Tuesday, August 18, 2026
Wednesday, July 15, 2026
Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi
![]() |
| Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini. |
Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam keheningan yang paling sunyi, Tuhan membisikkan pesan-pesan indah melalui mimpi yang teduh. Mimpi bagi seorang penuntut ilmu bukanlah sekadar bunga tidur, melainkan jembatan ruhani yang menghubungkan jiwa dengan sumber-sumber keberkahan.
Desir Rindu di Jumat Kesembilan | Puisi
![]() |
| Ilustrasi dibuat oleh AI/Gemini. |
: Disisi Saidi Fatah
Hari ini, sang surya kembali menyapa dari ufuk timur, membawa berkah penghulu segala hari. Namun, bagi jiwaku yang rindu, ini adalah Jumat kesembilan tanpa kehadiran bayangmu, wahai Murobbi, pelita dalam kegelapanku.
Wednesday, May 21, 2025
Kejutan di Hari Spesial Abah: Suara yang Dirindukan
![]() |
| Suasana majelis yang sempat sunyi taat kala Abah telat datang. Beliau meminta untuk memulai kegiatan terlebih dahulu. (Dokpri©2023) | Abah berbaju putih. |
Malam merambat pelan ke ujung hari, menyisakan langit jingga yang perlahan berubah menjadi biru tua. Di sudut kamar kecil yang temaram, duduklah diriku di dekat jendela, memeluk lutut sendiri sambil memandangi langit. Ada satu nama yang sejak pagi tadi menari-nari di kepala — Abah.
Friday, January 31, 2025
Thursday, January 23, 2025
Sebuah Persembahan Untuk Vinza
Wednesday, January 22, 2025
Layang-Layang dan Terima Kasih Waktu
![]() |
| Sumber foto: pxhere |
Layang-Layang
Minggu pagi aku ikut Ayah pergi ke pasar
Di sana aku dibelikan sebuah layang-layang
Sore harinya kami pergi ke tanah lapangan
Menerbangkan layang-layang
Ayah bilang,
Untuk terbang, layang-layang butuh tali yang panjang
Butuh angin menemaninya melayang di udara
Butuh orang untuk memegangnya agar bisa diterbangkan
Dan harus dikendalikan agar terbangnya teratur
Baca juga: Titip Rindu
Seperti kita,
Untuk mencapai sesuatu, butuh waktu dan proses yang panjang
Butuh doa, dorongan, dan ridho dari orang tua
Harus berpegang teguh kepada Tuhan Yang Maha Esa
Dan harus bisa mengendalikan diri agar tidak jatuh ke jalan yang salah
Lampung 2024
Terima Kasih Waktu
Terima kasih waktu
Telah hadir dalam hidupku
dan menjadi bagian cerita dalam keluargaku
Baca juga: Anak Itu Arfan Namanya!
Aku senang,
Besar dan tumbuh bersama ayah dan bunda
Di kelilingi cinta juga kasih sayang
dan tak pernah merasa kurang
Saban hari
Pelukan kehangatan selalu diberikan
Selalu terjaga oleh keamanan kasih dan sayang
Aku sangat bersyukur
Ayah bunda selalu ada
Setiap aku membutuhkan dekapan dan pelukan
Ayah bunda selalu ada
Lampung, 2024
***Puisi anak, dibuat khusus untuk dedikasi kepada seseorang. Semoga bermanfaat. Terima kasih telah mampir. Silakan dibagikan, halal.
Baca juga: Di Penghujung Mei
Wednesday, October 27, 2021
Menyelami Kasih Sayang Rasulullah SAW
Oleh: Disisi Saidi Fatah
Rasulullah SAW sang pemilik gelar ‘potret kebanggaan umat manusia,’ merupakan manusia paling agung sekaligus kekasih Allah SWT. Di dalam Al-Qur’an Allah memuji keagungan akhlak beliau dalam QS. al-Qalam ayat 4; “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur,” serta memberitahu kita bahwa Ia mengirimkannya (Rasulullah SAW) kepada alam semesta sebagai rahmat dengan prinsip dan asas-asas yang akan mengeluarkan umat manusia dari kegelapan kufur dan syirik.
Sebagaimana dijelaskan dalam QS. al-Baqarah ayat 151, “Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui." Serta menunjuki mereka menuju jalan kebahagiaan; baik di dunia maupun di akhirat. “Sungguh, Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan engkau tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka." (QS. al-Baqarah ayat 119).
Meneladani Sosok Rahmah ‘Perempuan yang Mendahului Zaman’
| Buku 'Perempuan yang Mendahului Zaman' karya Jasmi Khairul. Foto Disisi Saidi Fatah. Istimewa |
Oleh: Disisi Saidi Fatah
Rahmah El Yunusiyyah merupakan wanita berdarah Minangkabau yang lahir dari rahim uminya; bernama Rafiah dan Buyanya seorang Syekh Muhammad Yunus al-Qadi, seorang ulama di Padang Panjang. Ia lahir pada Sabtu, 29 Desember 1900. Ia tumbuh menjadi anak yang sehat dan lincah. Dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan dididik dengan suasana Islami serta adat istiadat Minangkabau. Pada usia enam tahun, buyanya berpulang menghadap sang ilahi. Ulama hebat itu pergi untuk selama-lamanya.
Wednesday, September 22, 2021
Menjelang Akhir September
![]() |
Puisi by Pecandu Sastra (IG >>> K L I K ! <<<)
Waktu-waktu menjelang akhir September
Rintik rindu mulai mulai membasahi kalbu
Ada kau di sana, melambaikan tangan sembari tersenyum memandang dengan amat dalam
Ada rindu, ada candu, dan ada kenangan kita
Setahun sudah waktu berputar
Sejak kepergian mu hari itu
Berbagai macam kerinduan mendominasi diksi demi diksi
Setiap kata yang terukir dari hati
Sunday, May 30, 2021
Ramadhan Rindu bersama Guru
Oleh : PECANDU SASTRA
Ramadhan kali ini merupakan tahun kelima Azzam dan Gurunya Ilham tidak bersama. Menikmati momen bulan suci Ramadhan dalam satu forum dan satu atap. Terhitung kurang lebih lima puluh sembilan bulan, delapan belas hari keduanya tidak lagi bersatu. Sejak empat tahun lalu berpisah sebab kesibukan masing-masing.
Thursday, January 16, 2020
Catatan yang Catat di Awal Tahun
![]() |
| Catatan. Pngtree. ist |
Dua hari sudah usai perhelatan demokrasi. Demokrasi sebagai catatan yang menggoreskan banyak kisah, menyisakan luka-luka yang mendalam. Bagaimana tidak, pada awal tahun 2020 ini begitu banyak hiruk-pikuk yang masih sampai kini belum mampu terlupakan, masih berat bahkan sampai kini sama sekali tak ada kepercayaan bahwa waktu itu yang akan terjadi.
Agustus 2018 lalu, dimana diri ini mulai berteduh di bawah payung hijau bulat. Dari relung hati terbesit niat untuk mengopeni (mengurusi) dapur hijau bundar, tak lain hanya ingin mempererat silaturahmi dalam ikatan di bawah hijau nya NUsantara. Tak banyak harapan untuk mendapatkan materi, maupun sesuap nasi, apalagi jabatan impian. Semua semata karena C I N T A.
Lika-liku, benturan-benturan baik internal maupun eksternal mencoba merubuhkan dinding yang berdiri kokoh pada sisi-sisi dapur itu, bahkan kerikil-kerikil tajam ikut menghantam. Namun sama sekali tidak mampu meruntuhkan kekuatannya.
Sampai batas kata ini, masih tidak percaya akan waktu kini. Mengapa harus berjumpa dengan konferensi, mengapa harus ada demokrasi di dalam rumah bersama. Bukankah kita sudah cukup menjadi keluarga yang bahagia, meskipun keluarga sederhana yang mengharuskan banyak pengorbanan dari waktu, materi, dan pikiran? Mengapa semua rusak.
Akhir kata ini, air mata tak mampu terbendung mengingat kembali tragedi yang memecah malam kelabu yang sunyi. Sahabat, teman, orang-orang kepercayaan. Makan, minum, nongkrong, bahkan (merokok) kita bersama. Sampai kini masih tersisa goresan-goresan luka yang belum mampu terjamah penawar, meski hati memaafkan. Sama halnya sebagaimana paku yang tertancap ke dinding lalu kita cabut kembali paku itu, ia meninggalkan bekas. Bahkan kita tambal sekalipun ia tetap tak lagi sempurna, masih tersisa benjolan-benjolan.
Entahlah tak ada lagi kata yang mampu terucap, hanya satu yang masih teringat 'penghianatan'.
Its Oke I'm fine. 😍💚.
Monday, November 18, 2019
Terima Kasih Sahabat dan Komandan atas Dedikasimu
Ahad, 17 November 2019, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke V di Pondok Pesantren Darul Hikmah Asuhan Kyai Supandi yang terletak di Taman Asri, Kecamatan Baradatu.





















.jpeg)
