Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Tuesday, November 13, 2018

Sebuah Puisi Untukmu | Begitu Cepat

Gambar hanyalah pemanis : Disisi Saidi Fatah saat mengikuti Diklatsar Banser PC GP Ansor Way Kanan ke IX Th 2015 di Bumi Baru, Blambangan Umpu. Dokumen Pribadi. ist
Oleh : Pecandu Sastra (@pecandusastra96)
Penulis dan Aktivis Muda

Sampai kembali pada sebelas ketiga kalinya
Kau masih bungkam tak bicara
Sampai kini sikapmu masih menjadi misteri
Begitu pula diammu yang penuh teka-teki

Memasuki bulan ketiga kau terbungkam
Tak bersua, tak juga bertatap muka
Tak banyak yang dapat aku lakukan
Aku rindu akan kehangatan malam terjalin indah akan persahabatan


Namun sayang. Tak sampai sepekan kau berubah
Amarahmu memutuskan semua, dengan alasan tak ingin diperhatikan
Kau pergi menyisakan luka pada relung hati
Yang menjadi tanya dengan penuh misteri

Aku heran. Setan mana yang telah mendoktrinmu
Menghasut. Hingga kau pergi tanpa alasan yang bagiku tak masuk akal
Berkali kumencoba mengklarifikasi, berharap kau akan kembali
Kau bilang tak ingin dieksekusi, lantaran telah sakit hati

Tak bisakah kau beri  waktu
Mengklarifikasi agar tak menjadi misteri
Tak adakah kepastian memaparkan kebenaran
Atau ini hanya alasan agar kau pergi dan menghilang?

Gunung Labuhan, 12 November 2018

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels