Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Showing posts with label Novel. Show all posts
Showing posts with label Novel. Show all posts

Saturday, February 22, 2025

Lima Pusaka Kehidupan dari Novel Janji karya Tere Liye

Novel Janji. Foto oleh rsmajreha_mursaha (ig). Ist



"Kau akan lebih menyesal bukan karena kau melakukan sesuatu dan ternyata itu gagal atau keliru. Kau akan lebih menyesal saat kau tidak pernah melakukan sesuatu, mengingat betapa tidak beraninya kau mengambil keputusan," Tere Liye dalam Novel Janji, halaman 337.
Share:

Tuesday, June 18, 2024

Menguak Sisi Kehidupan dari Novel Pergi Tere Liye

 

Sumber: ilovebuku. ist


Novel 'Pergi' merupakan seri kelanjutan dari buku sebelumnya yang berjudul 'Pulang', adalah buku keempat dari sekuel aksi karya salah satu penulis hebat tanah air; Tere Liye. Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan demi kenangan masa lalu, pertarungan hidup dan mati untuk memutuskan kemana langkah kaki akan dibawa.

Share:

Memaknai Pulang dalam Novel 'Pulang' Tere Liye

  

Foto Bookstagram/rurureadsbooks . Ist


Novel Pulang adalah buku ketiga dari serial aksi yang digarap penulis kondang Tere Liye. Buku ini terbit pertama kali pada tahun 2015 di bawah naungan penerbit Republika dengan jumlah halaman iv + 455.


Novel Pulang menceritakan kisah hidup seorang bernama Bujang, anak desa yang sederhana, namun memiliki sesuatu yang istimewa -- tersembunyi dalam dirinya. Hal itu yang membuat seorang Teuku Muda dan keluarga Tong terpikat, dan akhirnya meminang dirinya untuk menjadi bagian dari keluarga Tong.


Kisah ini bermula ketika Bujang, si tokoh utama - dalam usia 15 tahun. Pada saat itu datanglah satu rombongan pemburu dari kota (Keluarga Tong dan Teuku Muda) yang juga merupakan teman bapaknya Bujang. Kedatangan mereka guna menumpas kawanan babi hutan yang meresahkan penduduk setempat, hasil pertanian dan perkebunan mereka selalu di rusak dan gagal panen. 


Dalam pemburuan tersebut ada suatu peristiwa yang melibatkan Teuku Muda dan Bujang, di mana hal tersebut akhirnya membuat sang Teuku muda makin terpikat setelah melihat kehebatan Bujang pada malam itu. 


Ternyata, kedatangan kawanan pemburu tersebut tidak sekadar untuk berburu, melainkan untuk menjemput Bujang guna dibawa ke kota untuk disekolahkan. Sebab, selama bersama orangtuanya, Bujang sama sekali tidak pernah mencicipi bangku sekolah, bahkan untuk sekadar mengaji (menimba ilmu agama) dari ibunya saja tidak diperbolehkan oleh bapaknya.


Baca: Menyingkap Dunia Malam dari Novel Re dan peRempuan 


Nah, dari sinilah alur kisah sesungguhnya dimulai. Di dalam novel ini penulis mengambil latar penguasa shadow ekonomi yang dibungkus dengan bumbu kekeluargaan, kekerabatan, persahabatan, hingga pada penghianatan yang berakhir dengan perselisihan dan perpecahan.


Kerennya, penulis selalu berhasil memberikan kejutan demi kejutan dalam setiap konflik pada tiap babak yang diciptakan. Meski penulis menggunakan alur maju-mundur, namun keseimbangan cerita tertata rapi, sehingga para pembaca tidak dibuat bingung. Plot yang digunakan juga sangat menarik. Kendati novel ini mengusung genre aksi, namun memiliki tambahan untuk sisi komedinya.


Tapi bukan itu yang akan kita bahas dalam artikel ini, melainkan makna pulang yang diusung oleh penulis. Kira-kira apa yang terlintas dalam pikiran para pembaca sekalian saat mendengar kata 'pulang'? Mungkin, kebanyakan dari kita akan memaknainya sebagai perjalanan; misalnya dalam perantauan, lalu pulang kampung. 


Namun, berbeda dalam novel ini, kita akan diajak menyelami samudera luas pemikiran si penulis melalui kisah seorang Bujang dalam memaknai 'pulang' yang sesungguhnya.


Sejauh ini yang aku petik usai membaca novel Pulang; seberapa akrab, kompak, dan eratnya suatu hubungan kekeluargaan yang kita jalani. Akan tetap ada penghianatan dan sesuatu hal yang membuatnya renggang dan akhirnya terpisah. 


Baca: Novel 'Sesuk' Tekankan Peran Penting Orang Tua 


Dalam buku ini penulis menjelaskan bahwasanya makna pulang tidak melulu tertuju pada rumah atau kampung halaman, melainkan cakupan yang luas. Sebagaimana yang dipaparkan penulis,  pulang yang dimaksud adalah kembali ke arah yang benar dan jalan menuju pendekatan diri kepada Tuhan. 


Perjalanan hidup Bujang sebagai bagian dari keluarga Tong diceritakan penuh dengan perjuangan, intrik, dan luka. Puncaknya adalah ketika terjadinya penghianatan yang berasal dari dendam masa lalu keluarga Tong. Sampai akhirnya Bujang menemukan arti pulang demi orang tua yang dicintainya. 


Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari fiksi ini, salah satunya terkait dengan masa lalu. Bahwasanya kita harus berdamai dengan masa lalu, meski kita harus memeluk luka, kebencian, dan rasa sakit. Kesetiaan tokoh Bujang terhadap keluarga Tong juga dapat dijadikan contoh, bagaimana membalas budi terhadap orang yang berjasa dalam hidup kita. Tere Liye dalam novelnya juga ingin mengajarkan, bahwa ilmu terbaik akan mampu mengubah jalan hidup seseorang.


Beberapa kutipan yang aku suka dari buku ini, diantaranya; "Semua orang punya masa lalu, dan itu bukan urusan siapa pun. Urus saja masa lalu masing-masing," halaman 101. - "Saat itu terjadi, kau telah pulang, Bujang. Pulang pada hakikat kehidupan. Pulang, memeluk erat semua kesedihan dan kegembiraan," halaman 388. Dan, "Sungguh, sejauh apa pun kehidupan menyesatkan. Segelap apa pun hitamnya jalan yang ku tempuh. Tuhan selalu memanggil kami untuk pulang," halaman 400.


Baca: Menerapkan Dikotomi Kendali Dalam Bermedia Sosial 


Indentitas Buku:


Judul: Pulang

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Republika

Tahun Terbit: 2015

Jumlah Halaman: iv + 400 halaman

ISBN: 9786020822129

Share:

Wednesday, February 7, 2024

Menyingkap Dunia Malam dari Novel Re dan peRempuan

Novel Re dan peRempuan karya Kang Maman Suherman. Dokpri. 2023


       Dunia malam banyak dianggap sebagai dunia yang gemerlap dan menyesatkan bagi kehidupan. Namun, keindahan yang fana dan kenikmatan duniawi yang sesaat ini kian marak dan banyak diminati, padahal sudah jelas ia menjadi celah penghancur kehidupan.

Share:

Friday, October 21, 2022

Novel Sesuk Tekankan Peran Penting Orang Tua

Novel Sesuk Tere Liye. Dokpri©2022


 Apa yang anda pikirkan taat kala mendengar kata 'Sesuk'? Kata ini berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti; esok atau besok. Ya, buku ini berhubungan dengan hari esok atau masa depan. 

Share:

Sunday, May 3, 2020

Kata Hati

“Kata Hati”


Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 11


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan kesepuluh........ Untuk membaca tulisan kesepuluh, silahkan klik >>> Ikhlas....."



NB : Tulisan ini dibuat sebagai bahan bacaan. terinspirasi dari kisah nyata yang diangkat dalam novel persahabatan dan persaudaraan. Agar setiap tulisan yang dibaca memiliki kesinambungan, maka diharapkan untuk selalu update dan membaca kisah selanjutnya, pada judul-judul selanjutnya. Saya ucapkan terima kasih, untuk semua yang sudah mampir. Harapan saya semua membantu share, dan memberi kritik, saran, serta masukan yang membangun. suwun.


follow instagram : @pecandusastra96

Twitter : @pecandusastra96

Email : disisisf.bpun@gmail.com 

Share:

Thursday, April 30, 2020

Ikhlas

Dakwatuna.com - Mei 2008 | Ist

“Ikhlas”

 

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 10


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan kesembilan........ Untuk membaca tulisan kesembilan, silahkan klik >>> Buah Penantian....."

Share:

Monday, April 27, 2020

Buah Penantian


“Buah Penantian”

 

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 9


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan kedelapan........ Untuk membaca tulisan kedelapan, silahkan klik >>> Tantangan....."

Share:

Saturday, April 25, 2020

Tantangan


“Tantangan”


 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 8


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan ketujuh........ Untuk membaca tulisan ketujuh, silahkan klik >>> Titik Temu....."

Share:

Wednesday, April 22, 2020

Titik Temu


Titik Temu

 

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 7


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan keenam........ Untuk membaca tulisan keenam, silahkan klik >>> Doktrin Jahat....."

Share:

Sunday, April 19, 2020

Doktrin Jahat


Doktrin Jahat

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 6


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan kelima........ Untuk membaca tulisan kelima, silahkan klik >>> Salah Paham....."

Share:

Thursday, April 16, 2020

Salah Paham

Sumber : inilah.com | Ist

”Salah Paham”

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 5


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan keempat........ Untuk membaca tulisan keempat, silahkan klik >>> Ahad....."

Share:

Monday, April 13, 2020

Ahad

”Ahad”

 

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 4


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan ketiga........ Untuk membaca tulisan ketiga, silahkan klik >>> Majelis....."

Share:

Sunday, April 12, 2020

Majelis


”Majelis”

 

 Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)

Bintang Untuk Noah Part 3


"Tulisan ini merupakan, lanjutan tulisan kedua........ Untuk membaca tulisan kedua, silahkan klik >>> Hari-Hari Sepi!"

Share:

Saturday, April 11, 2020

Hari-Hari Sepi


“Hari-Hari Sepi”
Share:

Bunda, Haruskah Berpisah

“Bunda, Haruskah Berpisah”
Oleh : Senja Jingga Purnama
Bintang Untuk Noah Part 1

Share:

Move On Membawa Berkah

Wallpaper Cape. Ist



Penggalan kisah yang termuat dalam buku bersama "Setiap Kata Adalah Do'a" Penulis Muda Indonesia.


Oleh  : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)


            Tidak pernah ada dalam mimpiku untuk pergi jauh dari orang-orang kesayangan, terutama kedua orang tua dan keluarga.  Tidak pernah ada dalam bayangan jika aku akan sampai disini, di tanah rantau pada negeri orang. Bukankah aku adalah orang yang tidak bisa untuk jauh dari mama?
Share:

Berawal Dari Optimis Bisa

Pixabay. Ist



       Cerita kedua yang termuat dalam buku "Setiap Kata Adalah Do'a" Karya Penulis Muda Indonesia 

Oleh : Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)


            Semua berasal dari sebuah kata, yang secara perlahan tumbuh pada alam bawah sadar dan merubah pikiran dan perasaan. Aku tidak tahu bagaimana proses berlangsungnya, yang jelas semua berasal dari sugesti yang positif, ya begitulah orang-orang besar mengatakan.
Share:

Sunday, April 5, 2020

Sinopsis Bintang Untuk Noah

“BINTANG UNTUK NOAH”

Senja Jingga Purnama

@pecandusastra96

 

Sinopsis :

 

          Noah, merupakan seorang siswa baru di Yayasan Permata, ia adalah putra kedua dari Bu Aisyah. Satu-satunya pengharapan dari sang Bunda dan keluarga, bagi sang bunda ia adalah permata. Noah anak yang cukup aktif dan cerdas, akan tetapi sebab faktor lingkungan dan pergaulan yang membuat ia berubah menjadi sedikit nakal, suka bolos sekolah. Namun ia tidak pernah melawan sang bunda.

 

Noah, anak yatim yang di tinggal pergi sang ayah sejak ia menduduki bangku taman kanak-kanak. Hingga tiga tahun setelahnya, sang Bunda berjumpa dan memutuskan untuk menikah dengan Pak Prabu. Pak Prabu sangat sayang dengan Noah, ia berusaha menyayangi Noah sebagaimana anaknya sendiri.

 

Usai, menduduki bangku sekoah dasar. Bunda Aisyah dan Ayah Prabu memutuskan untuk mengirim Noah ke salah satu yayasan, menimba disekolah yang berlatar belakang agama. Selain ingin merubah Noah untuk menjadi lebih baik, mereka juga ingin agar Noah memahami agama dengan baik.

          Satu bulan tinggal di yayasan, Noah merasa semua serba asing. Dunianya begitu cepat berubah. Ia sering menyepi bahkan terkadang menangis, ia ingin pulang dan kembali dengan keluarga. Namun sayang semua hal itu tidak akan pernah mampu terjadi olehnya. Hingga suatu malam ia dipertemukan dengan seorang staff di madrasah nya dan menjadikannya akrab serta membantunya merubah sikap dan kepribadian yang lebih baik.

 

Tokoh :

1.     Noah

2.    Bunda Aisyah

3.    Ayah Prabu

4.    Purnama (Staff Madrasah Permata)

5.    Rayyan (Sahabat Purnama)

6.    Adin (Sahabat Purnama)

7.    Ega (Ketua kamar D)

8.    Ridwan (Adek angkat Purnama yg jahat)

9.    Wawan, Aly, Maulana (Teman akrab se-geng Noah)

10.  Ust. Habiburrahman (Pimpinan Yayasan)

11.   Pak Ibrahim (Kepala Madrasah)

12.  Aby Ilham (Paman Noah)

13.  Om Hasan (Om Noah)

14.  Mutiara (Teman Perempuan Purnama)

15.  Intan (Kerabat Purnama)

 

 

Latar Tempat :

1.     Rumah Noah

2.    Yayasan Permata


Share:

Wednesday, January 30, 2019

Selalu Bersyukur (3)

 By : Alfa Arkana Eounoia (DSF)


Lanjutan novel "Perjalanan, Mimpi, & Inspirasi" Bab III

“Puji syukur terhadap Allah, Tuhan Yang Esa yang telah memberikan rahmatnya serta memberikan keajaiban terhadapku. Kini aku sadar betapa besar kuasa-Nya, begitu dengan mudahnya Allah mempertemukan dan memisahkan kita dengan seseorang, bahkan hanya dalam sekejab saja”

Masih saja teringat dalam setiap langkah, senyum menenangkan hati, mata dan wajah berseri itu. Sejak pertemuan dengan Alfa pada hari itu, aku rasa banyak menemukan perubahan dalam hidupku, sikap dan pola hidup tak lagi sama. Tak pernah lagi mengurung diri dikamar, waktu banyak aku habiskan untuk membaca, menulis, dan berkeliling disekitar rumah, terkecuali ketika aku sedang bosan atau merajuk. Jika aku sedang merajuk pada seseorang aku sering kali mengurung diri dikamar bahkan ketika aku lapar, tak sedikitpun ada keinginan untuk makan dan minum, terkecuali ketika diri hendak ke kamar mandi.

Sejak mengenal Alfa semua berubah seratus delapan puluh derajat, entah kejaiban apa yang Allah berikan untukku. Namun aku sangat bersyukur atas kehadiran Alfa yang mampu merubah segalanya dengan begitu cepat. 
Menjelang subuh tiba, diri ini telah bersiap-siap menyambut pagi. Menuju kamar mandi cuci muka, gosok gigi, lalu ambil wudha dan sholat thajjud dilanjutkan dengan sholat subuh lalu olahraga pagi. 

Tak seperti biasanya aku banyak mengulur waktu, bahkan terkadang aku bermalas-malasan untuk membuka pintu kamar ketika pagi menjelang, apalagi ketika diri sedang merajuk bisa berhari-hari tak keluar kamar apalagi keluar rumah. Namun semua kini benar-benar telah berubah tidak lagi seperti itu, aku yang dulu bukanlah yang sekarang. Semangat empat lima selalu tumbuh dalam diri. Pagiku kini tak sia-sia lagi, banyak tugas dan PR yang menumpuk sudah lama tak tersentuh olehku dan kini semua perlahan mulai terselesaikan satu persatu.

ᴥᴥ ᴥᴥ ᴥᴥ

Semakin hari bayangan Alfa selalu menemaiku, menyemangati diri untuk terus berbuat dan melangkah, tak sedikitpun hati goyah ataupun menyerah. Aku hanya pasrah terhadap skenario-Nya Allah. Namun tak henti berharap dan selalu berdoa agar semua bisa sesuai dengan apa yang diharapkan. 

Perlahan aku belajar ikhlas untuk melepaskan ratusan bahkan ribuan kenangan dan bayangan semu serta mimpi-mimpi yang dahulu kurangkai indah bersama sang motivator yang menjadi kebanggaan dan penyemangat serta inspirasi-inspirasiku dulu. Sebagaimana keindahan kata pada syair dalam bait demi Sbait puisi. Kini semua hilang bagaikan kapal yang karam ditengah lautan, hanya sisa kepingan memori yang apabila teringat olehku selalu membuat luka. Tak jarang hal itu menghadirkan bahagia.

Puji syukur terhadap Allah, Tuhan Yang Esa yang telah memberikan rahmatnya serta memberikan keajaiban terhadapku. Kini aku sadar betapa besar kuasa-Nya, begitu dengan mudahnya Allah mempertemukan dan memisahkan kita dengan seseorang, bahkan hanya dalam sekejab saja. Kita tak tahu kapan dan dimana akan berjumpa dengan orang baik, begitu pula dengan sebaliknya, sebab kita hanyalah manusia yang tak tahu apa-apa terhadap skenario-Nya. Aku rasa aku  adalah orang yang sangat beruntung, dipertemukan dengan orang-orang yang baik dan sayang terhadap diri, namun masih banyak PR yang masih harus dibenahi,  diperbaiki dan dikoreksi kembali; salah satunya ialah bagaimana kita mempertahankan hubungan dengan orang itu sendiri agar tetap terjalin hubungan dan komunikasi yang baik serta tetap bersama sampai akhir hayat menutup mata. Sebab aku tak ingin kejadian lama terulang lagi dan lagi, cukup untuk akhir ini saja.

Sebagaimana pepatah mengatakan “Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung” maka dari itu aku selalu ingin bersahabat dan berhubungan dengan baik terhadap siapapun itu, tak pedulikan apapun latar belakangnya dan darimana asalnya. Aku harap persahabatanku dengan Alfa akan terus membaik meski suatu saat nanti akan terpisahkan oleh waktu. Besar harapku menjalin persahabatan dan persaudaraan yang lama dan meninggalkan kenangan indah, sebab tak inginku seperti yang lalu yang hanya menyisakan luka dan air mata.  




Sebagai mana pepatah mengatakan;
“Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung”
Oleh sebab itu, aku ingin selalu bersahabat dan berhubungan baik terhadap siapapun itu, 
tak peduli asal-usulnya, latar belakang nya, serta darimana asalnya.


Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive