Skip to main content

Puisi: Air Langit di Ujung Sajadah

Tiap ayat Al-Waqiah & Ikhlas kuniatkan untukmu. Biarlah ia turun bak hujan, membasahi jiwamu hingga kembali segar. (Picbest).


Di ambang fajar yang masih menyimpan dingin, aku bersimpuh, membuka lembar-lembar kalam-Mu.
Al-Fatihah kupanjatkan sebagai pembuka pintu langit,
Al-Waqiah dan Al-Ikhlas kurapal dengan debar yang paling dalam,
lalu kututup dengan untaian Ratib yang memenuhi ruang kalbu.


Semua itu, Abah... semuanya kuniatkan khusus untukmu.
Kukirimkan setiap huruf dan ayatnya ke haribaan Tuhan,
berharap berkahnya turun bagai air hujan yang jatuh ke bumi,
meresap ke dalam pori-pori tanah yang sedang kering kerontang.


Aku ingin bacaan-bacaan ini menjadi tetesan sejuk,
yang membasahi jiwamu yang sedang lelah,
yang membasuh letih di sekujur ragamu yang terbaring.


Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya, menyegarkan kembali semangatmu yang sempat layu, seperti bumi yang kembali bernapas setelah dicium hujan.


Meski pagi ini aku sempat terbangun dalam sesal, tak akan kubiarkan doa ini berhenti mengalir.
Sebab bagiku yang merantau di sini, engkau adalah pohon tempatku bernaung.
Jika engkau layu, di mana lagi aku akan mencari teduh?


Cepatlah pulih, Abah...
Bumi rindu akan hadirmu, sebagaimana aku rindu akan ketenangan di dalam naunganmu.


Gunung Putri, 140126 

Comments

Popular posts from this blog

Pelukan yang Tak Selesai [Cerbung]

Ilustrasi oleh AI Halo sahabat pembaca, terima kasih ya telah setia mampir dan membaca setiap karya kami. Salam hangat dari aku Cendekia Alazzam dan beberapa nama pena yang pernah aku kenakan 😁🙏. 

Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi

  Gambar dibuat oleh AI. Halo, sahabat pembaca. Salam kenal, aku Cendekia Alazzam. Aku hendak menulis cerita bersambung, kurang lebih ada 10 bab. Dengan judul besar "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi". Bergenre Fiksi Realis, Drama Keluarga, dan Romance.

[4] Dalam Pelukan yang Kupilih

Ilustrasi Dalam Pelukan yang Kupilih 'Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi'. (Sumber: AI) "Hallo, selamat datang di bab 4 perjalanan (Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi). Terima kasih telah menjelajah sejauh ini. Buat yang ketinggalan bisa di cek pada halaman awal ya!  Klik disini!!!  Untuk yang ketinggalan bab sebelumnya (Bab 3) >>> klik di sini <<< untuk menuju ke sana!"

Filosofi Sepeda Untuk Hidup yang Lebih Bermakna

Filosofi sepeda untuk hidup yang lebih bermakna. (Foto oleh: Pixabay/wal_172619) Oleh: Cendekia Alazzam          Seiring berkembangnya zaman, sepeda tidak hanya sekadar menjadi alat transportasi bagi banyak orang, kini ia pun hadir menjadi media olahraga bagi sebagian orang yang gemar berolahraga.  Selain jogging dan berlari, bersepeda menjadi  olahraga favorit yang praktis dan mudah belakangan ini. Dengan turut berkembangnya desain sepeda yang semakin keren dan fungsional, terlebih lagi saat ini pemerintah di beberapa kota sudah menyediakan beberapa titik jalur khusus sepeda sehingga menciptakan rasa yamg semakin aman dan nyaman ketika bersepeda. Berbicara tentang sepeda, ada banyak filosofi tentangnya yang sangat relevan bagi kehidupan. Beberapa poinnya akan kita bahas melalui tulisan singkat ini, semoga sahabat pembaca dapat mengambil hikmahnya dan diterapkan dalam kehidupan. Dari sepeda kita seakan diajarkan untuk bergerak dan terus bergerak. Keti...

Pertemuan yang Tak Biasa

Ilustrasi - pertemuan dua insan di suatu mushola. (Sumber: AI) Di suatu mushola kecil di sudut hari, Langkahku berat, hati terasa enggan menepi. Tempat asing, dinding-dinding sunyi, Tapi tanggung jawab menarikku berdiri. Kupikir hanya akan sholat lalu pergi, Namun takdir menyusun pertemuan sunyi. Seorang anak kecil - Dengan mata teduh dan senyum yang tak biasa mengalir.