Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Saturday, June 14, 2025

Rindu di Antara Mawar

Nyekar makam. Foto Dokpri.



Semerbak mawar di atas pusaramu
Masih harum, meski musim telah berganti
Kukirimkan rindu lewat angin yang pelan berbisik
Menemani diam tempat peristirahatanmu kini
Hari ini, aku datang lagi
Bukan hanya menatap nisan dan batu
Tapi membawa segenap rindu yang tak pernah selesai
Kupeluk sunyi, kucium tanah yang pernah menghangatkanmu


Baca juga: 



Al-Fatihah mengalir dari bibir yang gemetar
Doa-doa kuanyam jadi benang cahaya
Kuselipkan namamu di setiap helai harap
Agar Allah senantiasa menjagamu di sisi-Nya


Mungkin raga ini tak lagi bisa memelukmu
Namun kurasa jiwamu masih ada - menguatkanku
Di batas dunia yang tak kasat mata
Hati kita tetap menyatu, seperti dulu


Baca juga:


Dan jika waktu terus berlalu tanpa temu
Aku percaya janji Tuhan itu pasti
Akan ada masa, di akhir waktu
Saat kita bersua, tanpa perpisahan lagi
Di taman surga, tempat cinta tak pernah mati



Lampung, 6 Juni 2025
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive