Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Showing posts with label Coretan Pena. Show all posts
Showing posts with label Coretan Pena. Show all posts

Tuesday, July 29, 2025

Sekolah Bukan Medan Perang, Tapi Kenapa Selalu Ada Korban?

Tangan kecil terangkat bertuliskan “Stop Bullying” — isyarat sunyi dari anak-anak yang lelah jadi sasaran tanpa pelindung. (Foto: RSAS Kalsel)


Ada yang terasa mengganjal di dada saat membaca berita pagi ini dari Toboali, Bangka Selatan. Seorang anak SD, inisial Z, usia 10 tahun, meninggal dunia. Bukan karena kecelakaan, bukan pula karena penyakit bawaan. Tapi karena dugaan perundungan — bullying yang dilakukan oleh teman-teman sebayanya di sekolah.

Share:

Wednesday, May 7, 2025

Efektifkah Mengirim Pelajar "Bandel" ke Barak Militer?

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Bandung. (Sumber: Tim Media KDM)


       Akhir-akhir ini kita banyak digemparkan oleh kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Seperti yang kita ketahui, bahwa Kang Dedi secara resmi telah menjalankan beberapa kebijakan yang menjurus pada dunia pendidikan. Seperti larangan study tour, wisuda untuk semua jenjang pendidikan sekolah, hingga anjuran membawa bekal ke sekolah, dan pendidikan khusus 'anak nakal' di barak militer.

Share:

Thursday, February 20, 2025

Menanam Cabai Untuk Ramadhan, Efektifkah Saat Ini?

 

Budidaya Cabai Merah. Foto Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Ngawi. Ist


           Baru-baru ini kita semua dikagetkan dengan statement dari salah satu Menteri di Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia saat ini, Bapak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka - perihal ajakannya kepada masyarakat untuk menanam cabai guna mengantisipasi kelonjakan harga yang diperkirakan akan naik pada bulan suci ramadhan mendatang.

Share:

Friday, January 31, 2025

Syair Rindu di Tengah Musim Hujan

Hujan malam hari. Foto oleh Pecandu Sastra©2025. Ist


Rindu Sendu

Share:

Monday, July 29, 2024

Anak itu Arfan Namanya!

 



Menjelang maghrib ia sudah berada di masjid

Berpakaian lengkap dengan peci hitam di kepalanya

Senyumnya merekah, manis dipandang 

Arfan, itulah namanya saat kutanya


Sekolah di taman kanak-kanak

Usianya lima tahun

Wajahnya periang, kalau ngomong lancar dan jelas


Baca: Kisah Burung Pipit yang Bertasbih Setiap Hari, Lalu Terdiam


Waktu kutanya ia, mengapa rajin pergi ke masjid

Arfan bilang, supaya Allah sayang

Agar apa yang kita minta sama Allah, lekas diberikan

"Begitu kata Bunda," ujar Arfan


Allah yang sudah memberikan kedua tangan, mata, telinga, dan anggota badan semua

Allah juga yang sudah kasih Ayah dan Bunda rezeki

Jadi, kita harus rajin ibadah

Demikian tutur anak kecil itu


Bogor, 2023


Baca: Di Penghujung Mei
 

Share:

Tuesday, July 2, 2024

Sampai Kapan Kejahatan di Balik Topeng Agama Dibiarkan?

 

Topeng. Foto Pngtree. Ist


Lagi dan lagi, kembali kita dibuat geger oleh pelaku kejahatan dari balik topeng agama. Dua hari lalu, muncul sebuah berita yang menyebutkan ‘oknum’ Pengasuh Pondok Pesantren menikahi secara siri salah satu santriwatinya tanpa sepengetahuan orang tua santri tersebut.

Share:

Friday, December 16, 2022

Si Kecil yang Membuatku Cemburu

 


       Aku nggak tahu, hadirnya sebuah ketidaksengajaan atau memang takdir yang telah menjadi bagian skenario Tuhan (Allah Subhanahu Wata'ala). 

Share:

Tuesday, April 7, 2020

Jika Sudah Tiba Saatnya | Hikmah Mutiara

TransIndonesia. Ist



Oleh : Insan Tuhan
From : WhatsApp Groub
Share:

Thursday, January 16, 2020

Catatan yang Catat di Awal Tahun

Catatan. Pngtree. ist



 Dua hari sudah usai perhelatan demokrasi. Demokrasi sebagai catatan yang menggoreskan banyak kisah, menyisakan luka-luka yang mendalam. Bagaimana tidak, pada awal tahun 2020 ini begitu banyak hiruk-pikuk yang masih sampai kini belum mampu terlupakan, masih berat bahkan sampai kini sama sekali tak ada kepercayaan bahwa waktu itu yang akan terjadi.


               Agustus 2018 lalu, dimana diri ini mulai berteduh di bawah payung hijau bulat. Dari relung hati terbesit niat untuk mengopeni (mengurusi) dapur hijau bundar, tak lain hanya ingin mempererat silaturahmi dalam ikatan di bawah hijau nya NUsantara. Tak banyak harapan untuk mendapatkan materi, maupun sesuap nasi, apalagi jabatan impian. Semua semata karena C I N T A.


                Lika-liku, benturan-benturan baik internal maupun eksternal mencoba merubuhkan dinding yang berdiri kokoh pada sisi-sisi dapur itu, bahkan kerikil-kerikil tajam ikut menghantam. Namun sama sekali tidak mampu meruntuhkan kekuatannya.


             Sampai batas kata ini, masih tidak percaya akan waktu kini. Mengapa harus berjumpa dengan konferensi, mengapa harus ada demokrasi di dalam rumah bersama. Bukankah kita sudah cukup menjadi keluarga yang bahagia, meskipun keluarga sederhana yang mengharuskan banyak pengorbanan dari waktu, materi, dan pikiran? Mengapa semua rusak.


          Akhir kata ini, air mata tak mampu terbendung mengingat kembali tragedi yang memecah malam kelabu yang sunyi. Sahabat, teman, orang-orang kepercayaan. Makan, minum, nongkrong, bahkan (merokok) kita bersama. Sampai kini masih tersisa goresan-goresan luka yang belum mampu terjamah penawar, meski hati memaafkan. Sama halnya sebagaimana paku yang tertancap ke dinding lalu kita cabut kembali paku itu, ia meninggalkan bekas. Bahkan kita tambal sekalipun ia tetap tak lagi sempurna, masih tersisa benjolan-benjolan.


            Entahlah tak ada lagi kata yang mampu terucap, hanya satu yang masih teringat 'penghianatan'.


Its Oke I'm fine. 😍💚.

Share:

Monday, November 18, 2019

Terima Kasih Sahabat dan Komandan atas Dedikasimu

 

Penyerahan Laporan Pertanggungjawaban GP Ansor Way Kanan masa kepemimpinan Sahabat Gatot Arifianto kepada Mustasyar PCNU Kab.Way Kanan yang juga Bupati Way Kanan, H.Raden Adipati Surya. Dok. PC GP Ansor Way Kanan.




Ahad, 17 November 2019, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke V di Pondok Pesantren Darul Hikmah Asuhan Kyai Supandi yang terletak di Taman Asri, Kecamatan Baradatu.

Share:

Friday, August 31, 2018

Untukmu RJ (Murid Kesayanganku)



   Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh


   Salam sayang untukmu anakku, yang selalu membuat semangat diri dan mewarnai setiap hari.
Nak, terhitung sudah memasuki Minggu kedelapan kita bersama, dipertemukan dalam forum pendidikan pada yayasan ini. Aku bersyukur dapat bertemu denganmu, dan aku sangat berterima kasih kepada Allah SWT yang telah menghadirkan sosokmu dalam duniaku. Sosok yang membuat aku semakin bersemangat untuk terus berbagi dan mengabdi pada dunia literasi.

   Nak, namun pada akhir ini, aku merasa banyak perubahan darimu sejak kita bertemu pada Sabtu malam itu. Ketika kita berbincang santai sembari menikmati hiburan Hadroh pada malam majelis dzikir dan ta'lim. Kau banyak bertanya tentangku, demikian pula denganku yang semakin penasaran akan dirimu. Sejak malam itu, aku jatuh hati dan menaruh sayang padamu. Manis senyummu tak pernah luput dari ingatan ini, begitu pula dengan sikap dan tutur sapamu, selalu terngiang dalam pikiran. Aku yang dahulu tidak begitu bersemangat dan betah dengan yayasan, sebab ada suatu konflik yang membuat luka pada hati. Kini semangat itu tumbuh dan mekar bersama dengan hadirmu. Aku yang hanya memiliki jadwal tiga hari dalam sepekan, kini ingin setiap hari berkunjung ke yayasan sebab ingin melihat dirimu seorang.

   Diam-diam aku menaruh sayang dan perhatian padamu, sengajaku berkomentar tentang penampilanmu yang kurang rapi dan sifat malasmu ketika berada dalam kelas. Sebab aku ingin kau seperti yang lain, rapi dan menarik, serta rajin dalam setiap pelajaran. Semua kulakukan demi kebaikan dan masa depanmu.

   Namun, sikap dan caraku kau anggap suatu keanehan dan hal yang berlebihan. Kau bilang aku mengatur hidupmu dan hal itu tak kau sukai. Apalagi ketika aku memaksa dirimu untuk mengerjakan tugas tempo hari lalu. Aku memaksa sebab kau adalah muridku, dan aku adalah gurumu. Orang yang telah dipilih untuk mendidikmu selama tiga tahun kedepan. Apalagi ketika orang tuamu menitipkan kau pada yayasan ini, maka ini adalah tanggungjawab kami untuk mendidik dan mengajarkan kebaikan padamu.

   Nak, sebagai guru aku memiliki prinsip. Siapapun yang menjadi anak muridku, tak perdulikan warna, status, dan latar belakang. Ketika ia menjadi muridku, maka ia harus aku rangkul, harus aku sayangi, dan aku didik, serta harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Selagi itu dalam kebaikan maka semua wajib untuk mengikutinya.
Salahkah aku jika menaruh perhatian dan sayang padamu nak? Jika aku salah, aku minta maaf.

  Mengenai permintaan untuk menjauh dari kehidupanmu, agar tidak ikut campur dalam urusanmu. Aku bisa mengabulkan semua, jika semua adalah kebaikan untukmu dan membawamu dalam perubahan yang baik, aku siap melepasmu. Namun, jika hal itu justru membuatmu semakin tidak baik dan demikiannya. Mohon maaf aku tidak bisa nak. Jangankan untuk melepaskanmu, sekedar tak peduli saja aku tak mau. Sebab kau adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan.

   Semoga kau mengerti akan semua nak, dan semoga Allah memberikan kasih sayangnya untukmu. Semoga kau bahagia dan kembali bersahabat seperti sedia kala. Aamiin

     Salam sayang, dari gurumu.
    Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh


   Way Kanan, 30 Agustus 2018


Tentang Penulis :


Alfa Arkana Eounoia atau Disisi Saidi Fatah merupakan pria kelahiran Lampung Tengah, pada 27 September. Penikmat lantunan sholawat Habib Syech AA dan pengagum ulama Sastra KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Ust.Yusuf Mansyur, dan aktor Ananda George, kini menyibukkan diri pada dunia pendidikan. Ia sangat mencintai dunia literasi itu, selain berbagi pengetahuan dan ilmu, ia merasa sangat senang ilmunya dapat bermanfaat untuk semua. Pemilik motto "Tak ada pemandangan terindah, selain menatap wajah mama"   sangat suka dengan kegiatan menulis, terutama dalam mengungkapkan rasa. 
Dengan menulis ia dapat mengutarakan apa saja yang ia rasakan tanpa harus berbicara banyak pada orang.


Penulis dapat dihubungi ;
Facebook : Disisi Saidi Fatah
Instagram : @Netrahyahimsa
Twitter : @Netrahyahimsa
E-mail : disisisf.bpun@gmail.com
Blogs : gemilangtotal.blogspot.com



#paradigmaimaji
#komunitassastra
#calonpenulishebatindonesia
Share:

Thursday, August 30, 2018

Patidusa - Untukmu



Teruntuk yang selalu ku kagumi. Namun tak mampu untuk kumiliki. Terima kasih telah mengajarkanku bahwa cinta tak harus memiliki. Bahwa setiap rasa tak perlu untuk diutarakan.

Meski kau tak suka
Atas perhatian kuberikan
Tak mengapa
Kesayangan!

Aku
Begitu sayang
Tak mungkin meninggalkan
Kau seorang tanpa perhatian

Sebab kau adalah bunga
Yang selalu kusiramkan
Dengan kasih
Sayang

Kau
Adalah kisah
Dalam setiap catatan
Yang akan selalu terkenang

Lampung, 23 Agustus 2018
Share:

Saturday, August 11, 2018

Salman Alfarizi



S enyuman indah yang merekah pada bibirmu
A kan abadi bersama semangat hidupku
L ewati titik liku kehidupan duniawi
M asamasa kelam menuai pencerahan
A tma yang kosong kini tak lagi sunyi
N yaman terasa selalu bersamamu

A ku ingin kau selalu ada untuktu
L upakan masa lalu pahit itu
F  ajar akan menjadi saksi bersama
A kan kisah persahabatan antara kita
R indu menyelimuti kalbu
I ngin segera berjumpa melepas rasa
Z ikir padanya terselipkan doa
I man dan taqwa agar selalu menyerta

Nusantara, 7 Agustus 2018
Share:

Wednesday, July 4, 2018

Catatan Alfa - 4 Juli 2018


Begitu banyak kenangan indah, yang terlukis setiap waktu indah bersamamu. Terkadang aku tak mampu untuk bertahan, untuk mengingat kembali ke masa itu. Hanya mampuku untuk menahan rindu yang mendalam kepadamu komandan.

#CatatanAlfa
Rabu, 4 Juli 2018
Share:

Monday, July 2, 2018

Catatan di Akhir Jabatan



Bengkulu Rejo, 2 Juli 2018

Lima bulan sudah telah usai dilalui, pesta demokrasi pun usai digelar bersama. Semoga semua letih, lelah, menjadi lillah yang di ridhoi oleh Allah. Aamiin Ya Rabbal 'alamin

Alhamdulillah, sembah sujud untukmu ya Allah. Kebersamaan yang tak pernah sia-sia ini, telah membawaku dalam forum ini sebagai salah satu bagian dari tim Penyelenggara Pilkada Lampung, dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung tahun 2018.

Sebagaimana dalam forum, sangatlah mustahil jika harus lurus dan satu macam. Tentulah berbeda-beda, sikap, karakter, serta latar belakang antara kita. Namun, hal itu tidak mematahkan semangat kita untuk tetap bersama mengemban amanah negara, berbhakti untuk negeriku; Indonesia.

Meski berbeda, aku sangatlah bangga dan bahagia bisa bersama dengan mereka. Kita yang berasal dari berbagai macam karakter dan latar belakang dapat kompak dalam satu tim. Dan Alhamdulillah kita sukses menyelenggarakan Pilkada damai, dengan kondusif dan lancar. 

Disinilah aku belajar berbagai hal; dalam memahami karakter, menerima perbedaan, mengemban amanah, memanajemen waktu, leadership, serta membentuk tim yang sholid.

تٓريما كاسيه يا الله،
تٓريما كاسيه تيم،
سٓموغا الله كٓمبالي مٓمفٓرتٓموكان كيتا دي لاين واكتو، تٓنتويا دٓغان كٓاداّن ياغ سٓحاة، چٓرداس، فينتار، دان لٓبيه بٓرمانفأة .
سٓرتا لٓبيه تاكوة لاغي، تاكوة هايا كٓڤادا الله سٓماتا.

امين 


Alfa Arkana Eounoia
Share:

Thursday, June 28, 2018

Rindu

Terkadang kau selalu membuat sebal diriku, apalagi ketika dekat berdua denganmu
Namun entah mengapa, kau yang selalu aku rindu dalam setiap hembusan nafasku
Kau selalu membayangi diri dan selalu ada dalam mimpi

#CatatanAlfa
Blambangan Umpu, 27 Juni 2018
راتو اولاغان





Share:

Monday, May 14, 2018

Surprise Untukmu Penyemangatku

    Numpang post sahabat blogger semua, sebagai memori dan kenangan agar tidak termakan oleh masa serta selalu bisa dikenang jika sewaktu-waktu aku tiada.



Bengkulu Rejo, Way Kanan, Lampung
Senin, 14 Mei 2018

Alhamdulillah, Allah masih senantiasa memberikan beribu kenikmatan-Nya untuk kita semua, terkhusus untukku. Kenikmatan yang tak pernah aku syukuri dan terkadang lalai olehku.
Alhamdulillah, Sabtu, 12 Mei kemarin masih bisa mendampingi dan memberikan surprise untukmu adik, sahabat, teman satu asrama, dan juga sebagai penyemangat hidupku dikala masalah dan kegalauan menghampiri. 

Empat belas tahun adalah umur yang sudah remaja. Dalam usiamu yang sudah menginjak dewasa aku harap bukan hanya usiamu saja yang dewasa, namun sikap, perilaku, tutur kata, dan pribadimu juga.
Dalam hal ini, kau tahu mana yang baik dan mana yang buruk, maupun tahu mana yang harus diambil dan dibuang, mana yang hak dan mana yang bathil. Oleh sebab itu aku selalu berharap, dalam jalinan persahabatan dan persaudaraan kita ini, aku harap engkau s'lalu mengambil sisi baik dan positif pada diriku. Mencontoh dan menerapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Tak ada yang begitu istimewa dalam kehidupan ini, selain mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepadaku. Salah satunya ialah dipertemukannya aku denganmu. Aku yang dahulu selalu resah, galau, dan terkadang tak memiliki semangat. Namun sejak berjumpa denganmu semua berubah, aku tak tahu apakah itu benar atau hanya perasaanku saja. Namun aku merasa semua adalah nyata, buah hanyalah cerita.
Sejak kita bersama tak pernah aku merasa sendiri dan menyepi, selalu ada cerita dan kisah kita, selalu ada canda, tawa, dan ceria. Engkau pun selalu menjadi penyemangat ketika lelah dan masalah tak kunjung usai, ketika air mata tak dapat ditahan (meski air mata selalu ku hapus agar tak kau lihat).


Aku berharap dengan bertambahnya usiamu, ikatan persahabatan dan persaudaraan kita dapat terjalin sampai di hari tua, sampai anak cucu kita. Aamiin
Sehat, sukses, pintar, cerdas, menjadi anak yang Sholeh dan menjadi kebanggaan orang tua, yang akan mengangkat derajat kedua orang tuanya, serta menjadi pribadi yang dewasa, baik pemikiran, perkataan, dan perilaku, serta tutur bahasa. 

Selamat milad
Selamat berproses


"Hidup terus berlanjut. Setiap fenomena dalam hidup tak perlu disesali, tidak pula untuk dilupakan. Namun jadikan kenangan untuk pelajaran kedepannya, agar hidup lebih gemilang"

Read more..... [✓KADO 14 TAHUN ALFARIZI "NARASI UNTUKMU"]
Share:

Wednesday, May 9, 2018

Miskomunikasi

Oleh : Alfa Arkana Eounoia


Ilustrasi.  Ist | Dokumentasi Pribadi
      


       Tiba-tiba saja  kamis pagi Bu Tahmid memanggilku.  Belum  sempat aku menginjakkan kaki diatas teras kantor,  bu Tahmid segera menghampiriku.  Ia bilang bahwa ada sesuatu yang harus ia katakan kepadaku segera.  Pagi itu aku ada jam mengajar disekolah,  sebagaimana biasanya sebelum masuk kelas aku menyempatkan untuk duduk dikantor beberapa menit guna membaca dan mengulang kembali materi yang akan aku ajarkan pada anak-anak dikelas.  Agar lebih matang dan menguasai materi.  Namun tidak untuk hari ini,  sebab sebelum memasuki kantor  tiba-tiba saja bu Tahmid mencegatku. 

"Mas Noia.  Bisakah kita berbicara sebentar. Ini penting mas! " ujar Bu Tahmid menyapaku didepan kantor. 

"Baik bu.  Ada masalah apa ya bu,  pagi-pagi begini?"   jawabku sembari memasuki ruang kantor. 

"Jadi begini mas,  maaf sebelumnya mungkin ini terlalu mendadak.  Sebentar lagi kita akan mengadakan acara besar,   yakni pengajian bulanan yang juga dibarengi dengan wisuda anak-anak yang akan lulus.  Mas bisakan mengajarkan anak-anak nari untuk menyambut para tamu nanti?

"Insha Allah saya siap bu.  Jika benar-benar dibutuhkan tarian ini dalam acara kita nanti".

"Sudah pasti dibutuhkan mas.  Sebab tamu kita adalah orang-orang besar dan terhormat".


"Siap bu.  Saya  siap mengajarkan tarian itu kepada anak-anak.  Nanti kita akan seleksi  terdahulu anak-anak nya".

Sebab rapat dadakan pagi itu,  kegiatan di sekolah diliburkan.  Seluruh siswa-siswi baik yang SMP dan SMK Yayasan ASHD diikut rapatkan.  Guna membahas pembentukan kepanitiaan dan juga pembahasan kegiatan.

Tahun ini adalah tahun awal Yayasan ASHD mengadakan acara besar,  yakni mewisudakan anak-anak yang lulus,  sebab baru tahun ini Yayasan ASHD siswa dan siswi nya lulus.  Sebenarnya untuk kegiatan besar lain sudah sering dilakukan setiap bulannya yakni pengajian rutinan setiap awal bulan.  Namun  tidak sebesar hajat kali ini,  yang diperkirakan Bapak Bupati dan juga pimpinan pusat akan turut hadir.

Aku ditunjuk sebagai koordinator bidang dokumentasi sekaligus merangkap sebagai penanggung jawab pada seni tari.  Untuk tari memang aku cukup paham dibandingkan yang lain di yayasan tersebut,  namun aku belum menguasai sepenuhnya.

Usai menggelar rapat perdana.  Aku langsung menyeleksi siswi-siswi yang mendaftarkan diri sebagai penari.  Ada enam nama yang tertera pada lembaran kertas yang diberikan kepadaku,  diantaranya ada tiga siswi SMP dan tiga siswi SMK.  Sebenarnya aku sudah mengantongi nama siswi-siswi yang  nantinya akan menjadi penari dalam acara itu,  namun sayang nama-nama tersebut sudah memiliki tugas masing-masing yang memang tidak bisa ditinggalkan.  Jadi harus tetap melakukan seleksi guna mencari yang benar-benar siap dan memiliki bakat nari meski hanya sedikit.  Diantara deretan nama-nama pendaftar ada satu nama yang memang sudah ditunjuk untuk menjadi talent paduan suara.  Jadi secara otomatis tinggal  lima nama lagi, yakni; Nisa,  Ana,  Reza,  Nia,  dan Patma.  Kebetulan tarian yang akan dibawakan jumlah penarinya ganjil yakni,  tiga,  lima,  tujuh,  dan atau sembilan.  Maka kita pilih yang lima sehingga tidak melakukan selekai kembali.

Sebab waktu yang diberikan untuk melatih nari hanya tujuh hari sampai hari H.  Maka pada hari itu juga kami langsung melakukan latihan perdana.  Tidak ada yang sulit bagiku untuk mengajarkan kepada mereka.  Sebab mereka bukan dipaksa namun benar-benar atas kemauan dari hati masing-masing.  Jadi sangat mudah untuk mengajarkan gerakan demi gerakan kepada mereka meski masih kaku badan nya sebab masih pemula.

Meski barmodal meniru gerakan yang ditampilkan pada layar komputer ukuran mini. Namun hal itu tidak menyudutkan semangat untuk terus berlatih dan terus berlatih.  Pagi,  siang,  sore,  bahkan malam hari tak henti berlatih agar di hari H bisa menampilkan  yang terbaik.

Hingga sampai pada hari kelima.  Ketika anak-anak didikku dipanggil oleh bu Tahmid menuju kantor.  Sebab ada sesuatu yang harus dibicarakan.  Kebetulan pada hari itu aku agak telat menuju kantor jadi aku tidak ikut dalam pembicaraan itu.

Aku mendapat kabar dari anak-anak bahwa tari nya di cancel alias tidak jadi ditampilkan.  Sontak aku kaget dan bertanya-tanya.  Mengapa harus di cancel dan mengapa secara mendadak seperti ini.  Mengapa tidak dari awal dan tidak ada komunikasi?  Padahal kita telah melakukan latihan  setiap hari bahkan setiap pagi,  siang,  sore,  maupun malam selalu saja latihan.  Tanpa mengenal lelah dan kantuk.

Akupun segera mencari tahu penyabab dibatalkan.  Saat itu Bu Tahmid sedang tidak di lingkungan sekolah sebab masih mendamping anak-anak olahraga meraton.  Jadi aku menghubungi bu Imsa untuk memlertanyakan hal itu.  Sebab bu Imsa juga merupakan salah satu ketua pelaksana kegiatan,  yang juga menginginkan aku untuk mengajarkan nari.

Ternyata masalahnya ada pada persepsi dan pandangan pimpinan yayasan terhadap tari yang akan dibawakan.  Maklum yayasan kami mengusung nuansa yang sangat religius jadi pimpinan yayasan mengira bahwa tari yang akan ditampilkan adalah tari yanv sembarang tari.  Padahal tarian yang dibawakan adalah tarian khas Lampung yang bertujuan untuk menyambut tamu agung dalam acara khusus. Serta pakaian yang dikenakan juga adalah lakaian yang menutup  aurat dan bisa menggunakan hijab.  Apalagi gerakan tarinya tidak aneh serta tidak mengumbar aurat,  hanya gerakan-gerakan yang biasa saja menurutku.  Tapi mengapa ini dipermasalahkan.  Dan yang aneh lagi kita disuruh menari menggunakan lakaian muslim dan tidak diperkenankan untuk berhias.

Sebab kejadian  itu terjadilah perdebatan diantara kami.  Yang sampai saat ini kmbelum menemukan titik terang.  Dan akulun mengambil keputusan untuk membatalkan pentas serta mengundurkan diri menjadi pelatih.  Sebab lelah dan cape dan juga anak-anak didik sudah tidak ingin berlatih lagi.  Sebab merasa lelah dan seolah tidak dihargai.



BERSAMBUNG... 


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Penulis adalah mahasiswa Universitas Terbuka,  juruan Ilmu Komunikasi. Penulis dapat dihubungi di Twitter @netrahyahimsa dan Instagram @DisisikuDisisimu


Share:

Friday, April 27, 2018

Dear : Allah Yang Maha



Assalamu’alaikum

Salam ta’dzim untukmu ya Rabb, zat yang yang maha, yang selalu kami junjung tinggi.
Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Rabbi, Ya Rabbana. Dalam kehidupan duniawi yang hanya bersifat sementara ini, selalu ada hitam dan putih, ada asam, manis, dan terkadang pula pahit. Semoga dengan bermacam-macam rasa itu engkau beri kami kekuatan, kesehatan, keimanan, keislaman, dan ketaqwaan bagi kami untuk melalui itu semua.
Ya Rabb, sampai hari ini aku masih bingung, masih belum juga mendapatkan petunjuk dan cahaya penerangan darimu. Apakah harus sesabar ini menunggunya? Sebesar apakah kesabaran yang aku punya ya Rabb, sampai air mata terjatuh tanpa terasa bahkan terkadang tak terlihat wujudnya. Haruskah diri ini selalu berbohong terhadap rasa yang dimiliki?
Aku hanyalah manusia biasa, hambamu yang lemah, yang tak berdaya tanpa bantuan dan pertolongan darimu ya Rabb. Tapi mengapa diri ini selalu di permasalahkan, selalu salah dihadapannya?

Hal ini tidak seperti dahulu, awal kita bersama ya Rabb. Ketika itu beliau sangat senang dengan diri ini, aku merasa sangat terbebaskan dan tak ada larangan bagiku untuk terus berkarya dan bersama masyarakat luas tanpa ada batasan-batasan diantara kita. Tapi mengapa setelah berjalan lama dan aku merasa nyaman berada disini, tiba-tiba ia berubah dan sangat anarkis. Apalagi ketikaku banyak kenalan dan banyak aktif dengan kegiatan sosial.
Bagiku tak masalah ya Rabb, jika aku dimarah dengan alasan tertentu, namun tidak bagiku jika marah dan memakiku tanpa alasan yang kuat, apalagi terhadap sebuah masalah yang memang bukan aku yang buat dan juga bukan tanggung jawabku.
Ini sudah tidak adil bagiku, mengapa aku yang selalu dipermasalahkan dan selalu salah dimata nya. Semua tugas dan tanggung jawab selalu aku laksanakan dan kerjakan dengan tepat waktu. Mengapa harus aku ya Rabb yang di marah dan dilarang, mengapa tidak bagi yang lain. Sedangkan yang lain bebas, melakukan aktivitas, pekerjaan, dan kesibukan mereka?

Sampai kapan ya Allah aku harus terdiam dalam sandiwara penuh kebohingan ini! Sampai kapan aku selalu dipermasalahkan dan selalu di pojokkan dengan segenap kesalahan-kesalahan yang selalu mereka sebar luaskan.
Inikah yang dinamakan dengan keimanan? Yang semakin besar dan kuatnya iman  seseorang, maka semakin besar pula cobaan, godaan, dan rintangan baginya!

Ya Rabb. Pada hari ini, hari Jum’at yang berkah ini tak banyak yang aku pinta ya Rabb.
Aku hanya minta untuk mensudahi semua sandiwara dan kebohongan ini, aku tak bisa terus menerus berada dalam sandiwara sebab aku bukanlah aktor ataupun sutradara yang ahli pada bidangnya. Aku juga ingin bahagia dengan mereka para orang-orang yang aku sayang serta keluargaku. Aku ingin bebas bekerja, berkarya, dan beraktivitas sebagaimana yang lain.
Ya Rabbi Ya Rabbana hanya padamu dan hanya engkau Ya Rabb yang dapat mengabulkan semua. Kabulkanlah ya Allah.


Share:

Sunday, April 15, 2018

Dear Penyemangatku (1)



Dear  : Penyemangatku

    Aku melihat semakin hari dirimu semakin berubah, begitu juga dengan sikap dan caramu tak lagi sehangat dulu. 
Entah apa yang telah membuatmu berubah, mengapa begitu cepat dan begitu mudahnya.

Begitu cepat kamu berubah, padahal baru saja kemarin kita saling berbagi cerita, tertawa bersama, bercanda, dan kita selalu kompak. Namun seiring berjalannya waktu kamu pergi, disaat aku sedang membutuhkanmu pula. Disaat semua menjauhiku engkaupun ikut menjauh.

Wahai penyemangatku, tahukan hanya kamu penyemangatku. Kamu adalah puisi-puisiku, kamu adalah inspirasi, dan segenap rindu.

Mungkin kamu tahu, begitu banyak kawan yang dekat dan akrab denganku. Namun jujur hanya kamu yang mampu membuat tenang, hanya kamu yang mampu memberi semangat, disaat lelah dan disaat setiap masalah berdatangan dan tak kunjung pulang.

Cukup sudah sandiwara ini. Aku lelah, aku cape. Bahwa setiap sandiwara ini hanya membuat luka semakin lama. Aku hanya berpura-pura bahagia bersama mereka, itu semua agar kamu bisa kembali berubah seperti dulu.  Dimana kasih sayang, perhatian, dan sikapmu dahulu. 
Sampai hati kau pergi meninggalkanku seorang diri.

Tahukah kamu?
Setiap obat luka, penawar pilu dalam diri, dan setiap rinduku itu hanyalah kamu. Iya hanya kamu.
Sebab hanya kamu yang mampu membangkitkan semangat baru itu. Semangat yang dahulu tenggelam dalam kalbu.

Pulanglah sayang
Kembali dalam pelukan
Jangan biarkan diri terbuang
Terasing dalam dunia orang
Yang tak bertuan

Rindu kamu sayang
Rindu kamu penyemangatku
Rindu kamu ALFA-KU



Untukmu Alfaku,
ASHD, 15 April 2018

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive