Showing posts with label CatatanAlfa. Show all posts
Showing posts with label CatatanAlfa. Show all posts
Saturday, April 11, 2020
Wednesday, January 30, 2019
Selalu Bersyukur (3)
By : Alfa Arkana Eounoia (DSF)
Lanjutan novel "Perjalanan, Mimpi, & Inspirasi" Bab III
Lanjutan novel "Perjalanan, Mimpi, & Inspirasi" Bab III
“Puji syukur terhadap Allah, Tuhan Yang Esa yang telah memberikan rahmatnya serta memberikan keajaiban terhadapku. Kini aku sadar betapa besar kuasa-Nya, begitu dengan mudahnya Allah mempertemukan dan memisahkan kita dengan seseorang, bahkan hanya dalam sekejab saja”
Masih saja teringat dalam setiap langkah, senyum menenangkan hati, mata dan wajah berseri itu. Sejak pertemuan dengan Alfa pada hari itu, aku rasa banyak menemukan perubahan dalam hidupku, sikap dan pola hidup tak lagi sama. Tak pernah lagi mengurung diri dikamar, waktu banyak aku habiskan untuk membaca, menulis, dan berkeliling disekitar rumah, terkecuali ketika aku sedang bosan atau merajuk. Jika aku sedang merajuk pada seseorang aku sering kali mengurung diri dikamar bahkan ketika aku lapar, tak sedikitpun ada keinginan untuk makan dan minum, terkecuali ketika diri hendak ke kamar mandi.
Sejak mengenal Alfa semua berubah seratus delapan puluh derajat, entah kejaiban apa yang Allah berikan untukku. Namun aku sangat bersyukur atas kehadiran Alfa yang mampu merubah segalanya dengan begitu cepat.
Menjelang subuh tiba, diri ini telah bersiap-siap menyambut pagi. Menuju kamar mandi cuci muka, gosok gigi, lalu ambil wudha dan sholat thajjud dilanjutkan dengan sholat subuh lalu olahraga pagi.
Tak seperti biasanya aku banyak mengulur waktu, bahkan terkadang aku bermalas-malasan untuk membuka pintu kamar ketika pagi menjelang, apalagi ketika diri sedang merajuk bisa berhari-hari tak keluar kamar apalagi keluar rumah. Namun semua kini benar-benar telah berubah tidak lagi seperti itu, aku yang dulu bukanlah yang sekarang. Semangat empat lima selalu tumbuh dalam diri. Pagiku kini tak sia-sia lagi, banyak tugas dan PR yang menumpuk sudah lama tak tersentuh olehku dan kini semua perlahan mulai terselesaikan satu persatu.
ᴥᴥ ᴥᴥ ᴥᴥ
Semakin hari bayangan Alfa selalu menemaiku, menyemangati diri untuk terus berbuat dan melangkah, tak sedikitpun hati goyah ataupun menyerah. Aku hanya pasrah terhadap skenario-Nya Allah. Namun tak henti berharap dan selalu berdoa agar semua bisa sesuai dengan apa yang diharapkan.
Perlahan aku belajar ikhlas untuk melepaskan ratusan bahkan ribuan kenangan dan bayangan semu serta mimpi-mimpi yang dahulu kurangkai indah bersama sang motivator yang menjadi kebanggaan dan penyemangat serta inspirasi-inspirasiku dulu. Sebagaimana keindahan kata pada syair dalam bait demi Sbait puisi. Kini semua hilang bagaikan kapal yang karam ditengah lautan, hanya sisa kepingan memori yang apabila teringat olehku selalu membuat luka. Tak jarang hal itu menghadirkan bahagia.
Puji syukur terhadap Allah, Tuhan Yang Esa yang telah memberikan rahmatnya serta memberikan keajaiban terhadapku. Kini aku sadar betapa besar kuasa-Nya, begitu dengan mudahnya Allah mempertemukan dan memisahkan kita dengan seseorang, bahkan hanya dalam sekejab saja. Kita tak tahu kapan dan dimana akan berjumpa dengan orang baik, begitu pula dengan sebaliknya, sebab kita hanyalah manusia yang tak tahu apa-apa terhadap skenario-Nya. Aku rasa aku adalah orang yang sangat beruntung, dipertemukan dengan orang-orang yang baik dan sayang terhadap diri, namun masih banyak PR yang masih harus dibenahi, diperbaiki dan dikoreksi kembali; salah satunya ialah bagaimana kita mempertahankan hubungan dengan orang itu sendiri agar tetap terjalin hubungan dan komunikasi yang baik serta tetap bersama sampai akhir hayat menutup mata. Sebab aku tak ingin kejadian lama terulang lagi dan lagi, cukup untuk akhir ini saja.
Sebagaimana pepatah mengatakan “Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung” maka dari itu aku selalu ingin bersahabat dan berhubungan dengan baik terhadap siapapun itu, tak pedulikan apapun latar belakangnya dan darimana asalnya. Aku harap persahabatanku dengan Alfa akan terus membaik meski suatu saat nanti akan terpisahkan oleh waktu. Besar harapku menjalin persahabatan dan persaudaraan yang lama dan meninggalkan kenangan indah, sebab tak inginku seperti yang lalu yang hanya menyisakan luka dan air mata.
Sebagai mana pepatah mengatakan;
“Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung”
Oleh sebab itu, aku ingin selalu bersahabat dan berhubungan baik terhadap siapapun itu,
tak peduli asal-usulnya, latar belakang nya, serta darimana asalnya.
Friday, August 31, 2018
Untukmu RJ (Murid Kesayanganku)
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Salam sayang untukmu anakku, yang selalu membuat semangat diri dan mewarnai setiap hari.
Nak, terhitung sudah memasuki Minggu kedelapan kita bersama, dipertemukan dalam forum pendidikan pada yayasan ini. Aku bersyukur dapat bertemu denganmu, dan aku sangat berterima kasih kepada Allah SWT yang telah menghadirkan sosokmu dalam duniaku. Sosok yang membuat aku semakin bersemangat untuk terus berbagi dan mengabdi pada dunia literasi.
Nak, terhitung sudah memasuki Minggu kedelapan kita bersama, dipertemukan dalam forum pendidikan pada yayasan ini. Aku bersyukur dapat bertemu denganmu, dan aku sangat berterima kasih kepada Allah SWT yang telah menghadirkan sosokmu dalam duniaku. Sosok yang membuat aku semakin bersemangat untuk terus berbagi dan mengabdi pada dunia literasi.
Nak, namun pada akhir ini, aku merasa banyak perubahan darimu sejak kita bertemu pada Sabtu malam itu. Ketika kita berbincang santai sembari menikmati hiburan Hadroh pada malam majelis dzikir dan ta'lim. Kau banyak bertanya tentangku, demikian pula denganku yang semakin penasaran akan dirimu. Sejak malam itu, aku jatuh hati dan menaruh sayang padamu. Manis senyummu tak pernah luput dari ingatan ini, begitu pula dengan sikap dan tutur sapamu, selalu terngiang dalam pikiran. Aku yang dahulu tidak begitu bersemangat dan betah dengan yayasan, sebab ada suatu konflik yang membuat luka pada hati. Kini semangat itu tumbuh dan mekar bersama dengan hadirmu. Aku yang hanya memiliki jadwal tiga hari dalam sepekan, kini ingin setiap hari berkunjung ke yayasan sebab ingin melihat dirimu seorang.
Diam-diam aku menaruh sayang dan perhatian padamu, sengajaku berkomentar tentang penampilanmu yang kurang rapi dan sifat malasmu ketika berada dalam kelas. Sebab aku ingin kau seperti yang lain, rapi dan menarik, serta rajin dalam setiap pelajaran. Semua kulakukan demi kebaikan dan masa depanmu.
Namun, sikap dan caraku kau anggap suatu keanehan dan hal yang berlebihan. Kau bilang aku mengatur hidupmu dan hal itu tak kau sukai. Apalagi ketika aku memaksa dirimu untuk mengerjakan tugas tempo hari lalu. Aku memaksa sebab kau adalah muridku, dan aku adalah gurumu. Orang yang telah dipilih untuk mendidikmu selama tiga tahun kedepan. Apalagi ketika orang tuamu menitipkan kau pada yayasan ini, maka ini adalah tanggungjawab kami untuk mendidik dan mengajarkan kebaikan padamu.
Nak, sebagai guru aku memiliki prinsip. Siapapun yang menjadi anak muridku, tak perdulikan warna, status, dan latar belakang. Ketika ia menjadi muridku, maka ia harus aku rangkul, harus aku sayangi, dan aku didik, serta harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Selagi itu dalam kebaikan maka semua wajib untuk mengikutinya.
Salahkah aku jika menaruh perhatian dan sayang padamu nak? Jika aku salah, aku minta maaf.
Salahkah aku jika menaruh perhatian dan sayang padamu nak? Jika aku salah, aku minta maaf.
Mengenai permintaan untuk menjauh dari kehidupanmu, agar tidak ikut campur dalam urusanmu. Aku bisa mengabulkan semua, jika semua adalah kebaikan untukmu dan membawamu dalam perubahan yang baik, aku siap melepasmu. Namun, jika hal itu justru membuatmu semakin tidak baik dan demikiannya. Mohon maaf aku tidak bisa nak. Jangankan untuk melepaskanmu, sekedar tak peduli saja aku tak mau. Sebab kau adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan.
Semoga kau mengerti akan semua nak, dan semoga Allah memberikan kasih sayangnya untukmu. Semoga kau bahagia dan kembali bersahabat seperti sedia kala. Aamiin
Salam sayang, dari gurumu.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Way Kanan, 30 Agustus 2018
Tentang Penulis :
Alfa Arkana Eounoia atau Disisi Saidi Fatah merupakan pria kelahiran Lampung Tengah, pada 27 September. Penikmat lantunan sholawat Habib Syech AA dan pengagum ulama Sastra KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Ust.Yusuf Mansyur, dan aktor Ananda George, kini menyibukkan diri pada dunia pendidikan. Ia sangat mencintai dunia literasi itu, selain berbagi pengetahuan dan ilmu, ia merasa sangat senang ilmunya dapat bermanfaat untuk semua. Pemilik motto "Tak ada pemandangan terindah, selain menatap wajah mama" sangat suka dengan kegiatan menulis, terutama dalam mengungkapkan rasa.
Dengan menulis ia dapat mengutarakan apa saja yang ia rasakan tanpa harus berbicara banyak pada orang.
Penulis dapat dihubungi ;
Facebook : Disisi Saidi Fatah
Instagram : @Netrahyahimsa
Twitter : @Netrahyahimsa
E-mail : disisisf.bpun@gmail.com
Blogs : gemilangtotal.blogspot.com
Facebook : Disisi Saidi Fatah
Instagram : @Netrahyahimsa
Twitter : @Netrahyahimsa
E-mail : disisisf.bpun@gmail.com
Blogs : gemilangtotal.blogspot.com
#paradigmaimaji
#komunitassastra
#calonpenulishebatindonesia
#komunitassastra
#calonpenulishebatindonesia
Tuesday, August 21, 2018
Lekas Sembuh, Adikku!
| With Reja. Ist |
Lekas sembuh adik kecilku
Aku harap kau selalu semangat dalam menjalani harimu
Semoga kau selalu diberi kekuatan dan betah tinggal dirumah barumu ini
Kelak kau akan mengerti apa arti kehidupan ini dan kau akan mengerti mengapa semua harus kau lalui
Maaf jika akhir ini aku banyak menaruh perhatian padamu, semua sebab aku peduli dan sayang padamu. Tak ada maksud lain selain ingin akrab denganmu
Kau tahu?
Mengapa akhir ini aku begitu semangat
Semua sebab ingin bertemu kau seorang diri
Meski posisi kesehatan sedang tidak memungkinkan, namun tetap aku bertahan melangkahkan kaki menuju tempat biasa kita bertemu
Tak lain hanya ingin melihat senyum manismu
Senyum yang membuatku bahagia dan semangat, kala berjumpa denganmu
Kau tahu?
Sejak malam itu, ketika kita berbincang dan duduk berdua
Aku jatuh cinta pada sosok yang begitu aku kagumi
Dan itu tak lain ialah dirimu
ASHD, 16 Agustus 2018
Monday, August 20, 2018
Bahagiaku Memiliki Kalian Anakku
![]() |
| Salah satu muridku | Reja. Ist |
Menjadi seorang guru itu adalah sebuah kebahagiaan, kemuliaan, dan keistimewaan
Bahagia dapat berbagi dan ikut dalam membangun karakter bangsa serta kecerdasan bangsa
Mulia, sebab meski terkadang tak pernah dihargai namun tetap masih konsisten untuk berbagi
Istimewa, sebab bukan karena seorang guru tak mungkin akan lahir generasi-generasi penerus
Bahagiannya aku memiliki kalian anak-anakku
~ Alfa Arkana Eounoia ~
#CatatanAlfa
Blambangan Umpu, 20 Agustus 2018
Saturday, August 18, 2018
Dear ; Penyemangatku
Terima kasih adik masih setia denganku.
Meski kita tak ada ikatan darah sedikitpun, kau dan aku masih setia bersama.
Aku bangga mengenalmu, sampai kita akrab begini.
Bahkan, sebab persahabatan dan kesetiaan kita, tak disangka Allah berikan kesempatan untuk orang tua kita berjumpa, menjalin sebuah keluarga.
Kau yang selalu aku cinta, dalam suka maupun duka
Kau adalah alasan sebab mengapa aku bertahan
Kau adalah sebab kita menjadi keluarga
Hadirmu adalah semangat dan bahagiaku
Kisahmu adalah kasih dalam kehidupanku
Senyummu semangat penuh cintaku
Lantunan syair sholawat yang kau lantunkan, setiap nada-nada adalah doa yang menggetarkan kalbu dan atma.
Nusantara, 18 Agustus 2018
Saturday, August 11, 2018
Muhammad Salman Alfarizi
Untukmu Penyemangatku.. Rindu sangatlah aku
| Muhammad Salman Alfarizi |
M ana mungkin aku pergi
U ntuk meninggalkanmu sendiri
H ari semua akan sunyi
A pabila kau tak lagi mengisi hati
M ana mungkin aku bisa menyendiri
M elangkahkan kaki tanpa iringan penyemangat diri
A ku harap kita masih setia
D alam menjalani hidup penuh tanda tanya
U ntuk meninggalkanmu sendiri
H ari semua akan sunyi
A pabila kau tak lagi mengisi hati
M ana mungkin aku bisa menyendiri
M elangkahkan kaki tanpa iringan penyemangat diri
A ku harap kita masih setia
D alam menjalani hidup penuh tanda tanya
S elama kehadiranmu
A ku tak lagi bersedih hati
L uka lama perlahan mulai membaik
M emang Allah itu lebih tahu
A kan cara menghidupkan semangat diri
N yatanya ketika kau hadir semua mulai membaik
A ku tak lagi bersedih hati
L uka lama perlahan mulai membaik
M emang Allah itu lebih tahu
A kan cara menghidupkan semangat diri
N yatanya ketika kau hadir semua mulai membaik
A ku harap kau selalu ada dan semangat
L ewati semua tantangan hidup
F rustasi harus dipatahkan dengan prestasi
A gar kelak hidup semakin berisi
R indu akan selalu bersama
I ngin segera melepas rasa, namun belum bisa
Z ikir, hanya itu yang mampu terlaksana
I iringi segala harapan dan doa
L ewati semua tantangan hidup
F rustasi harus dipatahkan dengan prestasi
A gar kelak hidup semakin berisi
R indu akan selalu bersama
I ngin segera melepas rasa, namun belum bisa
Z ikir, hanya itu yang mampu terlaksana
I iringi segala harapan dan doa
Indonesia, 8 Agustus 2018
Salman Alfarizi
S enyuman indah yang merekah pada bibirmu
A kan abadi bersama semangat hidupku
L ewati titik liku kehidupan duniawi
M asamasa kelam menuai pencerahan
A tma yang kosong kini tak lagi sunyi
N yaman terasa selalu bersamamu
A ku ingin kau selalu ada untuktu
L upakan masa lalu pahit itu
F ajar akan menjadi saksi bersama
A kan kisah persahabatan antara kita
R indu menyelimuti kalbu
I ngin segera berjumpa melepas rasa
Z ikir padanya terselipkan doa
I man dan taqwa agar selalu menyerta
Nusantara, 7 Agustus 2018
Wednesday, July 4, 2018
Monday, July 2, 2018
Catatan di Akhir Jabatan
Bengkulu Rejo, 2 Juli 2018
Lima bulan sudah telah usai dilalui, pesta demokrasi pun usai digelar bersama. Semoga semua letih, lelah, menjadi lillah yang di ridhoi oleh Allah. Aamiin Ya Rabbal 'alamin
Alhamdulillah, sembah sujud untukmu ya Allah. Kebersamaan yang tak pernah sia-sia ini, telah membawaku dalam forum ini sebagai salah satu bagian dari tim Penyelenggara Pilkada Lampung, dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung tahun 2018.
Sebagaimana dalam forum, sangatlah mustahil jika harus lurus dan satu macam. Tentulah berbeda-beda, sikap, karakter, serta latar belakang antara kita. Namun, hal itu tidak mematahkan semangat kita untuk tetap bersama mengemban amanah negara, berbhakti untuk negeriku; Indonesia.
Meski berbeda, aku sangatlah bangga dan bahagia bisa bersama dengan mereka. Kita yang berasal dari berbagai macam karakter dan latar belakang dapat kompak dalam satu tim. Dan Alhamdulillah kita sukses menyelenggarakan Pilkada damai, dengan kondusif dan lancar.
Disinilah aku belajar berbagai hal; dalam memahami karakter, menerima perbedaan, mengemban amanah, memanajemen waktu, leadership, serta membentuk tim yang sholid.
تٓريما كاسيه يا الله،
تٓريما كاسيه تيم،
سٓموغا الله كٓمبالي مٓمفٓرتٓموكان كيتا دي لاين واكتو، تٓنتويا دٓغان كٓاداّن ياغ سٓحاة، چٓرداس، فينتار، دان لٓبيه بٓرمانفأة .
سٓرتا لٓبيه تاكوة لاغي، تاكوة هايا كٓڤادا الله سٓماتا.
امين
Alfa Arkana Eounoia
Thursday, June 28, 2018
Saturday, June 16, 2018
Catatan Alfa di Akhir Ramadhan 1439 H
Di penghujung akhir ramadhan ini, aku kembali menjenguk mu untuk melepas rindu. Rindu berkepanjangan yang tak tahu kapan akan kepastian akhirnya. Aku tak tahu kapan tuhan akan mempertemukan kita pada surganya. Surga yang menjadi impian dan idaman banyak insan. Tapi ketahuilah rindu ini adalah rindu lama yang bersemayam. Ia hadir dalam setiap lamunan, perjalanan, dan doa-doa. Terkadang aku menggila berbincang seorang diri, untuk menghibur hati yang rindu akan dirimu. Sore ini aku hadir dengan ribuan keharuman bunga yang diiringi doa-doa terpanjat hanya untukmu. Semoga bati tenang si surganya, bersama bidadari-bidadari dambaan para hamba.
#CatatanAlfa
11 Juni 2018
Saturday, June 9, 2018
Catatan Alfa (2) | 08 Juni 2018
Sebagaimana paku yang telah ditancapkan pada sebuah dinding atau kayu, seindah apapun cara kita mencabut paku tersebut dan sebesar apapun usaha kita untuk menghilangkan bekas tancapan tersebut maka tak akan pernah bisa menghilangkan bekasnya. Sama halnya dengan hati yang rapuh ini, seikhlas apapun diri memafkan akan tetap ada bekas luka.
Berkali-kali diri memafkan dan mengikhlaskan apa yang pernah ia lakukan dan apa yang pernah orang perbuat padanya. Namun tetap saja gagal dan hasilnya masih terasa sisasisa luka yang kau berikan dan setiap bayang emosi dalam kejadian tempo hari selalu menghantui tak pernah henti.
Apa yang harus aku lakukan? Mohon untuk saran darimu wahai pemberi luka!
#CatatanAlfa di ujung tahun kebersamaan
Menuju Kota Bandar Lampung, 08 Juni 2018
Catatan Alfa (1) | 08 Juni 2018
#CatatanAlfa diakhir tahun kebersamaan
Bengkulu Rejo, 08 Juni 2018






















