Thursday, April 24, 2025
Monday, April 21, 2025
Dari Bilik Dapur Minimalis Untuk Hari Raya yang Manis
Sunday, April 13, 2025
Produktif Sejak Dini, Semangat Juang Kevin Membuat Cemburu!
Saturday, April 12, 2025
Aku 'Zero Waste' Aku Tamak?
![]() |
| Ilustrasi. (Foto: stock.adobe) Istimewa |
Dalam beberapa kesempatan taat kala berkumpul dengan teman maupun orang-orang baru, ada hal yang seringkali membuatku nggak nyaman, terutama ketika kita makan bersama di satu meja atau duduk bersampingan. Karena setiap makan, kebiasaan yang aku anut ialah tidak menyisakan makanan sedikitpun di piring, meski itu hanya sebutir nasi.
Capcay Sayur Bakso: Makanan Sehat - Kantong Hemat ala Anak Kost
![]() |
| Capcay Sayur Bakso. Foto oleh Disisi/Cendekia/PS_2025 |
Hidup mandiri di tanah rantau adalah satu hal yang harus disyukuri. Karena, tidak semua orang bisa dan berkesempatan menjalaninya. Selain kita dituntut harus serba bisa, jarak dengan keluarga juga membuat kita harus 'tetap waras', apalagi di bulan ramadan seperti ini, hidup hemat terus-menerus diupayakan.
Friday, April 11, 2025
Thursday, April 3, 2025
Sahur Perdana di Pesantren Tanpa Air Putih
Thursday, July 4, 2024
Refleksi Diri Dalam Buku Surat Cinta Untuk Ramadhan
![]() |
| Buku Surat Cinta Untuk Ramadhan. Dokpri. |
Ramadhan adalah bulan suci penuh kemenangan. Di mana terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan; yaitu malam lailatul qodar. Bulan yang kehadirannya selalu dinantikan dan dirindukan oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia.
Ada banyak kisah dan cerita yang terukir pada bulan ramadhan. Tidak hanya suka-suka, ada tangis, tawa, bahagia, dan yang lainnya. Dan, tentunya kebahagiaan yang terukir indah. Kemarin contohnya, kita melihat bagaimana euforia ramadhan turut dirasakan tidak hanya umat Islam, bahkan umat beragama lain turut mendapatkan keberkahan. Mereka berlomba-lomba menyerbu takjil menjelang buka puasa, sungguh indah!
Berbicara perihal bulan Ramadhan, awal syawal kemarin aku mendapat hadiah istimewa dari salah satu penerbit indie; Santri Nulis Publishing. Berupa sebuah buku dengan nuansa biru langit, berlatar sebuah masjid klasik berwarna cokelat yang magis akan makna.
Buku antologi yang ditulis oleh Ustad Saiful Falah, founder Santri Nulis bersama beberapa calon penulis muda yang merupakan santri maupun alumni pondok pesantren, serta masyarakat umum lainnya. Bertutur mengenai kegiatan hingga kenangan di bulan ramadhan sebagai bahan refleksi diri.
Berbagai cerita terlukiskan dengan beragam sudut pandang, dari ramadhan bersama keluarga dan orang terdekat yang dicinta, hingga pengalaman di tanah rantau, bahkan sampai ke negeri seberang nun jauh di sana. Setiap paragraf tertuang memiliki nilai dan hikmah yang dapat dipetik dan dijadikan pelajaran bagi setiap pembaca. Membacanya seakan berkaca diri, merefleksi sejauh perjalanan apakah waktu maksimal digunakan untuk kebaikan atau sebaliknya, terlebih pada bulan suci ramadhan.
Jika ramadhan ini menjadi yang terakhir kalinya, lantas persiapan apa yang sudah dilakukan dan dipersiapkan menuju kembali kepada-Nya? Masih adakah waktu untuk sampai pada ramadhan berikutnya! Wallahu alam.
Sebagaimana manusia, tak ada yang sempurna. Begitu pun dengan buah karyanya. Buku dengan ketebalan 194 halaman ini tentunya masih butuh proses yang panjang menuju kebaikan yang lebih. Meski demikian, nilai-nilai dan pesan yang hendak disampaikan oleh para penulis sejauh ini cukup bisa dipahami oleh diriku sebagai pembaca, semoga sama dengan yang lainnya.
Kritik dan saran tentu dinantikan agar ke depan dapat menyuguhkan karya dengan lebih baik dan lebih baik lagi. Tertarik membaca bukunya? Kamu bisa meminangnya melalui jejaring sosial media - akun instagram Santri Nulis (@santrinulis).
Wednesday, June 5, 2019
Amalan-Amalan Sunnah di Hari Raya
*Penulis merupakan pendidik di SMP Integral Manbaul Ulum, Pondok Pesantren Payur Asshiddiqiyah 11 Labuhan Jaya, Gunung Labuhan, Way Kanan. Juga Anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Way Kanan.
Tulisan ini dimuat dimedia online NU Lampung
Tuesday, July 10, 2018
[Cerpen] Rindu Ramadhan Bersamamu
![]() |
| Freepic. Ist |
Thursday, June 21, 2018
Ramadhanku Benar-Benar Pergi
Kulihat di sekeliling kamar
Ku tatap langit-langitnya
Begitu suram, sepi, dan sunyi
Begitu berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya
Ramai suara berkumandang dari surau rumah-rumah
Berdenting, berdendang suka ria
Malam sunyi itu, berlabuh menjadi ceria bersama keluarga
Menyantap sahur untuk bersama
Ramadhan. Kau benar-benar pergi.
Perlahan kau menjauhi kami
Rindu hati, rindu diri akan hadirmu
Yang membuat lekat kebersamaan dan kekompakan
Aku rindu ramadhan-Mu
Aku rindu sahur bersama yang menjadi wadah kebersamaan keluarga
Aku rindu buka dengan kurma dan manisan lainnya
Aku rindu berjamaah. Aku rindu tarawih mu serta tadarus Al-Qur'an itu
Aku rindu semua
Bengkulu Rejo, 19 Juni 2018
Friday, June 15, 2018
Tuesday, May 1, 2018
Puisi di Bulan Sya'ban : Purnama Telah Tiba
Oleh : DSF
Purnama dibulan Sya'ban telah datang
Membawa cahaya terang benderang
Menerangi seluruh jagat alam semesta
Pertanda tamu keagungan tak lama lagi akan tiba
Ramadhan
Bulan suci penuh ampunan
Penuh rahmat, sebab banyak datangkan manfaat
Marilah kita bersihkan hati sucikan diri
Meraih prestasi pada ramadhan ini
Janganlah siasiakan ramadhan
Dengan bermanja dan lupa diri
Marilah bermuhasabah diri
Meraih hari yang fitri
Way Kanan, 1 Mei 2018
Saturday, June 17, 2017
Mengejar Keistimewaan Lailatul Qodar | Salman Khan
Tanpa terasa bulan suci ramadhan akan segera berakhir, kita baru saja melewatkan 10 malam yang pertama yakni malam yang penuh rahmat, dan 10 malam yang kedua yakni malam yang penuh dengan ampunan.
"Sesungguhnya tanda Lailatul Qodar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas, pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya, dan sesungguhnya tanda Lailatul Qodar adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi."
Saturday, June 10, 2017
Berbagi Memberi Manfaat Sesama
Selamat datang dan selamat membaca para sahabat pembaca yang budiman.
Pada kesempatan kali ini aku ingin berbagi pengalaman aku di bulan suci ramadhan pada tahun 2017/1438 H.
Seperti biasanya setiap memasuki bulan suci ramadhan, aku dan kawan-kawan yang tergabung dalam komunitas Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam atau yang lebih dikenal dengan Pemula Way Kanan melaksanakan kegiatan berbagi bersama.
Sama dengan kegiatan tahun sebelumnya yakni berbagi sembako untuk para yatim piatu, fakir miskin, dan juga kaum du'afa.
![]() |
| Dokumentasi kegiatan berbagi Pemula | Foto.Humas Pemula/2017 |
Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi kita para pemuda, terkhususnya para pemuda yang tergabung dalam komunitas Pemula ini, agar lebih peduli dengan sesama dan saling berbagi. Sebab sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Dan manusia adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dan yang lainnya.
Pemuda adalah generasi penerus bangsa, pemuda sekarang butuh wadah yang positif untuk membentuk karakter-karakter yang lebih posotif lagi. Salah satunya melalui organisai kepemudaan atau komunitas! Karakter seseorang terbentuk melalui lingkungannya, mulai dari keluarga, sahabat, teman, hingga kerabat baik dilingkungan sekolah ataupun tempat kerjanya. Baik atau buruknya lingkungan dan pelajaran yang ia hadapi itu akan menjadi penentu karakter seseorang..
Kembali ke topik utama, aku merasa sangaat bangga sekali bisa kenal dan bergabung dengan komunitas kecil ini, walaupun kami masih lingkup lokal tapi kami yakin melalui aksi-aksi yang kami lakukukan ini komunitas kami memiliki kwalitas yang global.
Ok. Kembali ke kegiatan kita yang kemarin. Kami sebelumnya sudah bermusyawarah terdahulu satu bulan sebelum ramadhan tiba untuk mengagendakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di bulan suci ramadhan. Melalui musyawarah bersama alhasil muncullah gagasan untuk berbagi dengan sesama.
Dengan kekompakan bersama untuk menginfakkan sebagian rezekinya, alhamdulillah kita pada bulan ramadhan tahun ini bisa membagikan sekitar 50 paket sembako untuk anak yatim, fakir miskin, dan kaum du'afa yang berada di wilayah Kecamatan Blambangan Umpu, Kab Way Kanan, Lampung.
Setelah membagikan sembako, seperti biasa kami menikmati buka bersama dilanjutkan sholat maghrib berjamaah, lalu makan malam, dan yang terakhir adalah evaluasi kegiatan. Yang paling penting dan yang selalu diutamakan dalam melaksanakan kegiatan adalah evaluasi agar kedepan menjadi lebih baik lagi tentunya, dan mengagendakan kegiatan yang akan kita laksanakan selanjutnya.
Disini kami, terkhususnya aku sendiri mendapatkan banyak pengalam berharga, ilmu, serta wawasan baru.
Dengan berkumpul bersama serta musyawarah bareng aku bisa mengenal kawan-kawanku, sikapnya karakternya dll.
Dengan menyambangi rumah penerima sembako satu persatu, kami bersilaturahmi dan juga melihat secara langsung dilapangan.
Sempat meneteskan air mata dan merasa sedih ketika melihat beberapa warga penerima sembako, mereka yang hidup dengan sederhana, serba berkecukupan, bahkan ada yang hidup sebatang kara, namun mereka tetap kuat dan tidak pernah mengeluh. Seakan-akan mereka tidak punya beban, tidak punya masalah. Hanya senyuman manis yang terpampang pada wajah mereka.
Disini aku meresa terharu, ternyata diluar sana masih banyak orang-orang hidup sederhana, dengan serba kecukupan bahkan masih ada yang hidupnya berkurang. Namun mereka tidak pernah mengeluh, mereka selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Beda dengan kita yang masih punya orang tua, masih memiliki keluarga yang utuh, hidup dengan serba ada, namun selalu tidak merasa puas dan terkadang tidak pernah mensyukuri nikmatnya (Allah SWT).
Semoga kita semua, termasuk dalam golongan orang-orang yang peduli terhadap sesama tanpa membeda-bedakan antara satu dan yang lainnya. Sebab kita adalah manusia mahluk sosial yang saling membutuhkan.
Dan semoga semua bisa termotivasi untuk melakukan hal-hal yang positif yang lainnya.
Baca juga >>> Pemula Way Kanan Salurkan Sembako Kepada Fakir, Yatim Piatu, dan Kaum Du'afa




















.jpeg)
.jpeg)





