Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Search Bar

KOPI PAGI

"Aku sudah tak biasa lagi dengan kemanisan itu
Yang selalu membuat tubuhku tak berdaya
Sama dengan halnya mereka,
Yang selalu berbicara manis di depan mata
Namun faktanya membuat luka"

"KOPI PAGI"

OLEH : DISISI SAIDI FATAH




Pagi ini kumulai menggerakkan jari
Mengotak-atik keyboard ponsel
Dengan segelas kopi hitam
Yang manisnya begitu melekat

Tadi ku memesan segelas kopi
Tanpa pemanis sedikitpun
Namun, kau mengira aku bercanda
Sehingga pemanis yang tadinya tak aku pesan
Tetap kau ceburkan kedalam kopi pesananku

Semenjak saat itu,
Aku sudah tak biasa lagi dengan kemanisan itu
Yang selalu membuat tubuhku tak berdaya
Sama dengan halnya mereka,
Yang selalu berbicara manis di depan mata
Namun faktanya membuat luka

Sejak saat itulah,
Aku tak percaya lagi akan manis nya
Terkadang aku lebih menyukai pahit
Yang selalu memberikan kesan tersendiri

Tidak selamanya manis
Memberikan kenyamanan
Tidak semua pahit itu menyimpan luka dan duka

Way Kanan, 16 Desember 2017
Share:

Perempuan dan Luka

Oleh : Alfa Arkana Euonoia



Seberapa banyak cinta yang ku punya
Seberapa besar kasih sayangku untukmu
Sudah tak usah kau pertanyakan semua
Jika kau ragu dengan diri ini, tinggalkanlah aku sendiri

Untuk apa kau masih bertahan,
Jika aku masih saja diragukan!
Cinta dan kasih sayangku tak akan cukup untuk perempuan semacam dirimu
Yang selalu cemburu dengan hari-hariku

Sahabat, teman, dan keluarga
Selalu kau cemburui

Cinta,
Aku rasa tak usah berlebihan
Hingga, hal yang tak sepatutnya kau cemburui
Menjadi bahan cemburuanmu

Aku lelah,
Bahkan terkadang aku terluka
Sebab aku tak bisa bebas dengan mereka
Para sahabat, teman, dan keluarga

Way Kanan, Lampung 3 Desember 2017
Share:

Sertifikat Literasi dan Pengembangan Ide, Gagasan, dan Pemikiran Kreatif

Oleh : Alfa Arkana Eounoia

"Ada yang menyebut sertifikat literasi hanya sebagai bungkus gorengan dan tidak ada manfaat nya.
Bagiku tidak,  hal itu sangat berharga sekali untuk mensupport serta menyemangati para penggiat literasi supaya makin giat dalam berkarya.  Terkecuali bagi mereka yang berkarya dengan plagiat"
Illustrasi. Is


Belakangan ini begitu banyak event-event literasi menulis yang diselenggarakan oleh penerbit, perusahan,  lembaga,  bahkan sampai organisasi baik melalui media massa sampai dengan media digital.

Apalagi ketika bapak presiden kita, pak Jokowi mencanangkan berbagai program sebagai upaya meningkatkan literasi oleh pemerintah, seperti Gerakan Indonesia membaca (GIM), Gerakan Literasi Bangsa (GLB), serta Gerakan Literasi Sekolah (GLS), yang pada saat ini menjadi program wajib yang harus dilaksanakan seluruh sekolah sebelum memulai proses belajar mengajar.

Gerakan literasi sangat diperlukan dalam mengembangkan pola pikir,  ide,  gagasan,  dan pemikiran para generasi penerus bangsa.
Salah satunya dalam dunia tulis menulis, gerakan literasi semacam ini sangat dibutuhkan sebagai penyumbang ide-ide kreatif untuk menunjang minat baca masyarakat Indonesia serta menangkal informasi dan konten-konten negatif.  Sebab,  melihat kondisi kedudukan negara kita (Indonesia) yang saat ini menduduki posisi ke 60 dari 61 negara di dunia dengan minat baca yang sangat rendah.

Peringkat minat baca Indonesia dalam data world’s Most Literate Nations berada di urutan 60 dari 61 negara. Indonesia hanya menempati satu peringkat di atas Bostwana, serta berada di bawah Thailand yang menempati peringkat 59. Unesco juga melansir indeks tingkat membaca orang Indonesia yang hanya 0,001. Artinya dari 1000 penduduk, hanya satu orang yang memiliki minat baca tinggi. Ditambah lagi dengan sulitnya akses terhadap buku-buku yang semakin memperburuk kondisi tersebut.

Berangkat dari kenyataan di atas, dapat kita lihat bahwa kegiatan membaca belum berjalan dengan baik di Indonesia, baik dari segi ketersediaan akses terhadap buku-buku, maupun minat baca masyarakatnya. Padahal membaca merupakan faktor penting untuk meningkatkan mutu pendidikan serta kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia. Persoalan rendahnya literasi masyarakat Indonesia merupakan kendala serius yang sedang kita hadapi dalam upaya meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia.

Kendati demikian,  para penerbit, perusahaan, lembaga,  sampai organisasi ikut berlomba-lomba mengadakan event dari yang sederhana sampai yang besar-besaran.
Namun,  diaamping itu juga ada banyak tantangan yang harus dihadapi.
Pernah saya mendapatkan ungkapan yang terkadang menyakiti hati dan membuat down para penggiat literasi.

Dalam mengikuti event,  salah satunya ialah event menulis,  baik cipta puisi,  essay, artikel,  dan karya tulis lainnya.
Para penerbit tentunya akan memberikan sertifikat sebagai tanda terima kasih dan juga sebagai media untuk mensupport peserta supaya lebih giat dan lebih rajin dalam berkarya.

Namun,  ada beberapa orag yang memandang bahwa sertifikat itu hanya sebagai bungkus gorengan saja dan sangat tidak ada manfaat dan tidak ada gunanya. 
Ya,  jika kita memandang dari segi bentuk saja memang seperti tak ada guna.  Namun jika kita melihat dari segi perjuangan kita itu sangat berharga sekali.
Jangan bilang menjadi penggiat literasi melalui tulisan itu mudah!  Siapa bilang?
Menulis itu bertahap dan enggak semudah kita membalikkan telapak tangan yang hanya dengan sekejap mata saja.
Dari awal kita mencari ide dan inspirasi yang akan ditulis saja susah,  perlu waktu bahkan terkadang menguras banyak pikiran.
Apalagi kalau tulisan yang akan ditulis tema nya sudah ditentukan,  makin susah lagi.  Apalagi untuk penulis pemula seperti saya.

Ketika kita menuangkan tulisan juga butuh waktu,  dari segi bahasa dan penulisan kita harus baik dan benar.  Sehingga ketika si pembaca bisa memahami apa yang kita sampaikan melalui tulisan.
Jadi enggak mudah ya untuk sekedar menulis saja. Menulis itu butuh inspirasi bahkan butuh dolan (jalan-jalan) untuk mencari ide.
Nah,  jadi sertifikat literasi itu juga perlu untuk mengapresiasi dan men-support para penggiat literasi supaya lebih giat lagi dalam berkarya dan juga sebagai pengingat (reminder) untuk kita bahwa kita pernah ikut dalam event tersebut.
Terkecuali yang suka berkarya dengan plagiat,  mungkin bagi mereka tidak seberapa penting.
Share:

Sajak : Mencari Keadilan

Mencari Keadilan

Oleh : Alfa Arkana Euonoia

Kemanakah undang-undang ketika keadilan tak lagi ditegakkan
Dimana undang-undang yang berisi pancasila pada sila-sila
Kemana para penguasa?
Mengapa semua diam dan geleng kepala
Mengapa semua bisu
Melihat kenyataan pahit ini

Sekecil apapun
Yang namanya keadilan
Harus tetap ditegakkan
Sebab, negara kita adalah negara hukum
Yang menjunjung tinggi pancasila dan undang-undang

#savekeadilan
Lampung, 19 November 2017
Share:

Perbedaan Antara Teman dan Sahabat

Halo kawan-kawan semua, jumpa lagi dengan saya (Alfa Arkana Euonoia). Kali ini saya akan membahas mengenai teman dan sahabat!
Ya, kawan-kawan semua pasti memiliki keduanya ya kan? Hanya saja mungkin masih ada beberapa yang belum memahami betul yang namanya sahabat dan teman.
Baiklah, langsung saja disimak.



Kita sebagai manusia, sudah pasti memiliki teman sebab kita (manusia) adalah mahluk sosial yang hidupnya saling membutuhkan  antara satu dengan yang lainnya.
Definisi teman dan sahabat itu jauh sangat berbeda. Mungkin tidak semua orang tahu apa sih bedanya antara teman dan sahabat itu.

Teman, bisa kita temukan dimana saja dan bisa kapanpun kita jumpai.
Misal, kita bertemu sesorang di pasar, seminar, dan dalam sebuah acara. Walaupun hanya sekali bertemu itu sudah pasti menjadi teman kita.
Ya enggak sih? Pastinya iya dong.
Nah kalau sahabat bagaimana?
Sahabat ini yang paling susah untuk dicari dan ditemukan, sebab sahabat tidak mudah untuk dicari.

Teman adalah orang-orang yang selalu menemani kita dalam perjalanan hidup. Hitung saja, berapa jumlah teman yang sudah kita punya dari masa kecil? Banyak sekali, ‘kan? Tapi kita harus tahu, tak semua dari mereka berada di tingkat pertemanan yang sama. Ada beberapa yang lebih dari teman biasa, yang mana sering kita sebut sahabat sejati yang selalu hadir dan menempati ruang spesial di daftar pertemanan kita.

Perbedaan teman dan sahabat itu sangat jauh lho.
Ini nih, yang membedakan mereka, dibaca ya.
1. Ketika Kita Melakukan Kebiasaan Yang Menyebalkan

Seorang teman biasa akan berusaha tetap sopan dengan tidak mengkritikmu, seberapa menyebalkan sikapmu ke dia. Sementara, seorang sahabat akan secara jujur dan terbuka berbicara kepada kita kalau dia risih dengan sikap kita itu.

2. Ketika Kita Melakukan Hal Yang Konyol
Seorang teman akan berusaha sopan dan merasa segan membicarakannya. Bahkan terkadang mereka akan menghibur kita;  “Ah enggak apa-apa kok kalau kamu kayak gitu!”

Sementara, seorang sahabat akan membicarakannya dan menertawakan kita habis-habisan seharian, dan bahkan masih akan mengenangnya sampai seminggu atau setahun kemudian.

3.Ketika Pacar Tak Cukup Baik Untuk Kita
Seorang teman biasa akan membiarkan kita untuk tetap berpacaran, karena ingin menghindar dari campur tangan berlebihan. Sedangkan seorang sahabat akan mengatakan dengan jelas di depan kita bahwa kita jauh lebih baik sendiri daripada menjalin hubungan dengan sang pacar. Bukan karena mereka jahat, tapi justru karena mereka tahu apa yang terbaik buat kita.

4. Ketika Kita Berulang Tahun
Seorang teman biasa akan meneleponmu tengah malam untuk mengucapkan selamat ulang tahun, kalau ingat. Atau hanya sekedar ucapan melalui pesan singkat.
Sedangkan seorang sahabat, ia akan datang secara langsung mengucapkan selamat ulang tahun kepada kita, bahkan ia datang dengan mengguyurkan air dan melempar telor mentah ke kepala kita tanpa merasa bersalah.

5. Ketika Kita Ingin Mngekspresikan Sesuatu
Kita memang bisa tertawa terbahak-bahak di depan seorang teman biasa. Tetapi, kita hanya bisa menangis tanpa malu dan menceritakan masalah paling pribadimu dengan sahabat sejatimu.

6. Ketika Kita Dalam Kesusahan
Seorang teman akan menawarkan bantuan, tetapi seorang sahabat akan membantu kita, begitu dengan ikhlas — bahkan waktu kita bilang enggak perlu dibantu.

7. Ketika Kita Sedang Bersedih
Seorang teman akan mengirim SMS motivasi untuk menghibur kita. Namun, seorang sahabat akan segera menelepon kita dan jadi tempat curhat sampai berjam-jam kemudian.

8. Ketika Kita Membutuhkan Bantuan 
Seorang teman biasa akan menghubungi kita kembali kurang dari 1 jam setelah kita menelepon. Tapi, seorang sahabat akan segera mengangkat telepon kita dan menemui kita tak peduli apapun yang tengah dia lakukan.

9. Ketika Kita Butuh Cerita
Seorang teman yang baik akan memiliki waktu buat kita, tetapi tidak setiap saat. Seorang sahabat sejati memiliki 24 jam untuk kita kapanpun kita ingin bercerita.

Nah, sekarang apakah kita sudah sadar siapa saja yang menjadi sahabat kita? Syukurilah keberadaan mereka, jangan pernah sia-siakan mereka. Bukan berarti harus memandang rendah mereka yang “bukan” sahabat ya. Mungkin saja mereka hanya butuh waktu untuk menjadi lebih dekat dengan kita.

Jadi, sahabat itu orang yang selalu ada buat kita dan menerima kita apa ada nya, bukan ada apa nya ya hehe...

Sedikit saya berikan kata mutiara yang pernah saya dapatkan disekolah, sebagai penutup tulisan saya ini.

"Sahabat sejati, ialah yang selalu ada untukmu. Bersedih jika kamu dalam keadaan sedih, Bahagia apabila kita bahagia, dan dia yang selalu menasehati kita secara diam-diam."
Tulisan ini merupakan tulisan saya, yang saya alami dalam kehidupan saya.
Share:

Kisah Inspiratif : Kisah Si Anjay (Abu Jay) Ulama Medsos

Dapat postingan di instagram saya,  dan saya rasa sangat bagus sekali untuk di share!
Semoga bermanfaat dan menginspirasi kita semua untuk menjadi yang lebih baik lagi.  Aamiin

Kisah si Anjay



Semenjak lulus SMA dan masuk ke dunia kuliah, Anjay rupanya tertarik untuk belajar lebih jauh mengenai keislaman. Hijrah dia bilang.
Hal tersebut juga merupakan dorongan dari lingkungannya, karena banyak dari temannya yang mulai memposting mengenai “Dakwah” melalui Instagram.
Dari situ, Anjay mencoba mencari-cari sumber dari beragam media dan sarana. Mulai dari Instagram, Line hingga Youtube pun ia selancari. Ia dihadapkan dengan beragam nama ustadz, dan beragam pula kajian.

Hebatnya, setelah sekian bulan Anjay “Nyantri” di Youtube dan Instagram. Anjay bertransformasi menjadi Abu Jay Al-Yutubi karena Ia merasa bahwa dirinya telah sukses berhijrah, merasa bahwa Ilmu keislamannya sudah sangat mumpuni, dan selesai mensucikan diri.

Dari situ Ia mulai memasang kriteria mengenai orang yang kafir dan beberapa hal yang Ia anggap bid’ah. Ia mulai membabi buta dan menuduh siapa saja yang tak sejalan dengannya adalah salah. Dan Abu Jay Al-Yutubi juga aktif dibeberapa “debat komentar” di Youtube maupun Instagram. Ia sangat heroik disana. Kemudian dia juga memiliki akun dakwahnya sendiri di Line yang subcribernya telah mencapai 137 orang.
.
Begitu lah kisah Abu Jay Al-Yutubi alias Anjay sang tokoh fiksi kita. Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya.
.

Sumber : Instagram @ngayuga
Share:

Surat Cinta Untuk Sahabat

Foto | Ist


Assalamualaikum
Apa kabar kamu sahabatku,  semoga dikau dalam keadaan yang baik dan sehat
Aamiin allahumma aamiin

Ohya,  maaih ingat enggak ya dengan aku?
Iya aku!  Enggak tahu sih,  apa kamu masih ingat denganku atau tidak.  Yang jelas kita dahulu pernah ada suatu ikatan dan hubungan yang baik.
Kita pernah bekerjasama dan menjadi tim yang baik tentu nya.
BDW sukses ya untuk karier kamu yang sekarang,  semoga makin sukses dan selalu Allah berikan kemudahan dalam melaksanakan seabreg aktivitasmu.

Maafkan aku ya sobatku,  bukan keinginan ku untuk kembali ke nostalgia lama,  namun sikapmu yang telah membuatku untuk mengungkit segalanya.
Akhir ini,  kamu banyak berubah.
Ya sejak kita sudah terpisahkan oleh jarak dan waktu.

Padahal baru kemarin,  kkta saling membantu, saling bahu-membahu.  Namun kini engkau entah kemana!
Aku bingung letak salahku dimana?  Dan apa alasannya kau menjauhiku seperti ini.
Maaf,  bukan aku enggak ikhlas membantumu.  Namun,  aku masih bingung dan bertanya dengan semuanini!
Padahal begitu jarang sekali aku meminta bantuanmu.
Baru kemarin aku meminta bantuan,  tapi kamu kok bersikap seperti tak perdulikan aku.
Bahkan,  kau seperti tak mengenalku lagi.
Aku seakan orang asing di matamu.

Tapi tak apa,  aku yakin mungkin engkau lelah,  cafe dengan segala aktivitasmu yang sekarang.
Namun,  aku yakin kita pasti akan tetap bersahabat seperti yang dahulu.

Aku kangen sikap dan cara kamu bersahabat denganku yang dahulu
Aku rindu saat itu

Semoga engkau lekas kembali jelanan kebenaran dan keadilan.

Dears my friendship. 
By Alfa Arkana, Euonoia


Lampung,  15 November 2017
Share:

Kutitipkan Rindu Melalui Doa




Oleh : Alfa Arkana Euonoia (@netrahyahimsa)


Semerbak bunga mawar
Harum indahnya menghiasi tempat peristirahatan terakhirmu
Menghantarkan rinduku siang ini


Hari ini , ku kembali menjenguk mu
Melepaskan rinduku
Tak lupa ku selipkan doa dan al-fatihah untukmu
Yang tersayang

Jika jiwa kita tak dapat bertemu kembali
Namun,  aku yakin hati kita akan tetap bersama
Sampai akan tiba disuatu masa
Ketika Allah yang kuasa
Mempertemukan kita
Di syurganya


Haji Pemanggilan,  14 November 2017
Share:

Mengheningkan Cipta

Tulisan singkat saya, di hari istimewa kita. Hari Pahlawan
Untuk mengenang para jasa pahlawan kita serta mengevaluasi diri kita, supaya makin membaik kedepan. Aamiin

Mengheningkan Cipta
Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkana Euonoia)


Sejenak, terdiam
Hening, sunyi, sepi
Menyapaku pagi ini
Terdiam dan membisu

Tak ada kata
Hanya jiwa dan raga
Berdiri kokoh dihadapan mata
Mengheningkan cipta

Perlahan,
Tetes air mata
Mulai bercucur, tak teratur
Menangisi para pejuang bangsa

Kembali terputar
Nostalgia lama, kegigihan para pejuang bangsa
Berebut, memperjuangkan hak
Menegakkan keadilan
Menuju bangsa yang sejahtera

Wahai pemuda,
Apa yang telah kita beri
Untuk pejuang bumi pertiwi
Apa yang kita perbuat?
Apa yang telah disumbangkan
Demi bumi nusantara!

Generasi kita sungguh terlalu
Tak pernah menghargai pejuang bangsa
Tak pernah mensyukuri nikmat dari pahlawan kita

Hoax, fitnah, dan isu kebencian
Bertebaran
Menjadi pemecah belah bangsa
Beda pendapat, beda kepercayaan
Membuat tak rukun dan memutus silaturahmi antar saudara

Dimana sikap kita?
Yang tak menghargai jasa pahlawan pendahulu
Berjuang. Bercucuran darah
Memperjuangkan dan menyatukan bangsa
Di bumi ibu pertiwi

Hari ini, kami menghukum diri
Menebus kesalahan dan khilaf
Dengan menabur bunga dan mengirim doa
Kepada para lelulur dan pejuang bangsa
Atas jasa yang telah diperjuangkan
Untuk kami, anak, cucu, penerus bangsa

Way Kanan, Lampung, 10 November 2017




Keterangan foto :
~ Foto merupakan dokumentasi saya, pada perayaan Hari Pahlawan tahun lalu, yakni pada 10 November 2016 di Pondok Pesantren Al-Falakhussha'adah Pakuan Ratu, Way Kanan, Lampung.
Jadi waktu itu, saya bersama bapak angkat saya sekaligus guru jurnalistik saya, Bpk.Gatot Arifianto, CH, CNNLP. 
Merayakan hari pahlawan dengan sederhana, usai melaksanakan upacara peringatan hari sumpah pemuda, bapak diminta untuk memberikan sedikit motivasi untuk para santriwan dan santriwati di pesantren tersebut.
Sebagaimana dengan kata saya tadi "merayakan hari pahlawan dengan sederhana", jadi kami memberikan motivasi sekaligus mengajak santri untuk memanfaatkan sampah plastik, yang mana nanti kita jadikan bahan olah yang bisa kita pakai kembali. Salah satunya: yakni membuat bantal dari sampah plastik. Dan yang kedua seperti yang ada di gambar kedua ya.
Yakni permainan bowling, yapz bisa dilihat seperti digambar kedua ya. 
Buat yang belum tahu bowling silahkan cek di mbak google hehe.

Ohya, jika kawan-kawan menanyakan posisi saya ketika gambar diambil. Tolong jangan heran ya. Sebab saya sebagai fotografer nya hehe
Eitzz walaupun sebagai fotografer, namun saya sangat bangga lho bisa dampingi bapak sekaligus mendapat ilmu yang sangat berharga.

Pokok nya luar biasa keren hari itu...


Terima kasih untuk semua ya, hehe maaf jadi curhat ke nostalgia 😀😀😀
Share:

Belajar Dari Pengalaman

"Semakin besar badai yang kita hadapi
Semakin cerah pula pelanginya nanti"
Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)



Kehidupan dunia
Tak selamanya manis
Ada kalanya pahit pula

Ada kalanya kita berada diatas
Terkadang pula berada dibawah

Jatuh bangun
Terus bangkit lagi
Itu adalah proses menuju kebaikan
Memperkokoh diri dengan keimanan dan kesabaran

Setiap kejadian
Ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil
dan jadikan acuan kedepan
Agar masa depan lebih gemilang

Sejatinya pendidikan
Adalah pendidikan kehidupan dilapangan
Bagaimana kita mempraktikkan langsung
Ilmu yang telah kita dapatkan
Dari berbagai media

Namun
Tak luput pula dari pengajaran
Yang telah menempa kita
Bertahun-tahun
Di bangku sekolah

Ada pepatah mengatakan
"Semakin besar badai yang kita hadapi
Semakin cerah pula pelanginya nanti"

Way Kanan, Lampung 9 November 2017
Share:

Tuhan, Ajari Aku Mencintai

Tuhan,
Ajari aku mencintaimu dengan tulus
Lalu ajari aku untuk berbagi cinta dan kasih sayang setelah itu kepada mereka semua
Agar tak ada lagi yang terluka
Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)



Tuhan,
Mengapa aku harus mananggung semua ini

Mengapa engkau hadirkan diri ini
Dengan jutaan kebaikan yang membuat orang terpana
Mengapa engkau buat mereka jatuh cinta padaku
Sedangkan aku tak tahu apa-apa tentang cinta dan kasih sayang yang mereka inginkan

Tuhan,
Aku lelah dengan hati ini
Aku juga tak ingin terus menerus menyakiti mereka
Sebab aku sangat cinta

Tuhan,
Jujur, aku sangat takut
Kepada mereka yang aku sayang
Aku takut, mereka hilang kembali
Sebagaimana yang sudah-sudah

Tuhan,
Ajari aku mencintaimu dengan tulus
Lalu ajari aku untuk berbagi cinta dan kasih sayang setelah itu kepada mereka semua
Agar tak ada lagi yang terluka


~ Maafkan aku, dengan tak tahu diriku ~
Share:

Peristiwa Satu November

Hak, keadilan, dan kebebasan
Tak sejalan dengan pancasila dan undang-undang


Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkanan Euonoia)

Masih saja teringat dalam benak
Peristiwa yang begitu perih dan pahit terasa
Dimana diri ini menjadi penghianat diri sendiri

Bagaimana tidak?
Tak pernahku berkhianat seperti ini
Namunku tak bisa pabila terus terpaksa
Melakukan hal yang bertentangan dengan hati, hak, dan kebebasanku

Satu November itu
Akan selalu terkenang dalam hidup
Menjadi pelajaran berharga
Menjadi kisah penuh duka

Dimana
Hak, Keadilan, dan Kebebasan
Tak sejalan dengan pancasila dan undang-undang

Way Kanan, Lampung 6 Nov 2017
Share:

Bukan Ranjang Mimpi

Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)

"Kehidupan di dunia tidaklah seindah puisi,
Dengan rangkaian kata yang dirangkai seindah goresan pena

Dunia bukanlah ranjang mimpi
Dengan ribuan ilusi
Dunia adalah kenyataan
Yang harus diterima dengan rendah hati dan lapang dada

Kehidupan di dunia
Bukanlah keindahan dalam berpuisi
Bukan pula rangkaian kata demi kata
Yang tercipta dengan seindah goresan pena

Way Kanan, 5 November 2017
Share:

Karier atau Keluarga? Mana Yang Lebih Utama?

Assalamualaikum, Wr Wb
Selamat siang, dan salam sejahtera bagi kita semua

Jumpa lagi dengan aku Disisi Saidi Fatah.
Baiklah, pada kesempatan kali ini aku ingin memaparkan sedikit tulisan mengenai karier dan keluarga, serta berbagi pengalaman pribadiku.
Seberapa pentingkah keluarga dimata kita? Jika disuruh memilih antara karier dan keluarga kamu pilih mana?



Pernah ada pertanyaan yang saya ajukan pada diri saya sendiri.

Antara keluarga dan karier, yang mana harus ku dahulukan?
Aku adalah anak keenam dari tujuh persaudara dikeluarga, dan anak laki-laki yang paling tua didalam keluarga. Kalau kata orang sih pengganti kedudukan orang tua (bapak).
Sebagai anak laki-laki paling tua, Aku berjuang semampu dan sekeras diri untuk memberikan yang terbaik dalam keluarga.
Beberapa tahun lalu aku bekerja mencari rezeki yang tujuan utama nya ialah sebagai upaya memenuhi keperluan sehari-hari, dan sisanya untuk disimpan dan nantinya akan dipergunakan untuk keluarga.

Aku bekerjasama dengan beberapa wirausaha dan wiraswasta, sebelumnya sudah memberi tahu keluarga bahwa aku akan bekerja dengan salah seorang wirausaha, dan akhirnyapun ibunda mengizknkan. Namun bapak masih belum memberi izin sebab suatu alasan.
Namun, sebab keras kepala, akhirnya aku tetap ikut bekerja disitu, bapak dan ibunda-pun menyetujui.

Waktupun berjalan, karierku sudah mulai kelihatan mengembang, namun itu hanya sebentar saja, bahkan usaha kerja keras aku tidak memperlihatkan hasil.
Aku semakin hari semakin bosan dengan karier tersebut, mungkin karena aku terlalu sangat ambisi untuk mendapatkan hasil yang luar biasa, akan tetapi aku lupa dengan keluarga yang telah kupunya.
Aku lebih banyak meluangkan waktu untuk karier dibandingkan keluarga sampai pada suatu hari dimana bapak kembali dipangkuan sang ilahi.

Akhirnya aku tersadar, betapa pentingnya keluarga bagi diriku, aku telah salah dalam memilih antara keluarga dan karier, yang mana harus kudahulukan.
Aku sangat menyesali perbuatan itu, namun semua telah telat dan tidak akan pernah kembali lagi.
Setelah ditinggal alm.bapak beberapa bulan, akhirnya aku mulai hijrah kembali mencari jalan terbaik dan pastinya yang Allah dan ibunda ridhoi.
Tak lama dari itu, Alhamdulillah aku mendapatkan kesempatan untuk bekerja disalah satu yayasan ternama di kota, dimana tempatku tinggal.

Aku meminta izin dan restu dari ibunda, dan Alhamdulillah ibunda-pun mengizinkan.
Ya Alhamdulillah, berkat dari doa restu ibunda, karierku meningkat. Ya memangsih gajinya masih sedikit. Namun, aku tetap mensyukurinya.

Awal-awal bekerja di yayasan, semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan, bahkan kegiatanku diluar masih tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan aku juga masih bisa mencari kerja sampingan untuk menambah rezeki buat keluarga.
Akupun masih sering jenguk keluarga dua bulan sekali bahkan terkadang sebulan sekali.

***
Seiring berjalannya waktu, semuapun berubah. Aku tak lagi sebebas dahulu.
Sang pemilik yayasan menegorku, ia marah dan mengancamku untuk dikeluarkan dari yayasan tersebut jika aku tidak mematuhi nasihatnya. Padahal selama ini aku selalu patuh, manut, dan tertib dengan peraturan.
Entah apa yang membuat dia berubah?
Kemarin, aku ada kegiatan diluar yang memang tidak bisa aku tinggalkan. Aku izin dengan pemilik yayasan dengan baik dan sopan, namun apa yang didapatkan? Bukannya diberi izin, aku malah di marah, dijelek-jelekkan, bahkan lembaga yang akan ku datangi itu dijelek-jelekkan.
Namun hal itu tak membuatku down, aku kabur keluar tanpa pamitan sebab jika aku pamitan maka aku tak akan pernah mendapatkan izin. Sedangkan aku lebih sayang keluargaku dari karier di yayasan tersebut, aku sih enggak takut jika aku dikeluarkan. Sebab Allah pasti memberikan yang terbaik untukku.

Ini sangat aneh sekali, dan tidak adil bagi diriku. Aku sudah berusaha profesional bekerja dengan tupoksi dan waktu sesuai dengan jadwal. Aku juga jarang sekali izin jika tidak ada kepentingan dan hal yang mendesak.
Bahkan aku ngantor setiap hari, walau tidak ada jadwal ngajar.
Tepi mengapa ini enggak adil denganku, mengapa guru-guru yang lain tak sama seperti diriku.

***
Aku bingung harus kepada siapa diriku mengadu, mencurah isi hatiku. Aku ingin menceritakan semua pada ibunda namun aku takut ibunda kepikiran dengan semua yang aku alami.
Namun jika tidak kuceritakan maka aku tak akan mendapatkan solusinya.

Setelah berfikir lama, akhirnya kuceritakan semua pada ibunda, mbak aku yang jauh lebih memiliki pengalaman dariku, pamanku, dan bapak angkatku.
Mereka bilang agar aku tetap bersemangat, sabar, dan terus berjuang dalam karier itu.

Aku sebenarnya lelah, sebab tidak bebas di yayasan tersebut. Namun aku lebih sayang pada keluarga.
Jadi aku memilih untuk masih bertahan di yayasan itu.
Aku takut kehilangan orang yang aku sayang, sebagaimana alm bapakku.

Aku enggak peduli, seberapa banyak kata-kata kasar, jelek, dan lainnya yang orang timpakan kepadaku, selagi itu bukan dari ibundaku.

Intinya, aku lebih memilih keluargaku dari pada karier. Seandainya ibunda dan mbak, atau paman menyarankanku untuk pergi dari yayasan  tersebut maka aku akan pergi.
Sebab aku takut akan ibundaku, aku takut jika ibunda tak meridhoiku.

 Keluarga adalah hal yang paling utama, keluarga adalah harta yang tak ternilai harganya.
Share:

Menuntut HAM dan Keadilan

Sebuah Opini dari Disisi Saidi Fatah, mengenai HAM, Keadilan, dan Kemanusia.

“Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”


   Setiap mahluk hidup, terutama manusia tentu memiliki hak, yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Hak yang dimiliki oleh manusia itu biasa disebut hak asasi manusia (HAM) , yang mana diatur dalam undang-undang.

Ada beberapa poin menjadi acuan kita untuk perlu kita garis bawahi, bahwasanya HAM itu sangat diperlukan dan harus diterapkan di kehidupan sehari-hari tanpa terkecuali.

Yang pertama ialah, UU No.39 tahun 1999, dalam pasal 1 angka 1 yang membahas tentang HAM dan UU No.26 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, bahwa HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk tuhan yang maha kuasa dan merupakan anugerah-nya yang wajib dihormati, dijunjungtinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Dari penjelasan di atas, tentu sudah menjadi keharusan bahwa setiap orang harus memperlakukan sesamanya sesuai hak asasi manusia yang dimiliki. Namun dalam kehidupan sehari-hari, kita terus saja temui berbagai perbuatan yang melanggar hak asasi orang lain, baik itu yang kita lihat secara langsung, maupun yang kita baca/saksikan melalui media cetak dan elektronik.

Lalu bagaimana jika poin-poin diatas tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sama dengan apa yang sedang saya alami dalam beberapa waktu ini.
Saya adalalah seorang aktivis muda yang juga seorang guru honorer disalah satu sekolah swasta milik yayasan ternama.

Awal saya bekerjasama dengan yayasan tersebut, mula nya baik-baik saja, saya masih bisa mengikuti kegiatan saya sebagaimana biasanya. Sebagai seorang aktivis pasti saya harus banyak melihat, mendengar, merasakan, dan berbaur dengan masyarakat luas.
Saya berusaha bekerja se-professional di sekolah tersebut, setiap hari ngantor dan standby disekolah. Bahkan jarang sekali saya absen apabila tidak ada keperluan yang sangat mendesak.

Namun, hal itu tidak lagi sama dengan peristiwa yang terjadi pada saya beberapa pekan ini. Ketika saya izin untuk mengikuti aktivitas diluar yayasan saya malah diomeli dan dijelek-jelekkan, padahal saya izin dengan baik dan sopan apalagi saya izin ketika tidak ada jam ngantor.
Bukan hanya sekali atau dua kali saja, sudah berkali-kali hal itu terjadi kepada saya. Sang pemilik yayasan tidak mengizinkan saya untuk mengikuti aktivitas diluar yayasan.
Mengapa ini semua tidak adil terhadap saya, apa bedanya saya dengan guru lain?

Saya ngantor tiap hari, sedangkan yang lain tidak pernah bahkan jarang sekali.
Saya bekerja sesuai dengan tupoksi dan jam ajar yang telah disediakan.
Tapi mengapa kok masih dipermasalahkan.
Mengapa yang lain tidak, sedangkan yang lain kerja nya nyabang dan ada juga yang kuliah dan lain-lain.

Ini benar-benar tidak adil. Dimanakah undang-undang, HAM, dan keadilan?
Padahalkan sudah jelas dalam undang-undang, bahwasanya tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang NKRI tahun 1945 Pasal 27 ayat (2) yang berbunyi;

“Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”

Ayat ini memuat pengakuan dan jaminan bagi semua orang untuk mendapatkan pekerjaan dan mencapai tingkat kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Negara kita adalah negara hukum. Semua diatur oleh undang-undang.
Apalagi negara kita Indonesia berlandaskan Pancasila. Lalu dimanakah nilai-nilai pancasila diterapkan?
Mengapa menjadi penghianat perjuangan para leluhur bangsa?

Berhentilah bertindak yang sewenang-wenang terhadap penghidupan orang lain.
Selagi itu tidak menghancurkan dan mengganggu kehidupan kita.
Apapun profesi kita, selagi kita manusia maka kita tak pernah luput dari salah, khilaf dan dosa.
Jangan pernah menganggap diri kita paling benar dan berkuasa sebab diluar sana masih banyak yang lebih dari kita.

Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan saling menerima tanpa harus ada perpecahan, dan menjadi manusia yang lebih manusia.

Wallahualam
Share:

Sahabat Atau Pacar?

Pernah tidak kalian mendapatkan pertanyaan,
yang terkadang membuat kalian bingung sendiri untuk menjawabnya?

Antara pacar atau sahabat, kamu pilih mana?
Ya! Pertanyaan itu sering sekali menjadi pertanyaanku
dalam waktu beberapa pekan ini.



------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku memiliki sahabat yang sudah lama aku kenal, jauh lebih dari aku dan sahabatku mengenal seorang gadis.
Selama kami bersahabat dengan baik-baik saja, kami saling terbuka antara satu dan yang lain tanpa ada sesuatu yang tersebunyikan. Bahkan, kami saling berjanji untuk saling menasehati jika ada diantara kami yang melakukan suatu kesalahan ataupun bertindak berlebihan.
Suatu hari, ada seorang gadis yang sedang dekat dengan sahabatku bahkan mereka sudah memiliki hubungan yang kalau kata anak zaman now adalah pacaran?

"Wow, sahabatku ini benar-benar ambisius banget ya? Aku aja kalah duluan sama dia!"

Ohya, sebut saja sahabat aku Alfa.
Jadi semenjak Alfa pacaran sama gadis itu, semua perjanjian kami ia langgar bahkan ia perlahan-lahan menjauh dariku.
Setiap aku menasehatinya, Alfa selalu marah bahkan cuek denganku. Aku lelah dengan semua perlakuannya.

***
Pada suatu malam, ketika aku hendak tidur, waktu itu jam menunjukkan pukul 23.45, ponselku berdering ada sebuah pesan singkat/sms yang masuk.
Ketikaku buka pesan aingkat itu, betapa sangat terkejutnya aku membacanya fan membuatku bingung sendiri sebab yang sms itu adalah pacat sahabatku sendiri.

"Kakak itu enggak peka ya, aku itu sudah lama sekali jatuh cinta sama kakak sejak kakak pertama sekali menggelar acara di sekolahku. Aku ingin mengungkapkan nya sejak dulu namun aku bingung sebab ada beberapa cewek yang suka dan dekat sama kakak,"

Belum sempat ku balas pesan itu. Ada pesan lagi yang masuk.

Ingat enggak waktu itu, ketika kakak aku tanya di masjid. Mengenai hubungan kakak dengan mbak Intan? Disitu aku merasa terkalahkan sebab mbak Intan menyatakan cintanya duluan dari pada aku.
Dan pada saat itu kakak bilang kalau kakak sedang dekat dan akrab sama Alfa jadi aku ambil Alfa deh buat deketin kakak.

"Maksud nya apa ya? Bingung aku"

"Intinya aku suka sama kakak,"

Percakap itu terus berlanjut sampai pukul 01.00 Wib, dan aku memilih untuk mengakhiri percakapan terdahulu sebab aku sangat terkantuk sekali. Apalagi besok pagi aku ada kegiatan yang akan menyita banyak waktuku.

***
Keesokan hari, aku menemui Melly. Gadis yang kemarin smsku dan menyatakan isi hati secara blak-blakan.

"Mel, apa maksud sms yang kamu kirim semalam"

"Aku hanya mengungkapkan apa yang aku rasakan"

"Yang jelas aku sudah jujur"

"Maaf, aku enggak suka sama kamu Mel. Usia kita terlalu jauh, apalagi kamukan dekat sama Alfa mana mungkin aku merebut kamu darinya."

"Dan aku enggak ingin kamu merusak persahabatn kami"

***
Beberapa hari berlalu, hubungan aku sama Alfa kian tidak sehat bahkan hampir punah.
Alfa tidak pernah mendengarkan nasihat dariku, apalagi ada beberapa berita hoax yang menyatakan bahwa aku menembah pacarnya.

"Sialan, aku dijebak!"

"Itu cewe benar-benar tidak tahu diri, cewe murahan"

"Bukannya dia yang nembak aku, menyatakan cintanya kepadaku secara blak-blakan"

Aku benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada hubunganku dan Alfa. Bagaimanapun Alfa adalah sabat tersayangku. Kami sudah seperti adik dan kakak. Apalagi orang tua Alfa sudah mempercayakan dengan persahabatan kami.

Rasa takut itu mulai menyelimuti hari-hariku. Bayang-bayang ketakutan selalu menghantui hariku ecara terus-menerus.
Aku berusaha untuk menyadarkan Alfa dan memisahkannya dari pacar.
Apalagi ketika aku bercerita pada orang tua Alfa mengenai hubungannya dengan gadis itu. Untunglah orang tua nya sangat tidak mensetujui.
Bapak dan ibu memintaku agar kembali menjadi kakak nya Alfa dan meminta untuk memisahkan Alfa dan Melly.
Jika tidak maka Alfa akan dipindahkan keluar kota.

Gila bukan? Kalau Alfa pindah ke kota bagaimana nasib hubungan kami?

***
Aku tidak ingin jika persahabatan yang sudah lama aku jalin akan hancur sebab hal yang sangat aneh ini. Bagaimanapun aku harus bisa merebut Alfa kembali.

"Fa, dengerin aku?"

"Ada apa"

"Kamu masih berhubungan ya sama si Melly"

"Jika masih, memang nya kenapa"

"Dengar ya Fa, Melly itu gadis yang tidak benar. Kamu itu berubah 180• sejak kenal dia. Bahkan kamu enggak semangat buat belajar. Kamu lihatkan nilai dan sekolah kamu berantakan sejak kamu kenal dia"

"Kakak kenapa sih, enggak merestui aku. Kakak gak senang lihat sahabatnya sendiri bahagia"

"Kakak lebih bahagia melihat kamu punya preatasi dan membanggakan orang tua. Kamu gak kasihan lihat orang tua dirumah berjuang keras demi masa depan kamu Fa?"

"Pokok nya, kakak gak mau tahu. Kamu harus putusolin tuh cewe atau kamu tinggalin kakak untuk selamanya"

Sejak kejadian itu, Alfa marah dan tidak pernah menegor aku.
Namun semangatku untuk memperjuangkan persahabatan kami tetap terus berkobar.

Pada suatu hari, aku menghubungi orang tua Alfa. Kuceritakan semua perilaku Alfa selama disekolah dan diasrama.
Untung saja bapak dan ibu masih percaya dengankuu. Aku meminta bapak dan ibu untuk menasihati Alfa. Akhirnya Alfa diminta bapak dan ibu untuk kembali kerumah beberapa hari.


***
Ketika Alfa pulang kerumah orang tua nya. Aku memanfaatkan waktu itu untuk menemui dan menasehati Melly. Meminta supaya Melly melupakan Alfa. Namun gadis itu tidak terima, jadi terpaksa aku pakai cara yang sedikit memaksa.

"Mel, dengar ya. Jika kamu masih berhubungan kembali sama Alfa awas saja. Kamu akan menyesal"

"Bapak dan ibu Alfa saja tidak setuju kalau anak nya pacaran. Apalagi aku sang kakak nya"

"Awas lho kalau masih berhubingan"

Aku memaksa dan mengancam Melly, jika ia masih berhubungan dengan Alfa. Aku sebenarnya enggak tega menggunakan kata kasar terhadap Melly. Namun dia tetap bersikeras tidak mengindahkan perkataanku jadi terpaksa aku harus dengan cara sedikit kasar.


Dua hari berlalu. Alfa kembali ke asrama diantar sang bapak.
Namun Alfa masih seperti kemarin, cuek dan tidak menegorku.

Hingga sampai pada keesokan hari nya. Ia mengirimi aku sebuh surat.
Untuk meminta maaf dan kembali bersahabat sebagaimana terdahulu.

"Kak, aku minta maaf ya sudah salah dan cuek sama kakak. Aku sayang kakak."

"Aku ingin kita lembali bersahabat, dan menjadi adik dan kakak kembali seperti dahulu"

"Miss you kak"

"Oke Fa. Tapi janji kamu harus putusin dulu Melly, baru aku mau tegor kamu dan bersahabat lagi."

"Aku sama Melly. Sudah tidak ada hubungan lagi kak. Bapak bilang kalau aku masih pacaran dan tidak mendengarkan nasihat kakak maka aku akan disuruh pulang dan dipindah ke kota,"

"Siip gitu geh. Itu baru nama sahabat."

"Oh ya kakak minta maaf ya ikut campur urusanmu"

"Sebab aku sayang sama kamu Fa. Kamu sudah aku anggap adik sendiri."
"Aku gak mau kalau kamu malas, apalagi mengecewakan kedua orang tua"

"Iya kak. Terima kasih sudah menjadi kakak aku selama ini"

Akhirnya, aku dan Alfa kembali bersahabat setelah beberapa pekan saling cuek.
Kami sadar bahwa sebuah persahabatan lebih berharga dari pada pacaran. Maka dari itu kami kembali bersabat lagi.

Share:

Senja

Senjaku kini telah berubah
Tak lagi sama seperti dahulu



 Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)

Senja
Kini engkau telah berubah
Tak lagi seperti dahulu

Rinai hujan sore
Bertaburan
Menghapus jejak debu dijalanan

Pergi membawa jutaan kenangan
Menghilang dalam dekapan

Syair-syair lama terhapus sudah
Tergantikan dengan syair baru

Senja
Kau datang dan pergi
Tanpa aturan

Way Kanan, 27 Oktober 2017
Share:

Pagi Yang Kurindu_Alfa

Selamat pagi
Pagi yang kurindu!


 Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkana Euonoia)

Pancaran sinar mentari
Menghangatkan sekujur tubuh
Memberikan kesan utuh
Menikmati pagi dengan segelas kopi

Kala itu kau hadir
Menebar senyum
Berikan semangat
Untukku

Mengajakku menari-nari
Berdendang sesuka hati
Melantunkan nyanyian rindu
Dengan sesuka hatimu

Canda tawa pagi itu
Menghilangkan penat dihatiku
Ketika pilu tak lagi membisu

Aku rindu pagi itu
Ketika dirimu disisiku

Namun dirimu tak ada lagi disisiku
Entah kemana engkau pergi
Meninggalkan banyak kenangan
Tanpa sevab aku tahu

Selamat pagi
Pagi yang kurindu

Way Kanan, 23 Oktober 2017
Share:

Maaf




Sebuah puisi teruntuk seseorang yang sampai saat ini masih cuek denganku.
Senoga lekas bisa memaafkan atas segala salah dan khilafku
Miss you

Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkanan Euonoia)


Tuan
Maafkan daku atas kesalahan
Aku khilaf dengan semua
Maafkan daku telah berlebihan dengan tuan

Tuan
Bukan maksudku berbuat sesuka hati
Bukan pula untuk menyakiti
Apalagi menghianati

Tuan
Semua terjadi atas kesalah pahaman
Aku terlalu berlebihan dalam bertindak kepadamu
Maafkan aku
Aku pantas untuk dilupakan

Tapi perlu tuan ingat
Diri inilah yang selalu setia menemani
Ketika tuan dalam dalam dekapan atau jauh dari pandangan
Ketika tuan dalam keadaan sehat atau sedang jatuh sakit


Way Kanan, 24 Oktober 2017
Share:

Sajak Kehidupan

Basabasi. Ist



Sebuah sajak perekam peristiwa pada 1 November 2017


Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkana Euonoia)


Sejatinya hidup adalah perjalanan
Dari segumpal tanah menuju tanah kembali


Berjalan meniti kehidupan
Mencari jalan kebaikan
Menebar perdamaian
Mengikat persaudaraan


Menantikan lukisan pelangi
Di langit biru
Usai hujan reda
Setelah badai berlalu


Gunung Labuhan, Way Kanan, 1 November 2017
Share:

Cemburu




Kedua mata ini cemburu
Ketika melihatmu begitu akrab dengannya
Kedua telinga ini cemburu
Ketika mendengar kau asyik berbincang dengannya


Bibir, tangan, dan kaki ku-pun ikut cemburu


Way Kanan, Lampung, 30 Oktober 2017


Alfa Arkanan Euonoia
Share:

Sebait Doa Untuk Bapak

Sebait doa dariku untuk bapak (Supriyanto Iswan).
Dihari ulang tahun yang ke 45 tahun.

 



Sebait Doa Untuk Bapak

Oleh : Disisi Saidi Fatah (Cendekia Alazzam)


Kemarin,
Tepat pada lima Oktober lalu
Kembali terulang moment yang sama


Dalam pandangan saat ini
Bertambah satu tahun usiamu
Namun, dalam pandangan islami
Berkurang satu tahun usiamu


Pada moment saat ini
Tak banyak yang dapat dinda berikan
Hanya sepenggal doa yang dipanjatkan
Untukmu, bapakku tercinta


Di usiamu yang sudah kian menua
Semoga bapak semakin sehat
Baik jasmani maupun rohani
Semakin rajin beribadah
Serta, Allah mempermudahkan
Segal hal dan aktivitasnya


Tetaplah menjadi imam keluarga yang baik dan gagah
Bukan hanya di dunia saja namun di syurga-Nya pula
Tuntunlah anak, istri, dan cucumu
Menuju jannah-Nya


Way Kanan, Lampung 30 Oktober 2017


Selamat bertambah dan berkurang usia bapak
Sukses dunia akhirat Aamiin

Share:

Kemana Hendak Ku Cari!

Sebuah puisi teruntuk sesorang yang pernah ada dalam hidupku,
yang kini telah pergi jauh dariku.
Teruntuk motivator, sahabat, dan papaku.

Miss You master



Kemana Hendak Kucari

Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)

Dimana harus kucari
Sosok yang dulu peduli
Penuh perhatian dan kasih sayang

Telah habis fikirku
Mengapa semua terjadi secapat ini
Mengapa harus ada pertemuan kedua hati
Jika perpisahan masih saja menanti

Dia benar-benar berubah
Tak seperti yang dulu
Kasih sayang nya tak setulus yang lalu

Sejak dia mengenal nya
Dia berubah seratus delapan puluh derajat
Dia benar-benar menghilang dari pandangan

Hendak kemana kakiku melangkah
Mencari pengganti pengisi hati
Mencari obat penawar pilu
Rindu-rindu yang telah merindu

Lampung, 27 Oktober 2017
Share:

Tentang Rindu



Sebuah puisi rindu, teruntukmu yang jauh disana.
Tahukan kamu bahwaku sangat merindukanmu, semoga dirimu dalam keadaan baik, sehat, dan selalu mengingatku.

Rindu kamu

Tentang Rindu

Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)

Ketika teredengar sebutan namamu
Hanya satu yang dapat kuingat
Senyum manis, tulus di bibirmu

Kembali kubuka catatan kecilku
Berisi sajak tentang dirimu
Yang sengaja kubuat
Dari bait rindu penuai kalbu

Kuteringat bahwa dirimulah yang mengajariku menuangkan sajak rindu
Sebagai penawar pilu
Ketika kau tak lagi disisiku

Teringat dalam benakku
Pertanyaan yang pernah kau ajukan untukku
"Apakah kau tak merindukan sesuatu?"

Bagaimana aku akan menjawab rindu itu
Jika orang yang kurindu adalah dirimu sendiri
Sedangkan dirimu berada disisiku

Namun semua benar adanya
Ketika kau pergi meninggalkanku
Hatiku semakin rindu
Akan sajak-sajak darimu

Semoga Allah yang Rabbi
Memberikan penawar rindu
Darimu untukku

Gunung Labuhan,  07 Oktober 2017
Share:

Puisi di Hari Sumpah Pemuda ke-89

Tanah Air Ibu Pertiwi

Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkana Euonoia)



Tanah airku ibu pertiwi
Negeri yang subur dan makmur
Menyimpan banyak kenangan
Dalam goresan sejarah

Negeriku
Yang kaya akan budaya
Negeriku
Yang banyak cerita
Dari masa ke masa

Indonesia
Yang katanya berlandaskan pancasila
Dan undang-undang dasar 1945

Berlambang burung garuda
Dengan simbol merah putih
Yang memiliki semboyan
Bhineka tunggal ika
Berbeda-beda namun tetap satu jua

Tanah airku
Negeri yang kaya akan budaya
Beragam suku, agama, ras, dan golongan
Yang membuat nusantaraku indah dipandang mata

Negeriku
Katanya negeri yang toleran
Negeri yang damai
Menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila

Namun
Apa faktanya?
Negeriku selalu dipenuhi cerita
Beda warna, pendapat, dan sara
Selalu dijadikan faktor konflik

Kapankah negeri tercintaku ini damai
Menjadi negeri yang merdeka
Tanpa korupsi dan NKRI Harga Mati

Menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila
Mentaati undang-undang dasar 1945
Menghargai pengorbanan para leluhur bangsa

Lampung, 27 Oktober 2017
Share:

Sajak Dalam Doa



Ya Allah
Dua puluh satu tahun sudah
Diri ini berdiri dipijakan bumi pertiwi
Terlahir dari rahim sang ibu
Yang kupanggil mama

Ya Rabbi
Tak banyak pinta hambamu
Aku hanya meminta agar engkau sadarkanku jikaku berbuat berlebihan
Tegurlah diriku jika sudah melampaui batasmu
Rangkul aku dalam dekapanmu ya rabbi

Jangan engkau biarkanku tercebur dalam kubang penuh dosa
Jangan biarkan hatiku kosong hingga berkarat
Tanpa menyebut dan mengingat asmamu

Ya rabbi
Jadikan aku orang yang ikhlas,  rendah hati,  bertawaqal di jalanmu
Menjadi hambamu yang sholeh,  yang taaat pada ajaranmu serta menjauhi segala laranganmu
Jadikanlah aku hambamu yang beriman

Ya Rabbi
Yang maha agung
Yang kami agungkan
Jadikanlah hambamu hamba yang mulia dihadapanmu
Serta angkatlah derajat hamba dan orang tua serta kerabat dan sahabat hamba
Sukseskahlah hamba didunia dan diakhirat

Jadikanlah generasi penerus hamba menjadi generasi cerdas yang rahmatan lil alamin
Yang beramal ma'aruf nahi munkar
Serta peduli terhadap sesama tanpa memandang suku,  agama,  ras,  dan golongan
Dan menjauhi segala bentuk kekerasan atas nama kemanusiaan

Gunung Sugih,  11 Oktober 2017
Share:

Perjalanan




Hidup adalah perjalanan
Dari keterpurukan menuju kebaikan
Menebar perdamaian
Menjalin persaudaraan


Hidup adalah penantian
Menanti pelangi setalah hujan reda
Mencari pencerahan usai badai berlalu


Hidup adalah perjalanan pulang
Menuju garda terdepan
Tanpa menyingkirkan persaudaraan


Labuhan Jaya,  07 Oktober 2017
Share:

Gadis Berjilbab

Foto Ayo Semarang. Ist



Gadis berjilbab
Parasmu begitu indah nan rupawan
Hatimu begitu tulus nan lembut
Perhatianmu terhadapku tak pernah putus


Cinta dan sayangmu
Membuat kau rela mengorbankan waktumu untukku
Setiap pagi kau suguhkan minuman hangat untukku
Tidak lupa sepotong roti untuk menemaninya
Siang dan malam hari kau kirimiku dengan berbagai hidangan


Gadis berjilbab
Seandainya engkau tahu akan perasaan hati ini
Sejak awal kita jumpa,  hati ini sudah jatuh
Ingin rasanya aku bersamamu


Namun aku sudah berjanji kepada diriku
Untuk tidak bermain cinta
Apalagi agama kita sudah menegaskan
Tidak ada suatu ikatan kepada selain mahramnya terkecuali persaudaraan


Aku juga takut,  akan hal yang sama terulang kembali
Sebagaimana aku pernah mencintai
Beberapa hati yang kini telah pergi


Aku takut suatu saat nanti
Kau pergi meninggalkanku
Aku takut menyakitimu dan kau melupakanku
Aku takut suatu saat nanti
Kita tak menjalin suatu hubungan apapun
Sebagaimana orang-orang tersayang
Meninggalkanku tanpa aku tahu dan mengerti
Apa salahku

Gadis berjilabab
Terima kasih atas perhatian,  cinta,  dan sayangmu terhadapku
Semoga engkau tetap menjadi insyan yang kukenal
Semoga cinta,  kasih,  dan sayangmu tetap tulus dan setia menanti
Hingga tibalah saatnya Allah meridhoi kedua hati
Untuk saling berbagi dan bersatu

Way Kanan,  4 Oktober 2017
Share:

Secangkir Kapal Api




Secangkir kapal api hangat
Yang kau buat khususkan untukku
Menjamu kantukku malam ini


Sengaja ku memintanya kepadamu
Sebab aku rindu akan hangat nya kapal api buatanmu
Sudah lama kau tak suguhkan itu untukku


Kini malam ini aku bebas menyuruput nya
Mencium aromanya yang khas akan buatanmu


Way Kanan,  03 Oktober 2017
Share:

Rindu Yang Tak Tersampaikan



Rinai hujan di senja sore itu
Menghantarkan puing-puing rinduku
Yang tak sempat kusampaikan kepadamu

Akankah rinduku ini bisa terobati
Ketika suaramu memanggil-manggil namaku
Mengajakku pergi ke alam damaimu
Dan senyum di bibirmu yang mampu tenangkan ku.

Baradatu, 3 September 2017
Share:

Rindu

Foto bola. ist



Tetesan hujan sore itu
Mengingatkan aku akan sebuah rindu
Ku teringat pada suatu
Disaat ku suguhkan secangkir kopi untukmu pagi itu


Asshiddiqiyah 11Way Kanan, 25Agustus 2017
Share:

Menilik Kembali Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Sumber: Nusantara News. ist



Sebuah sajak di HUT RI ke-72 dari "Disisi Saidi Fatah" untuk mengenang kembali perjuangan para pejuang bangsa. Sebagai renungan kita yang telah merdeka selama 72 tahun.
Share:

Kemarin

Foto Ngopibareng. ist



Kemarin adalah awal cerita kita dimulai
Kau yang datang penuh dengan warna
Membuatku jatuh cinta


Senyummu adalah  cinta
Tawamu adalah cerita 
Yang menandakan kau sedang bahagia
Diam mu adalah sebuah luka
Yang membuatku bertanya?


Tahukah engkau
Aku jatuh cinta, 
Bukan masalah cinta, namun ini adalah rasa
Sebuah kenyataan yang aku punya


Sejak kita jumpa kemarin,
Kau telah merubah warna di hidupku,
Kau selalu ada di dekatku, 
Meski kau adalah semu.


Kini semua hanya tinggal cerita
Yang hanya aku dan kau yang punya
Dan akan abadi dalam goresan pena
Yang akan dikenang masa


#rinduku  


Asshiddiqiyah 11,  8 Juli 2017
Share:

Santri Ganteng Yang di Sangka Teroris

CERITA ini bermula ketika keluarga besar AIC (Asshiddiqiyah Islamic Collage) Way Kanan pergi ke kota untuk mengurus berkas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung di Telukbetung, Bandar Lampung.
Keluarga besar AIC Way Kanan di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung
Kurang lebih empat jam perjalanan, akhirnya keluarga besar AIC Way Kanan tiba di lokasi. Sampai di lokasi mereka langsung melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah, dipimpin salah satu ustadz Asshiddiqiyah 11.
Usai melaksanakan sholat berjamaah, ustadz dan ibu nyai kemdudian menyerahkan berkas ke dinas, meninggalkan beberapa santri yang terpaksa harus menunggu di luar.
Menghilangkan jenuh, Salman, salah satu santri mengajak teman-temannya untuk mencari makan siang di kantin terdekat. Singkat cerita, setelah makanan ludes masuk perut, ternyata ustad dan nyai tak juga keluar dari gedung.
Salman bersama kawan-kawannya lalu memutuskan untuk menunggu di halaman. Pada saat bersamaan, mereka melihat banyak polisi dan polwan muda tengah latihan di halaman kantor Sabhara Lampung.
Karena menarik, pandangan mata Salman dan kawan-kawan jelas memperhatikan para polisi muda itu latihan. Entah kenapa, beberapa polisi yang latihan itu datang menghampiri Salman dan kawan-kawannya. Mereka lalu bertanya dengan nada keras.
Polisi : Bapak mau kemana?
Salman : Kami sedang menunggu ibu nyai, beliau ada di dalam (Kantor Dinas Pendidikan).
Polisi : Bapak dari mana?
Salman : Kami dari Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 11 Way Kanan pak. Ada apa ya?
Polisi : Ooh dari pesantren ya. Gak papa pak, hanya bertanya saja!
Tidak berlangsung lama, si polisi itu meninggalkan Salman dkk. Namun Salman masih penasaran dan bingung, sebab apa polisi bertanya kepada mereka.
Karena masih penasaran, akhirnya Salman bertanya kepada sahabatnya yang kebetulan juga polisi muda dan bertugas di kantor yang sama.
Usut punya usut ternyata Salman dan kawan-kawannya disangka kelompok teroris oleh polisi-polisi tersebut .
Mendengar info tersebut Salman dan kawan-kawan tertawa terbahak-bahak.
Masa iya Santri yang hanya mengenakan peci dan membawa tas saku kecil disangka teroris. Apalagi santrinya masih muda banget.
Memangnya mukanya seram dan menakutkan ya, makanya si polisi tersebut menyangka teroris. Mana ada teroris berwajah ceria dan cerah, membawa tas saku kecil. Aduh pak polisi, belum minum Aqua kali ya??.
Pesan untuk para polisi; memang polisi adalah pihak yang memiliki kewajiban untuk pengamanan, namun enggak gitu juga kali. Sampai-sampai santri yang berwajah tampan dan ceria serta murah senyum di sangka teroris apalagi santrinya masih muda dan masih berstatus sekolah.
Maaf ya pak polisi, cerita ini aku post ke media. Selamat bertugas bapak.Semangat. (Ditulis oleh Disisi Saidi Fatah)

Cerita ini juga dimuat di media NU Lampung Online
Share:

Potret Kenangan Dua Tahun Lalu

Oleh : Disisi Saidi Fatah



Waktu berjalan, begitu cepat berlalu
Tak terasa dua tahun sudah kebersamaan kita
Masih teringat di benakku kenangan indah bersamamu

Engkau adalah sosok yang sangat aku sayang,
Dengan sifatmu yang humoris, penuh canda dan tawa engkau menghibur diri ini ketika diri ini merasa sedih, sendirian
Engkau juga sosok yang sangat perhatian denganku pada saat itu
Namun beriring jalannya waktu
Perubahan menghampiri kita, dan semua akan terekam abadi dalam sebuah memori

Ya, kunamai memori itu potret kenangan dua tahun lalu
Karena aku sangat merindukan itu.
Dimana kita selalu bersama, berjalan melangkah kedepan
Tak pedulikan hujan dan panas menghampiri kita

Masih teringat saat itu, dimana kita duduk berdua
Dirimu bercerita tentang masa muda
Duduk santai sambil menikmati secangkir kopi

Kita juga pernah bersama-sama berjuang, untuk mempertahankan amanah yang telah diberikan kepada kita, namun semua hanyalah kenangan yang akan abadi bersama perkembangan zaman

Semoga Allah pertemukan kita kembali, di lain tempat dan waktu.

Sahabat aku rindu kenangan dulu bersamamu.
Semoga engkau tidak lupa pada diriku, jaga diri dan kesehatanmu sahabat
Jangan lupa makan, sholat, dan istiharat yang cukup, sebab aku merindukanmu!

#RindukupadamuSAHABAT
#GARTU #MYDisisi96
���������

Blambangan Umpu, 30 Maret 2017
Share:

Minggu Pagi Tanpa Bapak!

Freepic. Ist



Pagi ini suasana sedikit dingin, aku yang tadinya terlelap tidur disamping mama diruang depan tempat santai keluarga didepan televisi. Tiba-tiba aku terbangun dari lelap nya tidur malamku, aku melihat ada mama di sampingku yang saat itu sedang berbincang-bincang dengan ponsel genggamnya. Ia sedang menerima telpon dari ayuk ku. Kulihat jam pada ponselku yang ku letakkan disamping tidurku, terlihat jam menunjukkan pukul 03.40 pagi, aku segera bangkit dari ranjang tidurku dan bergegas menuju kamar mandi.
Share:

Mengejar Keistimewaan Lailatul Qodar | Salman Khan



Tanpa terasa bulan suci ramadhan akan segera  berakhir,  kita baru saja melewatkan 10 malam yang pertama yakni malam yang penuh rahmat,  dan 10 malam yang kedua yakni malam  yang penuh dengan ampunan.

"Sesungguhnya tanda Lailatul Qodar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas, pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya, dan sesungguhnya tanda Lailatul Qodar adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi."

Lalu apa keistimewaan pada 10 malam ramadhan yang terakhir?  
Keistimewaan pada 10  malam ramadhan yang terakhir , salah satunya adalah terdapat malam yang begitu mulia yakni Lailatul Qodar.  Lailatul Qodar adalah  malam yang penuh keberkahan dimana pada malam itu waktu diturunkan nya Al Qur'an, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Sebagaimana firman Allah SWT  dalam Qur'an  Surah  Al -Qodr Ayat 1-5

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“(1) Sesungguhnya kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. (2) Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (3) Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (4) Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. (5) Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al-Qadr: 1-5).

Dari A’isyah radhiallahu’anha, beliau  berkata;
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir dengan kesungguhan yang tidak beliau lakukan pada waktu-waktu lainnya. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam apabila memasuki sepuluh malam terakhir, beliau mengikat sarungnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan istri-istrinya (untuk shalat malam).

Lailatul Qodar terjadi pada sepuluh malam terakhir dan terjadi pada malam-malam yang ganjil. Barangsiapa yang menghidupkan malam-malam itu karena berharap keutamaannya maka sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya tanda Lailatul Qodar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas, pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya, dan sesungguhnya tanda Lailatul Qodar adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi.

Kita tidak tahu pasti kapan lailatul qodar itu hadir, sebab kita  hanyalah manusia biasa.  Mari kita perbanyak istighfar dan ber-i'tiqaf, perbanyak doa memohon ampunan kepada Allah dengan merendahkan diri kita dan berharap ridho darinya.

Marilah kita selalu berdoa dan meminta kepadanya, memohon taufiqnya agar kita diberi kemudahan dalam ketaatan dan diberi kesempatan untuk dapat menuai pahala darinya dengan berpuasa, qiyamul lail dan melakukan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan .
Shingga kita keluar dari bulan yang penuh berkah ini dengan penuh keimanan, takut, berharap dan cinta hanya kepadanya semata. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing dan memberikan kita kekuatan untuk tetap tsabat dan istiqamah di atas jalannh yang lurus, jalan orang-orang yang diridhai dan diberikan kenikmatan olehnya sampai kita bertemu dengannya nanti. Aamiin Ya Rabbal Alamin

Oleh : Disisi Saidi Fatah
**Alumni BPUN Mataair Way Kanan 2015. Guru pengampu IPA dan TIK di SMP Manba'ul 'Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 11 Way Kanan Lampung.
Share:

Latest in Tech

BTemplates.com

blogger-disqus-facebook
Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive