu kepada ketua, dengan menggunakan sepeda motor. Yakni; kader CBP. Mengetahui hal itu rekan Nufi mengajak kembali dua kader untuk bisa ikut rombongan. Pada saat itu rekan Muhlisin dan Rekanita Faridatul Khusna (Sekretaris Cabang IPPNU Way Kanan) menyatakan siap untuk ikut. Usai ba'da Maghrib seluruh kader berkumpul dikediaman mertua Ustadz Susilo sembari menunggu waktu Isya.
       Kurang lebih tiga jam perjalanan melintasi jalan lintas Sumatera dan dibantu dengan tol. Sekitar pukul 00.15 Wib rombongan sampai di lokasi konbes dan rakernas. Suasana malam itu terlihat sepi sebab sudah larut malam, sebagian para kader yang hadir sudah tertidur namun sebagian masih berbenah. Rombongan dari Way Kanan disambut baik oleh panitia, kami diarahkan pada sebuah kamar kosong di belakang rusunawa untuk dijadikan sebagai tempat istirahat dan menaruh barang bawaan.

    Pada Jum'at, 18 Oktober 2019 siang. Usai pembukaan konbes dan rakernas yang dihadiri Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjend PBNU) bapak H Helmi Faizal, Kader IPNU dari berbagai wilayah se-Indonesia, PWNU Lampung, dan PCNU Pesawaran. Rombongan dari Way Kanan berbincang ringan mengenai kader IPNU IPPNU Way Kanan yang berada di tanah rantau/kota yang tergabung dalam ikatan pelajar NU. Akhirnya tercetuslah ide brilian untuk mengadakan pertemuan sembari menjalin komunikasi dan silaturahmi kekuarga besar di sela-sela konbes dan rakernas.
     Di hari kedua, tepat pada pukul 15.00 melalui pesan singkat, Rekan Nufi dibantu dengan rekan Trisno mengumpulkan beberapa kader baik IPNU maupun IPPNU yang tergabung dalam Ikatan Pelajar NU yang berada di tanah rantau dan turut hadir di konbes dan rakernas, dengan titik kumpul di panggung utama.

   Pertemuan singkat sore itu begitu indah dan luar biasa. Menjadikan kita saling mengenal satu dengan yang lainnya. Yang unik dan paling mengesankan yang tak bisa terlupakan, adalah ketika beberapa kader yang kuliah di UIN Raden Intan Lampung. Sama-sama berasal dari satu kampus dan ikut gabung dalam paduan suara yang turut memeriahkan konbes dan rakernas. Yang notaben ketemu setiap hari untuk latihan. Mereka saling kenal, namun tidak tahu jika sama-sama berasal dari Way Kanan. Pada saat ketemu dalam forum yang digagas oleh ketum Nufi, meraka saling kaget dan auto ngakak. Bagaimana tidak, satu kampus, satu ikatan, namun tidak saling tahu jikalau sama-sama berasal dari satu daerah.
    Begitu luar biasa dan barokah pertemuan singkat melalui konbes dan rakernas ini. Tak banyak yang kita obrolkan dalam forum. Sebagaimana seperti biasa, hal utama adalah perkenalan untuk mengenal satu dan yang lain dan tentunya agar lebih akrab lagi.  Tidak rugi bisa ikut menjalin ukhuwah bersama rekan dan rekanita, bisa saling mengenal dan tentunya tukar kontak untuk menjaga komunikasi diluar forum, tukar pikiran dan wawasan.

   Kita berharap melalui pertemuan singkat itu mampu menumbuhkan rasa kepedulian sesama kita, menjalin ukhuwah yang baik, dan tentunya komunikasi serta silaturahmi saling terjaga. Kita tak tahu kapan dan dimana Allah pertemukan kita kembali, kita harap jika sewaktu-waktu bertemu kita saling bertegur sapa dan tidak saling cuek. Dan hal yang paling kita harapkan terutama bagi kader-kader IPNU maupun IPPNU yang berada di tanah rantau, ketika nanti kembali ke tampat asal (Way Kanan) dapat membantu, bersinergi dan berkontribusi mengembangkan sayap IPNU IPPNU di Bumi Ramik Ragom.
    Saat ini masih banyak yang belum tahu akan IPNU IPPNU, wabil khususnya di Way Kanan. Bahkan ada yang bilang bahwa IPNU IPPNU di Way Kanan belum ada. Padahal begitu banyak kegiatan dan aktivitas yang telah dilaksanakan dan tersyi'ar di Bumi Ramik Ragom. Hanya saja kurang terkaper dalam media. Hal ini menjadi PR bagi kita semua, terutama kader-kader IPNU IPPNU untuk lebih mensyi'ar-kan IPNU IPPNU baik secara nyata maupun di dunia maya (sosial media).
Share:

Friday, January 25, 2019

Catatan RJ



; R.J


Apalah aku, hanya manusia biasa yang Allah pertemukan dengan dirimu pada malam itu. Aku punya hati, yang Allah beri untuk ku bagi dengan semua, termasuk kamu yang selama ini aku sayangi.


Namun bukan berarti aku mengharapkan balas budi darimu. Begitu tulus untuk menyayangimu, sayang terhadap semua.


Aku ingin agar kau tetap bertahan dan berjuang demi masa depan. Kau harus bisa menembus pahit manisnya kehidupan. Kau harus tegar dan kuat menghadapi semua tantangan dan cobaan sebab kau adalah pemenang dalam keabadian.


Aku hadir untuk memberimu semangat, mensupport dalam setiap lantunan doaku pada setiap usai sujud kepala. Berharap agar Allah memberikan jalan untuk kita menjadi saudara, agar hatimu terbuka dan menerima semua tanpa harus terluka.


Tulisan pertama di awal Tahun 2019
#UntukRJku Lekas Sembuh

Share:

Saturday, January 19, 2019

Untukmu Yang Kerap Kali Menjadi Inspirasi

Freepic 


Pelangi indah yang dihiasi bermacam warna muncul ketika badai datang
Sedangkan Matahari memancarkan cahaya ketenangannya usai awan hitam melintasi cakrawala


Begitu pula dedaunan akan bermunculan setelah melalui musim gugurnya
Maka aku pun percaya, jika semua itu membutuhkan proses yang cukup lama dan terkadang sakit yang tak bisa diungkapkan melalui kata-kata


Aku percaya bahwa Allah (Tuhan Yang Esa) tidak pernah tidur, beliau menjadi saksi semua pengorbanan dan perjuangan
Suatu saat nanti kita akan bersama menjadi keluarga

#diarySabtu Catatan pagi hari di Subuh yang dingin


Bandar Jaya, 12 Januari 2019


Share:

Sunday, January 13, 2019

Biarlah Tuhan Menjawab!

Diary. Foto Kibrispdr.ist




Suatu saat nanti, jika aku tak dapat bersamamu, lembaran demi lembaran diary ku akan menjadi bukti bahwa aku pernah berjuang menjadi yang terbaik untukmu. Air mata ini akan menjadi saksi kasih sayang yang teramat tulus yang tak pernah lelah aku berikan untuk orang yang aku sayang. 
Share:

Friday, January 11, 2019

Diary Untuk RJ



Tuhan memberimu mata untuk kau melihat
Tuhan memberimu kedua telinga sebagai indra pendengaran mu
Tuhan memberimu rasa untuk kau rasakan setiap detik-detik dalam hidupmu
Melihat, mendengar, merasakan mana yang baik agar kau bisa mencontohnya
Dan melihat, mendengar, serta merasakan yang buruk untuk kau ambil hikmahnya

Tuhan pula telah memberimu mulut untuk kau bicara yang baik-baik, serta hati agar kau bisa menyaring kata-kata yang akan kau ucapkan nanti, agar tak ada yang tersakiti
Tuhan juga telah memberi kita hati, yang entah bagaimana bentuk dan rupanya
Namun Tuhan tidak pernah salah dalam menciptakan hal itu. Sebab hati mampu merasakan semua

Pesanku pergunakanlah hatimu untuk berbagi cinta dan kasih sayang sebelum semua pergi dan menghilang

Jangan kau goreskan luka apalagi setetes tinta, sebab meski hanya sepercik debu tak dapatlah kita menghapusnya, kecuali atas izin yang maha kuasa.
Aku memilihmu bukan berarti tak ada yang lain. Namun aku memilihmu sebab bagiku kau lebih indah diantara bintang-bintang yang bersinar pada malam itu.

Maaf jika aku kau nilai berlebihan, namun inilah mahluk yang Allah ciptakan dengan segala kekurangan yang selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk semua.

Miss you penyemangat hidupku yang tak pernah padam dari lembaran diaryku

#PagiHaridiSudutRumahMama 
Seputih Jaya, 10 Januari 2019
#CatatanDiaryDCC

Share:

Friday, August 31, 2018

Untukmu RJ (Murid Kesayanganku)



   Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh


   Salam sayang untukmu anakku, yang selalu membuat semangat diri dan mewarnai setiap hari.
Nak, terhitung sudah memasuki Minggu kedelapan kita bersama, dipertemukan dalam forum pendidikan pada yayasan ini. Aku bersyukur dapat bertemu denganmu, dan aku sangat berterima kasih kepada Allah SWT yang telah menghadirkan sosokmu dalam duniaku. Sosok yang membuat aku semakin bersemangat untuk terus berbagi dan mengabdi pada dunia literasi.

   Nak, namun pada akhir ini, aku merasa banyak perubahan darimu sejak kita bertemu pada Sabtu malam itu. Ketika kita berbincang santai sembari menikmati hiburan Hadroh pada malam majelis dzikir dan ta'lim. Kau banyak bertanya tentangku, demikian pula denganku yang semakin penasaran akan dirimu. Sejak malam itu, aku jatuh hati dan menaruh sayang padamu. Manis senyummu tak pernah luput dari ingatan ini, begitu pula dengan sikap dan tutur sapamu, selalu terngiang dalam pikiran. Aku yang dahulu tidak begitu bersemangat dan betah dengan yayasan, sebab ada suatu konflik yang membuat luka pada hati. Kini semangat itu tumbuh dan mekar bersama dengan hadirmu. Aku yang hanya memiliki jadwal tiga hari dalam sepekan, kini ingin setiap hari berkunjung ke yayasan sebab ingin melihat dirimu seorang.

   Diam-diam aku menaruh sayang dan perhatian padamu, sengajaku berkomentar tentang penampilanmu yang kurang rapi dan sifat malasmu ketika berada dalam kelas. Sebab aku ingin kau seperti yang lain, rapi dan menarik, serta rajin dalam setiap pelajaran. Semua kulakukan demi kebaikan dan masa depanmu.

   Namun, sikap dan caraku kau anggap suatu keanehan dan hal yang berlebihan. Kau bilang aku mengatur hidupmu dan hal itu tak kau sukai. Apalagi ketika aku memaksa dirimu untuk mengerjakan tugas tempo hari lalu. Aku memaksa sebab kau adalah muridku, dan aku adalah gurumu. Orang yang telah dipilih untuk mendidikmu selama tiga tahun kedepan. Apalagi ketika orang tuamu menitipkan kau pada yayasan ini, maka ini adalah tanggungjawab kami untuk mendidik dan mengajarkan kebaikan padamu.

   Nak, sebagai guru aku memiliki prinsip. Siapapun yang menjadi anak muridku, tak perdulikan warna, status, dan latar belakang. Ketika ia menjadi muridku, maka ia harus aku rangkul, harus aku sayangi, dan aku didik, serta harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Selagi itu dalam kebaikan maka semua wajib untuk mengikutinya.
Salahkah aku jika menaruh perhatian dan sayang padamu nak? Jika aku salah, aku minta maaf.

  Mengenai permintaan untuk menjauh dari kehidupanmu, agar tidak ikut campur dalam urusanmu. Aku bisa mengabulkan semua, jika semua adalah kebaikan untukmu dan membawamu dalam perubahan yang baik, aku siap melepasmu. Namun, jika hal itu justru membuatmu semakin tidak baik dan demikiannya. Mohon maaf aku tidak bisa nak. Jangankan untuk melepaskanmu, sekedar tak peduli saja aku tak mau. Sebab kau adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan.

   Semoga kau mengerti akan semua nak, dan semoga Allah memberikan kasih sayangnya untukmu. Semoga kau bahagia dan kembali bersahabat seperti sedia kala. Aamiin

     Salam sayang, dari gurumu.
    Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh


   Way Kanan, 30 Agustus 2018


Tentang Penulis :


Alfa Arkana Eounoia atau Disisi Saidi Fatah merupakan pria kelahiran Lampung Tengah, pada 27 September. Penikmat lantunan sholawat Habib Syech AA dan pengagum ulama Sastra KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Ust.Yusuf Mansyur, dan aktor Ananda George, kini menyibukkan diri pada dunia pendidikan. Ia sangat mencintai dunia literasi itu, selain berbagi pengetahuan dan ilmu, ia merasa sangat senang ilmunya dapat bermanfaat untuk semua. Pemilik motto "Tak ada pemandangan terindah, selain menatap wajah mama"   sangat suka dengan kegiatan menulis, terutama dalam mengungkapkan rasa. 
Dengan menulis ia dapat mengutarakan apa saja yang ia rasakan tanpa harus berbicara banyak pada orang.


Penulis dapat dihubungi ;
Facebook : Disisi Saidi Fatah
Instagram : @Netrahyahimsa
Twitter : @Netrahyahimsa
E-mail : disisisf.bpun@gmail.com
Blogs : gemilangtotal.blogspot.com



#paradigmaimaji
#komunitassastra
#calonpenulishebatindonesia
Share:

Tuesday, August 21, 2018

Lekas Sembuh, Adikku!

With Reja. Ist


Lekas sembuh adik kecilku
Aku harap kau selalu semangat dalam menjalani harimu
Semoga kau selalu diberi kekuatan dan betah tinggal dirumah barumu ini
Kelak kau akan mengerti apa arti kehidupan ini dan kau akan mengerti mengapa semua harus kau lalui
Maaf jika akhir ini aku banyak menaruh perhatian padamu, semua sebab aku peduli dan sayang padamu. Tak ada maksud lain selain ingin akrab denganmu

Kau tahu?
Mengapa akhir ini aku begitu semangat
Semua sebab ingin bertemu kau seorang diri
Meski posisi kesehatan sedang tidak memungkinkan, namun tetap aku bertahan melangkahkan kaki menuju tempat biasa kita bertemu
Tak lain hanya ingin melihat senyum manismu
Senyum yang membuatku bahagia dan semangat, kala berjumpa denganmu
Kau tahu?
Sejak malam itu, ketika kita berbincang dan duduk berdua
Aku jatuh cinta pada sosok yang begitu aku kagumi
Dan itu tak lain ialah dirimu

ASHD, 16 Agustus 2018
Share:

Saturday, August 11, 2018

Muhammad Salman Alfarizi

Untukmu Penyemangatku.. Rindu sangatlah aku
Muhammad Salman Alfarizi


M ana mungkin aku pergi
U ntuk meninggalkanmu sendiri
H ari semua akan sunyi
A pabila kau tak lagi mengisi hati
M ana mungkin aku bisa menyendiri
M elangkahkan kaki tanpa iringan penyemangat diri
A ku harap kita masih setia
D alam menjalani hidup penuh tanda tanya

S elama kehadiranmu
A ku tak lagi bersedih hati
L uka lama perlahan mulai membaik
M emang Allah itu lebih tahu
A kan cara menghidupkan semangat diri
N yatanya ketika kau hadir semua mulai membaik

A ku harap kau selalu ada dan semangat
L ewati semua tantangan hidup
F rustasi harus dipatahkan dengan prestasi
A gar kelak hidup semakin berisi
R indu akan selalu bersama
I ngin segera melepas rasa, namun belum bisa
Z ikir, hanya itu yang mampu terlaksana
I iringi segala harapan dan doa



Indonesia, 8 Agustus 2018
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive