Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Saturday, February 22, 2025

Sajak Demokrasi Untuk Sahabatku

Ilustrasi Pemilu. Freepik. Ist


Oleh: Disisi Saidi Fatah


Ada yang Datang Tanpa Diundang


Ada yang datang tanpa diundang

Menjemput asa lama, mengubah bahagia. Pada siang bolong tanpa kabar juga berita


Semua mendadak jadi saudara

Bahkan ada yang mengaku pernah bersama


Serambiku mendadak ramai

Dipenuhi janji dan mimpi-mimpi

Aku khawatir ini tipu muslihat saja

Tak biasa mereka datang memberi harapan


Jika benar dengan segala ucapan. 

Ke mana saja kau! 

Mengapa baru sekarang datang? 

Apa sebab pesta demokrasi kian mendekati! 


Sudahlah tak usah banyak janji

Jika saudara silakan bukti

Jangan hanya memberi mimpi

Juga harapan tak pasti


Aku tak heran. Jika banyak perubahan sekarang

Dulu menindas dan saling menghinakan

Sekarang bilang kita sahabat dan menjalin persaudaraan


Politik oh politik

Hiruk-pikukmu menggelitik


Bumi Ramik Ragom, Way Kanan, 14 November 2018


Sajak 'Demokrasi' untuk Sahabatku


Sahabat, hari ini pesta demokrasi kembali digelar

Jawaban dari persoalan lima tahun ke depan, dimulai pada hari ini

Sahabat, kalian lah yang akan menjadi penentu

Nasib kemajuan daerah kita bagaimana! 


Sekarang, setelah berdoa, kini aku pasrah

Apa yang menjadi pilihan kalian, semoga itu berdasarkan nurani, bukan hal apa yang 'diberi'

Semoga pemimpin baru yang kalian pilih, amanah mengemban misi dan mimpi

Tidak hanya sekadar basi-basi pra-demokrasi


Lampung, 27 Mei 2021


Dalih Rakyat Biasa


"Apalah dayaku yang hanya rakyat biasa," Dalil seorang pemuda sembari menyeruput nikmat kopi hitam tanpa gula


Kebebasan nyatanya tidak juga berpihak, hanya berlaku pada mereka yang berjas dan berseragam


Tak ada lembaran rupiah, maka kau hanya akan dilirik saja

Itupun jika beruntung! 

Faktanya demikian. Lanjutnya, kembali meneguk kopi


Sudahlah, rakyat biasa bisa apa

Didengarkan saja Alhamdulillah

Namun, hal itu seratus satu keberuntungan! 

Itupun kalau beruntung


Indonesia, 27 Mei 2021

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive