Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Showing posts with label Ulasan Buku. Show all posts
Showing posts with label Ulasan Buku. Show all posts

Monday, August 18, 2025

Seni Menikmati Hidup Pas-Pasan ala Rofi Ali Majid

Sumber: Freepik.


Kita hidup di zaman yang setiap harinya seperti dikomando untuk lebih. Lebih kaya, lebih cantik, lebih cepat, lebih sukses. Bahkan bahagia pun harus lebih bahagia dari orang lain, biar bisa dipamerkan di story 24 jam. Padahal, kenyataannya banyak dari kita yang hidupnya biasa-biasa saja. Pas-pasan. Gaji pas untuk makan. Waktu pas untuk istirahat. Dan cinta, ya… pasrah aja kalau belum jodoh.

Share:

Wednesday, June 11, 2025

Dari Semangkuk Mie Ayam, Hidup Dimulai Kembali

Foto Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna. (Sumber: arumshelf/ig)

 

 "Saat pertama kali membaca judul buku di atas, hal apa yang terlintas di benak kalian? Semangkuk Mie Ayam dan kisah cinta, atau semacam kisah petualangan dalam dunia kuliner? Ya, itulah yang ada di pikiranku saat pertama kali membaca judul buku ini. Unik, menarik, dan membuat penasaran. Kalau kalian bagaimana?"
Share:

Monday, May 26, 2025

Tanpamu Aku Baik-Baik Saja: Sebuah Renungan Cinta, Hijrah, dan Harga Diri

 

Buku Tanpamu Aku Baik-Baik Saja, dalam potret Cendekia Alazzam yang dipadukan dengan AI


       Menjalani masa muda tak lepas dari perasaan jatuh cinta. Ia hadir tiba-tiba, tanpa bisa dicegah. Namun, tidak semua kisah cinta layak dipertahankan. Sebab, cinta sejati tak hanya soal memiliki, tapi juga soal kesiapan, tanggung jawab, dan nilai-nilai kebaikan yang dibawa dalam hubungan tersebut.

Share:

Saturday, May 24, 2025

Aku Lelakimu Setia Menunggumu: Puisi-Puisi yang Menyembuhkan Luka dan Menemani Cinta

 

Buku Aku Lelakimu Setia Menunggumu karya Maman Suherman (Foto Cendekia Alazzam)

       Halo pembaca, kembali lagi dalam segment ulas buku. Sudah lama sekali rasanya nggak mengulas buku, karena kesibukan yang membuatku terlalu jauh memberi jarak dengan aktivitas membaca. Akhirnya, hari ini aku bisa kembali mengulas buku yang beberapa waktu lalu menemani hariku.

Share:

Monday, March 24, 2025

Apa Iya, Dalam Bercanda Kita Harus 'Merdeka'?

 

Merdeka Dalam Bercanda. Foto Cendekia/istimewa 

Kelakar atau senda gurau menjadi bagian penting dalam kehidupan, rasanya hidup akan hambar apabila terlalu dijalani dengan keseriusan secara terus-menerus tanpa disisipi oleh gurauan. Gurauan dapat menjadi obat, penawar atas luka sosial yang disebabkan oleh ketidakadilan, pun bisa pula digunakan sebagai kendaraan untuk memasuki area-area yang selama ini kita 'takuti', hingga akhirnya bisa tertawa di situ.

Share:

Sunday, February 23, 2025

Hidup Positif ala Good Vibes Good Life

Ilustrasi dari CNBC. Ist


           Gaya hidup positif merupakan dambaan banyak orang. Menjalani kehidupan dengan energi yang luar biasa, tanpa beban dan pikiran yang berlebihan. 

Share:

Saturday, February 22, 2025

Lima Pusaka Kehidupan dari Novel Janji karya Tere Liye

Novel Janji. Foto oleh rsmajreha_mursaha (ig). Ist



"Kau akan lebih menyesal bukan karena kau melakukan sesuatu dan ternyata itu gagal atau keliru. Kau akan lebih menyesal saat kau tidak pernah melakukan sesuatu, mengingat betapa tidak beraninya kau mengambil keputusan," Tere Liye dalam Novel Janji, halaman 337.
Share:

Keajaiban Waktu Subuh dan Keistimewaannya Dalam Perspektif Islam

 

Keajaiban Shalat Subuh (Buku Republika). Gambar Oleh Pecandu Sastra@2023.ist


           Manusia ibaratnya seperti pohon atau bangunan. Akar dan fondasinya adalah iman, cabang dan dindingnya adalah ibadah. Dalam perumpamaan lain, kita tidak dapat menyelamatkan pohon yang akarnya sakit dengan menyemprotkan obat pada cabang-cabangnya, kita pun tidak dapat memperbaiki sebuah bangunan yang fondasinya telah goyah dengan hanya mengecat dindingnya. Seperti contoh di atas, seorang mukmin yang melalaikan shalat, harus terlebih dahulu menguatkan iman agar dapat merangkul shalat dengan segenap tangannya. (Keajaiban Shalat Subuh, Cemil Tokpinar, Halaman 4).

Share:

Ajari Anak Berani Melalui 'Anak Penangkap Hantu'

 

Buku Anak Penangkap Hantu, Adam Putra Firdaus. Foto oleh Pecandu Sastra. Ist

           Seringkali kita ketika mendengar kisah-kisah horor atau cerita hantu yang seketika membuat bulu kuduk berdiri! Terlepas itu benar atau hanya sebagai bahan untuk menakut-nakuti kita, tapi memang cukup ampuh juga ya buat senjata ibu-bapak kita supaya kita nggak keluyuran. 

Share:

Lebih Dekat Dengan Sang Pencetus 'Resolusi Jihad' Melalui Komik Edukasi

Komik Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari, Gambar oleh Fatah. Ist


           K.H. Hasyim Asy'ari merupakan salah satu ulama Nusantara yang memiliki keilmuan mendalam, serta semangat perjuangan yang besar. Ilmu dan semangatnya mampu menjadi penggerak bagi kaum muslimin guna melawan kedzaliman penjajah. Ia memiliki prinsip hidup yang tegas, akidahnya kokoh, jiwanya berani, dan sikapnya lemah lembut terhadap sesama.

Share:

Tuesday, June 18, 2024

Menguak Sisi Kehidupan dari Novel Pergi Tere Liye

 

Sumber: ilovebuku. ist


Novel 'Pergi' merupakan seri kelanjutan dari buku sebelumnya yang berjudul 'Pulang', adalah buku keempat dari sekuel aksi karya salah satu penulis hebat tanah air; Tere Liye. Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan demi kenangan masa lalu, pertarungan hidup dan mati untuk memutuskan kemana langkah kaki akan dibawa.

Share:

Memaknai Pulang dalam Novel 'Pulang' Tere Liye

  

Foto Bookstagram/rurureadsbooks . Ist


Novel Pulang adalah buku ketiga dari serial aksi yang digarap penulis kondang Tere Liye. Buku ini terbit pertama kali pada tahun 2015 di bawah naungan penerbit Republika dengan jumlah halaman iv + 455.


Novel Pulang menceritakan kisah hidup seorang bernama Bujang, anak desa yang sederhana, namun memiliki sesuatu yang istimewa -- tersembunyi dalam dirinya. Hal itu yang membuat seorang Teuku Muda dan keluarga Tong terpikat, dan akhirnya meminang dirinya untuk menjadi bagian dari keluarga Tong.


Kisah ini bermula ketika Bujang, si tokoh utama - dalam usia 15 tahun. Pada saat itu datanglah satu rombongan pemburu dari kota (Keluarga Tong dan Teuku Muda) yang juga merupakan teman bapaknya Bujang. Kedatangan mereka guna menumpas kawanan babi hutan yang meresahkan penduduk setempat, hasil pertanian dan perkebunan mereka selalu di rusak dan gagal panen. 


Dalam pemburuan tersebut ada suatu peristiwa yang melibatkan Teuku Muda dan Bujang, di mana hal tersebut akhirnya membuat sang Teuku muda makin terpikat setelah melihat kehebatan Bujang pada malam itu. 


Ternyata, kedatangan kawanan pemburu tersebut tidak sekadar untuk berburu, melainkan untuk menjemput Bujang guna dibawa ke kota untuk disekolahkan. Sebab, selama bersama orangtuanya, Bujang sama sekali tidak pernah mencicipi bangku sekolah, bahkan untuk sekadar mengaji (menimba ilmu agama) dari ibunya saja tidak diperbolehkan oleh bapaknya.


Baca: Menyingkap Dunia Malam dari Novel Re dan peRempuan 


Nah, dari sinilah alur kisah sesungguhnya dimulai. Di dalam novel ini penulis mengambil latar penguasa shadow ekonomi yang dibungkus dengan bumbu kekeluargaan, kekerabatan, persahabatan, hingga pada penghianatan yang berakhir dengan perselisihan dan perpecahan.


Kerennya, penulis selalu berhasil memberikan kejutan demi kejutan dalam setiap konflik pada tiap babak yang diciptakan. Meski penulis menggunakan alur maju-mundur, namun keseimbangan cerita tertata rapi, sehingga para pembaca tidak dibuat bingung. Plot yang digunakan juga sangat menarik. Kendati novel ini mengusung genre aksi, namun memiliki tambahan untuk sisi komedinya.


Tapi bukan itu yang akan kita bahas dalam artikel ini, melainkan makna pulang yang diusung oleh penulis. Kira-kira apa yang terlintas dalam pikiran para pembaca sekalian saat mendengar kata 'pulang'? Mungkin, kebanyakan dari kita akan memaknainya sebagai perjalanan; misalnya dalam perantauan, lalu pulang kampung. 


Namun, berbeda dalam novel ini, kita akan diajak menyelami samudera luas pemikiran si penulis melalui kisah seorang Bujang dalam memaknai 'pulang' yang sesungguhnya.


Sejauh ini yang aku petik usai membaca novel Pulang; seberapa akrab, kompak, dan eratnya suatu hubungan kekeluargaan yang kita jalani. Akan tetap ada penghianatan dan sesuatu hal yang membuatnya renggang dan akhirnya terpisah. 


Baca: Novel 'Sesuk' Tekankan Peran Penting Orang Tua 


Dalam buku ini penulis menjelaskan bahwasanya makna pulang tidak melulu tertuju pada rumah atau kampung halaman, melainkan cakupan yang luas. Sebagaimana yang dipaparkan penulis,  pulang yang dimaksud adalah kembali ke arah yang benar dan jalan menuju pendekatan diri kepada Tuhan. 


Perjalanan hidup Bujang sebagai bagian dari keluarga Tong diceritakan penuh dengan perjuangan, intrik, dan luka. Puncaknya adalah ketika terjadinya penghianatan yang berasal dari dendam masa lalu keluarga Tong. Sampai akhirnya Bujang menemukan arti pulang demi orang tua yang dicintainya. 


Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari fiksi ini, salah satunya terkait dengan masa lalu. Bahwasanya kita harus berdamai dengan masa lalu, meski kita harus memeluk luka, kebencian, dan rasa sakit. Kesetiaan tokoh Bujang terhadap keluarga Tong juga dapat dijadikan contoh, bagaimana membalas budi terhadap orang yang berjasa dalam hidup kita. Tere Liye dalam novelnya juga ingin mengajarkan, bahwa ilmu terbaik akan mampu mengubah jalan hidup seseorang.


Beberapa kutipan yang aku suka dari buku ini, diantaranya; "Semua orang punya masa lalu, dan itu bukan urusan siapa pun. Urus saja masa lalu masing-masing," halaman 101. - "Saat itu terjadi, kau telah pulang, Bujang. Pulang pada hakikat kehidupan. Pulang, memeluk erat semua kesedihan dan kegembiraan," halaman 388. Dan, "Sungguh, sejauh apa pun kehidupan menyesatkan. Segelap apa pun hitamnya jalan yang ku tempuh. Tuhan selalu memanggil kami untuk pulang," halaman 400.


Baca: Menerapkan Dikotomi Kendali Dalam Bermedia Sosial 


Indentitas Buku:


Judul: Pulang

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Republika

Tahun Terbit: 2015

Jumlah Halaman: iv + 400 halaman

ISBN: 9786020822129

Share:

Wednesday, June 12, 2024

"How to Make Millions Before Grandma Dies", Drama Keluarga Thailand yang Mengaduk Emosi

 

Arsip Klik Film (2024).

How to Makes Millions Before Grandma Dies adalah film berbahasa Thailand berupa drama keluarga. Berasal dari Negeri Gajah Putih (Thailand), film ini disutradarai dan ditulis oleh Pat Boonnitipat dengan judul Thailand 'Lahn Mah'. Film ini mulai tayang di bioskop Indonesia sejak 15 Mei 2024, -  dibintangi oleh Billkin Putthipong (M), Tontawan Tantivejakul (Mui), Usha Seamkhum (Amah), Pongsatorn Jongwilas (Soei), Sanya Kunakorn (Kiang), Sarinrat Thomas (Chew), dan Himawari Tajiri (Rainbow).

Share:

Monday, June 3, 2024

[Film] Poin Penting dari Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa

Poster Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa di XXI. Dokpri.


Tuhan Izinkan Aku Berdosa adalah film drama Indonesia bergenre religi garapan Sutradara Hanung Bramantyo yang diadaptasi dari novel berjudul "Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!" karya Muhidin Dahlan. Film ini tayang perdana di Jogja Netpac Asia Film Festival (JAFF) di Empire XXI Yogyakarta pada 1 Desember 2023 dan serentak di bioskop Indonesia pada 22 Mei 2024.

Share:

Wednesday, February 7, 2024

Menyingkap Dunia Malam dari Novel Re dan peRempuan

Novel Re dan peRempuan karya Kang Maman Suherman. Dokpri. 2023


       Dunia malam banyak dianggap sebagai dunia yang gemerlap dan menyesatkan bagi kehidupan. Namun, keindahan yang fana dan kenikmatan duniawi yang sesaat ini kian marak dan banyak diminati, padahal sudah jelas ia menjadi celah penghancur kehidupan.

Share:

Saturday, July 29, 2023

Ganjaran Bagi Wanita yang Memasak untuk Suami dan Anaknya

Ilustrasi memasak. Sumber, Tribun Lombok. ist



      Ada banyak hal yang dapat menjadikan seorang wanita itu mulia di sisi Allah swt., salah satunya ialah dengan peran yang dilakukan melalui aktivitas dapur; memasak.

Memasak merupakan salah satu perbuatan mulia, karena buah dari apa yang dimasak akan dirasakan oleh banyak orang. Apalagi jika aktivitas memasak itu dilakukan dengan keikhlasan dan ketulusan, maka akan bertambah keberkahan. Pun demikian jika diringi dengan berdzikir - mengingat Allah dan bershalawat kepada Baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Pernah suatu ketika, Baginda Nabi Muhammad saw., berkunjung ke rumah putrinya; Fatimah Az-Zahra. Kala itu beliau melihat Fatimah sedang menggiling gandum di atas penggilingan dari batu sembari menangis. Rasulullah yang melihat hal itu heran dan bertanya, "Kenapa engkau menangis, wahai putriku?"

Fatimah pun menjawab, "Duhai ayahku, aku menangis karena batu penggilingan ini, juga karena pekerjaan rumah yang berat." -"Bagaimana jika ayah meminta Ali untuk membelikanku seorang budak perempuan yang bisa membantu pekerjaan rumah!"

Rasulullah yang sedari tadi duduk di dekat Fatimah lalu mendekati penggilingan gandum. Beliau mengambil gandum dengan tangannya yang penuh berkah dan meletakkannya di atas penggilingan seraya membaca bismillahirrahmanirrahim. Kemudian atas izin Allah penggilingan itu berputar dengan sendirinya menggiling gandum.  Bahkan, si batu itu bertasbih kepada Allah dengan bahasa yang berbeda-beda. 


Mungkin, anda menyukai ini;

     • Dua Poin Penting Pada Novel Merindu Baginda Nabi karya Kang Abik

     • Terima Kasih Untuk Waktu yang Lupa Aku Syukuri

     • Si Kecil yang Membuatku Cemburu


Ketika dirasa sudah beres menggiling, Baginda Rasul berkata kepada penggilingan itu, "Diamlah engkau dengan izin Allah!" Seketika itu juga batu penggilingan itu diam. Namun, tidak lama dari itu batu penggilingan berkata dengan bahasa Arab yang fasih, "Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan benar sebagai nabi dan rasul, sekiranya engkau memerintahkanku untuk menggiling gandum sebanyak yang ada di Timur dan Barat, niscaya akan aku lakukan semuanya."

Aku telah mendengar dalam kitab Allah firman-nya, "'Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, yang dijaga oleh malaikat yang kuat lagi keras. Dan tidak pernah menyalahi semua perintah Allah yang diberikan kepadanya. Mereka senantiasa melaksanakan perintah-Nya.'  Tentu aku takut akan menjadi batu yang masuk neraka."

Rasulullah saw., menjawab, "Bergembiralah engkau, karen sesungguhnya engkau termasuk batu yang akan menjadi bagian istana Fatimah di surga kelak." Batu itu pun merasa gembira mendengarnya, akhirnya ia pun diam.

Baginda Nabi berkata kepada putrinya, "Wahai Fatimah, sekiranya Allah berkehendak, niscaya batu ini akan berputar sendiri untukmu. Namun, Allah ingin menuliskan kebaikan bagimu, menghapus kejelekan darimu, dan mengangkat derajatmu karena engkau menggiling gandum dengan tanganmu sendiri. Wahai anakku, siapapun wanita yang memasak untuk suami dan anak-anaknya, Allah akan menulis satu kebaikan, menghapus satu keburukan, dan mengangkat satu derajat dari setiap biji yang dimasaknya." 


Buku Tiga Malam Bersama Penghuni Surga. Gambar oleh Pecandu Sastra©2023.ist


Kisah ini diambil dari buku Tiga Malam Bersama Penghuni Surga (3MBPS) karya Fuad Abdurahman yang diterbitkan melalui Rene Islam. Berisi kisah-kisah romantik para sahabat dan sahabiyat dalam kehidupan Baginda Nabi saw.

Masya Allah, begitu mulianya wanita di sisi Allah dengan peran yang ia lakukan. Itu baru dari aktivitas memasak, belum yang lainnya. Subhanallah, indahnya Islam.

Bagi pembaca budiman yang ingin meminang buku 3MPBS, bisa dibeli di toko buku terdekat ya. Beli yang original, jangan yang bajakan. Atau bisa melalui instagram maupun marketplace resmi milik Rene Islam. Masih ada banyak kisah-kisah menarik menggugah jiwa dan menghidupkan cahaya-cahaya keimanan di hati kita.


Baca artikel menarik lainnya;

     • Bagian 1 - Tiga Puluh Jam Bersama Habibana 

     • Puisi-Puisi Disisi, Kekasih, Purnama

     • Dari Niat yang Terealisasi Berkah Wasilah Tawasul Kepada Baginda Nabi SAW dan Para Wali Allah

Share:

Tuesday, March 22, 2022

Belajar Manajemen Keuangan Morgan Housel Lewat Psichology of Money

  

Buku The Psichology of Money karya Morgan Housel. Foto Claudi Natashia. Ist


"Mengelola uang dengan baik tidak ada hubungannya dengan kecerdasan anda, dan lebih banyak berhubungan dengan perilaku anda. Dan perilaku sukar diajarkan, bahkan kepada orang-orang yang sangat cerdas." ~ Morgan Housel.


Perihal uang, kita semua membutuhkannya. Hidup tanpa uang begitu sangat menyakitkan, begitupun hidup dengan kebanyakan uang, juga sangat-sangat menyakitkan, bahkan bisa menjerumuskan kita ke lubang penyesalan terdalam nantinya.

Share:

Wednesday, October 27, 2021

Menyelami Kasih Sayang Rasulullah SAW




Oleh: Disisi Saidi Fatah


    Rasulullah SAW sang pemilik gelar ‘potret kebanggaan umat manusia,’ merupakan manusia paling agung sekaligus kekasih Allah SWT. Di dalam Al-Qur’an Allah memuji keagungan akhlak beliau dalam QS. al-Qalam ayat 4; “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur,” serta memberitahu kita bahwa Ia mengirimkannya (Rasulullah SAW) kepada alam semesta sebagai rahmat dengan prinsip dan asas-asas yang akan mengeluarkan umat manusia dari kegelapan kufur dan syirik.

    Sebagaimana dijelaskan dalam QS. al-Baqarah ayat 151, “Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui." Serta menunjuki mereka menuju jalan kebahagiaan; baik di dunia maupun di akhirat. “Sungguh, Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan engkau tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka." (QS. al-Baqarah ayat 119).

Share:

Meneladani Sosok Rahmah ‘Perempuan yang Mendahului Zaman’

Buku 'Perempuan yang Mendahului Zaman' karya Jasmi Khairul. Foto Disisi Saidi Fatah. Istimewa



Oleh: Disisi Saidi Fatah


    Rahmah El Yunusiyyah merupakan wanita berdarah Minangkabau yang lahir dari rahim uminya; bernama Rafiah dan Buyanya seorang Syekh Muhammad Yunus al-Qadi, seorang ulama di Padang Panjang. Ia lahir pada Sabtu, 29 Desember 1900. Ia tumbuh menjadi anak yang sehat dan lincah. Dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan dididik dengan suasana Islami serta adat istiadat Minangkabau. Pada usia enam tahun, buyanya berpulang menghadap sang ilahi. Ulama hebat itu pergi untuk selama-lamanya.

Share:

Friday, September 24, 2021

Menjaga Eksistensi Pergerakan PMII Melalui Budaya Literasi



Oleh: Disisi Saidi Fatah


Memikirkan keberlangsungan masa depan organisasi, menyampaikan unek-unek dan kegelisahan serta menggambar konsepsi melalui tulisan. Begitulah seharusnya watak dan ciri kader pergerakan. Mengamalkan salah satu trilogi PMII tentang Pikir. Salah satu indikator manusia mampu "benar-benar" berpikir adalah menulis. 

Menulis apapun merupakan wujud kemampuan kita menjadi seorang manusia, apalagi tulisan kita bermanfaat untuk khalayak luas. Inilah salah satu poin penting yang tertuang dalam halaman xi buku dengan judul Kaderisasi, Eksistensi, dan Jati Diri PMII. Buku ini merupakan gagasan sembilan kader PMII dari berbagai daerah yang dituangkan dalam bentuk karya sastra bunga rampai pada Juli 2020 lalu.  

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive