Skip to main content

Kebun Bunga Celosia Wisata Instagramble di Bantul Metro

Disisi Saidi Fatah | @Netrahyahimsa

Halo sahabat pencinta traveler, yang hobi jalan-jalan. Selamat datang di blog Disisi Traveler ya. Salam hangat dari admin untuk kalian semua yang sudah bersedia mampir dan meluangkan waktu sejenak disini.


Nah, sahabat traveler yang hobinya jalan mulu dan yang suka eksis di sosial media. Aku mau rekomendasikan untuk kalian semua yang lagi butuh tempat bermain atau wisata. Dijamin bagus, keren, dan bakalan puas dah. 

Jadi kemarin, sekitar empat hari lalu aku buka Instagram dan pas banget di time line aku muncul sebuah postingan dari akun Traveler Lampung, dia itu memposting sebuah foto yang pemandangan bagus sekali. Ya awalnya aku enggak percaya kalau itu beneran ada di Lampung. Sebab aku kepo dan pengen banget kesena, akhirnya aku minta petunjuk lokasi tempat wisata yang ia post.





Alhasil usai berkomentar dan mendapatkan alamat tempat wisata, keesokan harinya aku langsung cus menuju lokasi ditemani oleh adikku dengan menggunakan kendaraan roda dua, yakni sepeda motor jenis Honda Beat. Sebelumnya kita tidak ada yang tahu lokasinya dan kita juga sama sekali belum pernah kesana. Dengan modal nekad kita luncuran dan dibantu oleh si Cucunya Mbah Google, kalau yang ini kalian pasti tahulah siapa lagi kalau bukan Google Maps. 


Aku berangkat dari Gunung Sugih, Lampung Tengah melintasi jalan Punggur. Sekitar 45 menit kita pun sampai di lokasi.


Nama tempatnya "Kebun Bunga Celosia", tempat wisata yang bernuansa Instagramble. Mengapa Instagramble? Sebab wisata ini menyuguhkan spot-spot menarik bagi pengunjungnya. Nah siapa lagi kalau bukan para penikmat traveling yang hobi eksis di sosial media. 

Meski dengan ukuran yang kecil, yakni 20 x 30 meter, sahabat traveler jangan salah menilai ya. Kecil-kecil begini cabe rawit hehehe.




Selain memiliki spot foto yang bagus, lokasi kebun bunga celosia ini juga terhimpit oleh hamparan sawah yang luas. Jadi sebelum menuju kebun bunga sahabat traveler akan disuguhkan dengan indahnya hamparan hijau sawah terasering yang berbentuk meliuk-liuk.




Wisata ini mulai dibuka pada 30 Mei 2019 lalu lho, eits meski baru di buka, wisata ini sampai saat ini sudah mendatangkan lebih kurang 2.000 pengunjung lho dari berbagai daerah. Luar biasa bukan.

Sedikit informasi buat sahabat traveler, sebagaimana yang dituliskan oleh akun Instagram Lampung_Pedia saat mewawancarai pemilik kebun (Pak Kerut dan Istrinya Bu Suti) awalnya mereka membuat kebun ini hanya sebagai kebun biasa dan sama sekali tidak ada niat buat tempat wisata. Namun karena bunga ini sangat diminati oleh masyarakat sekitar dan sangat bagus untuk dijadikan tempat berfoto alhasil banyak masyarakat yang berdatangan dari berbagai daerah. Untuk pembuatan kebun ini pak Kerut mengungkapkan bahwasannya mereka menghabiskan dana sebanyak 20 juta lho traveler, luar biasakan. 






Oke buat sahabat semua yang mau wisata kesini ayo buruan mumpung masih baru dan bunganya masih pada segar. Biaya masuk murah banget kok, hanya 10.000 rupiah bagi orang dewasa dan remaja dan 5.000 untuk anak-anak. Tapi tenang sahabat semua dijamis puas dan otak juga pikiran bakalan kembali fresh lagi setelah dari sini, sebab banyak sekali tempat spot foto. Disini juga tersedia payung hias dan juga topi untuk foto, nyewanya hanya 5.000 saja. Untuk parkir sih gak jauh ya sekitar 10 Meter dari kebun dan masih kelihatan kok kendaraan kita, jadi aman. Uang parkir ya seperti biasalah 2.000 rupiah.




Untuk  lokasinya bisa ditanya sama cucunya mbah Google ya, Google Maps. Cari saja (Jl.FKIPP  Bantul, Kota Metro, Lampung) jalan menuju SMA Negeri 6 Kota Metro. Kebunnya kelihatan kok dari jalan lintas.

Semoga puas dan terhibur sahabat Traveler
Terima kasih...
Tabik Pun

Comments

Popular posts from this blog

Pelukan yang Tak Selesai [Cerbung]

Ilustrasi oleh AI Halo sahabat pembaca, terima kasih ya telah setia mampir dan membaca setiap karya kami. Salam hangat dari aku Cendekia Alazzam dan beberapa nama pena yang pernah aku kenakan 😁🙏. 

Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi

  Gambar dibuat oleh AI. Halo, sahabat pembaca. Salam kenal, aku Cendekia Alazzam. Aku hendak menulis cerita bersambung, kurang lebih ada 10 bab. Dengan judul besar "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi". Bergenre Fiksi Realis, Drama Keluarga, dan Romance.

Tiga Puluh Jam Bersama Habibana

Kenangan Habibana dan Abah serta rombongan. Foto Pecandu Sastra. Dokpri   Jum'at itu menjadi pembuka perjalanan yang mengesankan. Nabastala biru menghampar semesta sore, perlahan mulai memudar. Segera usai berdzikir aku telah bersiap menemani Abah dan jamaah memenuhi undangan majelis peringatan Isra' Mi'raj di salah satu desa di bagian Bogor Timur. Abah, demikian aku memanggil laki-laki yang tengah berusia 50 tahun itu. Seorang pendakwah yang begitu istiqomah, gigih, penyabar, dan sangat mencintai ilmu. Beberapa bulan belakang, aku kerap menemani beliau berdakwah di desa tersebut, sepekan sekali. Tak peduli gerimis, hujan, dingin, ataupun panasnya cuaca, lelah setelah beraktivitas sekalipun, beliau terus istiqomah tanpa absen. Kecuali uzur yang mendesak. Hal tersebut yang menjadi salah satu yang aku kagumi dari sosok Abah. Sore itu, rombongan dijadwalkan berangkat sebelum maghrib. Dikarenakan perjalanan yang cukup memakan waktu, apalagi hari kerja, jam-jam segitu adalah pu...

Jumbo: Animasi Lokal yang Memberi Banyak Pelajaran

  Poster Film Jumbo di Bioskop Bes Cinema Kota Metro (Foto oleh Cendekian/dokpri.2025) Akhirnya dua hari lalu bisa menyaksikan film animasi lokal buatan anak negeri. Film yang sudah sejak pertama official trailernya tayang di platform digital ini menjadi salah satu yang aku nantikan untuk ditonton, karena memang menarik perhatianku. Aku menyaksikan film ini bukan karena ikut-ikutan fomo ya, tapi memang penasaran banget sama filmnya.

Filosofi Sepeda Untuk Hidup yang Lebih Bermakna

Filosofi sepeda untuk hidup yang lebih bermakna. (Foto oleh: Pixabay/wal_172619) Oleh: Cendekia Alazzam          Seiring berkembangnya zaman, sepeda tidak hanya sekadar menjadi alat transportasi bagi banyak orang, kini ia pun hadir menjadi media olahraga bagi sebagian orang yang gemar berolahraga.  Selain jogging dan berlari, bersepeda menjadi  olahraga favorit yang praktis dan mudah belakangan ini. Dengan turut berkembangnya desain sepeda yang semakin keren dan fungsional, terlebih lagi saat ini pemerintah di beberapa kota sudah menyediakan beberapa titik jalur khusus sepeda sehingga menciptakan rasa yamg semakin aman dan nyaman ketika bersepeda. Berbicara tentang sepeda, ada banyak filosofi tentangnya yang sangat relevan bagi kehidupan. Beberapa poinnya akan kita bahas melalui tulisan singkat ini, semoga sahabat pembaca dapat mengambil hikmahnya dan diterapkan dalam kehidupan. Dari sepeda kita seakan diajarkan untuk bergerak dan terus bergerak. Keti...