Skip to main content

Produktif Sejak Dini, Semangat Juang Kevin Membuat Cemburu!

 

Kevin Ridho saat tadarus Al Qur'an usai shalat tarawih (Sumber: dokpri/istimewa)

Bulan ramadan harus terus dihidupkan dengan 'merayu' Tuhan (Allah) melalui kegiatan-kegiatan positif dan bernilai, agar Allah makin sayang dan ridho terhadap kita.


         Beberapa waktu lalu saat aku mendapat tugas lapangan untuk bekerja di salah satu dusun, tak sengaja berjumpa dengan seorang anak yang membuatku kagum. Jadi, siang itu di saat terik matahari menyengat tepat di atas kepala, aku memutuskan untuk istirahat di salah satu mushola di dusun tersebut. Selain untuk menunaikan ibadah sholat, waktu juga aku gunakan untuk santap siang serta melepas penat dari panasnya cuaca hari itu.


Setelah beberapa kali berjumpa, aku memberanikan diri bertanya-tanya kepada anak itu. Decak kagum membuatku penasaran dengannya dan pola asuh seperti apa yang orang tuanya terapkan.


Namanya Kevin Ridho, ia baru saja memasuki usia sepuluh tahun pada satu bulan yang lalu. Seorang siswa sekolah dasar di sekolah negeri yang tak jauh dari rumahnya. Yang membuatku mengaguminya ialah keaktifan dirinya untuk turut menghidupi mushola kampung. Kurang lebih tiga hari aku mampir di Mushola Al Ikhsan itu, pada waktu sholat zuhur maupun asar dan disaat itu pula aku selalu menjumpai dirinya.


Baca juga: Aku 'Zero Waste' Aku Tamak?


Di saat anak-anak seusianya sibuk dengan dunia bermain, ditambah saat ini semakin berkembangnya dunia teknologi membuat anak-anak hingga pemuda semakin luput dalam 'dunia yang mereka ciptakan sendiri'. Jangankan untuk shalat zuhur dan asar, maghrib saja belum tentu bisa menjumpai anak-anak di masjid. Sangat jarang anak muda yang mau dekat dengan masjid, apalagi anak-anak seusia Kevin. 


Ketika azan berkumandang, ia sudah rapi berpeci dan sarungan ala santri muda. Wajahnya ceria dan nampak bahagia melengkapi shaff-shaff shalat berjamaah. Usai shalat pun ia masih menyempatkan untuk mengangkat kedua tangan - bermunajat kepada-Nya. Pertemuan dengan Kevin memberi banyak pelajaran dan cerita, seperti berkaca pada cermin. 


Ramadan Semakin Produktif 


Kevin Ridho saat perayaan ulang tahun ke 10 (Sumber: dokpri/kevin_fam)


Bulan ramadan adalah bulan Syahrul Mubarok (penuh berkah), bulan Syahrul Qur'an. Banyak kebaikan dan keutamaan tersimpan di dalamnya. Oleh karenanya muslimin di seluruh penjuru dunia berlomba-lomba dalam kebaikan di bulan ini. Hal itu pun dimanfaatkan oleh Kevin.


Baca juga: "Capcay Sayur Bakso: Makanan Sehat - Kantong Hemat ala Anak Kost"


Dalam percakapan aku dan Kevin beberapa hari yang lalu melalui pesan singkat secara daring, - aktivitas puasa dan ibadah ramadan lainnya seakan menjadi rutinitas wajib yang amat sayang jika dilewatkan begitu saja. Di usianya yang sepuluh tahun, Kevin juga sama menjalani aktivitas ramadan selayaknya orang-orang dewasa. Tidak hanya berpuasa sehari penuh - menahan lapar dan dahaga, shalat fardhu maupun sunnah ramadan pun turut dilaksanakan. Pun demikian tadarus Al Qur'an tak tertinggal mengiringi perjalanan ritual di bulan yang suci.


Hatiku tersentuh, tiba-tiba malu dengan diri sendiri, percakapan malam itu mengajakku untuk introspeksi diri kembali. Bagaimana tidak, anak yang menyukai olahraga sepak bola dan mengagumi sosok Cristiano Ronaldo (pesepakbola asal Negeri Sang Navigator) ini begitu semangat menjalani padatnya rutinitas ramadan. Bahkan, tadarus Al Qur'an saja ia sudah hampir khatam. Berbeda dengan diriku yang masih segitu-gitu aja, sibuk dengan dunia yang tak kunjung juga membuat cukup.


Saat kutanya sudah sampai mana tadarus Al Qur'an, Kevin bilang sudah memasuki juz kedua puluh. Ia dan keempat teman sebayanya setiap usai shalat tarawih selalu melaksanakan tadarusan, bahkan terkadang hanya berdua saja dengan ditemani sang ibu. Selama ramadan pun, anak yang bercita-cita menjadi abdi negara ini mengaku baru satu kali absen tarawih dan tadarus, itupun karena ada keluarga yang berduka. 


Cuaca yang kurang bersahabat di bulan ramadan tidak menjadi penghalang, meski sering dilanda hujan pada sore hingga malam harinya, hal itu tidak menyurutkan semangat Kevin untuk berjamaah di masjid. Dengan berbekal payung ia menerobos hujan agar produktivitas tidak lekang. 


Baca juga: Selamat Ulang Tahun Sahabat Kecil


Meski demikian, bukan berarti dirinya tidak menikmati dunianya sebagaimana anak-anak yang lain. Ia pun sama, hidup berdampingan dengan teknologi (main gadget) juga. Akan tetapi, hanya pada waktu-waktu tertentu dan pastinya di bawah pengawasan orang tua. Hal ini yang membuatku mengacungi jempol untuk pola asuh sebagaimana diterapkan oleh orang tua Kevin yang tidak melarang anaknya tumbuh berdampingan dengan teknologi, namun tetap dalam pengawasan yang ketat. Dan tetap menekankan nilai-nilai spiritual, moral, serta ilmu pengetahuan.


Saat ini dirinya tengah mengenyam pendidikan di bangku sekolah dasar pada tingkat kelas empat. Sebagaimana dikatakan Kevin, setelah usai dari sekolah dasar, ibunya menginginkan agar ia lanjut di sekolah agama (pondok pesantren). Kita doakan agar ia mendapatkan pencerahan yang baik dari Allah, dan dapat mewujudkan apa yang dicita-citakan.


Sebagaimana semangat dan produktivitas seorang Kevin, kita harus bisa melebihi dirinya, setidaknya sama dengan semangat juang yang ia usahakan. Bulan ramadan harus terus dihidupkan dengan 'merayu' Allah melalui kegiatan-kegiatan positif dan bernilai, agar Allah makin sayang dan ridho terhadap kita. Semoga kita selalu senantiasa diiringi kekuatan, keimanan, dan ketaqwaan oleh-Nya. 


Baca juga: Syair Rindu di Tengah Musim Hujan


Note: Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Kompasiana dalam event Ramadan Bercerita 2025. Klik di sini untuk membacanya! 

Comments

Popular posts from this blog

Pelukan yang Tak Selesai [Cerbung]

Ilustrasi oleh AI Halo sahabat pembaca, terima kasih ya telah setia mampir dan membaca setiap karya kami. Salam hangat dari aku Cendekia Alazzam dan beberapa nama pena yang pernah aku kenakan 😁🙏. 

Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi

  Gambar dibuat oleh AI. Halo, sahabat pembaca. Salam kenal, aku Cendekia Alazzam. Aku hendak menulis cerita bersambung, kurang lebih ada 10 bab. Dengan judul besar "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi". Bergenre Fiksi Realis, Drama Keluarga, dan Romance.

[4] Dalam Pelukan yang Kupilih

Ilustrasi Dalam Pelukan yang Kupilih 'Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi'. (Sumber: AI) "Hallo, selamat datang di bab 4 perjalanan (Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi). Terima kasih telah menjelajah sejauh ini. Buat yang ketinggalan bisa di cek pada halaman awal ya!  Klik disini!!!  Untuk yang ketinggalan bab sebelumnya (Bab 3) >>> klik di sini <<< untuk menuju ke sana!"

Filosofi Sepeda Untuk Hidup yang Lebih Bermakna

Filosofi sepeda untuk hidup yang lebih bermakna. (Foto oleh: Pixabay/wal_172619) Oleh: Cendekia Alazzam          Seiring berkembangnya zaman, sepeda tidak hanya sekadar menjadi alat transportasi bagi banyak orang, kini ia pun hadir menjadi media olahraga bagi sebagian orang yang gemar berolahraga.  Selain jogging dan berlari, bersepeda menjadi  olahraga favorit yang praktis dan mudah belakangan ini. Dengan turut berkembangnya desain sepeda yang semakin keren dan fungsional, terlebih lagi saat ini pemerintah di beberapa kota sudah menyediakan beberapa titik jalur khusus sepeda sehingga menciptakan rasa yamg semakin aman dan nyaman ketika bersepeda. Berbicara tentang sepeda, ada banyak filosofi tentangnya yang sangat relevan bagi kehidupan. Beberapa poinnya akan kita bahas melalui tulisan singkat ini, semoga sahabat pembaca dapat mengambil hikmahnya dan diterapkan dalam kehidupan. Dari sepeda kita seakan diajarkan untuk bergerak dan terus bergerak. Keti...

Pertemuan yang Tak Biasa

Ilustrasi - pertemuan dua insan di suatu mushola. (Sumber: AI) Di suatu mushola kecil di sudut hari, Langkahku berat, hati terasa enggan menepi. Tempat asing, dinding-dinding sunyi, Tapi tanggung jawab menarikku berdiri. Kupikir hanya akan sholat lalu pergi, Namun takdir menyusun pertemuan sunyi. Seorang anak kecil - Dengan mata teduh dan senyum yang tak biasa mengalir.