Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Thursday, May 28, 2026

Di Balik Gema Takbir Bogor: Idul Adhaku yang Paling Runtuh, Paling Sepi

Suasana shalat idul adha di Cicadas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Rabu, 27 Mei 2026. (Dokpri/Disisi)



Bagi seorang anak rantau, hari raya selalu punya dua sisi. Di satu sisi ada rindu yang membuncah pada kampung halaman, di sisi lain ada ketangguhan yang dipaksa tegak di tanah orang. Sejak SMA, aku sudah terbiasa jauh dari orang tua. Angin malam perantauan bukan hal baru bagiku. Namun, tahun ini berbeda. Ini adalah tempat pertamaku beneran merantau jauh, menyeberangi pulau, mengadu nasib di tanah Jawa.

Share:

Saturday, May 16, 2026

Berdamai dengan Rindu: Menemukan Diri di Film "Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?"

Poster Film "Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?" di XXI Plasa Cibubur. Dokpri/Disisi


Malam itu, saya memutuskan untuk melakukan sesuatu yang agak "nekat": menonton film di jam penayangan terakhir, tepatnya pukul 21.00 WIB. Pilihan saya jatuh pada film yang sedang hangat dibicarakan, judulnya cukup menyentil batin: “Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?”.

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Rindu yang Menjelma Prasasti Doa

: 3 Bulan Berpulangnya Abah Ustadz Mahfudzin bin H Alif Yunus  Sudah tepat tiga bulan roda waktu berputar sejak hari itu. Tiga bulan yang te...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive