Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Showing posts with label lyfe. Show all posts
Showing posts with label lyfe. Show all posts

Monday, April 6, 2026

Tentang Hati yang Terbelah dan Rindu yang Belum Tuntas

Dermaga saksi bisu langkah kaki yang kembali mengembara, membawa rindu yang belum tuntas di balik birunya laut. (Sumber: Dokumentasi Pribadi/Disisi)


 Duduklah sejenak, kawan. Ambil napas dalam-dalam sebelum jemarimu kembali menari di atas papan ketik atau menggenggam kemudi di tengah riuh rendah klakson kota. Apakah hari ini punggungmu sudah mulai terasa penat oleh tumpukan berkas? Ataukah kakimu sudah kembali akrab dengan aspal panas dan sesaknya gerbong kereta yang seolah tak pernah tidur?

Share:

Tuesday, February 17, 2026

Tawaqufan, Ramadan, dan Air Mata Syukur

Di lingkar majelis sederhana ini, nasihat mengalir pelan, menguatkan hati yang ingin pulang pada kebaikan. - Kenangan 7 hari wafat istrinya sahabat majelis - Mas Joko di Citeureup. (Dokpri/Disisi).


 Malam Ahad itu, aspal jalanan menuju Kampung Nameng, Desa Bantar Kuning, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, terasa seperti bentangan sajadah yang panjang. Namun ada yang berbeda kali ini. Aku tidak duduk di depan, melainkan di jok belakang motor milik Abah.

Share:

Monday, September 22, 2025

Mengabadikan Moment Bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

Momen foto bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. (Dokpri/Fadillah).


Setiap orang pasti memiliki momen “one in a million” dalam hidupnya. Sebuah peristiwa langka yang membuat kita tertegun dan merasa seluruh keberuntungan dalam setahun habis dalam satu hari.
Share:

Thursday, August 7, 2025

PDKT: Antara Baper, Gede Rasa, dan Ending yang Gak Jelas

Ilustrasi oleh Pixabay


Pernah gak sih kamu ngerasa kayak lagi jalan di lorong gelap, cuma dikasih senter kecil yang baterainya setengah mati? Nah, kurang lebih itulah rasanya PDKT menurut aku. Kayak… kita lagi nyoba deketin seseorang, tapi nggak tahu ujungnya ke mana. Bisa jadi bahagia karena jadian, bisa juga malah jadi asing kayak dua orang yang gak pernah kenal.

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive