Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Search Bar

Kata Hati

“Kata Hati”


Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 11


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan kesepuluh........ Untuk membaca tulisan kesepuluh, silahkan klik >>> Ikhlas....."



NB : Tulisan ini dibuat sebagai bahan bacaan. terinspirasi dari kisah nyata yang diangkat dalam novel persahabatan dan persaudaraan. Agar setiap tulisan yang dibaca memiliki kesinambungan, maka diharapkan untuk selalu update dan membaca kisah selanjutnya, pada judul-judul selanjutnya. Saya ucapkan terima kasih, untuk semua yang sudah mampir. Harapan saya semua membantu share, dan memberi kritik, saran, serta masukan yang membangun. suwun.


follow instagram : @pecandusastra96

Twitter : @pecandusastra96

Email : disisisf.bpun@gmail.com 

Share:

Ikhlas

Dakwatuna.com - Mei 2008 | Ist

“Ikhlas”

 

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 10


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan kesembilan........ Untuk membaca tulisan kesembilan, silahkan klik >>> Buah Penantian....."

Share:

Buah Penantian


“Buah Penantian”

 

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 9


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan kedelapan........ Untuk membaca tulisan kedelapan, silahkan klik >>> Tantangan....."

Share:

Tantangan


“Tantangan”


 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 8


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan ketujuh........ Untuk membaca tulisan ketujuh, silahkan klik >>> Titik Temu....."

Share:

Titik Temu


Titik Temu

 

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 7


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan keenam........ Untuk membaca tulisan keenam, silahkan klik >>> Doktrin Jahat....."

Share:

Aktivis Jalanan

Foto diambil ketika PMII Kab.Way Kanan - Lampung mengadakan aksi sosial penggalangan dana bagi korban gempa di Palu dan Donggala. 2018. Ist


Aktivis Jalanan
Oleh : Disisi Saidi Fatah (@pecandusastra96) Kader PMII Komisariat STAI AL MA'ARIF WAY KANAN, LAMPUNG

"Maha karya, sebagai wujud cinta kepada kaum pergerakan. Puisi ini ditulis sebagai hadiah di Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-60 Tahun 2020. Syair indah ini pula diikutsertakan dalam lomba cipta puisi tingkat Kab.Way Kanan dalam rangka peringatan harlah PMII ke 60 yang diselenggarakan oleh PC PMII setempat"


Balutan biru dan kuning
Menjadi catatan sejarah langkah dan perjuangan
Waktu merekam atas segala lelah dan keringat yang tertuang

Biarlah. Jangan kau risau atas persepsi buruk yang mereka lekatkan padamu
Teruslah berbuat, menebar kemaslahatan bagi umat
Lanjutkan langkah catatan perjuangan demi terciptanya kejujuran dan kemanusiaan

Apalah arti perjuangan
Jika hanya sebatas mencari pujian
Apalah arti pergerakan 
Jika hanya sebatas seremonial semata

Laksana biru nya lautan
Perdalamlah ilmu pengetahuan dan wawasan
Luas membentang dalam satu ikatan
Bersatu, bahu membahu, tanpa memandang bulu
Tinggi budi pekerti
Taqwa pada yang esa

Hadirlah
Sebagaimana kuningmu
Bergerak dengan semangat selalu berkobar
Menyala penuh harapan, menyongsong masa depan

Bandar Jaya, 1404202


#puisi #sajak #kemanusiaan #sahabatpergerakan #sahabat #PMII #HarlahPMII #harlahpmii2020 #PMIIWayKanan #pergerakan #mahasiswa #lampung cc @kopriwaykanan_official
Share:

Doktrin Jahat


Doktrin Jahat

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 6


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan kelima........ Untuk membaca tulisan kelima, silahkan klik >>> Salah Paham....."

Share:

Salah Paham

Sumber : inilah.com | Ist

”Salah Paham”

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 5


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan keempat........ Untuk membaca tulisan keempat, silahkan klik >>> Ahad....."

Share:

Ahad

”Ahad”

 

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 4


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan ketiga........ Untuk membaca tulisan ketiga, silahkan klik >>> Majelis....."

Share:

Majelis


”Majelis”

 

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 3


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan kedua........ Untuk membaca tulisan kedua, silahkan klik >>> Hari-Hari Sepi!"

Share:

Hari-Hari Sepi


“Hari-Hari Sepi”
Share:

Bunda, Haruskah Berpisah

“Bunda, Haruskah Berpisah”
Oleh : Senja Jingga Purnama
Bintang Untuk Noah Part 1

Share:

Move On Membawa Berkah

Wallpaper Cape. Ist



Penggalan kisah yang termuat dalam buku bersama "Setiap Kata Adalah Do'a" Penulis Muda Indonesia.


Oleh  : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)


            Tidak pernah ada dalam mimpiku untuk pergi jauh dari orang-orang kesayangan, terutama kedua orang tua dan keluarga.  Tidak pernah ada dalam bayangan jika aku akan sampai disini, di tanah rantau pada negeri orang. Bukankah aku adalah orang yang tidak bisa untuk jauh dari mama?
Share:

Berawal Dari Optimis Bisa

Pixabay. Ist



       Cerita kedua yang termuat dalam buku "Setiap Kata Adalah Do'a" Karya Penulis Muda Indonesia 

Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)


            Semua berasal dari sebuah kata, yang secara perlahan tumbuh pada alam bawah sadar dan merubah pikiran dan perasaan. Aku tidak tahu bagaimana proses berlangsungnya, yang jelas semua berasal dari sugesti yang positif, ya begitulah orang-orang besar mengatakan.
Share:

Kemenangan Tak Sekedar Hari Raya



Oleh : Disisi Saidi Fatah
Share:

Essai : Kartini Dimata Pemuda


Oleh : Disisi Saidi Fatah



            Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat Raden Ayu Kartini (R.A Kartini) merupakan sosok wanita pribumi dari keturunan bangsawan, anak ke lima dari sebelas bersaudara yang lahir di Jepara, pada 21 April 1879. Seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia, yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan pribumi. Wanita yang sangat antusias dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
            Namun sayang, sebab keharusan orang tua, Kartini hanya boleh menimba ilmu hanya sampai sekolah dasar saja, sebab ia harus di pingit. Kartini merupakan wanita yang sangat gemar membaca dan menulis, oleh sebab itu dan tekad bulad untuk mencapai cita-citanya. Ia mulai mengambangkan bakat dan ilmunya dengan belajar menulis dan membaca bersama teman sesama perempuan nya. Saat itu juga ia belajar bahasa Belanda, berkat itu ia mulai belajar sendiri dirumah dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Dari situlah timbul keinginnannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

            Oleh orang tuanya, Kartini dijodohkan dengan Bupati Rembang yakni; K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Perjuangan Kartini tidak berhenti disitu saja, beruntung Kartini memiliki suami yang selalu mendukung akan cita-citanya untuk memperjuangkan pendidikan dan martabat kaum perempuan. Sebab mengerti akan keinginan Kartini, K.R.M Adipati (suaminya) memberikan kebebasan dan dukungan untuk mendirikan sekolah wanita disebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang, atau sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.
            R.A Kartini adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri dihati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, ia mampu menggugah kaumnya dari terbelunggu diskriminasi.



Kartini Dimata Pemuda

            Kartini adalah seorang wanita biasa yang memiliki karier luar biasa pada masanya, bahkan sampai saat ini masih tertinggal jerih payah dan perjuangannya. Ia adalah wanita yang pemberani dalam memperjuangkan kesetaraan dan derajat wanita atau yang lebih sering kita kenal dengan perjuangan emansipasi wanita.
            Dengan pena ia menuliskan surat-surat yang bertujuan untuk membuka pikiran bangsa Indonesia, bahwa seorang perempuan layak menyandang pendidikan tinggi, seorang wanita seharusnya tidak wajib dinikahkan pada usia belia, yang pada dasarnya mengecap bangku pendidikan yang sepadan dengan usianya. Wanita berhak berkarir tinggi, wanita juga berhak mendapatkan kebebasan dan kesamaan baik dalam kehidupan maupun dimata hukum.
            Alhamduillah, dari perjuangan beliau yang hanya dengan sebuah pena dan kertas, ia mampu membuat wanita Indonesia mendapatkan kebebasan untuk berpendidikan dan berkarir tinggi. Ia juga sosok yang menginspirasi banyak wanita untuk lebih peduli terhadap pendidikan, membangkitkan semangat dalam menuntut ilmu, dan memberikan pandangan yang luas pada dunia bahwa perempuan mampu menjadi promotor.



Teruntuk Wanita-Wanita Nusantara

            Seorang wanita harus berpikiran luas sebagaimana R.A Kartini, beliau memberikan peluang untuk wanita Indonesia guna mempertahankan martabatnya sendiri. Sebagai wanita yang menghargai perjuangan, kita harus cerdas apalagi wanita-wanita dalam generasi milenial.  Sebab generasi milenial memiliki pandangan dan pola pikir yang luas.
            Pada dasarnya wanita itu istimewa, ia membawa kehormatan dan martabat bagi keluarga. Sudah seharusnya generasi sekarang bisa untuk lebih serius lagi dalam hal belajar. Sebab masih sangat sulit bagi beberapa orang untuk mengenyam pendidikan dibangku sekolah.  Jika kita diberikan kebebasan dalam hal belajar, maka belajarlah dengan sungguh-sungguh dan jika kita diberikan kebebasan dalam hal bekerja, maka bekerjalah dengan sebaik mungkin. Yang paling penting adalah hal dalam bergaul, kita boleh mencari teman sebanyak-banyaknya selagi ia memberikan hal yang positif. Jagalah apa yang ada pada diri kita tanpa harus merusaknya.

            Teruntuk wanita-wanita diseluruh penjuru dunia, terkhususnya Indonesiaku. Aku tahu setinggi apapun pendidikan seorang wanita. Tetap ia akan berakhir dalam ranah keluarga dan menjadi seorang ibu rumah tangga, namun jangan jadikan hal tersebut sebuah alasan untuk berhenti mencari ilmu, ketahuilah generasi cerdas itu terlahir dari orangtua yang cerdas.
Berpendidikanlah setinggi yang bisa kita gapai, jadilah wanita yang cerdas sekalipun berpofesi sebagai seorang ibu rumah tangga. Sebab wanita harus memiliki pengetahuan yang tinggi setidaknya ia bisa mendidik dan memberi pengetahuan pada anak-anaknya. Namun jika kita berhenti mencari ilmu, lantas apa yang akan kita berikan untuk anak kita nanti?
            Teruntuk wanita-wanita penyandang disabilitas ataupun wanita-wanita yang sedang berjuang diluar sana dalam melawan penyakit yang tak kunjung sembuh. Kuatlah, sebab engkau adalah wanita yang kuat, teruslah berjuang untuk masa depan. Penyakit bukanlah sebuah alasan untuk menunda kesuksesan dan penghalang untuk  terus mengenyam ilmu pendidikan. Teruslah tersenyum menebar kebaikan, raihlah ilmu dimana dan kapanpu itu, sebagaimana pesan ibu kita Kartini dalam filosofinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Percayalah setelah sakit akan ada kesenangan, badai pasti akan berlalu dan setalah badai berlalu akan muncul pelangi yang indah dilangit jingga. Dan setelah kegelapan akan ada cahaya yang bersinar dengan terang benderang.

Share:

Islam Nusantara Bukanlah Sebuah Kepercayaan Baru



Oleh : Senja Jingga Purnama 
Instagram : @pecandusastra96


"Pernahkan kita beristighfar dalam hati? Jika pernah, selamat saya ucapkan, sebab disaat kita membaca istighfar dalam hati maka disaat itu pula Allah telah melihat hati kita. Mari bersihkan hati kita dari segala keburukan, terutama berburuk sangka. Yang kita anggap benar, belum pasti benar kebenarannya dihadapan Allah. Begitupun sebaliknya, apa yang kita anggap salah, belum tentu salah dihadapan Allah. Sebab kebenaran hanya milik Allah semata"

Share:

Lihatlah!

Berikut adalah puisi-puisi karya Senja Jingga Purnama (SJPurnama) @pecandusastra96



Lihatlah

Lihatlah!
Bulan yang bersinar terang malam ini
Langit membiru kelam menemaninya

Secangkir kopi
Menemani malamku menikmati sinar rembulan itu
Menyambangi kenangan yang terukir indah dalam memori
Masihkah kau ingat masa itu?

Kau tersenyum menatapku
Kita bersua menghabiskan malam, bercengkrama
Hingga larut malam, angin menusuk sampai tulang berulang
Barulah kita memejamkan mata dengan selimut cinta
Yah. Mungkin semua hanya tinggal memori usang
Yang menjadi kenangan


                Bumi Ramik Ragom, 12 November 2019



Penantian Panjang

Tak lama lagi panantian panjang akan segera usai
Debu jalanan juga musim gugur akan tergantikan
Kerutan pada bibir dan kening itu
Kupastikan segera berakhir dengan senyum merekah penuh bahagia

Benih yang kau tanam pada rahim wanita yang kau sayang
Akan segera tumbuh subur, berpijak pada tanahnya tuhan
Akan terhiasi warna-warni hari oleh sang buah hati
Tak lagi ada kegelisahan, kesedihan, juga kesendirian

Lihatlah!
Terik panas matahari mulai surut
Awan menggumpal menjelma hujan, mengiringi isak tangis sang buah hati
Menyambut tamu dari sang ilahi

Kelak malaikat kecil itu yang akan menjadi penolongmu
Sebagai lentera penembus kegelapan
Penghancur kedzaliman
Penegak kebenaran



                    Lampung, 06 November 2019




Sandiwara Apa?

Mungkin sikapmu bisa kau manupulasi
Tutur bahasamu yang seolah tak senang terhadap diriku
Namun kau tak akan pernah mampu
Untuk membohongi segenap rasa yang sudah kau tanamkan dalam hati kecilmu

Aku tahu kau cinta
Hanya saja kau pura-pura tak suka
Sudahlah sudahi saja sandiwara
Jujur saja atas segala rasa


                    Bumi Ramik Ragom, 8 Oktober 2019

Share:

Aku Heran


Aku heran akhir ini banyak sekali orang-orang yang mengatasnamakan agama
Tapi mereka lupa bahkan sama sekali tak tahu apa makna yang terkandung di dalamnya

Teriak takbir secara lantang
Tapi lupa makna dari takbir itu sendiri
Allahuakbar Allahuakbar
Tapi malas-malasan ketika Allahuakbar itu dikumandangkan

Allahuakbar Allahuakbar
Laailahaillallah
Yang tidur semakin nyenyak
Yang cari nafkah semakin lalai, dengan dalil lelah, cape dan sebagainya

Tanpa ragu dengan lantang mengucapkan Laailahaillallah
Dengan dalil jihad fii Sabilillah
Tapi lupa makna Laailahaillallah itu seperti apa?
Sholat sering lupa, puasa malas-malasan, shodaqoh apalagi!

Lalu jihad seperti apa yang kau namakan
Jihad atas siapa?

Aku heran
Sangatlah heran

Bumi Ramik Ragom, 23 Juli 2019

Sumber : NU Lampung Online
_________________________________________________
Disisi Saidi Fatah merupakan pria berdarah Lampung yang hobi membaca dan berpuisi. Pria penyuka warna biru ini menghabiskan waktunya bersama organisasi; ia aktif di berbagai organisasi kepemudaan. Diantaranya; Ikatan Pelajaran Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Way Kanan, dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Way Kanan. Kenal dunia literasi sejak tahun 2016 dan hobi menulis puisi sejak patah hati.
Share:

Optimis Pada Mimpi | Puisi-Puisi Disisi

Dokumen di Candi Prambanan Yogyakarta@2017



Optimis Pada Mimpi


Allah menciptakan mahluk-nya dengan sempurna
Tak ada mahluk ciptaan-nya yang salah tercipta
Begitu pula dengan cobaan yang ia berikan
Semua tak melebihi batas kemampuan seorang hamba

Jangan kaget, ketika kita diberikan cobaan oleh-nya
Inilah kehidupan penuh cobaan dan rintangan
Janganlah berlarut dalam kesedihan dan keterpurukan
Kehidupan diluar sana menantikan kebangkitan kita
Teruslah berbuat kebaikan dan bergerak
Sebab Allah tak suka hamba yang banyak mengeluh dan mengeluh saja

Tetap optimis pada mimpi-mimpi dan kerja keras kita
Jangan pernah pesimis selagi baik dihadapan-nya
Ingat, setiap cobaan yang diberikan olehnya
Ada hikmah dan pelajaran untuk semua
Yakinlah sinar surya akan kau dapatkan pada waktunya


                Nusantara, 18 Februari 2018



Hidup Bukan Pada Sugesti Negatif


Jika hidup adalah proses menuju kebaikan
Sudah wajar apabila banyak godaan dan rintangan
Sebab proses tak selamanya indah kawan

Proses itu panjang
Proses itulah yang akan menentukan kita kedepan
Seberapa besar kesabaran kita
Dan seberapa tulus kita berada dijalan itu sendiri

Orang sekitar kita, tak semuanya baik
Tidak juga semuanya mendukung
Terhadap apa yang kita jalani
Oleh sebab itu, kesabaran dan keimanan sangat diperlukan

Teruslah melangkah, mengikuti alur proses kebaikan
Tak usah hiraukan sugesti-sugesti negatif dari mereka
Yang tak pernah suka dan tak rela melihat giat kita
Biarkan sugesti negatif mereka makan dengan sendirinya


            Nusantara, 13 Februari 2018



Teruslah Melangkah


Wahai sang pencerah
Teruslah melangkah
Jangan pernah menyerah
Dan pabila kau lelah, istiharatlah

Janganlah putus asa,
Terhadap yang telah tuhanmu berikan
Syukuri dengan hati tulus setiap detak napas
Teruslah melangkah
Gapailah asa yang telah lama kau impikan

Sebab, hanya kaki yang akan berjalan lebih banyak dari biasanya
Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasa nya
Mata yang akan menatap lebih lama
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas
Lapisan tekat yang ribuan kali lebih kuat dari baja
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasa nya
Serta mulut yang tak henti berdoa
Berharap, kejaiban dari nya
Sang kholik kita semua



                Way Kanan, 07 Februari 2018


Share:

Bait-Bait Puisi

Gambar hanya sebagi pemanis belaka. Senja Jingga Purnama. Dok Pribadi. 2018. Ist

Oleh : Disisi Saidi Fatah | Senja Jingga Purnama
Instagram : @pecandusastra96


Menjadikanmu aktor utama dalam setiap bait puisi
Adalah kebiasaan yang sedangku alami
Berlama-lama bermain dengan kata, rima dan nada yang mengajakku menari-nari dengan bayang semu
Melukiskan indah senyum pada bibir mungilmu
Senyuman yang kerap kali menjadi kobar semangat bagiku
Binar bening tatap matamu, menjadikanku untuk selalu menetap dan berpaling pada yang lain
Teduh wajahmu adalah sebagian bahagia yang kupunya

Luka dalam setiap baitku
Adalah luka yang tak mampu ku bagi denganmu
Luka sebab rindu untuk bersua, yang terpisahkan oleh waktunya kita
Luka untuk saling bertatap muka, yang terpisahkan jarak antar kita

Setiap bait bait tertulis
Aku berusaha untuk tidak menghakimimu
Sebab aku tahu, setiap kata terucap adalah doa
Yang akan menjadi nyata pada masanya



                        Bumi Ramik Ragom, 05 Nov 2019
Share:

Usai Pada Kata Pisah

“Usai Pada Kata Pisah”



By : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)
Share:

Klaim Kuota Gratis Cuma-Cuma, Benarkah?

Contoh tampilan hoax kuota gratis 


Menyikapi anjuran pemerintah, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan sebutan virus corona, untuk mengisolasi diri dirumah alias dirumah aja.  Pemerintah saat ini tengah menggalakan agar masyarakat indonesia tidak melalukan aktivitas diluar ruangan jika tidak dalam keadaan mendesak. Kecuali bagi mereka yang memang benar harus berkegiatan diluar rumah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Namun bagi mereka yang dapat bekerja di dalam ruangan, untuk sementara waktu agar tetap dirumah melakukan aktivitas seperti biasanya.

Tidak hanya itu, kegiatan belajar mengajar-pun dihentikan sementara waktu. Ada beberapa sekolah maupun instansi juga perguruan tinggi yang masih melalukan proses KBM itu, yakni melalui sistem daring alias online dengan jaringan internet. Hal ini menjadi dua berita; baik dan buruk. Kabar baiknya, para pedagang pulsa/kuota internet alias yang punya konter bakalan di banjir pelanggan, percaya atau tidak hal itu pasti akan terjadi. Dan kabar buruknya, baik orang tua, siswa/pelajar, maupun mahasiswa mau enggak mau harus merogoh kocek alias mengeluarkan uang pastinya untuk beli kuota agar kegiatan belajar mengajar sistem daring berjalan dengan baik dan lancar. 
Hal demikian banyak di manfaatkan oleh oknum. Banyak sekali situs-situs yang menyatakan akan memberikan kuota internet secara gratis, dari skala kecil bahkan hingga yang wah (skala sangat besar), bisa mencapai ratusan Gigabyte (GB). Dengan cara login ke situs yang diberikan, lalu mengikuti instruksi yang muncul pada layar telepon. Setelah itu, pengunjung akan di arahkan ke sebuah plat prom untuk share atau membagikan konten ke teman-temannya. Yang paling banyak ialah melalui pesan singkat; WhatsApp. Gampang kan? 

Siapa sih yang mau menolak kuota gratis, apalagi sebanyak itu? Apalagi di tengah wabah virus Corona seperti ini. Bagi orang yang sudah paham, dan memiliki pengetahuan serta pengalaman yang baik, mereka akan teliti terlebih dahulu. Yang menjadi masalahnya ialah anak-anak muda serta mereka yang masih awam dan baru-baru mengenal teknologi.
Tahukah kamu, jika hal-hal semacam itu termasuk dalam berita bohong alias hoax? Mengapa demikian? Sebab dari cara mengklaim kuota saja diwajibkan untuk merepost alias ikut serta menyebarluaskan konten tersebut. Setelah kita membagikan konten, kuota internet tidak kita dapatkan bukan! 

Berbahaya enggak sih?

Bagi saya pribadi, cukup berbahaya. Sebab dengan kita ikut akses ke website tersebut,  maka secara otomatis data kita masuk kedalam database mereka. Bisa saja data-data itu mereka guna secara tidak bertanggung jawab. Dan yang lebih berbahaya lagi, jika website tersebut memiliki virus. Hal ini sangat berbahaya bagi telepon milik kita, virus ini bisa merusak segala elemen telepon, juga bisa mengakses segala bentuk informasi yang masuk dalam telepon kita.

Sangat berbahaya kan? 
Nah maka dari itu, mulai sekarang stop membagikan konten-konten hoax alias berita bohong. Selain tidak ada manfaat, juga sangat berbahaya. Jaman sekarang tidak ada yang gartisan secara cuma-cuma, apalagi kuota internet yang mencapai ratusan gigabyte. Mimpi kali. 
Kalau mau kuota ya beli, minta orang tua, kerja cari duit atau numpang Wi-Fi tetangga atau teman yang baik. Jangan lagi ya ikut menyebarkan hoax.
Share:

Hikmah | Bersedekah Dengan Cara Bersedekah


Yuk simak videonya. Insya Allah ada hikmah yang dapat kita petik.


Pembeli ke-1 membeli 8 roti, tetapi mengambil hanya 4 saja, sementara 4 lainnya diamanahkan kepada penjual untuk disedekahkan kepada yang memerlukan.


Penjual menjaga amanah tersebut, memisahkan antara hak pribadi dengan hak orang lain. 


Si miskin datang memohon dengan sopan barangkali ada bagian rizkinya disini.


Penjual memberi 4 roti tadi. Tetapi, si miskin mengembalikan 2 roti agar tidak mengambil hak fakir-miskin yang lain kerana dia hanya mengambil sekadar keperluannya saja. Dia mungkin miskin harta, tetapi kaya budi-pekerti, orang tuanya dahulu mendidiknya dengan benar. 


Perhatikan betapa santunnya pelayanan si pria penjual dengan wanita miskin itu.


Demikian pula, Pembeli ke-2 membeli 4 roti tetapi hanya mengambil 2 roti saja. 2 roti lainnya diniatkan sedekah untuk fakir atau miskin atau yang memerlukan. Dia tidak sekaya pembeli pertama yang mampu membeli banyak, tapi sedekahnya sama separuh.


Kebaikan hati itu sifat rohaniah, bukan pada banyaknya harta-benda yg disedekahkan.

Nabi S.A.W bersabda:
"Tidak sempurna iman seseorang yang berada dalam kekenyangan sedangkan tetangganya dalam keadaan lapar".

Pelajaran Indah:
Si kaya tidak pelit, si miskin tidak tamak, si penjual tidak khianat.

Ya Allah, bimbnglah kami agar bisa berbagi kepada yg membutuhkan...
Share:

Zakat, Covid-19, dan Teriakan Kaum Papa

LazisNU Jateng. Ist



Oleh : Miftahus Surur, M.Si
Wakil Ketua PW LazizNU Provinsi Lampung

Sumber : WhatsApp Grub



Kurang lebih empat bulan Covid-19 melanda negeri ini. Dampaknya pun kian terasa; perekonomian mulai surut, pelayanan publik tampak carut-marut, dan berbagai kegiatan sosial pun terlihat kalang-kabut. 

Masyarakat kota yang mulai kehilangan asupan penghasilan pun mulai terlihat pulang ke desa. Sementara masyarakat desa pun mulai limbung karena tidak mudah menjual hasil panen mereka. Kini, bukan hanya Indonesia, dunia pun ramai-ramai berkeluh kesah.

Dari sekian banyak pihak yang berteriak, terdapat satu golongan yang sangat merasakan dampak dari deraan Covid-19 ini, yaitu mereka yang berada pada garis kemiskinan atau dibawah itu. Jika biasanya mereka harus bekerja untuk mencari penghidupan, kini untuk sekedar bekerja pun sulit dikarenakan lapangan kerjanya semakin menyusut. 

Di kota-kota besar, para buruh atau pekerja serabutan lain yang berpenghasilan pas-pasan mulai merasakan kecemasan akibat potensi hilangnya _income_. Lalu di pedesaan, tidak sedikit para petani gurem yang bingung menyiasati penjualan hasil panen ketika para pembelinyapun tidak dapat diprediksi. 

Belum lagi ditambah dengan adanya kenyataan bahwa para tengkulak yang enggan mengambil barang dagangan karena khawatir dan takut terserang Covid-19 jika harus keluar rumah.

Di tengah-tengah situasi serba galau seperti ini mulai muncul seruan-seruan di berbagai media agar kita dapat saling bantu membantu meringankan beban saudara se tanah air. Dimana-mana berhembus optimisme, semangat, dan harmoni. Bencana atau wabah yang melanda ini tak perlu pula digugat, juga tak perlu ada kemarahan. Tokh kita semua sadar bahwa keadaan seperti ini tak dapat ditolak. 

Yang paling penting untuk saat ini adalah membangun kebersamaan – sampai titik darah penghabisan – untuk saling peluk dan memberikan apa yang kita miliki untuk meringankan beban sesama.

Dalam konteks ini, Islam memiliki perangkat yang sangat ampuh, yaitu zakat. Salah satu pilar Islam ini tampaknya harus diposisikan pada ranah itu, yaitu ranah pembantuan dan kebersamaan. 

Petuah bahwa “didalam harta kita terdapat hak orang lain” tak tepat lagi di pajang di buku-buku khutbah, melainkan harus dimunculkan dalam laku keseharian. Zakat dan juga infaq serta shadaqah sudah pada gilirannya mengambil peran membebaskan yang lemah dan mengangkat yang sedang lunglai. 

Ragam kajian dan hasil penelitian tentang zakat di Indonesia selalu memaparkan sisi yang menggembirakan bahwa potensi zakat kita mampu menembus angka 200 trilyun per tahun. Ah, tampaknya terlalu indah gambaran itu. Tak usahlah terlalu jauh. Cukup kita galang keyakinan bahwa harta yang kita miliki tidak akan membawa berkah jika ditumpuk, dimakan dan dinikmati sendiri. 

Seperti orang yang sedang bersantap, kebersamaan di meja makan akan selalu lebih indah dan memuaskan tinimbang menyuapkan nasi ke mulut sendiri tanpa ada yang menemani.

Itulah hakikat zakat. Rukun Islam yang satu ini tampak dengan sengaja diluncurkan oleh Allah swt untuk menjadi katup penyelamat bagi masyarakat sekaligus mengikis sikap “pleonoxia”, yaitu suatu penyakit kejiwaan yang membuat seseorang selalu ingin lebih dan lebih lagi. 

Kita harus menjatuhkan diri pada posisi sebagai ‘kaum papa, kaum tak berpunya’, sehingga dengan itu kita tidak lagi memantik rasa sayang yang berlebihan terhadap benda-benda duniawi yang kita miliki.

Ayo tunaikan zakatmu kawan! Jangan biarkan harta yang kita tumpuk akan menggerogoti dan melenyapkan rahmat Allah swt. Bukankah kita semua mengerti bahwa yang terpenting dari adanya harta bukan pada banyaknya, melainkan pada keberkahannya? 

Dan ingatkah kita bahwa ibadah pribadi (individual) seberapapun hebatnya tidak akan membuat Allah swt tercengang? Justru sebaliknya, Allah swt akan melimpahkan kasih-sayang-Nya sejauh kita juga menghamparkan kasih sayang kita untuk sesama. 

Sesaat lagi memasuki bulan Ramadhan, kawan. Jangan biarkan saudara kita, kawan kita, atau tetangga kita larut dalam kesedihan, ratap, dan hanya mampu menatap jajanan serta lauk-pauk yang dipajang di pinggir pasar, sementara kita begitu asyik menumpuk ragam menu makanan di atas meja sebagai santapan sahur dan berbuka. Jadikan zakatmu sebagai kebahagiaan dan senyum saudaramu!!


Share:

Jika Sudah Tiba Saatnya | Hikmah Mutiara

TransIndonesia. Ist



Oleh : Insan Tuhan
From : WhatsApp Groub
Share:

Masihkah Cinta di Wayka | Sajak-Sajak di Awal April

Puisi-Puisi Senja Jingga Purnama/Disisi Saidi Fatah | Terbaru, April 2020
Disisi Saidi Fatah.Dokumen Pribadi.Ist
Dokumen Pribadi.2019.Ist


Sampai Batas Ini

Sampai batas ini aku memahami
Jika impian untuk menggapai bahagia bersamamu hanyalah ilusi
Cerita fiktif penuh dengan imaji
Akhir kata ini, aku pamit permisi
Semoga Tuhan memberi yang lebih baik lagi

Nusantara, 05042020
Share:

Sinopsis Bintang Untuk Noah

“BINTANG UNTUK NOAH”

Senja Jingga Purnama

@pecandusastra96

 

Sinopsis :

 

          Noah, merupakan seorang siswa baru di Yayasan Permata, ia adalah putra kedua dari Bu Aisyah. Satu-satunya pengharapan dari sang Bunda dan keluarga, bagi sang bunda ia adalah permata. Noah anak yang cukup aktif dan cerdas, akan tetapi sebab faktor lingkungan dan pergaulan yang membuat ia berubah menjadi sedikit nakal, suka bolos sekolah. Namun ia tidak pernah melawan sang bunda.

 

Noah, anak yatim yang di tinggal pergi sang ayah sejak ia menduduki bangku taman kanak-kanak. Hingga tiga tahun setelahnya, sang Bunda berjumpa dan memutuskan untuk menikah dengan Pak Prabu. Pak Prabu sangat sayang dengan Noah, ia berusaha menyayangi Noah sebagaimana anaknya sendiri.

 

Usai, menduduki bangku sekoah dasar. Bunda Aisyah dan Ayah Prabu memutuskan untuk mengirim Noah ke salah satu yayasan, menimba disekolah yang berlatar belakang agama. Selain ingin merubah Noah untuk menjadi lebih baik, mereka juga ingin agar Noah memahami agama dengan baik.

          Satu bulan tinggal di yayasan, Noah merasa semua serba asing. Dunianya begitu cepat berubah. Ia sering menyepi bahkan terkadang menangis, ia ingin pulang dan kembali dengan keluarga. Namun sayang semua hal itu tidak akan pernah mampu terjadi olehnya. Hingga suatu malam ia dipertemukan dengan seorang staff di madrasah nya dan menjadikannya akrab serta membantunya merubah sikap dan kepribadian yang lebih baik.

 

Tokoh :

1.     Noah

2.    Bunda Aisyah

3.    Ayah Prabu

4.    Purnama (Staff Madrasah Permata)

5.    Rayyan (Sahabat Purnama)

6.    Adin (Sahabat Purnama)

7.    Ega (Ketua kamar D)

8.    Ridwan (Adek angkat Purnama yg jahat)

9.    Wawan, Aly, Maulana (Teman akrab se-geng Noah)

10.  Ust. Habiburrahman (Pimpinan Yayasan)

11.   Pak Ibrahim (Kepala Madrasah)

12.  Aby Ilham (Paman Noah)

13.  Om Hasan (Om Noah)

14.  Mutiara (Teman Perempuan Purnama)

15.  Intan (Kerabat Purnama)

 

 

Latar Tempat :

1.     Rumah Noah

2.    Yayasan Permata


Share:

Latest in Tech

BTemplates.com

blogger-disqus-facebook
Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive