Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Friday, June 28, 2024

Mengenal dan Mengendalikan Emosi dalam Diri Remaja | Review Film Inside Out 2

 

Official Poster Film Inside Out 2 di XXI. Dokpri/Pecandu Sastra

Sudah menonton film Inside Out 2? Film garapan Kelsey Mann ini merupakan film animasi remaja Amerika Serikat yang diproduksi oleh Pixar Animation Studio untuk Walt Disney Pictures, diproduksi oleh Mark Nielsen, dan ditulis oleh Meg LeFauve. Nah, di Indonesia sendiri film ini mulai tayang pada 14 Juni 2024 di bioskop.


Aku tidak mengikuti sekuel ini, jadi film perdananya yang rilis tahun 2015 lalu, tidak tahu seperti apa jalan ceritanya. Selain rumah yang jauh dari bioskop, baru-baru ini juga demen (suka) nonton film dan suka dengan suasana bioskop.


Di awal film kita akan diperkenalkan dengan tokoh utama seorang anak yang bernama Riley Andersen yang baru saja memasuki usia 13 tahun, serta kelima emosinya; Joy atau emosi periang yang digambarkan dengan karakter berwarna kuning, Sadness (sedih) dengan karakter berwarna biru, Anger (marah) berwarna merah, Fear (takut) berwarna ungu, dan Disgust (Jijik) berwarna hijau.


Selayaknya perputaran waktu, setiap kita akan mengalami pertumbuhan, perubahan, dan pastinya akan bertemu atau mengalami masa-masa sulitnya masing-masing. Sebagaimana tokoh Riley di dalam film ini.


Official Poster 


Riley yang kini mengalami masa pubertas, kehadiran emosi baru dalam hidupnya. Jika sebelumnya ia memiliki lima emosi (riang, sedih, marah, takut, dan jijik), kini ada empat emosi baru dalam hidupnya; Anxiety (cemas) yang digambarkan dengan karakter berwarna oren, Ennui (bosan) berwana indigo atau ungu tua, Emberrasment (malu) berwarna pink, dan Envy (iri) dengan warna Sian.


Baca: Melihat Lebih Dekat Masjid Mewah di RS Harapan Bunda Lampung Tengah


Emosi baru yang ditampilkan menambah warna baru dalam mengendalikan kenaifan emosi remaja puber yang sangat related dengan prilakunya. Sebagaimana  dalam film ini menggambarkan dengan sangat jelas bagaimana emosi-emosi tersebut menguasai Riley, terlebih emosi barunya.


Ruang kontrol emosi di benak Riley kini dihuni oleh sembilan emosi yang memiliki karakteristik yang berbeda. Joy memimpin emosi lama untuk menghadapi kelompok emosi baru yang dipimpin oleh Anxiety. Keduanya berusaha mengatur Riley, yang justru menimbulkan perpecahan. Kesembilan emosi itu pun akhirnya berusaha untuk mencari formula terbaik untuk mengatur emosi Riley. Begitulah kehidupan remaja puber, ia harus berjuang mengontrol emosi di dalam dirinya agar berjalan stabil.


Dari film animasi yang mengusung genre slice of life (penggalan kehidupan) dengan durasi sembilan puluh menit ini kita diingatkan bahwa, setiap anak akan mengalami masa pubertas. Film ini sangat related dengan kita yang juga sudah melalui masa puber. Masa di mana rasa anxiety (rasa cemas) dan insecurity (ketidaknyamanan) mengambil alih banyak kesenangan di dalam hidup. Semakin dewasa kita akan semakin sulit merasakan bahagia.


Tidak masalah memiliki ambisi, karena hal itu wajar. Namun, jangan pernah merasa jikalau kita tidak hanyalah seorang diri di dunia ini. Film ini juga menegaskan bahwa peran dan dukungan orang tua serta keadaan lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh sekali, terutama bagi diri kita yang masih belum memiliki pondasi diri yang kokoh. 


Baca: Mengapa Nabi Menyebut Ipar Adalah Maut?


Jangan pernah berpikir bahwa masa sulit itu tidak bisa kita lalui, sebab ujian itu Tuhan hadirkan sebab kita dinilai mampu oleh-Nya. Ingat, setiap badai yang datang akan ada masa usainya, dan usai badai berlalu akan ada pelangi indah menanti kita.


Jadi, jangan lupa untuk membahagiakan diri, karena yang tahu cara membahagiakan diri kita, ya diri kita sendiri. Mau sebesar atau sekecil apapun itu, hadapilah dengan riang gembira. Karena seiring berjalannya waktu, kita akan semakin terlatih untuk menjadi dewasa dan berdamai dengan keadaan dunia.


Film ini sangat keren, tidak hanya menjadi sarana hiburan saja, namun memberikan pembelajaran dan makna mendalam. Sebagai penutup tulisan, aku mengutip sebuah kalimat menarik dari karakter Joy (emosi periang) dalam film ini; "Tahukan kamu betapa sulitnya untuk tetap bersikap positif sepanjang waktu? Ketika yang kalian lakukan hanyalah mengeluh, mengeluh, mengeluh!"


Baca: Bukan Sebab Kita Hebat, Tapi Karena Allah Mampukan!

Share:

Tuesday, June 25, 2024

Melihat Lebih Dekat, Masjid Mewah di RS Harapan Bunda Lampung

Tampak dalam ruangan masjid RS Harapan Bunda. Dokpri/Pecandu Sastra.


 Salah satu sarana penunjang aktivitas ibadah  kaum muslim adalah tersedianya tempat ibadah yang nyaman, aman, bersih, dan terbebas dari najis. Meski setiap hamparan bumi adalah masjid - tempat bersujud kepada Allah (kecuali kuburan dan kamar mandi atau toilet). Sujud dapat dilakukan di mana saja, di setiap jengkal bumi yang kita pijak, selama tempat tersebut suci dan bersih. 

Share:

Mengapa Nabi Menyebut Ipar Adalah Maut?



Beberapa hari ini, masyarakat Indonesia sedang hangat memperbincangkan film berjudul “Ipar Adalah Maut” yang tayang di bioskop pada 13 Juni 2024. Poin yang paling disoroti dalam film ini adalah perselingkuhan yang terjadi antara suami dengan adik iparnya.

Share:

Monday, June 24, 2024

Bukan Sebab Kita Hebat, Tapi Karena Allah Mampukan!


Sayyidi Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz Tarim saat mengisi kajian subuh di Masjid Istiqlal Jakarta Agustus 2023. Dokpri/Pecandu Sastra.


 Usai sudah perjalanan satu tahun di 2023. Meski banyak tangis-tawa, suka-duka, bahagia, dan cerita lainnya - kini semuanya mampu dilalui dengan akal sehat. Tiga ratus enam puluh lima hari bukanlah suatu yang pendek, juga bukan suatu yang panjang jika kita jalani dengan hati tulus dan ikhlas. Nyatanya, yang katanya tahun paling buruk, paling sakit, dan paling-paling lainnya, tidak juga demikian. Ada banyak hal yang harus disyukuri dan banyak keajaiban-keajaiban yang Allah datangkan tanpa terduga.

Share:

Saturday, June 22, 2024

Untuk Pejuang Finansial dan Penuntut Ilmu

 

Foto oleh Mujahit Dakwah


Ada ungkapan menarik dari Imam Syu'bah,

"من طلب الحديث أفلس"

"Barangsiapa menuntut ilmu hadits, maka ia akan jatuh bangkrut."


Sungguh, apa yang beliau sampaikan tidaklah berlebihan. Bagi orang yang belum menyelami bagaimana pengorbanan para ulama dahulu dalam belajar dan menuntut ilmu, ungkapan ini pasti terdengar asing dan mengherankan.


Bagaimana tidak, jikalau Imam Malik sampai rela menjual atap rumahnya untuk keperluan menuntut ilmu. Imam Syu'bah menjual bak mandi ibunya. Imam Abu Hatim menjual pakaiannya satu per satu sehingga yang tersisa hanya pakaian yang melekat di badannya. Dan, Imam Ahmad sampai rela safar tanpa alas kaki karena menggadaikan sandalnya sebagai bekal perjuangan menuntut ilmu.


Ketahuilah, mereka mengorbankan benda-benda itu karena hanya itulah yang mereka miliki.


[Diceritakan dengan sanadnya oleh syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah dalam kitab masyhur beliau, (صفحات من صبر العلماء)]


Imam Yahya bin Ma'in pernah ditanya setelah mendapat kekayaan warisan dari ayahnya, "apa yang akan kau perbuat dengan semua ini?" - Ia menjawab dengan penuh keyakinan, "saya akan infaqkan semua ini untuk belajar hadits."


Bahkan dahulu ada ulama yang sudi mengeluarkan beberapa dinar (keping emas) miliknya hanya demi membeli tinta untuk menulis. Dan, kisah-kisah lain yang luar biasa, banyak diantara mereka yg jatuh bangkrut demi ilmu. Bahkan ada diantara mereka yg rela menjual seluruh pakaiannya, hingga ia hidup tak berbusana di dalam rumahnya sendirian.


Imam Ali bin Harb bercerita, 

أتينا زيد بن الحباب، فلم يكن له ثوب يخرج فيه إلينا، فجعل الباب بيننا وبينه حاجزا، وحدثه من ورائه -رحمه الله تعالى"

[صفحات من صبر العلماء | ٢٣٤]


"Kami mendatangi Zaid bin Hubab untuk belajar hadits, beliau tidak memiliki pakaian yang dengannya ia bisa menemui kami, kemudian ia menjadikan pintu rumahnya menjadi tirai penghalang di antara kami dan beliau, dan berlanjut lah periwayatan hadits tersebut di balik pintu itu."


Umar bin Hafs Al-Asyqor juga bercerita, 


إنهم فقدوا البخاري أياما من كتابة الحديث بالبصرة، قال: فطلبناه فوجدناه في بيت وهو عريان، وقد نفد ما عنده ولم يبق معه شيء..

[تاريخ بغداد للخطيب | ٢\١٣]


"Dahulu para penuntut ilmu itu pernah beberapa hari mencari-cari Imam Bukhori di Bashrah untuk menimba hadits, setelah dicari ternyata mereka menemukan Imam Bukhori dalam keadaan telanjang di rumahnya, telah habis apa yang ia punya dan tak ada tersisa satupun yang ia miliki."


Begitulah menuntut ilmu. Ia adalah jalan pengorbanan. Jika engkau serius mencintainya, engkau akan korbankan segalanya. Ia tidak hanya memaksa penuntutnya untuk mengorbankan energi, waktu, tenaga, dan pikirannya, ia juga menuntut untuk mengorbankan harta. 


Terkadang kita harus rela untuk tidak berbelanja dan makan enak, demi mampu berbekal dalam menuntut ilmu, menempuh perjalanan menuju halaqah-halaqah para ulama, membeli kitab-kitab induk dan mampu memuaskan rasa penasaran pada kitab-kitab baru yang menggiurkan.


Pantas dahulu Imam Malik berkata:

"لا ينال هذا الأمر -يعني العلم- حتى يُذاق طعم الفقر"

"Seseorang tidak akan memperoleh ilmu, sampai ia merasakan pahitnya kefakiran."


Jika diantara teman-teman ada yang sudah berkorban banyak dalam menuntut ilmu, siap untuk tidak makan enak, dan rela untuk tidak kenakan pakaian baru demi pengalokasian uang ke kitab dan bekal-bekal belajar, maka sungguh ia telah mengamalkan sunnahnya para ulama.


Memang harus seperti itu, bukannya kita yakini bahwa ilmu adalah sesuatu yang termahal? Bukannya kita tahu bahwa suatu yang mahal tidak bisa terbayar dengan suatu yang remeh-temeh?


Namun, perlu diingat, hal itu tak seberapa dari apa yang Allah persiapkan bagi pejuang-pejuang ilmu dari keagungan, derajat yang tinggi, dan pahala yang besar.


إن الفقيه هو الفقير وإنما

         راء الفقير تجمعت أطرافها


Sumber: Grup Majelis (WA)

Share:

Melihat dari Sudut Pandang Penderita Gangguan Kesehatan Mental dalam Film Kukira Kau Rumah

 

Foto oleh Hotstar. Ist


Film Kukira Kau Rumah merupakan film drama Indonesia yang rilis di bioskop pada tanggal 3 Februari 2022. Disutradarai oleh Umay Shahab berdasarkan lagu yang berjudul sama karya Amigdala. Film produksi MD Pictures serta Sinemaku Pictures ini dibintangi oleh Prilly Latuconsina (Niskala), Jourdy Pranata (Pram), Shenina Cinnamon (Dinda), dan Raim Laode (Octavianus). 

Share:

Friday, June 21, 2024

Di Bawah Ridho Abah | Cerpen

Foto pexels. Ist


 Oleh : Disisi Saidi Fatah


"Dik, aku akan segera melamarmu!" tutur Bang Alwi melalui pesan singkat kepadaku.


Malam itu hatiku berbunga-bunga, riang gembira tak karuan mendengar kabar itu. Ternyata benar bang Alwi menepati janji sebagaimana ia ucap waktu ketika aku boyong dari pesantren. 

Share:

Ipar adalah Maut: Badai Rumah Tangga Tanpa Adanya Sebuah Tanda!

Poster Film Ipar adalah Maut yang dipajang di beranda XXI. Dokpri/Pecandu Sastra-2024.


Ipar adalah Maut merupakan film yang diangkat dari kisah nyata, berawal dari cerita viral yang diunggah oleh Eliza Sifaa melalui akun TikTok miliknya di tahun 2023. Kisah ini merupakan cerita dari salah satu pengikutnya di platform digital tersebut. Berkisah tentang seorang mahasiswi yang dipinang oleh Dosen muda, di mana pernikahan mereka semakin sempurna berkat hadirnya sang buah hati. Namun sayang, kebahagiaan yang menghampiri mereka hanyalah sementara, sebab hadirnya seorang wanita yang tak lain ialah adik ipar dari sang suami.
Share:

Tuesday, June 18, 2024

Menguak Sisi Kehidupan dari Novel Pergi Tere Liye

 

Sumber: ilovebuku. ist


Novel 'Pergi' merupakan seri kelanjutan dari buku sebelumnya yang berjudul 'Pulang', adalah buku keempat dari sekuel aksi karya salah satu penulis hebat tanah air; Tere Liye. Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan demi kenangan masa lalu, pertarungan hidup dan mati untuk memutuskan kemana langkah kaki akan dibawa.

Share:

Memaknai Pulang dalam Novel 'Pulang' Tere Liye

  

Foto Bookstagram/rurureadsbooks . Ist


Novel Pulang adalah buku ketiga dari serial aksi yang digarap penulis kondang Tere Liye. Buku ini terbit pertama kali pada tahun 2015 di bawah naungan penerbit Republika dengan jumlah halaman iv + 455.


Novel Pulang menceritakan kisah hidup seorang bernama Bujang, anak desa yang sederhana, namun memiliki sesuatu yang istimewa -- tersembunyi dalam dirinya. Hal itu yang membuat seorang Teuku Muda dan keluarga Tong terpikat, dan akhirnya meminang dirinya untuk menjadi bagian dari keluarga Tong.


Kisah ini bermula ketika Bujang, si tokoh utama - dalam usia 15 tahun. Pada saat itu datanglah satu rombongan pemburu dari kota (Keluarga Tong dan Teuku Muda) yang juga merupakan teman bapaknya Bujang. Kedatangan mereka guna menumpas kawanan babi hutan yang meresahkan penduduk setempat, hasil pertanian dan perkebunan mereka selalu di rusak dan gagal panen. 


Dalam pemburuan tersebut ada suatu peristiwa yang melibatkan Teuku Muda dan Bujang, di mana hal tersebut akhirnya membuat sang Teuku muda makin terpikat setelah melihat kehebatan Bujang pada malam itu. 


Ternyata, kedatangan kawanan pemburu tersebut tidak sekadar untuk berburu, melainkan untuk menjemput Bujang guna dibawa ke kota untuk disekolahkan. Sebab, selama bersama orangtuanya, Bujang sama sekali tidak pernah mencicipi bangku sekolah, bahkan untuk sekadar mengaji (menimba ilmu agama) dari ibunya saja tidak diperbolehkan oleh bapaknya.


Baca: Menyingkap Dunia Malam dari Novel Re dan peRempuan 


Nah, dari sinilah alur kisah sesungguhnya dimulai. Di dalam novel ini penulis mengambil latar penguasa shadow ekonomi yang dibungkus dengan bumbu kekeluargaan, kekerabatan, persahabatan, hingga pada penghianatan yang berakhir dengan perselisihan dan perpecahan.


Kerennya, penulis selalu berhasil memberikan kejutan demi kejutan dalam setiap konflik pada tiap babak yang diciptakan. Meski penulis menggunakan alur maju-mundur, namun keseimbangan cerita tertata rapi, sehingga para pembaca tidak dibuat bingung. Plot yang digunakan juga sangat menarik. Kendati novel ini mengusung genre aksi, namun memiliki tambahan untuk sisi komedinya.


Tapi bukan itu yang akan kita bahas dalam artikel ini, melainkan makna pulang yang diusung oleh penulis. Kira-kira apa yang terlintas dalam pikiran para pembaca sekalian saat mendengar kata 'pulang'? Mungkin, kebanyakan dari kita akan memaknainya sebagai perjalanan; misalnya dalam perantauan, lalu pulang kampung. 


Namun, berbeda dalam novel ini, kita akan diajak menyelami samudera luas pemikiran si penulis melalui kisah seorang Bujang dalam memaknai 'pulang' yang sesungguhnya.


Sejauh ini yang aku petik usai membaca novel Pulang; seberapa akrab, kompak, dan eratnya suatu hubungan kekeluargaan yang kita jalani. Akan tetap ada penghianatan dan sesuatu hal yang membuatnya renggang dan akhirnya terpisah. 


Baca: Novel 'Sesuk' Tekankan Peran Penting Orang Tua 


Dalam buku ini penulis menjelaskan bahwasanya makna pulang tidak melulu tertuju pada rumah atau kampung halaman, melainkan cakupan yang luas. Sebagaimana yang dipaparkan penulis,  pulang yang dimaksud adalah kembali ke arah yang benar dan jalan menuju pendekatan diri kepada Tuhan. 


Perjalanan hidup Bujang sebagai bagian dari keluarga Tong diceritakan penuh dengan perjuangan, intrik, dan luka. Puncaknya adalah ketika terjadinya penghianatan yang berasal dari dendam masa lalu keluarga Tong. Sampai akhirnya Bujang menemukan arti pulang demi orang tua yang dicintainya. 


Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari fiksi ini, salah satunya terkait dengan masa lalu. Bahwasanya kita harus berdamai dengan masa lalu, meski kita harus memeluk luka, kebencian, dan rasa sakit. Kesetiaan tokoh Bujang terhadap keluarga Tong juga dapat dijadikan contoh, bagaimana membalas budi terhadap orang yang berjasa dalam hidup kita. Tere Liye dalam novelnya juga ingin mengajarkan, bahwa ilmu terbaik akan mampu mengubah jalan hidup seseorang.


Beberapa kutipan yang aku suka dari buku ini, diantaranya; "Semua orang punya masa lalu, dan itu bukan urusan siapa pun. Urus saja masa lalu masing-masing," halaman 101. - "Saat itu terjadi, kau telah pulang, Bujang. Pulang pada hakikat kehidupan. Pulang, memeluk erat semua kesedihan dan kegembiraan," halaman 388. Dan, "Sungguh, sejauh apa pun kehidupan menyesatkan. Segelap apa pun hitamnya jalan yang ku tempuh. Tuhan selalu memanggil kami untuk pulang," halaman 400.


Baca: Menerapkan Dikotomi Kendali Dalam Bermedia Sosial 


Indentitas Buku:


Judul: Pulang

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Republika

Tahun Terbit: 2015

Jumlah Halaman: iv + 400 halaman

ISBN: 9786020822129

Share:

Friday, June 14, 2024

Apa itu Haji Mabrur dan Apa Ganjarannya?

Ustad Riyadh Ahmad, Pengasuh Pondok Pesantren Doa Ahlul Quran (DOAQU) Gunungpati, Kota Semarang. Tangkapan layar/NU Online


 Siapa yang tidak menginginkan untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah ke tanah suci? Tentu saja ketika hal itu ditanyakan kepada setiap muslim, jawabannya; ingin. Jangankan melihat secara langsung negeri Baginda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, mendengar nama Makkah, Madinah, dan segala hal tentangnya saja hati begitu riang gembira. Lantas apa yang menjadikan diri kita 'ingin'?

Share:

Wednesday, June 12, 2024

Menerapkan Dikotomi Kendali Dalam Bermedia Sosial

 

Ragam media sosial. Freepic. ist

Semakin berkembangnya teknologi informasi menjadi daya dorong bagi masyarakat semakin mudah dalam mengakses internet. Laju pesat informasi yang terus meroket, termasuk di dalamnya penggunaan media sosial. Bahkan, saat ini satu orang tidak hanya memiliki satu akun media sosial saja, namun banyak. Dan, itu tersebar di berbagai platform.

Share:

"How to Make Millions Before Grandma Dies", Drama Keluarga Thailand yang Mengaduk Emosi

 

Arsip Klik Film (2024).

How to Makes Millions Before Grandma Dies adalah film berbahasa Thailand berupa drama keluarga. Berasal dari Negeri Gajah Putih (Thailand), film ini disutradarai dan ditulis oleh Pat Boonnitipat dengan judul Thailand 'Lahn Mah'. Film ini mulai tayang di bioskop Indonesia sejak 15 Mei 2024, -  dibintangi oleh Billkin Putthipong (M), Tontawan Tantivejakul (Mui), Usha Seamkhum (Amah), Pongsatorn Jongwilas (Soei), Sanya Kunakorn (Kiang), Sarinrat Thomas (Chew), dan Himawari Tajiri (Rainbow).

Share:

Monday, June 3, 2024

[Film] Poin Penting dari Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa

Poster Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa di XXI. Dokpri.


Tuhan Izinkan Aku Berdosa adalah film drama Indonesia bergenre religi garapan Sutradara Hanung Bramantyo yang diadaptasi dari novel berjudul "Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!" karya Muhidin Dahlan. Film ini tayang perdana di Jogja Netpac Asia Film Festival (JAFF) di Empire XXI Yogyakarta pada 1 Desember 2023 dan serentak di bioskop Indonesia pada 22 Mei 2024.

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive