Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Showing posts with label Alfa. Show all posts
Showing posts with label Alfa. Show all posts

Wednesday, September 22, 2021

Menjelang Akhir September

 



Puisi by Pecandu Sastra (IG >>> K L I K ! <<<



Waktu-waktu menjelang akhir September

Rintik rindu mulai mulai membasahi kalbu

Ada kau di sana, melambaikan tangan sembari tersenyum memandang dengan amat dalam

Ada rindu, ada candu, dan ada kenangan kita



Setahun sudah waktu berputar

Sejak kepergian mu hari itu

Berbagai macam kerinduan mendominasi diksi demi diksi

Setiap kata yang terukir dari hati

Share:

Digitalisasi UMKM sebagai Sumber Daya Ekonomi Unggul di Tengah Pandemi

 

Ilustrasi 'Teknologi'. Foto linkumkm.id | istimewa

Oleh: Disisi Saidi Fatah


Pandemi Covid-19 yang mulai memasuki kawasan Indonesia sejak awal Maret 2020, memberikan dampak ke segala sektor, salah satunya sektor ekonomi. Hal ini dirasakan secara signifikan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengalami krisis ekonomi. Pasalnya, menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi juga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UMKM. 

Krisis ekonomi yang dialami UMKM tanpa disadari dapat menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu pembinaan dan bantuan pendidikan untuk pelaku UMKM di masa pandemi ini perlu menjadi perhatian banyak sektor, terutama lembaga pemerintah.


Share:

Saturday, April 11, 2020

Usai Pada Kata Pisah

“Usai Pada Kata Pisah”



By : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)
Share:

Saturday, August 18, 2018

Dear ; Penyemangatku


Terima kasih adik masih setia denganku.
Meski kita tak ada ikatan darah sedikitpun, kau dan aku masih setia bersama.
Aku bangga mengenalmu, sampai kita akrab begini.
Bahkan, sebab persahabatan dan kesetiaan kita, tak disangka Allah berikan kesempatan untuk orang tua kita berjumpa, menjalin sebuah keluarga.

Kau yang selalu aku cinta, dalam suka maupun duka
Kau adalah alasan sebab mengapa aku bertahan
Kau adalah sebab kita menjadi keluarga
Hadirmu adalah semangat dan bahagiaku
Kisahmu adalah kasih dalam kehidupanku
Senyummu semangat penuh cintaku
Lantunan syair sholawat yang kau lantunkan, setiap nada-nada adalah doa yang menggetarkan kalbu dan atma.

Nusantara, 18 Agustus 2018
Share:

Saturday, August 11, 2018

Muhammad Salman Alfarizi

Untukmu Penyemangatku.. Rindu sangatlah aku
Muhammad Salman Alfarizi


M ana mungkin aku pergi
U ntuk meninggalkanmu sendiri
H ari semua akan sunyi
A pabila kau tak lagi mengisi hati
M ana mungkin aku bisa menyendiri
M elangkahkan kaki tanpa iringan penyemangat diri
A ku harap kita masih setia
D alam menjalani hidup penuh tanda tanya

S elama kehadiranmu
A ku tak lagi bersedih hati
L uka lama perlahan mulai membaik
M emang Allah itu lebih tahu
A kan cara menghidupkan semangat diri
N yatanya ketika kau hadir semua mulai membaik

A ku harap kau selalu ada dan semangat
L ewati semua tantangan hidup
F rustasi harus dipatahkan dengan prestasi
A gar kelak hidup semakin berisi
R indu akan selalu bersama
I ngin segera melepas rasa, namun belum bisa
Z ikir, hanya itu yang mampu terlaksana
I iringi segala harapan dan doa



Indonesia, 8 Agustus 2018
Share:

Salman Alfarizi



S enyuman indah yang merekah pada bibirmu
A kan abadi bersama semangat hidupku
L ewati titik liku kehidupan duniawi
M asamasa kelam menuai pencerahan
A tma yang kosong kini tak lagi sunyi
N yaman terasa selalu bersamamu

A ku ingin kau selalu ada untuktu
L upakan masa lalu pahit itu
F  ajar akan menjadi saksi bersama
A kan kisah persahabatan antara kita
R indu menyelimuti kalbu
I ngin segera berjumpa melepas rasa
Z ikir padanya terselipkan doa
I man dan taqwa agar selalu menyerta

Nusantara, 7 Agustus 2018
Share:

Wednesday, July 4, 2018

Catatan Alfa - 4 Juli 2018


Begitu banyak kenangan indah, yang terlukis setiap waktu indah bersamamu. Terkadang aku tak mampu untuk bertahan, untuk mengingat kembali ke masa itu. Hanya mampuku untuk menahan rindu yang mendalam kepadamu komandan.

#CatatanAlfa
Rabu, 4 Juli 2018
Share:

Thursday, June 28, 2018

Rindu

Terkadang kau selalu membuat sebal diriku, apalagi ketika dekat berdua denganmu
Namun entah mengapa, kau yang selalu aku rindu dalam setiap hembusan nafasku
Kau selalu membayangi diri dan selalu ada dalam mimpi

#CatatanAlfa
Blambangan Umpu, 27 Juni 2018
راتو اولاغان





Share:

Saturday, June 16, 2018

Catatan Alfa di Akhir Ramadhan 1439 H




Di penghujung akhir ramadhan ini, aku kembali menjenguk mu untuk melepas rindu. Rindu berkepanjangan yang tak tahu kapan akan kepastian akhirnya.  Aku tak tahu kapan tuhan akan mempertemukan kita pada surganya. Surga yang menjadi impian dan idaman banyak insan. Tapi ketahuilah rindu ini adalah rindu lama yang bersemayam. Ia hadir dalam setiap lamunan, perjalanan, dan doa-doa. Terkadang aku menggila berbincang seorang diri, untuk menghibur hati yang rindu akan dirimu. Sore ini aku hadir dengan ribuan keharuman bunga yang diiringi doa-doa terpanjat hanya untukmu. Semoga bati tenang si surganya, bersama bidadari-bidadari dambaan para hamba.


#CatatanAlfa
11 Juni 2018
Share:

Friday, June 15, 2018

Dimanakah Kita? Menjadi Puasa Ulat atau Puasanya Ular!

Ilustrasi hari raya. Foto iStock. Ist




"Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu"
Share:

Monday, June 4, 2018

Buku : Perjalanan, Mimpi, & Inspirasi

 

Anisa Nuraini - Santriwati Ponpes Asshiddiqiyah 11 Way Kanan Lampung | Model Istimewa | Dokumentasi Pribadi.Ist

  Noia  adalah seorang pemuda yang sangat ambisius dan penuh mimpi serta cita-cita. Pada suatu hari ia kebingungan dan menggalaukan masalah yang sedang ia hadapi sebab tidak seperti biasanya; orang yang sangat ia sayang dan yang selalu menjadi penyemangat utamanya secara tiba-tiba bersikap cuek dan diam padanya. Hal itu membuat Noia bertanya-tanya, sampai suatu hari ia berjumpa dengan Bunga (Sahabat SMA Noia) yang sudah lama tak bersua.  Akhirnya Noia bercerita mengenai masalah yang ia hadapi dan meminta solusi kepada Bunga. Bunga menyarankan agar masalah tersebut dibicarakan baik-baik dan meminta agar Noia melakukan sholat istigkhoroh serta meminta petunjuk kepada Allah.

Suatu hari Noia, berkunjung ke pesantren, dimana ia pernah belajar dan berjuang bersama teman seperjuangan selama satu bulan penuh. Sampai di pesantren Noia terkejutkan oleh seorang anak yang begitu membuatnya bangkit dari keterpurukan dan membuatnya kembali semangat. Sejak saat itu Noia seribg berkunjung ke pesantren yang ia namakan pesantren impian. Bahkan ia sering membolos kerja jika tidak bersemangat.

Perjalanan Noia menuju lembaran baru membuat Noia terluka dan sedikit kecewa, sebab berat hati harus meninggalkan orang yang sangat ia sayang dan menjadi penyemangat utamanya. Namun perlahan menuai pencerahan di pesantren impian. Bagaimakah kisah perjalanan Noia? Akankah pencerahan di pesantren impian terus berlanjut atau malah sebaliknya. Selengkapnya di buku "PERJALANAN, MIMPI, & INSPIRASI".



IDENTITAS BUKU :
Judul : Perjalanan, Mimpi, & Inspirasi
Penulis : Alfa Arkana Eounoia (@DisisikuDisisimu)
Penerbit : Kars Publisher
Tebal : 101 Halaman 13x19
ISBN : 978-602-51843-0-7

Pemesanan :
Whatsapp : 082371154400
Facebook : Disisi Saidi Fatah
Instagram : @Netrahyahimsa
Twitter : @Netrahyahimsa

Share:

Monday, May 14, 2018

Surprise Untukmu Penyemangatku

    Numpang post sahabat blogger semua, sebagai memori dan kenangan agar tidak termakan oleh masa serta selalu bisa dikenang jika sewaktu-waktu aku tiada.



Bengkulu Rejo, Way Kanan, Lampung
Senin, 14 Mei 2018

Alhamdulillah, Allah masih senantiasa memberikan beribu kenikmatan-Nya untuk kita semua, terkhusus untukku. Kenikmatan yang tak pernah aku syukuri dan terkadang lalai olehku.
Alhamdulillah, Sabtu, 12 Mei kemarin masih bisa mendampingi dan memberikan surprise untukmu adik, sahabat, teman satu asrama, dan juga sebagai penyemangat hidupku dikala masalah dan kegalauan menghampiri. 

Empat belas tahun adalah umur yang sudah remaja. Dalam usiamu yang sudah menginjak dewasa aku harap bukan hanya usiamu saja yang dewasa, namun sikap, perilaku, tutur kata, dan pribadimu juga.
Dalam hal ini, kau tahu mana yang baik dan mana yang buruk, maupun tahu mana yang harus diambil dan dibuang, mana yang hak dan mana yang bathil. Oleh sebab itu aku selalu berharap, dalam jalinan persahabatan dan persaudaraan kita ini, aku harap engkau s'lalu mengambil sisi baik dan positif pada diriku. Mencontoh dan menerapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Tak ada yang begitu istimewa dalam kehidupan ini, selain mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepadaku. Salah satunya ialah dipertemukannya aku denganmu. Aku yang dahulu selalu resah, galau, dan terkadang tak memiliki semangat. Namun sejak berjumpa denganmu semua berubah, aku tak tahu apakah itu benar atau hanya perasaanku saja. Namun aku merasa semua adalah nyata, buah hanyalah cerita.
Sejak kita bersama tak pernah aku merasa sendiri dan menyepi, selalu ada cerita dan kisah kita, selalu ada canda, tawa, dan ceria. Engkau pun selalu menjadi penyemangat ketika lelah dan masalah tak kunjung usai, ketika air mata tak dapat ditahan (meski air mata selalu ku hapus agar tak kau lihat).


Aku berharap dengan bertambahnya usiamu, ikatan persahabatan dan persaudaraan kita dapat terjalin sampai di hari tua, sampai anak cucu kita. Aamiin
Sehat, sukses, pintar, cerdas, menjadi anak yang Sholeh dan menjadi kebanggaan orang tua, yang akan mengangkat derajat kedua orang tuanya, serta menjadi pribadi yang dewasa, baik pemikiran, perkataan, dan perilaku, serta tutur bahasa. 

Selamat milad
Selamat berproses


"Hidup terus berlanjut. Setiap fenomena dalam hidup tak perlu disesali, tidak pula untuk dilupakan. Namun jadikan kenangan untuk pelajaran kedepannya, agar hidup lebih gemilang"

Read more..... [✓KADO 14 TAHUN ALFARIZI "NARASI UNTUKMU"]
Share:

Saturday, May 12, 2018

Narasi Untukmu

"NARASI UNTUKMU" 




Gerak lincah kakimu melangkah
Menghantam duri melampaui batas diri
Terbentur.  Terbentur.  Terbentuk.

Sebagaimana kedelai diproses sebelum menjadi tempe
Ditempa  di injakinjak,  dan s'lalu terbentur
Sampai tiba ketika ia memiliki harga
Seperti itulah harapan dan doaku untukmu

Masa kelam,  masa suram
Takkan menjadi masalah yang harus diperdebatkan
Teruslah melangkah berproses memperkaya keimanan,  rohani,  dan diri
Tegar.  Kuat.  Sabar.
Semua adalah proses perbaikan menuju masa depan yang gemilang

                  Way Kanan,  Lampung,  11 Mei 2018


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sebuah kado di hari ulang tahun Muhammad Salman Alfarizi yang ke-14
Semoga di tahunmu yang semakin beranjak remaja,  menjadi pribadi yang dewasa,  semakin sayang dan cinta kepada orang tua dan keluarga,  selalu menginspirasi dan menjadi penyemangatku,  menjadi anak yang cerdas,  pintar,  dan sholeh.  Aamiin

*************************************************************
@DisisikuDisisimu
Share:

Saturday, May 5, 2018

Sajak-Sajak Disisi : Terbelunggu Dalam Maaf



"Terbelunggu Dalam Maaf"


Wahai sahabatku,
Yang selalu menyemangati dan meinspirasi
Motivator di balik layar
Yang tak henti mensupport diri

Apa kabarmu hari ini
Sudah lama kita tak jumpa dan tatap muka
Komunikasi juga sudah tak berjalan
Sebagaimana janji-janji diantara kita

Sahabat,
Sampai sekarang aku belum bisa move on
Dari wajah-wajah indahmu dalam naunganku
Setiap lamunan, setiap langkah, dan mimpiku
Selalu teringat dirimu

Entahlah, sahabat
Waktu begitu cepat berlalu, membawa semua pergi
Badai telah menghancurkan semua dan membawa luka
Aku tak tahu, harus bagaimana lagi
Ribuan maaf terucap sudah
Beribu cara telah dilakukan, namun semua nihil
Tetap saja tak merubah goresan luka yang telah terukir di hati

Sahabat, andai saja waktu terulang kembali
Aku ingin kembali bersama
Dan memperbaiki semua
Dalam mengarungi samudera kehidupan


Lampung, 02 Februari 2018



"Katanya"


Katanya generasi moderen
Tapi masih saja dibohongi oleh teknologi
Katanya generasi cerdas dan pintar
Kok masih saja mengkomsumsi berita bohong
Katanya suka bhineka
Tapi ikut menyebarkan berita provokasi dan sara

Anda ini bagaimana?
Anda bilang tak ingin ada perpecahan
Lalu mengapa masih melakukan pembrontakan
Anda bilang generasi cerdas, belajar di universitas
Lalu kenapa masih saja termakan popularitas yang tak jelas


Nusantara, 25022018

-------------------------------------------------------------------------
*Disisi Saidi Fatah, pemilik nama Alfa Arkana Eounoia. Pria kelahiran Lampung, 27 September 1996. Aktif sebagai pengajar di SMP Manba'ul 'Ulum PP Asshiddiqiyah 11 Way Kanan, Lampung
Share:

Sunday, April 15, 2018

Dear Penyemangatku (1)



Dear  : Penyemangatku

    Aku melihat semakin hari dirimu semakin berubah, begitu juga dengan sikap dan caramu tak lagi sehangat dulu. 
Entah apa yang telah membuatmu berubah, mengapa begitu cepat dan begitu mudahnya.

Begitu cepat kamu berubah, padahal baru saja kemarin kita saling berbagi cerita, tertawa bersama, bercanda, dan kita selalu kompak. Namun seiring berjalannya waktu kamu pergi, disaat aku sedang membutuhkanmu pula. Disaat semua menjauhiku engkaupun ikut menjauh.

Wahai penyemangatku, tahukan hanya kamu penyemangatku. Kamu adalah puisi-puisiku, kamu adalah inspirasi, dan segenap rindu.

Mungkin kamu tahu, begitu banyak kawan yang dekat dan akrab denganku. Namun jujur hanya kamu yang mampu membuat tenang, hanya kamu yang mampu memberi semangat, disaat lelah dan disaat setiap masalah berdatangan dan tak kunjung pulang.

Cukup sudah sandiwara ini. Aku lelah, aku cape. Bahwa setiap sandiwara ini hanya membuat luka semakin lama. Aku hanya berpura-pura bahagia bersama mereka, itu semua agar kamu bisa kembali berubah seperti dulu.  Dimana kasih sayang, perhatian, dan sikapmu dahulu. 
Sampai hati kau pergi meninggalkanku seorang diri.

Tahukah kamu?
Setiap obat luka, penawar pilu dalam diri, dan setiap rinduku itu hanyalah kamu. Iya hanya kamu.
Sebab hanya kamu yang mampu membangkitkan semangat baru itu. Semangat yang dahulu tenggelam dalam kalbu.

Pulanglah sayang
Kembali dalam pelukan
Jangan biarkan diri terbuang
Terasing dalam dunia orang
Yang tak bertuan

Rindu kamu sayang
Rindu kamu penyemangatku
Rindu kamu ALFA-KU



Untukmu Alfaku,
ASHD, 15 April 2018

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive