Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sastra

Sorban Biru Langit

  Sebuah Puisi dari Disisi Saidi Fatah

Puisi: Detik yang Menyimpan Wajahmu

  Aku dan sepupuku, di suatu hari di sudut rumah sakit. (Dokpri). Di bawah kanopi langit seng yang berkarat senja, kau datang - serupa angin kecil yang menyingkap sunyi, ringan seperti daun gugur yang tak tahu ia indah, dan senyummu... ah, senyummu menusuk pelan seperti cahaya pagi yang menelusup celah dada, menggetarkan sesuatu yang tak sempat kupanggil dengan nama.

Kepakan Sayap Garuda

Supporter Timnas Indonesia kompak kenakan baju Merah dan Putih saat dukung Garuda berlaga menuju Piala Dunia. Foto oleh Timnas Indonesia media.  - untuk Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Langit malam di Nusantara tak pernah gelap sepenuhnya, karena sorak dan doa rakyat terbang tinggi bersama elang merah yang sedang mengepak sayap di kancah dunia.

Rindu di Antara Mawar

Nyekar makam. Foto Dokpri. Semerbak mawar di atas pusaramu Masih harum, meski musim telah berganti Kukirimkan rindu lewat angin yang pelan berbisik Menemani diam tempat peristirahatanmu kini

Lentera dari Laut Mimpi

Lentera (ilustrasi) - Foto: Burak The Weekender/Pexels Tahun itu - dua ribu dua puluh dua, mimpi kembali menjemputku, membawaku menyusuri batas antara sadar dan rindu.

Dari Semangkuk Mie Ayam, Hidup Dimulai Kembali

Foto Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna. (Sumber: arumshelf/ig)    "Saat pertama kali membaca judul buku di atas, hal apa yang terlintas di benak kalian? Semangkuk Mie Ayam dan kisah cinta, atau semacam kisah petualangan dalam dunia kuliner? Ya, itulah yang ada di pikiranku saat pertama kali membaca judul buku ini. Unik, menarik, dan membuat penasaran. Kalau kalian bagaimana?"

Pertemuan yang Tak Biasa

Ilustrasi - pertemuan dua insan di suatu mushola. (Sumber: AI) Di suatu mushola kecil di sudut hari, Langkahku berat, hati terasa enggan menepi. Tempat asing, dinding-dinding sunyi, Tapi tanggung jawab menarikku berdiri. Kupikir hanya akan sholat lalu pergi, Namun takdir menyusun pertemuan sunyi. Seorang anak kecil - Dengan mata teduh dan senyum yang tak biasa mengalir.

Aku Lelakimu Setia Menunggumu: Puisi-Puisi yang Menyembuhkan Luka dan Menemani Cinta

  Buku Aku Lelakimu Setia Menunggumu karya Maman Suherman (Foto Cendekia Alazzam)         H alo pembaca, kembali lagi dalam segment ulas buku. Sudah lama sekali rasanya nggak mengulas buku, karena kesibukan yang membuatku terlalu jauh memberi jarak dengan aktivitas membaca. Akhirnya, hari ini aku bisa kembali mengulas buku yang beberapa waktu lalu menemani hariku.

Dalam Hangat Sentuhan Ajaib Mama dan Doa Mustajabnya

Ilustrasi berdoa (Sumber: nusantaranews/istimewa)

Lima Pusaka Kehidupan dari Novel Janji karya Tere Liye

Novel Janji. Foto oleh rsmajreha_mursaha (ig). Ist "Kau akan lebih menyesal bukan karena kau melakukan sesuatu dan ternyata itu gagal atau keliru. Kau akan lebih menyesal saat kau tidak pernah melakukan sesuatu, mengingat betapa tidak beraninya kau mengambil keputusan," Tere Liye dalam Novel Janji, halaman 337.

Menyelami Kasih Sayang Rasulullah SAW

Oleh: Disisi Saidi Fatah      R asulullah SAW sang pemilik gelar ‘potret kebanggaan umat manusia,’ merupakan manusia paling agung sekaligus kekasih Allah SWT. Di dalam Al-Qur’an Allah memuji keagungan akhlak beliau dalam QS. al-Qalam ayat 4; “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur,” serta memberitahu kita bahwa Ia mengirimkannya (Rasulullah SAW) kepada alam semesta sebagai rahmat dengan prinsip dan asas-asas yang akan mengeluarkan umat manusia dari kegelapan kufur dan syirik.      Sebagaimana dijelaskan dalam QS. al-Baqarah ayat 151, “Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui." Serta menunjuki mereka menuju jalan kebahagiaan; baik di dunia maupun di akhirat. “Sungguh, Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pemba...

Meneladani Sosok Rahmah ‘Perempuan yang Mendahului Zaman’

Buku 'Perempuan yang Mendahului Zaman' karya Jasmi Khairul. Foto Disisi Saidi Fatah. Istimewa Oleh: Disisi Saidi Fatah      Rahmah El Yunusiyyah merupakan wanita berdarah Minangkabau yang lahir dari rahim uminya; bernama Rafiah dan Buyanya seorang Syekh Muhammad Yunus al-Qadi, seorang ulama di Padang Panjang. Ia lahir pada Sabtu, 29 Desember 1900. Ia tumbuh menjadi anak yang sehat dan lincah. Dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan dididik dengan suasana Islami serta adat istiadat Minangkabau. Pada usia enam tahun, buyanya berpulang menghadap sang ilahi. Ulama hebat itu pergi untuk selama-lamanya.

Menjelang Akhir September

  Puisi by Pecandu Sastra (IG >>> K L I K ! <<< )  Waktu-waktu menjelang akhir September Rintik rindu mulai mulai membasahi kalbu Ada kau di sana, melambaikan tangan sembari tersenyum memandang dengan amat dalam Ada rindu, ada candu, dan ada kenangan kita Setahun sudah waktu berputar Sejak kepergian mu hari itu Berbagai macam kerinduan mendominasi diksi demi diksi Setiap kata yang terukir dari hati

Puisi : Sajak 'Demokrasi' untuk Sahabatku

  Sajak 'Demokrasi' untuk Sahabatku

Ramadhan Rindu bersama Guru

Oleh : PECANDU SASTRA            Ramadhan kali ini merupakan tahun kelima Azzam dan Gurunya Ilham tidak bersama. Menikmati momen bulan suci Ramadhan dalam satu forum dan satu atap. Terhitung kurang lebih lima puluh sembilan bulan, delapan belas hari keduanya tidak lagi bersatu. Sejak empat tahun lalu berpisah sebab kesibukan masing-masing.

Masihkah Cinta di Wayka | Sajak-Sajak di Awal April

Puisi-Puisi Senja Jingga Purnama/Disisi Saidi Fatah | Terbaru, April 2020 Dokumen Pribadi.2019.Ist Sampai Batas Ini Sampai batas ini aku memahami Jika impian untuk menggapai bahagia bersamamu hanyalah ilusi Cerita fiktif penuh dengan imaji Akhir kata ini, aku pamit permisi Semoga Tuhan memberi yang lebih baik lagi Nusantara, 05042020

Sinopsis Bintang Untuk Noah

“BINTANG UNTUK NOAH” Senja Jingga Purnama @pecandusastra96   Sinopsis :             Noah, merupakan seorang siswa baru di Yayasan Permata, ia adalah putra kedua dari Bu Aisyah. Satu-satunya pengharapan dari sang Bunda dan keluarga, bagi sang bunda ia adalah permata. Noah anak yang cukup aktif dan cerdas, akan tetapi sebab faktor lingkungan dan pergaulan yang membuat ia berubah menjadi sedikit nakal, suka bolos sekolah. Namun ia tidak pernah melawan sang bunda.   Noah, anak yatim yang di tinggal pergi sang ayah sejak ia menduduki bangku taman kanak-kanak. Hingga tiga tahun setelahnya, sang Bunda berjumpa dan memutuskan untuk menikah dengan Pak Prabu. Pak Prabu sangat sayang dengan Noah, ia berusaha menyayangi Noah sebagaimana anaknya sendiri.   Usai, menduduki bangku sekoah dasar. Bunda Aisyah dan Ayah Prabu memutuskan untuk mengirim Noah ke salah satu yayasan, menimba disekolah yang berlatar belakang ag...

Mahluk itu Bernama Corona

Senja Jingga Purnama.Ist.Dokumen Pribadi.2017 Mahluk itu Bernama Corona Mahluk itu bernama Corona Mahluk kecil tak kasat mata. Ciptaan Tuhan sebagai  reminder  ingatan Meski kecil. Janganlah kau acuhkan Kecil-kecil cabai rawit Negeriku berduka. Negeri terluka Tak hanya Negeriku Bumi Pertiwi Seluruh penjuru dunia pun ikut berduka Karena hadirnya semua porak-poranda Semua takut. Semua panik. Ulahnya semakin menjadi-jadi Korban berjatuhan Isolasi dan lockdown kian menjadi Negeri bagai tak berpenghuni Corona oh Corona Karenamu aktivitas terhambat Sebabmu ekonomi melemah, ketersediaan barang menjadi langka, pekerja tak tetap menjadi angan semata Corona, nyata tak banyak yang takut padamu Justru mereka memanfaatkan hadirmu Berita bohong tentangmu banyak tersebar di media Banyak pula para petopeng menyusup masuk sebagai kemanusiaan mencari iuran kecil-kecilan Lampung, 28 Maret 2020 Negeriku Mendadak Sepi Bumi men...

Kemenangan Haqiqi

Oleh ; Alfa Arkana Eounoia (Dsf) Sumber ; Liputan6.com | Ist Hari raya berlalu sudah Ramadhan pun usai kita lalui, ia telah pergi dengan segenap keluarga besarnya Kemenangan tak hanya sebatas hari raya Juga bukan sandang pangan belaka, yang serba mewah dan megah Kemenangan haqiqi adalah bagaimana kita mempertahankan apa yang sudah kita bangun Mari rebut kembali kemenangan yang fitry Jangan biarkan ia berlalu dan pergi tanpa perubahan pada diri Ramadhan boleh usai Namun puasa tak boleh hilang begitu saja Masih ada syawwal juga sunnah lainnya Tadarus al Qur'an harus tetap berkumandang Kita rebut kemenangan Bagi yang sudah tuntas tadarusan Mari mulai kembali dari laman awal Bagi yang belum mari tuntaskan Bagi yang belum sama sekali Ayo beranikan diri, unjuk gigi pada sang ilahi Sholat malam tetap berjalan Bergitu pula dengan shodaqoh dan amal kebaikan Bandar Jaya, 10 Juni 2019

Sudah Dua Tahun Saja, Rindu Tak Kunjung Berlalu

By ; Alfa Arkana Eounoia (DSF) Sudah dua tahun saja, Begitu cepat waktu melaju, menyisakan semua kenangan yang tak kunjung berlalu Cucuran air mata, tak letih membasahi kedua pipi Menyisakan pilu yang teramat dalam bagiku Netraku berkaca kaca Bibirku terbata bata Tak mampu berucap, meski hal yang teramat indah bagimu Melainkan doa untukmu yang selalu kurindu Kau adalah sosok yang begitu dirindukan Kala hadirmu memberi kesejukan, Raut wajahmu yang indah untuk dipandang Serta nasihat yang kasat akan makna mendalam Sudah dua tahun saja, Engkau pergi tak kembali meninggalkan jutaan rindu di bumi pertiwi Rindu tatapan wajahmu Rindu akan sanda guraumu Andai saja tuhan berikan waktu untuk berjumpa Tak akan pernah diri ini menyiakan hal itu Ayah, begitu rindu hati ini untuk menatapmu Rindu hati untuk bertemu, melepas semua kerinduan dihati Bumi Ramik Ragom, 5 Februari 2019