Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Monday, February 10, 2025

Sajak-Sajak Patah di Pertengahan Februari

Gambar hanya pemanis. Milik pribadi dan diambil melalui Redmi Note 14©2025


Sajak Pertama


Sebagai pengagum, aku hanya dapat berjuang melalui doa-doa

Perihal hatimu, hanya Allah yang mampu membuka

Dialah Sang Pemilik, maka ke sana aku mengetuk

Selebihnya, bukanlah urusanku. Perihal kita berjodoh atau tidak nantinya, baik sebagai sahabat, saudara, atau mungkin lebih dari itu, biarlah Allah yang menentukan

Sebab Dialah dzat Yang Maha Mengetahui 


5225


Sajak Kedua


: Kita masih di bawah langit yang sama

Kendati raga berbeda tempat, terpisah oleh jarak dan langkah

Aku yakin, sujud kita masih sama

Ruku' kita pun masih sama

Begitupun kiblat kita, sama.


5225


Baca juga: Syair Rindu di Tengah Musim Hujan 


Sajak Ketiga


Sejak perjumpaan pertama

Rekah senyummu melekat begitu dalam di relung ingatan

Setiap kali waktu kosong menghampiri, klise senyummu tak pernah lepas menghiasi 

Aku takut jika berlebihan mengagumi dan berharap dapat memiliki

Aku takut terlalu dalam menyelam dan akhirnya kecewa yang didapatkan 


8225


Mungkin juga kamu suka; Sebuah Persembahan Untuk Vinza


Sajak Keempat 


Aku sadar, diriku orang baru dalam hidupmu

Kita dipertemukan tanpa ada yang menduga jika pertemuan kemarin adalah jalan dari Tuhan untuk mempertemukan


Hatiku yang tiba-tiba menaruh rasa padamu tanpaku tahu alasannya, lalu berusaha lebih dalam agar kita ada hubungan

Mungkin ini adalah cara Tuhan menggerakkan orang agar mencintaimu


Namun, belakangan sikapmu berubah tak seperti saat-saat awal kita berjumpa

Aku ingin melangkah lebih jauh, tapi aku takut terjatuh, kecewa, dan terluka


8225


Sajak Kelima


Tak akan pernah aku mengagumimu sedalam ini, jika bukan karena Allah yang menggerakkannya

Izinkan aku berjuang lewat doa-doaku, dan kuizinkan kau pun berjuang dengan doamu

Agar siapa nanti yang keluar sebagai pemenang, tak menyisakan luka diakhir cerita


8225


Baca juga yang ini; Titip Rindu

***Tulisan ini milik Pecandu Sastra, jika suka silakan dinikmati dan digunakan dengan bijak. Jika tidak, silakan lewati. Terima kasih telah bersedia mampir sejenak dan membacanya. 

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive