Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Friday, June 12, 2026

Ranum di Kebun Firdaus

 

Ilustrasi dibuat oleh AI(Gmn). Ist


Oleh: Disisi Saidi Fatah 


Jejak kaki itu telah menghafal lekuk bumi,
menyusuri sunyi, merajut rintik hujan menjadi selendang,
tujuh belas musim gugur dan semi dilewati tanpa keluh,
ia berjalan bukan mengejar riuh, tapi menuntun rindu pada Sang Nabi.


Ia adalah air yang luruh dengan setia,
mengetuk pintu-pintu hati yang sempat membatu,
tak peduli sepi berselimut di bangku-bangku jamaah,
atau cibiran yang menjelma duri di sepanjang jalan setapak.


Kini, jemari tuanya mungkin belum memetik semua buah,
namun akar yang ia tanam telah menghujam dalam ke relung jiwa,
tiap bait shalawat yang mengepul dari bibir para murid,
adalah sungai pahala yang mengalir, mengantarnya pulang ke Firdaus-Mu.


---

GP, 120626


Baca juga:

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Segelas Kopi dan Jejak Langkah Murobbi

Ilustrasi didesain oleh AI-GMN Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive