Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Showing posts with label Guru dan murid. Show all posts
Showing posts with label Guru dan murid. Show all posts

Tuesday, August 18, 2026

Segelas Kopi dan Jejak Langkah Murobbi

Ilustrasi didesain oleh AI-GMN


Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi
Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi
Menyebut namamu dalam bisik doa yang paling dalam
Duhai Murobbi, pembimbing jiwa di tengah gulita malam.
Share:

Friday, August 14, 2026

Saban Jumat Menjadi Duka: Tiga Bulan Setelah Segelas Kopi Terakhir Abah

Temaram di bawah cahaya rembulan, di makam Allahyarham Abah Ustadz Mahfudzin bin H Alif Yunus - Sang Kekasih Hati, Penuntun Jiwa. | Dokpri, Agustus 2026.



Jumat selalu punya aroma yang khas. Bagi sebagian orang, ia adalah wangi peci yang dianginkan di ambang jendela, aroma minyak wangi non-alkohol yang diusap ke telapak tangan, atau gemerisik sarung yang dikibas sebelum berangkat ke masjid. Namun, sejak tiga bulan yang lalu, Jumat bagiku punya rasa yang berbeda. Ada getir yang tertinggal di dasar tenggorokan, ada rindu yang tiba-tiba meluap tanpa permisi. Saban Jumat kini menjelma menjadi hari-hari di mana kenangan tentang Abah — murobbi dan pembimbing jiwaku — datang paling riuh.

Share:

Wednesday, July 15, 2026

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini. 


 Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam keheningan yang paling sunyi, Tuhan membisikkan pesan-pesan indah melalui mimpi yang teduh. Mimpi bagi seorang penuntut ilmu bukanlah sekadar bunga tidur, melainkan jembatan ruhani yang menghubungkan jiwa dengan sumber-sumber keberkahan.

Share:

Tuesday, January 20, 2026

Memetik Cahaya di Cicadas: Tentang Khidmah, Rindu, dan Wajah Guru

Moment foto bersama guru kami Habib Musthofa bin Yahya (Koko Marun) dan Abah Ust. Mahfudin bin H Alif Yunus (Gamis Sage). (Dokpri/Farid).


Ada sebuah kebahagiaan yang sulit didefinisikan dengan kata-kata; sebuah rasa yang hanya muncul ketika bibir menyentuh tangan seorang guru, atau saat aroma nasi liwet yang kita tanak sendiri di dapur mereka mengepul hangat untuk menyambut tamu-tamu shalih.

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Segelas Kopi dan Jejak Langkah Murobbi

Ilustrasi didesain oleh AI-GMN Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive