Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cinta Pengabdian dan Jejak yang Abadi

Epilog: Untukmu yang Pernah Mencintai

  Gambar buatan AI Kisah ini mungkin telah berakhir di halaman terakhir. Tapi jejaknya — aku berharap — akan tinggal lebih lama di hati yang membacanya.

[10] Cahaya yang Tak Pernah Padam

Ilustrasi. (Foto oleh AI).   "Alhamdulillah, sudah sampai di bab 10. Terima kasih ya, sudah setia menanti hingga bab ini terlahir. Mohon maaf banget updatenya terlambat, karena dua bab terakhir yang sudah ditulis, hilang. Jadi, harus menulis ulang.

[9] Jejak Cinta yang Tertinggal

Jejak Cinta yang Tertinggal. Part 9 dari Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi. (Foto oleh AI) "Terima kasih telah setia hingga pada bab ini terlahir. Mohon maaf banget updatenya terlambat, karena dua bah terakhir yang sudah ditulis, hilang. Jadi, harus menulis ulang.   Bagi yang ketinggalan dengan cerita ini, boleh dibaca dari awal dalam cerita "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi". Dan, bagi yang belum baca bab sebelumnya, silakan >>> baca di sini! <<<" Musim hujan kembali tiba. Langit kota tampak murung, seolah ikut merawat rindu yang belum sembuh. Disa duduk di lantai komunitas Langkah Arfi, bersandar pada dinding yang masih menyisakan bau cat lama. Di pangkuannya, tergeletak sebuah buku bersampul cokelat tua — buku harian milik Arfi, yang ditemukan Santi di laci lemari rumah lama saat beres-beres menjelang akhir tahun.

[8] Warisan Cahaya dan Janji Setia

Ilustrasi oleh AI    "Terima kasih telah setia hingga pada bab ini terlahir. Bagi yang ketinggalan dengan cerita ini, boleh dibaca dari awal dalam cerita "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi". Dan, bagi yang belum baca bab sebelumnya, silakan >>> baca di sini! <<<"   Beberapa bulan telah berlalu sejak Arfi berpulang, namun bayangannya tetap hidup dalam setiap langkah Disa. Tak ada hari tanpa mengingatnya, tanpa menyebut namanya dalam doa, atau sekadar menatap langit dan bertanya dalam hati, "Apa Papa melihatku dari sana?"

[7] Kepergian yang Membelah

Ilustrasi oleh AI "Sesuai perkataanku pagi tadi, karena Kamis malam lalu nggak update. Maka, pekan ini akan update dua kali. Bagi kalian yang belum membaca bab sebelumnya (Bab 6), silakan >>>  baca di sini  <<< ya!" Hari kelima setelah kepergian Arfi. Angin malam terasa lebih dingin dari biasanya. Langit kota dipenuhi awan kelabu, seolah alam pun ikut merasakan kehilangan. Disa belum sepenuhnya mampu menerima kenyataan. Ia tetap datang ke makam Arfi setiap hari. Duduk berjam-jam di sisi pusara, membaca Al-Fatihah, membisikkan kerinduan, dan menyesali waktu yang telah lewat.

[6] Waktu yang Tak Pernah Cukup

Ilustrasi oleh AI "Selamat pagi semuanya. Mohon maaf ya baru kelihatan dan baru update sekarang. Sudah telat dua malam ya 🙏. Sebagai permohonan maaf, maka untuk pekan ini akan kita publikasikan dua bab sekaligus, pagi ini bab keenam dan siang nanti bab ketujuh. Bagi yang belum membaca bab sebelumnya, boleh baca >>> di sini <<< ya!"   Waktu seperti bergerak lebih cepat ketika seseorang mulai melemah. Arfi, yang dulu selalu penuh energi dan antusias di setiap aktivitas sosial, kini lebih banyak duduk diam. Ia masih tersenyum, masih menyapa hangat anak-anak dan Santi, tapi tubuhnya tak lagi setangguh dulu.

[5] Jarak yang Menguji Janji

  Ilustrasi Jarak yang Menguji Janji karya Cendekia Alazzam dalam Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi. Foto oleh AI. Haiii semua, akhirnya kita berjumpa kembali setelah sepekan berlalu. Gimana dengan perjalanan bab sebelumnya? Cukup menegangkan dan membuat penasaran? Masih mau lanjutkah? Baiklah, sebelumnya aku mengucapkan selamat datang di bab kelima, bagi yang ketinggalan bab sebelumnya, silakan klik >>> di sini <<< untuk membacanya. Dan, bagi kamu yang  baru menemukan kisah ini - agar utuh kamu bisa memulai dari awal, klik >>>  di sini  <<< ya!

[4] Dalam Pelukan yang Kupilih

Ilustrasi Dalam Pelukan yang Kupilih 'Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi'. (Sumber: AI) "Hallo, selamat datang di bab 4 perjalanan (Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi). Terima kasih telah menjelajah sejauh ini. Buat yang ketinggalan bisa di cek pada halaman awal ya!  Klik disini!!!  Untuk yang ketinggalan bab sebelumnya (Bab 3) >>> klik di sini <<< untuk menuju ke sana!"

[3] Aktivis Dengan Seribu Cinta

Ilustrasi oleh AI Salam pembaca setia, kembali lagi dengan cerita "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi". Kali ini kita publikasikan Bab 3. Selamat membaca dan selamat hari raya idul adha - maaf lahir dan batin semuanya. 

[2] Dari Sudut Rumah yang Sederhana

Ilustrasi oleh AI Halo semua, kembali lagi dengan cerita "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi". Kali ini kita publikasikan Bab 2. Kami mohon maaf ya kepada para pembaca yang sudah menantikan updatenya, seharusnya update semalam, akan tetapi karena suatu hal, jadinya baru di update sore ini. 

[1] Pertemuan Dua Dunia

  Ilustrasi dibuat oleh AI      Halo sahabat pembaca, selamat datang di blog Pecandu Sastra. Terima kasih telah berkunjung ya. Berikut adalah part pertama dari Cerita "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi" karya Cendekia Alazzam. 

Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi

  Gambar dibuat oleh AI. Halo, sahabat pembaca. Salam kenal, aku Cendekia Alazzam. Aku hendak menulis cerita bersambung, kurang lebih ada 10 bab. Dengan judul besar "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi". Bergenre Fiksi Realis, Drama Keluarga, dan Romance.