Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Saturday, December 16, 2017

KOPI PAGI

"Aku sudah tak biasa lagi dengan kemanisan itu
Yang selalu membuat tubuhku tak berdaya
Sama dengan halnya mereka,
Yang selalu berbicara manis di depan mata
Namun faktanya membuat luka"

"KOPI PAGI"

OLEH : DISISI SAIDI FATAH




Pagi ini kumulai menggerakkan jari
Mengotak-atik keyboard ponsel
Dengan segelas kopi hitam
Yang manisnya begitu melekat

Tadi ku memesan segelas kopi
Tanpa pemanis sedikitpun
Namun, kau mengira aku bercanda
Sehingga pemanis yang tadinya tak aku pesan
Tetap kau ceburkan kedalam kopi pesananku

Semenjak saat itu,
Aku sudah tak biasa lagi dengan kemanisan itu
Yang selalu membuat tubuhku tak berdaya
Sama dengan halnya mereka,
Yang selalu berbicara manis di depan mata
Namun faktanya membuat luka

Sejak saat itulah,
Aku tak percaya lagi akan manis nya
Terkadang aku lebih menyukai pahit
Yang selalu memberikan kesan tersendiri

Tidak selamanya manis
Memberikan kenyamanan
Tidak semua pahit itu menyimpan luka dan duka

Way Kanan, 16 Desember 2017
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels