Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Wednesday, June 11, 2025

Lebaran Tanpa Sekubal, Tetap Penuh Syukur

Sekubal, makanan khas Lampung yang terbuat dari Ketan. (Dokpri)


Lebaran idul adha memang tak seistimewa idul fitri lalu. Jangankan rendang, opor dan ketupat yang biasanya menyambut selepas sholat Ied harus kini absen. Hidangan di meja pun tergolong sederhana, sekadar sup bening dan olahan ayam yang cukup disantap bersama lontong. Meski begitu, tak ada keluhan berarti. Justru hati ini belajar kembali tentang arti rasa syukur yang sesungguhnya.

Share:

Sunday, June 8, 2025

Ebit G. Ade dan Rasa yang Tak Pernah Lagi Sama


Seorang pria mengenakan sarung, duduk santai menikmati kopi sambil mendengarkan lagu Ebiet G. Ade - mengenang masa kecil bersama ayah. (Sumber:AI)

"Lagu tidak hanya tentang melodi dan lirik. Mereka adalah pintu waktu, yang bisa mengantar kita pulang ke kenangan yang bahkan sudah lama kita kubur."


Kalian pernah nggak, ketika dengerin lagu yang dulu sering didengar, tapi sekarang pas dengerinnya lagi - beda rasanya. Seolah ada sesuatu yang tersimpan di sana dan nggak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Seperti lagunya Ebit G. Ade.

Share:

Ketika Tukang Sol Sepatu Jadi Haji yang Mabrur Tanpa Berhaji

Jutaan jemaah berkumpul di sekitar Ka'bah. Tak semua bisa hadir, tapi niat tulus bisa menghantarkan pahala haji mabrur. (Sumber: Pexels)

 

 "Tolok ukur seorang haji yang mabrur adalah ketika seorang tersebut menjadi pribadi yang lebih baik, berperikemanusiaan, tidak riya, dan sombong setelah berhaji."

- Habib Husein Ja'far al-Hadar


Setiap musim haji, jutaan umat Islam dari seluruh dunia berlomba-lomba menjadi tamu Allah di Baitullah. Namun, bagaimana jika seseorang sudah niat, sudah usaha, tapi gagal berangkat haji karena satu dan lain hal di luar kendali? Ap²akah itu berarti kehilangan segalanya?

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Segelas Kopi dan Jejak Langkah Murobbi

Ilustrasi didesain oleh AI-GMN Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive