Skip to main content

Potret Kenangan Dua Tahun Lalu

Oleh : Disisi Saidi Fatah



Waktu berjalan, begitu cepat berlalu
Tak terasa dua tahun sudah kebersamaan kita
Masih teringat di benakku kenangan indah bersamamu

Engkau adalah sosok yang sangat aku sayang,
Dengan sifatmu yang humoris, penuh canda dan tawa engkau menghibur diri ini ketika diri ini merasa sedih, sendirian
Engkau juga sosok yang sangat perhatian denganku pada saat itu
Namun beriring jalannya waktu
Perubahan menghampiri kita, dan semua akan terekam abadi dalam sebuah memori

Ya, kunamai memori itu potret kenangan dua tahun lalu
Karena aku sangat merindukan itu.
Dimana kita selalu bersama, berjalan melangkah kedepan
Tak pedulikan hujan dan panas menghampiri kita

Masih teringat saat itu, dimana kita duduk berdua
Dirimu bercerita tentang masa muda
Duduk santai sambil menikmati secangkir kopi

Kita juga pernah bersama-sama berjuang, untuk mempertahankan amanah yang telah diberikan kepada kita, namun semua hanyalah kenangan yang akan abadi bersama perkembangan zaman

Semoga Allah pertemukan kita kembali, di lain tempat dan waktu.

Sahabat aku rindu kenangan dulu bersamamu.
Semoga engkau tidak lupa pada diriku, jaga diri dan kesehatanmu sahabat
Jangan lupa makan, sholat, dan istiharat yang cukup, sebab aku merindukanmu!

#RindukupadamuSAHABAT
#GARTU #MYDisisi96
���������

Blambangan Umpu, 30 Maret 2017

Comments

Popular posts from this blog

Pelukan yang Tak Selesai [Cerbung]

Ilustrasi oleh AI Halo sahabat pembaca, terima kasih ya telah setia mampir dan membaca setiap karya kami. Salam hangat dari aku Cendekia Alazzam dan beberapa nama pena yang pernah aku kenakan 😁🙏. 

Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi

  Gambar dibuat oleh AI. Halo, sahabat pembaca. Salam kenal, aku Cendekia Alazzam. Aku hendak menulis cerita bersambung, kurang lebih ada 10 bab. Dengan judul besar "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi". Bergenre Fiksi Realis, Drama Keluarga, dan Romance.

[4] Dalam Pelukan yang Kupilih

Ilustrasi Dalam Pelukan yang Kupilih 'Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi'. (Sumber: AI) "Hallo, selamat datang di bab 4 perjalanan (Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi). Terima kasih telah menjelajah sejauh ini. Buat yang ketinggalan bisa di cek pada halaman awal ya!  Klik disini!!!  Untuk yang ketinggalan bab sebelumnya (Bab 3) >>> klik di sini <<< untuk menuju ke sana!"

Filosofi Sepeda Untuk Hidup yang Lebih Bermakna

Filosofi sepeda untuk hidup yang lebih bermakna. (Foto oleh: Pixabay/wal_172619) Oleh: Cendekia Alazzam          Seiring berkembangnya zaman, sepeda tidak hanya sekadar menjadi alat transportasi bagi banyak orang, kini ia pun hadir menjadi media olahraga bagi sebagian orang yang gemar berolahraga.  Selain jogging dan berlari, bersepeda menjadi  olahraga favorit yang praktis dan mudah belakangan ini. Dengan turut berkembangnya desain sepeda yang semakin keren dan fungsional, terlebih lagi saat ini pemerintah di beberapa kota sudah menyediakan beberapa titik jalur khusus sepeda sehingga menciptakan rasa yamg semakin aman dan nyaman ketika bersepeda. Berbicara tentang sepeda, ada banyak filosofi tentangnya yang sangat relevan bagi kehidupan. Beberapa poinnya akan kita bahas melalui tulisan singkat ini, semoga sahabat pembaca dapat mengambil hikmahnya dan diterapkan dalam kehidupan. Dari sepeda kita seakan diajarkan untuk bergerak dan terus bergerak. Keti...

Pertemuan yang Tak Biasa

Ilustrasi - pertemuan dua insan di suatu mushola. (Sumber: AI) Di suatu mushola kecil di sudut hari, Langkahku berat, hati terasa enggan menepi. Tempat asing, dinding-dinding sunyi, Tapi tanggung jawab menarikku berdiri. Kupikir hanya akan sholat lalu pergi, Namun takdir menyusun pertemuan sunyi. Seorang anak kecil - Dengan mata teduh dan senyum yang tak biasa mengalir.