Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Tuesday, June 11, 2019

Kebun Bunga Celosia Wisata Instagramble di Bantul Metro

Disisi Saidi Fatah | @Netrahyahimsa

Halo sahabat pencinta traveler, yang hobi jalan-jalan. Selamat datang di blog Disisi Traveler ya. Salam hangat dari admin untuk kalian semua yang sudah bersedia mampir dan meluangkan waktu sejenak disini.


Nah, sahabat traveler yang hobinya jalan mulu dan yang suka eksis di sosial media. Aku mau rekomendasikan untuk kalian semua yang lagi butuh tempat bermain atau wisata. Dijamin bagus, keren, dan bakalan puas dah. 

Jadi kemarin, sekitar empat hari lalu aku buka Instagram dan pas banget di time line aku muncul sebuah postingan dari akun Traveler Lampung, dia itu memposting sebuah foto yang pemandangan bagus sekali. Ya awalnya aku enggak percaya kalau itu beneran ada di Lampung. Sebab aku kepo dan pengen banget kesena, akhirnya aku minta petunjuk lokasi tempat wisata yang ia post.





Alhasil usai berkomentar dan mendapatkan alamat tempat wisata, keesokan harinya aku langsung cus menuju lokasi ditemani oleh adikku dengan menggunakan kendaraan roda dua, yakni sepeda motor jenis Honda Beat. Sebelumnya kita tidak ada yang tahu lokasinya dan kita juga sama sekali belum pernah kesana. Dengan modal nekad kita luncuran dan dibantu oleh si Cucunya Mbah Google, kalau yang ini kalian pasti tahulah siapa lagi kalau bukan Google Maps. 


Aku berangkat dari Gunung Sugih, Lampung Tengah melintasi jalan Punggur. Sekitar 45 menit kita pun sampai di lokasi.


Nama tempatnya "Kebun Bunga Celosia", tempat wisata yang bernuansa Instagramble. Mengapa Instagramble? Sebab wisata ini menyuguhkan spot-spot menarik bagi pengunjungnya. Nah siapa lagi kalau bukan para penikmat traveling yang hobi eksis di sosial media. 

Meski dengan ukuran yang kecil, yakni 20 x 30 meter, sahabat traveler jangan salah menilai ya. Kecil-kecil begini cabe rawit hehehe.




Selain memiliki spot foto yang bagus, lokasi kebun bunga celosia ini juga terhimpit oleh hamparan sawah yang luas. Jadi sebelum menuju kebun bunga sahabat traveler akan disuguhkan dengan indahnya hamparan hijau sawah terasering yang berbentuk meliuk-liuk.




Wisata ini mulai dibuka pada 30 Mei 2019 lalu lho, eits meski baru di buka, wisata ini sampai saat ini sudah mendatangkan lebih kurang 2.000 pengunjung lho dari berbagai daerah. Luar biasa bukan.

Sedikit informasi buat sahabat traveler, sebagaimana yang dituliskan oleh akun Instagram Lampung_Pedia saat mewawancarai pemilik kebun (Pak Kerut dan Istrinya Bu Suti) awalnya mereka membuat kebun ini hanya sebagai kebun biasa dan sama sekali tidak ada niat buat tempat wisata. Namun karena bunga ini sangat diminati oleh masyarakat sekitar dan sangat bagus untuk dijadikan tempat berfoto alhasil banyak masyarakat yang berdatangan dari berbagai daerah. Untuk pembuatan kebun ini pak Kerut mengungkapkan bahwasannya mereka menghabiskan dana sebanyak 20 juta lho traveler, luar biasakan. 






Oke buat sahabat semua yang mau wisata kesini ayo buruan mumpung masih baru dan bunganya masih pada segar. Biaya masuk murah banget kok, hanya 10.000 rupiah bagi orang dewasa dan remaja dan 5.000 untuk anak-anak. Tapi tenang sahabat semua dijamis puas dan otak juga pikiran bakalan kembali fresh lagi setelah dari sini, sebab banyak sekali tempat spot foto. Disini juga tersedia payung hias dan juga topi untuk foto, nyewanya hanya 5.000 saja. Untuk parkir sih gak jauh ya sekitar 10 Meter dari kebun dan masih kelihatan kok kendaraan kita, jadi aman. Uang parkir ya seperti biasalah 2.000 rupiah.




Untuk  lokasinya bisa ditanya sama cucunya mbah Google ya, Google Maps. Cari saja (Jl.FKIPP  Bantul, Kota Metro, Lampung) jalan menuju SMA Negeri 6 Kota Metro. Kebunnya kelihatan kok dari jalan lintas.

Semoga puas dan terhibur sahabat Traveler
Terima kasih...
Tabik Pun
Share:

GUS BAHA' : Indonesia Tertinggi Kelasnya di Dunia



Nabi Muhammad saw diajarkan oleh Allah dengan diberikan kisah-kisah nabi terdahulu supaya Nabi Muhammad mendapatkan pelajaran tentang bagaimana bersikap dan mempelajari sejarah.
Share:

Antara Mahram dan Muhrim

Antara Mahram & Muhrim | GMNU.Ist

Oleh : Tiyar Firdaus 
(Mahasiswa fak. Syariah & Rubath Al-Imam As-Syafi'i, Hadhramaut)

Dalam bahasa arab perbedaan harakat dapat mempengaruhi suatu makna kalimat seperti Al-birru (kebaikan), Al-barru(daratan) dan Al-burru(gandum). 

Seiring berjalanya waktu saya sering menemukan orang berkata "Muhrim" namun pada hakekatnya ia bermaksud "mahram", ataupun sebaliknya. Maka dari itu sedikit saya mengupas siapakah Muhrim itu dan siapakah mahram dalam pandangan islam.???

1. Muhrim 
Istilah Muhrim terpraktek dalam melaksanakan ibadah haji/ umrah, kegiatanya disebut Ihram. Dan orang yang sedang melaksanakan Ihram di sebut MUHRIM (orang yang ihram)

2. Mahram
 Terpraktek dalam hal Nikah, Mahram ialah wanita yang tidak boleh dinikahi (dalam permasalah nikah) atau wanita yang tidak dapat membatalkan wudhu  ketika bersentuhan dengan lawan jenisnya (dalam permasalah Thaharah/bersesuci), serta diperbolehkan menyentuhnya baik dengan alasan mushofahah (Bersalaman) dsb.

Lalu Siapakah orang yang tergolong Mahram dalam kacamata Syariat.?

Mahram terbagi menjadi 3 Aspek :
1. Mahram Sebab nasab
 ( تحرم نساء القرابة الا من دخلت تحت ولد العمومة او الخوولة) 
Seluruh Perempuan kerabat/saudara itu mahram terkecuali perempuan yang masuk dibawah mulai dari anaknya bibi/sepupu(dari ayah) dan anak bibi/sepupu (dari ibu) sampe kebawah.

Dalam garis besar ada 7 golongan :

  1. Ibu, nenek sampe keatas
  2. Anak perempuan, cucu sampe kebawah
  3. Saudara perempuan
  4. Anaknya saudara laki-laki sampe kebawah.
  5. Anaknya saudara perempuan sampai kebawah.
  6. Bibi (dari ayah) 
  7. Mulai dari anaknya bibi yaitu sepupu sampe kebawah tidaklah mahram jadi diperbolehkan untuk dinikahi
  8. Bibi (dari ibu)

Mulai dari anaknya bibi yaitu Sepupu sampe kebawah tidaklah mahram jadi diperbolehkan untuk dinikahi

2. Mahram sebab susuan (saudara susuan)
 ÙŠØ­Ø±Ù… من الرضاع ما يحرم من النسب
(Perempuan mahram sebab susuan itu adalah perempuan yang mahram sebab nasab)
Mahram sebab susuan itu sama dengan apa yang terdapat dalam mahram sebab nasab Sebagaimana yang telah di jelaskan diatas.

3. Mahram Sebab nikah
  1. Mertua
  2. Anak tiri jika sudah menggauli istrinya
  3. Ibu tiri
  4. Menantu
  5. Saudara perempuanya istri

Semuanya ini (mahram sebab nasab, nikah, susuan) dihukumi mahram yang bersifat selamanya. Terkecualisaudara perempuanya istri, maka jika istri meninggal atau di talak maka saudara perempuan istri menjadi halal untuk di nikahi.

Adapun pengecualian dari sekian perempuan Mahram (mahram sebab nasab, nikah, susuan) yang berarti sama sekali tidak di hukumi mahram, diperbolehkan untuk dinikahi ada 7 macam :
  1. Anak angkat
  2. Anak perempuanya bapak tiri/ibunya bapak tiri
  3. Anak perempuanya ibu tiri/ibunya ibu tiri
  4. Anak perempuanya menantu perempuan /ibunya menantu perempuan
  5. Anak perempuanya menantu laki-laki/ibunya menantu laki-laki
  6. Istrinya anak tiri
  7. Istrinya ayah tiri

WaAllahua'lam.
Semoga bermanfaat..

@Disari dari kitab Hasyiah Al-Bujairami (Fiqh Imam As-syafi'i)

#GenerasiMudaNU

Sumber : Grups WhatsApp Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Lampung
Share:

Monday, June 10, 2019

Kemenangan Haqiqi

Oleh ; Alfa Arkana Eounoia (Dsf)

Sumber ; Liputan6.com | Ist


Hari raya berlalu sudah
Ramadhan pun usai kita lalui, ia telah pergi dengan segenap keluarga besarnya
Kemenangan tak hanya sebatas hari raya
Juga bukan sandang pangan belaka, yang serba mewah dan megah
Kemenangan haqiqi adalah bagaimana kita mempertahankan apa yang sudah kita bangun

Mari rebut kembali kemenangan yang fitry
Jangan biarkan ia berlalu dan pergi tanpa perubahan pada diri

Ramadhan boleh usai
Namun puasa tak boleh hilang begitu saja
Masih ada syawwal juga sunnah lainnya
Tadarus al Qur'an harus tetap berkumandang
Kita rebut kemenangan

Bagi yang sudah tuntas tadarusan
Mari mulai kembali dari laman awal
Bagi yang belum mari tuntaskan
Bagi yang belum sama sekali
Ayo beranikan diri, unjuk gigi pada sang ilahi

Sholat malam tetap berjalan
Bergitu pula dengan shodaqoh dan amal kebaikan

Bandar Jaya, 10 Juni 2019
Share:

Saturday, June 8, 2019

Dipenghujung Mei | Puisi Rindu

Oleh : Alfa Arkana Eounoia (DSF)


Dipenghujung Mei, dikala senja sore itu
Bergegas menepis genangan air yang mengguyur setiap langkah
Dingin cuaca senja itu tak aku hiraukan, demi berjumpa kau seorang

Aku tak ingin menyiakan kesempatan
Menebus rindu menembus waktu bersamamu
Tak sabar menikmati panorama indah pada bibirmu
Senyum yang membuat aku ingin selalu menetap
Tak pedulikan apa yang terjadi pada diriku
Berjumpa denganmu. Hal itu yang s'lalu ada di benak ku

Rinduku harus segera berakhir di penghujung Mei ini
Aku ingin kembali tersenyum, bahagia menyambut Juni nanti
Aku ingin kisah yang terukir pada Juni tak lagi ada duka maupun luka
Jika nanti ada. Aku harap tak sedikit namamu tercatat

Aku rindu senyum merekah pada bibirmu
Yang kau lontarkan dengan tulus padaku, sebagaimana tempo lalu


Blambangan Umpu, 31 Mei 2019
Share:

Wednesday, June 5, 2019

Amalan-Amalan Sunnah di Hari Raya

Oleh : Disisi Saidi Fatah


Alhamdulillahirobbil ‘alamiin, puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, hidayat, inayah, dan beribu kenikmatan yang telah beliau hadirkan untuk kita semua, wabil khusus umat muslim di dunia.
Tak terasa kita sudah berada di penghujung ramadhan. Sebulan penuh kita menikmati ramadhan serta isinya, semoga apa yang kita laksanakan dan kerjakan menjadi amal ibadah dan bisa diterima oleh Allah Swt. Amal yang menjadi penolong kita kelak diakhirat serta menjadi jembatan bagi kita menuju syurga-Nya.
Semoga ini bukanlah ramadhan terakhir bagi kita, semoga Allah memberikan kita kesempatan juga kesehatan untuk dapat berjumpa ramadhan tahun depan Aamiin.

Satu (1) Syawwal 1440 hijriyah jatuh pada hari Rabu, 5 Mei 2019. Merupakan hari kemenangan bagi umat muslim dan telah menjadi tradisi bagi kita semua untuk menyambut dengan riang gembira. 
Adapun amalan-amalan sunnah yang dapat kita laksanakan dalam menyambut hari raya idul fitri, sebagaimana yang pernah dilakukan baginda rosulullah shollallahu ‘alaihi salam, diantaranya ialah;
Pertama, mandi di pagi hari sebelum berangkat sholat ied. Kita disunnahkan untuk membersihkan diri, sebagaimana mandi janabah. Kedua, menggunakan pakaian terbaik yang kita miliki; Rosulullah SAW, beliau sangat menyukai pakaian berwarna putih bagi kaum adam atau laki-laki serta pakaian berwarna gelap untuk kaum hawa atau perempuan. Oleh sebab itu kita dianjurkan untuk mengenakan pakaian sebagaimana kesukaan rasul kita.

Ketiga, bagi laki-laki sangat dianjurkan untuk mengenakan wewangian atau parfums, namun dalam hal ini perempuan tidak dianjurkan. Keempat, sebelum berangkat sholat ied, disunnahkan untuk makan terdahulu. Hal ini merupakan sunnah nabi, adapun hikmahnya; sebagai pertanda bahwa idul fitri ailah kembali berbuka.
Kelima, kita disunnahkan untuk berjalan kaki ketika berangkat menuju masjid atau lokasi tempat kita melaksanakan sholat, begitu juga pulangnya. Keenam, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan tasbih, takbir, tahmid, serta tahlil ketika hendak berangkat sholat. Tasbih, takbir, tahmid juga tahlil terus dibaca sampai pada waktu pelaksanaan sholat. Ketika sampai ditempat sholat ied, tidak ada lagi sholat sunnah lainnya, langsung menggelar sajadah lalu duduk dibarisan.
Mengikuti rangkaian sholat idul fitri sebagaimana mestinya dan mengikuti imam; pada rakaat pertama setelah takbiratul ikhram kita membaca doa iftitah, lalu dilanjutkan dengan membaca takbir sebanyak tujuh kali. Adapun rakaat kedua, usai bangkit dari sujud maka ditambah dengan lima kali takbir. 

Usai melaksanakan sholat ied berjama’ah, kita dianjurkan untuk tidak langsung meninggalkan masjid atau tempat sholat. Hendaknya kita mendengarkan khotib sampai dengan selesai ia berkhotbah. Selepas itu disunnahkan untuk saling mendoakan sesama muslim; sebagaimana yang dilakukan oleh salafusholih, mereka mengucapkan “Taqobbalallahu minna wamiinkum taqobbal yaa kariiim” Semoga Allah menerima amal kita semua, semoga Allah yang maha kariim  mengabulkannya.

Demikianlah amalan-amalan sunnah di hari raya yang bisa kita lakukan sebagaimana baginda rosulullah SAW terdahulu. Semoga Allah SWT senantiasa menghendaki kita semua di hari yang penuh kemenangan ini. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.


*Penulis merupakan pendidik di SMP Integral Manbaul Ulum, Pondok Pesantren Payur Asshiddiqiyah 11 Labuhan Jaya, Gunung Labuhan, Way Kanan. Juga Anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Way Kanan.

Tulisan ini dimuat dimedia online NU Lampung
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive