Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Thursday, November 30, 2017

Sertifikat Literasi dan Pengembangan Ide, Gagasan, dan Pemikiran Kreatif

Oleh : Alfa Arkana Eounoia

"Ada yang menyebut sertifikat literasi hanya sebagai bungkus gorengan dan tidak ada manfaat nya.
Bagiku tidak,  hal itu sangat berharga sekali untuk mensupport serta menyemangati para penggiat literasi supaya makin giat dalam berkarya.  Terkecuali bagi mereka yang berkarya dengan plagiat"
Illustrasi. Is


Belakangan ini begitu banyak event-event literasi menulis yang diselenggarakan oleh penerbit, perusahan,  lembaga,  bahkan sampai organisasi baik melalui media massa sampai dengan media digital.

Apalagi ketika bapak presiden kita, pak Jokowi mencanangkan berbagai program sebagai upaya meningkatkan literasi oleh pemerintah, seperti Gerakan Indonesia membaca (GIM), Gerakan Literasi Bangsa (GLB), serta Gerakan Literasi Sekolah (GLS), yang pada saat ini menjadi program wajib yang harus dilaksanakan seluruh sekolah sebelum memulai proses belajar mengajar.

Gerakan literasi sangat diperlukan dalam mengembangkan pola pikir,  ide,  gagasan,  dan pemikiran para generasi penerus bangsa.
Salah satunya dalam dunia tulis menulis, gerakan literasi semacam ini sangat dibutuhkan sebagai penyumbang ide-ide kreatif untuk menunjang minat baca masyarakat Indonesia serta menangkal informasi dan konten-konten negatif.  Sebab,  melihat kondisi kedudukan negara kita (Indonesia) yang saat ini menduduki posisi ke 60 dari 61 negara di dunia dengan minat baca yang sangat rendah.

Peringkat minat baca Indonesia dalam data world’s Most Literate Nations berada di urutan 60 dari 61 negara. Indonesia hanya menempati satu peringkat di atas Bostwana, serta berada di bawah Thailand yang menempati peringkat 59. Unesco juga melansir indeks tingkat membaca orang Indonesia yang hanya 0,001. Artinya dari 1000 penduduk, hanya satu orang yang memiliki minat baca tinggi. Ditambah lagi dengan sulitnya akses terhadap buku-buku yang semakin memperburuk kondisi tersebut.

Berangkat dari kenyataan di atas, dapat kita lihat bahwa kegiatan membaca belum berjalan dengan baik di Indonesia, baik dari segi ketersediaan akses terhadap buku-buku, maupun minat baca masyarakatnya. Padahal membaca merupakan faktor penting untuk meningkatkan mutu pendidikan serta kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia. Persoalan rendahnya literasi masyarakat Indonesia merupakan kendala serius yang sedang kita hadapi dalam upaya meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia.

Kendati demikian,  para penerbit, perusahaan, lembaga,  sampai organisasi ikut berlomba-lomba mengadakan event dari yang sederhana sampai yang besar-besaran.
Namun,  diaamping itu juga ada banyak tantangan yang harus dihadapi.
Pernah saya mendapatkan ungkapan yang terkadang menyakiti hati dan membuat down para penggiat literasi.

Dalam mengikuti event,  salah satunya ialah event menulis,  baik cipta puisi,  essay, artikel,  dan karya tulis lainnya.
Para penerbit tentunya akan memberikan sertifikat sebagai tanda terima kasih dan juga sebagai media untuk mensupport peserta supaya lebih giat dan lebih rajin dalam berkarya.

Namun,  ada beberapa orag yang memandang bahwa sertifikat itu hanya sebagai bungkus gorengan saja dan sangat tidak ada manfaat dan tidak ada gunanya. 
Ya,  jika kita memandang dari segi bentuk saja memang seperti tak ada guna.  Namun jika kita melihat dari segi perjuangan kita itu sangat berharga sekali.
Jangan bilang menjadi penggiat literasi melalui tulisan itu mudah!  Siapa bilang?
Menulis itu bertahap dan enggak semudah kita membalikkan telapak tangan yang hanya dengan sekejap mata saja.
Dari awal kita mencari ide dan inspirasi yang akan ditulis saja susah,  perlu waktu bahkan terkadang menguras banyak pikiran.
Apalagi kalau tulisan yang akan ditulis tema nya sudah ditentukan,  makin susah lagi.  Apalagi untuk penulis pemula seperti saya.

Ketika kita menuangkan tulisan juga butuh waktu,  dari segi bahasa dan penulisan kita harus baik dan benar.  Sehingga ketika si pembaca bisa memahami apa yang kita sampaikan melalui tulisan.
Jadi enggak mudah ya untuk sekedar menulis saja. Menulis itu butuh inspirasi bahkan butuh dolan (jalan-jalan) untuk mencari ide.
Nah,  jadi sertifikat literasi itu juga perlu untuk mengapresiasi dan men-support para penggiat literasi supaya lebih giat lagi dalam berkarya dan juga sebagai pengingat (reminder) untuk kita bahwa kita pernah ikut dalam event tersebut.
Terkecuali yang suka berkarya dengan plagiat,  mungkin bagi mereka tidak seberapa penting.
Share:

Monday, November 20, 2017

Sajak : Mencari Keadilan

Mencari Keadilan

Oleh : Alfa Arkana Euonoia

Kemanakah undang-undang ketika keadilan tak lagi ditegakkan
Dimana undang-undang yang berisi pancasila pada sila-sila
Kemana para penguasa?
Mengapa semua diam dan geleng kepala
Mengapa semua bisu
Melihat kenyataan pahit ini

Sekecil apapun
Yang namanya keadilan
Harus tetap ditegakkan
Sebab, negara kita adalah negara hukum
Yang menjunjung tinggi pancasila dan undang-undang

#savekeadilan
Lampung, 19 November 2017
Share:

Sunday, November 19, 2017

Perbedaan Antara Teman dan Sahabat

Halo kawan-kawan semua, jumpa lagi dengan saya (Alfa Arkana Euonoia). Kali ini saya akan membahas mengenai teman dan sahabat!
Ya, kawan-kawan semua pasti memiliki keduanya ya kan? Hanya saja mungkin masih ada beberapa yang belum memahami betul yang namanya sahabat dan teman.
Baiklah, langsung saja disimak.



Kita sebagai manusia, sudah pasti memiliki teman sebab kita (manusia) adalah mahluk sosial yang hidupnya saling membutuhkan  antara satu dengan yang lainnya.
Definisi teman dan sahabat itu jauh sangat berbeda. Mungkin tidak semua orang tahu apa sih bedanya antara teman dan sahabat itu.

Teman, bisa kita temukan dimana saja dan bisa kapanpun kita jumpai.
Misal, kita bertemu sesorang di pasar, seminar, dan dalam sebuah acara. Walaupun hanya sekali bertemu itu sudah pasti menjadi teman kita.
Ya enggak sih? Pastinya iya dong.
Nah kalau sahabat bagaimana?
Sahabat ini yang paling susah untuk dicari dan ditemukan, sebab sahabat tidak mudah untuk dicari.

Teman adalah orang-orang yang selalu menemani kita dalam perjalanan hidup. Hitung saja, berapa jumlah teman yang sudah kita punya dari masa kecil? Banyak sekali, ‘kan? Tapi kita harus tahu, tak semua dari mereka berada di tingkat pertemanan yang sama. Ada beberapa yang lebih dari teman biasa, yang mana sering kita sebut sahabat sejati yang selalu hadir dan menempati ruang spesial di daftar pertemanan kita.

Perbedaan teman dan sahabat itu sangat jauh lho.
Ini nih, yang membedakan mereka, dibaca ya.
1. Ketika Kita Melakukan Kebiasaan Yang Menyebalkan

Seorang teman biasa akan berusaha tetap sopan dengan tidak mengkritikmu, seberapa menyebalkan sikapmu ke dia. Sementara, seorang sahabat akan secara jujur dan terbuka berbicara kepada kita kalau dia risih dengan sikap kita itu.

2. Ketika Kita Melakukan Hal Yang Konyol
Seorang teman akan berusaha sopan dan merasa segan membicarakannya. Bahkan terkadang mereka akan menghibur kita;  “Ah enggak apa-apa kok kalau kamu kayak gitu!”

Sementara, seorang sahabat akan membicarakannya dan menertawakan kita habis-habisan seharian, dan bahkan masih akan mengenangnya sampai seminggu atau setahun kemudian.

3.Ketika Pacar Tak Cukup Baik Untuk Kita
Seorang teman biasa akan membiarkan kita untuk tetap berpacaran, karena ingin menghindar dari campur tangan berlebihan. Sedangkan seorang sahabat akan mengatakan dengan jelas di depan kita bahwa kita jauh lebih baik sendiri daripada menjalin hubungan dengan sang pacar. Bukan karena mereka jahat, tapi justru karena mereka tahu apa yang terbaik buat kita.

4. Ketika Kita Berulang Tahun
Seorang teman biasa akan meneleponmu tengah malam untuk mengucapkan selamat ulang tahun, kalau ingat. Atau hanya sekedar ucapan melalui pesan singkat.
Sedangkan seorang sahabat, ia akan datang secara langsung mengucapkan selamat ulang tahun kepada kita, bahkan ia datang dengan mengguyurkan air dan melempar telor mentah ke kepala kita tanpa merasa bersalah.

5. Ketika Kita Ingin Mngekspresikan Sesuatu
Kita memang bisa tertawa terbahak-bahak di depan seorang teman biasa. Tetapi, kita hanya bisa menangis tanpa malu dan menceritakan masalah paling pribadimu dengan sahabat sejatimu.

6. Ketika Kita Dalam Kesusahan
Seorang teman akan menawarkan bantuan, tetapi seorang sahabat akan membantu kita, begitu dengan ikhlas — bahkan waktu kita bilang enggak perlu dibantu.

7. Ketika Kita Sedang Bersedih
Seorang teman akan mengirim SMS motivasi untuk menghibur kita. Namun, seorang sahabat akan segera menelepon kita dan jadi tempat curhat sampai berjam-jam kemudian.

8. Ketika Kita Membutuhkan Bantuan 
Seorang teman biasa akan menghubungi kita kembali kurang dari 1 jam setelah kita menelepon. Tapi, seorang sahabat akan segera mengangkat telepon kita dan menemui kita tak peduli apapun yang tengah dia lakukan.

9. Ketika Kita Butuh Cerita
Seorang teman yang baik akan memiliki waktu buat kita, tetapi tidak setiap saat. Seorang sahabat sejati memiliki 24 jam untuk kita kapanpun kita ingin bercerita.

Nah, sekarang apakah kita sudah sadar siapa saja yang menjadi sahabat kita? Syukurilah keberadaan mereka, jangan pernah sia-siakan mereka. Bukan berarti harus memandang rendah mereka yang “bukan” sahabat ya. Mungkin saja mereka hanya butuh waktu untuk menjadi lebih dekat dengan kita.

Jadi, sahabat itu orang yang selalu ada buat kita dan menerima kita apa ada nya, bukan ada apa nya ya hehe...

Sedikit saya berikan kata mutiara yang pernah saya dapatkan disekolah, sebagai penutup tulisan saya ini.

"Sahabat sejati, ialah yang selalu ada untukmu. Bersedih jika kamu dalam keadaan sedih, Bahagia apabila kita bahagia, dan dia yang selalu menasehati kita secara diam-diam."
Tulisan ini merupakan tulisan saya, yang saya alami dalam kehidupan saya.
Share:

Friday, November 17, 2017

Kisah Inspiratif : Kisah Si Anjay (Abu Jay) Ulama Medsos

Dapat postingan di instagram saya,  dan saya rasa sangat bagus sekali untuk di share!
Semoga bermanfaat dan menginspirasi kita semua untuk menjadi yang lebih baik lagi.  Aamiin

Kisah si Anjay



Semenjak lulus SMA dan masuk ke dunia kuliah, Anjay rupanya tertarik untuk belajar lebih jauh mengenai keislaman. Hijrah dia bilang.
Hal tersebut juga merupakan dorongan dari lingkungannya, karena banyak dari temannya yang mulai memposting mengenai “Dakwah” melalui Instagram.
Dari situ, Anjay mencoba mencari-cari sumber dari beragam media dan sarana. Mulai dari Instagram, Line hingga Youtube pun ia selancari. Ia dihadapkan dengan beragam nama ustadz, dan beragam pula kajian.

Hebatnya, setelah sekian bulan Anjay “Nyantri” di Youtube dan Instagram. Anjay bertransformasi menjadi Abu Jay Al-Yutubi karena Ia merasa bahwa dirinya telah sukses berhijrah, merasa bahwa Ilmu keislamannya sudah sangat mumpuni, dan selesai mensucikan diri.

Dari situ Ia mulai memasang kriteria mengenai orang yang kafir dan beberapa hal yang Ia anggap bid’ah. Ia mulai membabi buta dan menuduh siapa saja yang tak sejalan dengannya adalah salah. Dan Abu Jay Al-Yutubi juga aktif dibeberapa “debat komentar” di Youtube maupun Instagram. Ia sangat heroik disana. Kemudian dia juga memiliki akun dakwahnya sendiri di Line yang subcribernya telah mencapai 137 orang.
.
Begitu lah kisah Abu Jay Al-Yutubi alias Anjay sang tokoh fiksi kita. Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya.
.

Sumber : Instagram @ngayuga
Share:

Wednesday, November 15, 2017

Surat Cinta Untuk Sahabat

Foto | Ist


Assalamualaikum
Apa kabar kamu sahabatku,  semoga dikau dalam keadaan yang baik dan sehat
Aamiin allahumma aamiin

Ohya,  maaih ingat enggak ya dengan aku?
Iya aku!  Enggak tahu sih,  apa kamu masih ingat denganku atau tidak.  Yang jelas kita dahulu pernah ada suatu ikatan dan hubungan yang baik.
Kita pernah bekerjasama dan menjadi tim yang baik tentu nya.
BDW sukses ya untuk karier kamu yang sekarang,  semoga makin sukses dan selalu Allah berikan kemudahan dalam melaksanakan seabreg aktivitasmu.

Maafkan aku ya sobatku,  bukan keinginan ku untuk kembali ke nostalgia lama,  namun sikapmu yang telah membuatku untuk mengungkit segalanya.
Akhir ini,  kamu banyak berubah.
Ya sejak kita sudah terpisahkan oleh jarak dan waktu.

Padahal baru kemarin,  kkta saling membantu, saling bahu-membahu.  Namun kini engkau entah kemana!
Aku bingung letak salahku dimana?  Dan apa alasannya kau menjauhiku seperti ini.
Maaf,  bukan aku enggak ikhlas membantumu.  Namun,  aku masih bingung dan bertanya dengan semuanini!
Padahal begitu jarang sekali aku meminta bantuanmu.
Baru kemarin aku meminta bantuan,  tapi kamu kok bersikap seperti tak perdulikan aku.
Bahkan,  kau seperti tak mengenalku lagi.
Aku seakan orang asing di matamu.

Tapi tak apa,  aku yakin mungkin engkau lelah,  cafe dengan segala aktivitasmu yang sekarang.
Namun,  aku yakin kita pasti akan tetap bersahabat seperti yang dahulu.

Aku kangen sikap dan cara kamu bersahabat denganku yang dahulu
Aku rindu saat itu

Semoga engkau lekas kembali jelanan kebenaran dan keadilan.

Dears my friendship. 
By Alfa Arkana, Euonoia


Lampung,  15 November 2017
Share:

Tuesday, November 14, 2017

Kutitipkan Rindu Melalui Doa




Oleh : Alfa Arkana Euonoia (@netrahyahimsa)


Semerbak bunga mawar
Harum indahnya menghiasi tempat peristirahatan terakhirmu
Menghantarkan rinduku siang ini


Hari ini , ku kembali menjenguk mu
Melepaskan rinduku
Tak lupa ku selipkan doa dan al-fatihah untukmu
Yang tersayang

Jika jiwa kita tak dapat bertemu kembali
Namun,  aku yakin hati kita akan tetap bersama
Sampai akan tiba disuatu masa
Ketika Allah yang kuasa
Mempertemukan kita
Di syurganya


Haji Pemanggilan,  14 November 2017
Share:

Friday, November 10, 2017

Mengheningkan Cipta

Tulisan singkat saya, di hari istimewa kita. Hari Pahlawan
Untuk mengenang para jasa pahlawan kita serta mengevaluasi diri kita, supaya makin membaik kedepan. Aamiin

Mengheningkan Cipta
Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkana Euonoia)


Sejenak, terdiam
Hening, sunyi, sepi
Menyapaku pagi ini
Terdiam dan membisu

Tak ada kata
Hanya jiwa dan raga
Berdiri kokoh dihadapan mata
Mengheningkan cipta

Perlahan,
Tetes air mata
Mulai bercucur, tak teratur
Menangisi para pejuang bangsa

Kembali terputar
Nostalgia lama, kegigihan para pejuang bangsa
Berebut, memperjuangkan hak
Menegakkan keadilan
Menuju bangsa yang sejahtera

Wahai pemuda,
Apa yang telah kita beri
Untuk pejuang bumi pertiwi
Apa yang kita perbuat?
Apa yang telah disumbangkan
Demi bumi nusantara!

Generasi kita sungguh terlalu
Tak pernah menghargai pejuang bangsa
Tak pernah mensyukuri nikmat dari pahlawan kita

Hoax, fitnah, dan isu kebencian
Bertebaran
Menjadi pemecah belah bangsa
Beda pendapat, beda kepercayaan
Membuat tak rukun dan memutus silaturahmi antar saudara

Dimana sikap kita?
Yang tak menghargai jasa pahlawan pendahulu
Berjuang. Bercucuran darah
Memperjuangkan dan menyatukan bangsa
Di bumi ibu pertiwi

Hari ini, kami menghukum diri
Menebus kesalahan dan khilaf
Dengan menabur bunga dan mengirim doa
Kepada para lelulur dan pejuang bangsa
Atas jasa yang telah diperjuangkan
Untuk kami, anak, cucu, penerus bangsa

Way Kanan, Lampung, 10 November 2017




Keterangan foto :
~ Foto merupakan dokumentasi saya, pada perayaan Hari Pahlawan tahun lalu, yakni pada 10 November 2016 di Pondok Pesantren Al-Falakhussha'adah Pakuan Ratu, Way Kanan, Lampung.
Jadi waktu itu, saya bersama bapak angkat saya sekaligus guru jurnalistik saya, Bpk.Gatot Arifianto, CH, CNNLP. 
Merayakan hari pahlawan dengan sederhana, usai melaksanakan upacara peringatan hari sumpah pemuda, bapak diminta untuk memberikan sedikit motivasi untuk para santriwan dan santriwati di pesantren tersebut.
Sebagaimana dengan kata saya tadi "merayakan hari pahlawan dengan sederhana", jadi kami memberikan motivasi sekaligus mengajak santri untuk memanfaatkan sampah plastik, yang mana nanti kita jadikan bahan olah yang bisa kita pakai kembali. Salah satunya: yakni membuat bantal dari sampah plastik. Dan yang kedua seperti yang ada di gambar kedua ya.
Yakni permainan bowling, yapz bisa dilihat seperti digambar kedua ya. 
Buat yang belum tahu bowling silahkan cek di mbak google hehe.

Ohya, jika kawan-kawan menanyakan posisi saya ketika gambar diambil. Tolong jangan heran ya. Sebab saya sebagai fotografer nya hehe
Eitzz walaupun sebagai fotografer, namun saya sangat bangga lho bisa dampingi bapak sekaligus mendapat ilmu yang sangat berharga.

Pokok nya luar biasa keren hari itu...


Terima kasih untuk semua ya, hehe maaf jadi curhat ke nostalgia 😀😀😀
Share:

Thursday, November 9, 2017

Belajar Dari Pengalaman

"Semakin besar badai yang kita hadapi
Semakin cerah pula pelanginya nanti"
Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)



Kehidupan dunia
Tak selamanya manis
Ada kalanya pahit pula

Ada kalanya kita berada diatas
Terkadang pula berada dibawah

Jatuh bangun
Terus bangkit lagi
Itu adalah proses menuju kebaikan
Memperkokoh diri dengan keimanan dan kesabaran

Setiap kejadian
Ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil
dan jadikan acuan kedepan
Agar masa depan lebih gemilang

Sejatinya pendidikan
Adalah pendidikan kehidupan dilapangan
Bagaimana kita mempraktikkan langsung
Ilmu yang telah kita dapatkan
Dari berbagai media

Namun
Tak luput pula dari pengajaran
Yang telah menempa kita
Bertahun-tahun
Di bangku sekolah

Ada pepatah mengatakan
"Semakin besar badai yang kita hadapi
Semakin cerah pula pelanginya nanti"

Way Kanan, Lampung 9 November 2017
Share:

Tuhan, Ajari Aku Mencintai

Tuhan,
Ajari aku mencintaimu dengan tulus
Lalu ajari aku untuk berbagi cinta dan kasih sayang setelah itu kepada mereka semua
Agar tak ada lagi yang terluka
Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)



Tuhan,
Mengapa aku harus mananggung semua ini

Mengapa engkau hadirkan diri ini
Dengan jutaan kebaikan yang membuat orang terpana
Mengapa engkau buat mereka jatuh cinta padaku
Sedangkan aku tak tahu apa-apa tentang cinta dan kasih sayang yang mereka inginkan

Tuhan,
Aku lelah dengan hati ini
Aku juga tak ingin terus menerus menyakiti mereka
Sebab aku sangat cinta

Tuhan,
Jujur, aku sangat takut
Kepada mereka yang aku sayang
Aku takut, mereka hilang kembali
Sebagaimana yang sudah-sudah

Tuhan,
Ajari aku mencintaimu dengan tulus
Lalu ajari aku untuk berbagi cinta dan kasih sayang setelah itu kepada mereka semua
Agar tak ada lagi yang terluka


~ Maafkan aku, dengan tak tahu diriku ~
Share:

Monday, November 6, 2017

Peristiwa Satu November

Hak, keadilan, dan kebebasan
Tak sejalan dengan pancasila dan undang-undang


Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkanan Euonoia)

Masih saja teringat dalam benak
Peristiwa yang begitu perih dan pahit terasa
Dimana diri ini menjadi penghianat diri sendiri

Bagaimana tidak?
Tak pernahku berkhianat seperti ini
Namunku tak bisa pabila terus terpaksa
Melakukan hal yang bertentangan dengan hati, hak, dan kebebasanku

Satu November itu
Akan selalu terkenang dalam hidup
Menjadi pelajaran berharga
Menjadi kisah penuh duka

Dimana
Hak, Keadilan, dan Kebebasan
Tak sejalan dengan pancasila dan undang-undang

Way Kanan, Lampung 6 Nov 2017
Share:

Sunday, November 5, 2017

Bukan Ranjang Mimpi

Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)

"Kehidupan di dunia tidaklah seindah puisi,
Dengan rangkaian kata yang dirangkai seindah goresan pena

Dunia bukanlah ranjang mimpi
Dengan ribuan ilusi
Dunia adalah kenyataan
Yang harus diterima dengan rendah hati dan lapang dada

Kehidupan di dunia
Bukanlah keindahan dalam berpuisi
Bukan pula rangkaian kata demi kata
Yang tercipta dengan seindah goresan pena

Way Kanan, 5 November 2017
Share:

Saturday, November 4, 2017

Karier atau Keluarga? Mana Yang Lebih Utama?

Assalamualaikum, Wr Wb
Selamat siang, dan salam sejahtera bagi kita semua

Jumpa lagi dengan aku Disisi Saidi Fatah.
Baiklah, pada kesempatan kali ini aku ingin memaparkan sedikit tulisan mengenai karier dan keluarga, serta berbagi pengalaman pribadiku.
Seberapa pentingkah keluarga dimata kita? Jika disuruh memilih antara karier dan keluarga kamu pilih mana?



Pernah ada pertanyaan yang saya ajukan pada diri saya sendiri.

Antara keluarga dan karier, yang mana harus ku dahulukan?
Aku adalah anak keenam dari tujuh persaudara dikeluarga, dan anak laki-laki yang paling tua didalam keluarga. Kalau kata orang sih pengganti kedudukan orang tua (bapak).
Sebagai anak laki-laki paling tua, Aku berjuang semampu dan sekeras diri untuk memberikan yang terbaik dalam keluarga.
Beberapa tahun lalu aku bekerja mencari rezeki yang tujuan utama nya ialah sebagai upaya memenuhi keperluan sehari-hari, dan sisanya untuk disimpan dan nantinya akan dipergunakan untuk keluarga.

Aku bekerjasama dengan beberapa wirausaha dan wiraswasta, sebelumnya sudah memberi tahu keluarga bahwa aku akan bekerja dengan salah seorang wirausaha, dan akhirnyapun ibunda mengizknkan. Namun bapak masih belum memberi izin sebab suatu alasan.
Namun, sebab keras kepala, akhirnya aku tetap ikut bekerja disitu, bapak dan ibunda-pun menyetujui.

Waktupun berjalan, karierku sudah mulai kelihatan mengembang, namun itu hanya sebentar saja, bahkan usaha kerja keras aku tidak memperlihatkan hasil.
Aku semakin hari semakin bosan dengan karier tersebut, mungkin karena aku terlalu sangat ambisi untuk mendapatkan hasil yang luar biasa, akan tetapi aku lupa dengan keluarga yang telah kupunya.
Aku lebih banyak meluangkan waktu untuk karier dibandingkan keluarga sampai pada suatu hari dimana bapak kembali dipangkuan sang ilahi.

Akhirnya aku tersadar, betapa pentingnya keluarga bagi diriku, aku telah salah dalam memilih antara keluarga dan karier, yang mana harus kudahulukan.
Aku sangat menyesali perbuatan itu, namun semua telah telat dan tidak akan pernah kembali lagi.
Setelah ditinggal alm.bapak beberapa bulan, akhirnya aku mulai hijrah kembali mencari jalan terbaik dan pastinya yang Allah dan ibunda ridhoi.
Tak lama dari itu, Alhamdulillah aku mendapatkan kesempatan untuk bekerja disalah satu yayasan ternama di kota, dimana tempatku tinggal.

Aku meminta izin dan restu dari ibunda, dan Alhamdulillah ibunda-pun mengizinkan.
Ya Alhamdulillah, berkat dari doa restu ibunda, karierku meningkat. Ya memangsih gajinya masih sedikit. Namun, aku tetap mensyukurinya.

Awal-awal bekerja di yayasan, semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan, bahkan kegiatanku diluar masih tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan aku juga masih bisa mencari kerja sampingan untuk menambah rezeki buat keluarga.
Akupun masih sering jenguk keluarga dua bulan sekali bahkan terkadang sebulan sekali.

***
Seiring berjalannya waktu, semuapun berubah. Aku tak lagi sebebas dahulu.
Sang pemilik yayasan menegorku, ia marah dan mengancamku untuk dikeluarkan dari yayasan tersebut jika aku tidak mematuhi nasihatnya. Padahal selama ini aku selalu patuh, manut, dan tertib dengan peraturan.
Entah apa yang membuat dia berubah?
Kemarin, aku ada kegiatan diluar yang memang tidak bisa aku tinggalkan. Aku izin dengan pemilik yayasan dengan baik dan sopan, namun apa yang didapatkan? Bukannya diberi izin, aku malah di marah, dijelek-jelekkan, bahkan lembaga yang akan ku datangi itu dijelek-jelekkan.
Namun hal itu tak membuatku down, aku kabur keluar tanpa pamitan sebab jika aku pamitan maka aku tak akan pernah mendapatkan izin. Sedangkan aku lebih sayang keluargaku dari karier di yayasan tersebut, aku sih enggak takut jika aku dikeluarkan. Sebab Allah pasti memberikan yang terbaik untukku.

Ini sangat aneh sekali, dan tidak adil bagi diriku. Aku sudah berusaha profesional bekerja dengan tupoksi dan waktu sesuai dengan jadwal. Aku juga jarang sekali izin jika tidak ada kepentingan dan hal yang mendesak.
Bahkan aku ngantor setiap hari, walau tidak ada jadwal ngajar.
Tepi mengapa ini enggak adil denganku, mengapa guru-guru yang lain tak sama seperti diriku.

***
Aku bingung harus kepada siapa diriku mengadu, mencurah isi hatiku. Aku ingin menceritakan semua pada ibunda namun aku takut ibunda kepikiran dengan semua yang aku alami.
Namun jika tidak kuceritakan maka aku tak akan mendapatkan solusinya.

Setelah berfikir lama, akhirnya kuceritakan semua pada ibunda, mbak aku yang jauh lebih memiliki pengalaman dariku, pamanku, dan bapak angkatku.
Mereka bilang agar aku tetap bersemangat, sabar, dan terus berjuang dalam karier itu.

Aku sebenarnya lelah, sebab tidak bebas di yayasan tersebut. Namun aku lebih sayang pada keluarga.
Jadi aku memilih untuk masih bertahan di yayasan itu.
Aku takut kehilangan orang yang aku sayang, sebagaimana alm bapakku.

Aku enggak peduli, seberapa banyak kata-kata kasar, jelek, dan lainnya yang orang timpakan kepadaku, selagi itu bukan dari ibundaku.

Intinya, aku lebih memilih keluargaku dari pada karier. Seandainya ibunda dan mbak, atau paman menyarankanku untuk pergi dari yayasan  tersebut maka aku akan pergi.
Sebab aku takut akan ibundaku, aku takut jika ibunda tak meridhoiku.

 Keluarga adalah hal yang paling utama, keluarga adalah harta yang tak ternilai harganya.
Share:

Friday, November 3, 2017

Menuntut HAM dan Keadilan

Sebuah Opini dari Disisi Saidi Fatah, mengenai HAM, Keadilan, dan Kemanusia.

“Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”


   Setiap mahluk hidup, terutama manusia tentu memiliki hak, yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Hak yang dimiliki oleh manusia itu biasa disebut hak asasi manusia (HAM) , yang mana diatur dalam undang-undang.

Ada beberapa poin menjadi acuan kita untuk perlu kita garis bawahi, bahwasanya HAM itu sangat diperlukan dan harus diterapkan di kehidupan sehari-hari tanpa terkecuali.

Yang pertama ialah, UU No.39 tahun 1999, dalam pasal 1 angka 1 yang membahas tentang HAM dan UU No.26 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, bahwa HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk tuhan yang maha kuasa dan merupakan anugerah-nya yang wajib dihormati, dijunjungtinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Dari penjelasan di atas, tentu sudah menjadi keharusan bahwa setiap orang harus memperlakukan sesamanya sesuai hak asasi manusia yang dimiliki. Namun dalam kehidupan sehari-hari, kita terus saja temui berbagai perbuatan yang melanggar hak asasi orang lain, baik itu yang kita lihat secara langsung, maupun yang kita baca/saksikan melalui media cetak dan elektronik.

Lalu bagaimana jika poin-poin diatas tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sama dengan apa yang sedang saya alami dalam beberapa waktu ini.
Saya adalalah seorang aktivis muda yang juga seorang guru honorer disalah satu sekolah swasta milik yayasan ternama.

Awal saya bekerjasama dengan yayasan tersebut, mula nya baik-baik saja, saya masih bisa mengikuti kegiatan saya sebagaimana biasanya. Sebagai seorang aktivis pasti saya harus banyak melihat, mendengar, merasakan, dan berbaur dengan masyarakat luas.
Saya berusaha bekerja se-professional di sekolah tersebut, setiap hari ngantor dan standby disekolah. Bahkan jarang sekali saya absen apabila tidak ada keperluan yang sangat mendesak.

Namun, hal itu tidak lagi sama dengan peristiwa yang terjadi pada saya beberapa pekan ini. Ketika saya izin untuk mengikuti aktivitas diluar yayasan saya malah diomeli dan dijelek-jelekkan, padahal saya izin dengan baik dan sopan apalagi saya izin ketika tidak ada jam ngantor.
Bukan hanya sekali atau dua kali saja, sudah berkali-kali hal itu terjadi kepada saya. Sang pemilik yayasan tidak mengizinkan saya untuk mengikuti aktivitas diluar yayasan.
Mengapa ini semua tidak adil terhadap saya, apa bedanya saya dengan guru lain?

Saya ngantor tiap hari, sedangkan yang lain tidak pernah bahkan jarang sekali.
Saya bekerja sesuai dengan tupoksi dan jam ajar yang telah disediakan.
Tapi mengapa kok masih dipermasalahkan.
Mengapa yang lain tidak, sedangkan yang lain kerja nya nyabang dan ada juga yang kuliah dan lain-lain.

Ini benar-benar tidak adil. Dimanakah undang-undang, HAM, dan keadilan?
Padahalkan sudah jelas dalam undang-undang, bahwasanya tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang NKRI tahun 1945 Pasal 27 ayat (2) yang berbunyi;

“Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”

Ayat ini memuat pengakuan dan jaminan bagi semua orang untuk mendapatkan pekerjaan dan mencapai tingkat kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Negara kita adalah negara hukum. Semua diatur oleh undang-undang.
Apalagi negara kita Indonesia berlandaskan Pancasila. Lalu dimanakah nilai-nilai pancasila diterapkan?
Mengapa menjadi penghianat perjuangan para leluhur bangsa?

Berhentilah bertindak yang sewenang-wenang terhadap penghidupan orang lain.
Selagi itu tidak menghancurkan dan mengganggu kehidupan kita.
Apapun profesi kita, selagi kita manusia maka kita tak pernah luput dari salah, khilaf dan dosa.
Jangan pernah menganggap diri kita paling benar dan berkuasa sebab diluar sana masih banyak yang lebih dari kita.

Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan saling menerima tanpa harus ada perpecahan, dan menjadi manusia yang lebih manusia.

Wallahualam
Share:

Sahabat Atau Pacar?

Pernah tidak kalian mendapatkan pertanyaan,
yang terkadang membuat kalian bingung sendiri untuk menjawabnya?

Antara pacar atau sahabat, kamu pilih mana?
Ya! Pertanyaan itu sering sekali menjadi pertanyaanku
dalam waktu beberapa pekan ini.



------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku memiliki sahabat yang sudah lama aku kenal, jauh lebih dari aku dan sahabatku mengenal seorang gadis.
Selama kami bersahabat dengan baik-baik saja, kami saling terbuka antara satu dan yang lain tanpa ada sesuatu yang tersebunyikan. Bahkan, kami saling berjanji untuk saling menasehati jika ada diantara kami yang melakukan suatu kesalahan ataupun bertindak berlebihan.
Suatu hari, ada seorang gadis yang sedang dekat dengan sahabatku bahkan mereka sudah memiliki hubungan yang kalau kata anak zaman now adalah pacaran?

"Wow, sahabatku ini benar-benar ambisius banget ya? Aku aja kalah duluan sama dia!"

Ohya, sebut saja sahabat aku Alfa.
Jadi semenjak Alfa pacaran sama gadis itu, semua perjanjian kami ia langgar bahkan ia perlahan-lahan menjauh dariku.
Setiap aku menasehatinya, Alfa selalu marah bahkan cuek denganku. Aku lelah dengan semua perlakuannya.

***
Pada suatu malam, ketika aku hendak tidur, waktu itu jam menunjukkan pukul 23.45, ponselku berdering ada sebuah pesan singkat/sms yang masuk.
Ketikaku buka pesan aingkat itu, betapa sangat terkejutnya aku membacanya fan membuatku bingung sendiri sebab yang sms itu adalah pacat sahabatku sendiri.

"Kakak itu enggak peka ya, aku itu sudah lama sekali jatuh cinta sama kakak sejak kakak pertama sekali menggelar acara di sekolahku. Aku ingin mengungkapkan nya sejak dulu namun aku bingung sebab ada beberapa cewek yang suka dan dekat sama kakak,"

Belum sempat ku balas pesan itu. Ada pesan lagi yang masuk.

Ingat enggak waktu itu, ketika kakak aku tanya di masjid. Mengenai hubungan kakak dengan mbak Intan? Disitu aku merasa terkalahkan sebab mbak Intan menyatakan cintanya duluan dari pada aku.
Dan pada saat itu kakak bilang kalau kakak sedang dekat dan akrab sama Alfa jadi aku ambil Alfa deh buat deketin kakak.

"Maksud nya apa ya? Bingung aku"

"Intinya aku suka sama kakak,"

Percakap itu terus berlanjut sampai pukul 01.00 Wib, dan aku memilih untuk mengakhiri percakapan terdahulu sebab aku sangat terkantuk sekali. Apalagi besok pagi aku ada kegiatan yang akan menyita banyak waktuku.

***
Keesokan hari, aku menemui Melly. Gadis yang kemarin smsku dan menyatakan isi hati secara blak-blakan.

"Mel, apa maksud sms yang kamu kirim semalam"

"Aku hanya mengungkapkan apa yang aku rasakan"

"Yang jelas aku sudah jujur"

"Maaf, aku enggak suka sama kamu Mel. Usia kita terlalu jauh, apalagi kamukan dekat sama Alfa mana mungkin aku merebut kamu darinya."

"Dan aku enggak ingin kamu merusak persahabatn kami"

***
Beberapa hari berlalu, hubungan aku sama Alfa kian tidak sehat bahkan hampir punah.
Alfa tidak pernah mendengarkan nasihat dariku, apalagi ada beberapa berita hoax yang menyatakan bahwa aku menembah pacarnya.

"Sialan, aku dijebak!"

"Itu cewe benar-benar tidak tahu diri, cewe murahan"

"Bukannya dia yang nembak aku, menyatakan cintanya kepadaku secara blak-blakan"

Aku benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada hubunganku dan Alfa. Bagaimanapun Alfa adalah sabat tersayangku. Kami sudah seperti adik dan kakak. Apalagi orang tua Alfa sudah mempercayakan dengan persahabatan kami.

Rasa takut itu mulai menyelimuti hari-hariku. Bayang-bayang ketakutan selalu menghantui hariku ecara terus-menerus.
Aku berusaha untuk menyadarkan Alfa dan memisahkannya dari pacar.
Apalagi ketika aku bercerita pada orang tua Alfa mengenai hubungannya dengan gadis itu. Untunglah orang tua nya sangat tidak mensetujui.
Bapak dan ibu memintaku agar kembali menjadi kakak nya Alfa dan meminta untuk memisahkan Alfa dan Melly.
Jika tidak maka Alfa akan dipindahkan keluar kota.

Gila bukan? Kalau Alfa pindah ke kota bagaimana nasib hubungan kami?

***
Aku tidak ingin jika persahabatan yang sudah lama aku jalin akan hancur sebab hal yang sangat aneh ini. Bagaimanapun aku harus bisa merebut Alfa kembali.

"Fa, dengerin aku?"

"Ada apa"

"Kamu masih berhubungan ya sama si Melly"

"Jika masih, memang nya kenapa"

"Dengar ya Fa, Melly itu gadis yang tidak benar. Kamu itu berubah 180• sejak kenal dia. Bahkan kamu enggak semangat buat belajar. Kamu lihatkan nilai dan sekolah kamu berantakan sejak kamu kenal dia"

"Kakak kenapa sih, enggak merestui aku. Kakak gak senang lihat sahabatnya sendiri bahagia"

"Kakak lebih bahagia melihat kamu punya preatasi dan membanggakan orang tua. Kamu gak kasihan lihat orang tua dirumah berjuang keras demi masa depan kamu Fa?"

"Pokok nya, kakak gak mau tahu. Kamu harus putusolin tuh cewe atau kamu tinggalin kakak untuk selamanya"

Sejak kejadian itu, Alfa marah dan tidak pernah menegor aku.
Namun semangatku untuk memperjuangkan persahabatan kami tetap terus berkobar.

Pada suatu hari, aku menghubungi orang tua Alfa. Kuceritakan semua perilaku Alfa selama disekolah dan diasrama.
Untung saja bapak dan ibu masih percaya dengankuu. Aku meminta bapak dan ibu untuk menasihati Alfa. Akhirnya Alfa diminta bapak dan ibu untuk kembali kerumah beberapa hari.


***
Ketika Alfa pulang kerumah orang tua nya. Aku memanfaatkan waktu itu untuk menemui dan menasehati Melly. Meminta supaya Melly melupakan Alfa. Namun gadis itu tidak terima, jadi terpaksa aku pakai cara yang sedikit memaksa.

"Mel, dengar ya. Jika kamu masih berhubungan kembali sama Alfa awas saja. Kamu akan menyesal"

"Bapak dan ibu Alfa saja tidak setuju kalau anak nya pacaran. Apalagi aku sang kakak nya"

"Awas lho kalau masih berhubingan"

Aku memaksa dan mengancam Melly, jika ia masih berhubungan dengan Alfa. Aku sebenarnya enggak tega menggunakan kata kasar terhadap Melly. Namun dia tetap bersikeras tidak mengindahkan perkataanku jadi terpaksa aku harus dengan cara sedikit kasar.


Dua hari berlalu. Alfa kembali ke asrama diantar sang bapak.
Namun Alfa masih seperti kemarin, cuek dan tidak menegorku.

Hingga sampai pada keesokan hari nya. Ia mengirimi aku sebuh surat.
Untuk meminta maaf dan kembali bersahabat sebagaimana terdahulu.

"Kak, aku minta maaf ya sudah salah dan cuek sama kakak. Aku sayang kakak."

"Aku ingin kita lembali bersahabat, dan menjadi adik dan kakak kembali seperti dahulu"

"Miss you kak"

"Oke Fa. Tapi janji kamu harus putusin dulu Melly, baru aku mau tegor kamu dan bersahabat lagi."

"Aku sama Melly. Sudah tidak ada hubungan lagi kak. Bapak bilang kalau aku masih pacaran dan tidak mendengarkan nasihat kakak maka aku akan disuruh pulang dan dipindah ke kota,"

"Siip gitu geh. Itu baru nama sahabat."

"Oh ya kakak minta maaf ya ikut campur urusanmu"

"Sebab aku sayang sama kamu Fa. Kamu sudah aku anggap adik sendiri."
"Aku gak mau kalau kamu malas, apalagi mengecewakan kedua orang tua"

"Iya kak. Terima kasih sudah menjadi kakak aku selama ini"

Akhirnya, aku dan Alfa kembali bersahabat setelah beberapa pekan saling cuek.
Kami sadar bahwa sebuah persahabatan lebih berharga dari pada pacaran. Maka dari itu kami kembali bersabat lagi.

Share:

Thursday, November 2, 2017

Senja

Senjaku kini telah berubah
Tak lagi sama seperti dahulu



 Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)

Senja
Kini engkau telah berubah
Tak lagi seperti dahulu

Rinai hujan sore
Bertaburan
Menghapus jejak debu dijalanan

Pergi membawa jutaan kenangan
Menghilang dalam dekapan

Syair-syair lama terhapus sudah
Tergantikan dengan syair baru

Senja
Kau datang dan pergi
Tanpa aturan

Way Kanan, 27 Oktober 2017
Share:

Pagi Yang Kurindu_Alfa

Selamat pagi
Pagi yang kurindu!


 Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkana Euonoia)

Pancaran sinar mentari
Menghangatkan sekujur tubuh
Memberikan kesan utuh
Menikmati pagi dengan segelas kopi

Kala itu kau hadir
Menebar senyum
Berikan semangat
Untukku

Mengajakku menari-nari
Berdendang sesuka hati
Melantunkan nyanyian rindu
Dengan sesuka hatimu

Canda tawa pagi itu
Menghilangkan penat dihatiku
Ketika pilu tak lagi membisu

Aku rindu pagi itu
Ketika dirimu disisiku

Namun dirimu tak ada lagi disisiku
Entah kemana engkau pergi
Meninggalkan banyak kenangan
Tanpa sevab aku tahu

Selamat pagi
Pagi yang kurindu

Way Kanan, 23 Oktober 2017
Share:

Maaf




Sebuah puisi teruntuk seseorang yang sampai saat ini masih cuek denganku.
Senoga lekas bisa memaafkan atas segala salah dan khilafku
Miss you

Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkanan Euonoia)


Tuan
Maafkan daku atas kesalahan
Aku khilaf dengan semua
Maafkan daku telah berlebihan dengan tuan

Tuan
Bukan maksudku berbuat sesuka hati
Bukan pula untuk menyakiti
Apalagi menghianati

Tuan
Semua terjadi atas kesalah pahaman
Aku terlalu berlebihan dalam bertindak kepadamu
Maafkan aku
Aku pantas untuk dilupakan

Tapi perlu tuan ingat
Diri inilah yang selalu setia menemani
Ketika tuan dalam dalam dekapan atau jauh dari pandangan
Ketika tuan dalam keadaan sehat atau sedang jatuh sakit


Way Kanan, 24 Oktober 2017
Share:

Wednesday, November 1, 2017

Sajak Kehidupan

Basabasi. Ist



Sebuah sajak perekam peristiwa pada 1 November 2017


Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkana Euonoia)


Sejatinya hidup adalah perjalanan
Dari segumpal tanah menuju tanah kembali


Berjalan meniti kehidupan
Mencari jalan kebaikan
Menebar perdamaian
Mengikat persaudaraan


Menantikan lukisan pelangi
Di langit biru
Usai hujan reda
Setelah badai berlalu


Gunung Labuhan, Way Kanan, 1 November 2017
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Segelas Kopi dan Jejak Langkah Murobbi

Ilustrasi didesain oleh AI-GMN Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive