Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Showing posts with label Sastra. Show all posts
Showing posts with label Sastra. Show all posts

Tuesday, August 18, 2026

Segelas Kopi dan Jejak Langkah Murobbi

Ilustrasi didesain oleh AI-GMN


Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi
Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi
Menyebut namamu dalam bisik doa yang paling dalam
Duhai Murobbi, pembimbing jiwa di tengah gulita malam.
Share:

Wednesday, July 15, 2026

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini. 


 Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam keheningan yang paling sunyi, Tuhan membisikkan pesan-pesan indah melalui mimpi yang teduh. Mimpi bagi seorang penuntut ilmu bukanlah sekadar bunga tidur, melainkan jembatan ruhani yang menghubungkan jiwa dengan sumber-sumber keberkahan.

Share:

Desir Rindu di Jumat Kesembilan | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh AI/Gemini. 



 : Disisi Saidi Fatah 


Hari ini, sang surya kembali menyapa dari ufuk timur, membawa berkah penghulu segala hari. Namun, bagi jiwaku yang rindu, ini adalah Jumat kesembilan tanpa kehadiran bayangmu, wahai Murobbi, pelita dalam kegelapanku.

Share:

Puisi Akrostik - Muhammad Zain Kholid

Desain dibuat oleh AI/Gemini


Puisi Akrostiknya ini aku persembahkan untuk keponakanku - cucunda dari Abah Ustadz Mahfudzin bin H Alif Yunus - yang akan memasuki babak pendidikan baru di sekolah dasar; Muhammad Zain Kholid.

Share:

Saturday, December 20, 2025

Sorban Biru Langit

 Sebuah Puisi dari Disisi Saidi Fatah

Share:

Monday, July 28, 2025

Puisi: Detik yang Menyimpan Wajahmu

 
Aku dan sepupuku, di suatu hari di sudut rumah sakit. (Dokpri).


Di bawah kanopi langit seng yang berkarat senja,
kau datang - serupa angin kecil yang menyingkap sunyi,
ringan seperti daun gugur yang tak tahu ia indah,
dan senyummu... ah, senyummu menusuk pelan seperti cahaya pagi
yang menelusup celah dada,
menggetarkan sesuatu yang tak sempat kupanggil dengan nama.
Share:

Saturday, June 14, 2025

Kepakan Sayap Garuda

Supporter Timnas Indonesia kompak kenakan baju Merah dan Putih saat dukung Garuda berlaga menuju Piala Dunia. Foto oleh Timnas Indonesia media. 



- untuk Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026


Langit malam di Nusantara
tak pernah gelap sepenuhnya,
karena sorak dan doa rakyat
terbang tinggi bersama elang merah
yang sedang mengepak sayap di kancah dunia.
Share:

Rindu di Antara Mawar

Nyekar makam. Foto Dokpri.



Semerbak mawar di atas pusaramu
Masih harum, meski musim telah berganti
Kukirimkan rindu lewat angin yang pelan berbisik
Menemani diam tempat peristirahatanmu kini
Share:

Wednesday, June 11, 2025

Lentera dari Laut Mimpi

Lentera (ilustrasi) - Foto: Burak The Weekender/Pexels


Tahun itu - dua ribu dua puluh dua,

mimpi kembali menjemputku,

membawaku menyusuri batas antara sadar dan rindu.

Share:

Dari Semangkuk Mie Ayam, Hidup Dimulai Kembali

Foto Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna. (Sumber: arumshelf/ig)

 

 "Saat pertama kali membaca judul buku di atas, hal apa yang terlintas di benak kalian? Semangkuk Mie Ayam dan kisah cinta, atau semacam kisah petualangan dalam dunia kuliner? Ya, itulah yang ada di pikiranku saat pertama kali membaca judul buku ini. Unik, menarik, dan membuat penasaran. Kalau kalian bagaimana?"
Share:

Pertemuan yang Tak Biasa

Ilustrasi - pertemuan dua insan di suatu mushola. (Sumber: AI)



Di suatu mushola kecil di sudut hari,
Langkahku berat, hati terasa enggan menepi.
Tempat asing, dinding-dinding sunyi,
Tapi tanggung jawab menarikku berdiri.
Kupikir hanya akan sholat lalu pergi,
Namun takdir menyusun pertemuan sunyi.
Seorang anak kecil -
Dengan mata teduh dan senyum yang tak biasa mengalir.
Share:

Saturday, May 24, 2025

Aku Lelakimu Setia Menunggumu: Puisi-Puisi yang Menyembuhkan Luka dan Menemani Cinta

 

Buku Aku Lelakimu Setia Menunggumu karya Maman Suherman (Foto Cendekia Alazzam)

       Halo pembaca, kembali lagi dalam segment ulas buku. Sudah lama sekali rasanya nggak mengulas buku, karena kesibukan yang membuatku terlalu jauh memberi jarak dengan aktivitas membaca. Akhirnya, hari ini aku bisa kembali mengulas buku yang beberapa waktu lalu menemani hariku.

Share:

Tuesday, April 15, 2025

Dalam Hangat Sentuhan Ajaib Mama dan Doa Mustajabnya

Ilustrasi berdoa (Sumber: nusantaranews/istimewa)
Share:

Saturday, February 22, 2025

Lima Pusaka Kehidupan dari Novel Janji karya Tere Liye

Novel Janji. Foto oleh rsmajreha_mursaha (ig). Ist



"Kau akan lebih menyesal bukan karena kau melakukan sesuatu dan ternyata itu gagal atau keliru. Kau akan lebih menyesal saat kau tidak pernah melakukan sesuatu, mengingat betapa tidak beraninya kau mengambil keputusan," Tere Liye dalam Novel Janji, halaman 337.
Share:

Wednesday, October 27, 2021

Menyelami Kasih Sayang Rasulullah SAW




Oleh: Disisi Saidi Fatah


    Rasulullah SAW sang pemilik gelar ‘potret kebanggaan umat manusia,’ merupakan manusia paling agung sekaligus kekasih Allah SWT. Di dalam Al-Qur’an Allah memuji keagungan akhlak beliau dalam QS. al-Qalam ayat 4; “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur,” serta memberitahu kita bahwa Ia mengirimkannya (Rasulullah SAW) kepada alam semesta sebagai rahmat dengan prinsip dan asas-asas yang akan mengeluarkan umat manusia dari kegelapan kufur dan syirik.

    Sebagaimana dijelaskan dalam QS. al-Baqarah ayat 151, “Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui." Serta menunjuki mereka menuju jalan kebahagiaan; baik di dunia maupun di akhirat. “Sungguh, Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan engkau tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka." (QS. al-Baqarah ayat 119).

Share:

Meneladani Sosok Rahmah ‘Perempuan yang Mendahului Zaman’

Buku 'Perempuan yang Mendahului Zaman' karya Jasmi Khairul. Foto Disisi Saidi Fatah. Istimewa



Oleh: Disisi Saidi Fatah


    Rahmah El Yunusiyyah merupakan wanita berdarah Minangkabau yang lahir dari rahim uminya; bernama Rafiah dan Buyanya seorang Syekh Muhammad Yunus al-Qadi, seorang ulama di Padang Panjang. Ia lahir pada Sabtu, 29 Desember 1900. Ia tumbuh menjadi anak yang sehat dan lincah. Dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan dididik dengan suasana Islami serta adat istiadat Minangkabau. Pada usia enam tahun, buyanya berpulang menghadap sang ilahi. Ulama hebat itu pergi untuk selama-lamanya.

Share:

Wednesday, September 22, 2021

Menjelang Akhir September

 



Puisi by Pecandu Sastra (IG >>> K L I K ! <<<



Waktu-waktu menjelang akhir September

Rintik rindu mulai mulai membasahi kalbu

Ada kau di sana, melambaikan tangan sembari tersenyum memandang dengan amat dalam

Ada rindu, ada candu, dan ada kenangan kita



Setahun sudah waktu berputar

Sejak kepergian mu hari itu

Berbagai macam kerinduan mendominasi diksi demi diksi

Setiap kata yang terukir dari hati

Share:

Sunday, May 30, 2021

Puisi : Sajak 'Demokrasi' untuk Sahabatku


 


Sajak 'Demokrasi' untuk Sahabatku

Share:

Ramadhan Rindu bersama Guru



Oleh : PECANDU SASTRA

 

        Ramadhan kali ini merupakan tahun kelima Azzam dan Gurunya Ilham tidak bersama. Menikmati momen bulan suci Ramadhan dalam satu forum dan satu atap. Terhitung kurang lebih lima puluh sembilan bulan, delapan belas hari keduanya tidak lagi bersatu. Sejak empat tahun lalu berpisah sebab kesibukan masing-masing.

Share:

Monday, April 6, 2020

Masihkah Cinta di Wayka | Sajak-Sajak di Awal April

Puisi-Puisi Senja Jingga Purnama/Disisi Saidi Fatah | Terbaru, April 2020
Disisi Saidi Fatah.Dokumen Pribadi.Ist
Dokumen Pribadi.2019.Ist


Sampai Batas Ini

Sampai batas ini aku memahami
Jika impian untuk menggapai bahagia bersamamu hanyalah ilusi
Cerita fiktif penuh dengan imaji
Akhir kata ini, aku pamit permisi
Semoga Tuhan memberi yang lebih baik lagi

Nusantara, 05042020
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Segelas Kopi dan Jejak Langkah Murobbi

Ilustrasi didesain oleh AI-GMN Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive