Skip to main content

Posts

Showing posts with the label diary

Tentang Hati yang Terbelah dan Rindu yang Belum Tuntas

Dermaga saksi bisu langkah kaki yang kembali mengembara, membawa rindu yang belum tuntas di balik birunya laut. (Sumber: Dokumentasi Pribadi/Disisi)  Duduklah sejenak, kawan. Ambil napas dalam-dalam sebelum jemarimu kembali menari di atas papan ketik atau menggenggam kemudi di tengah riuh rendah klakson kota. Apakah hari ini punggungmu sudah mulai terasa penat oleh tumpukan berkas? Ataukah kakimu sudah kembali akrab dengan aspal panas dan sesaknya gerbong kereta yang seolah tak pernah tidur?

Tentang Mereka yang Menjadi Alasan untuk Pulang

Perjalanan mudik 2026. Dokpri/Disisi@26. Oleh: Disisi Saidi Fatah (Cendekia Al Azzam)  Ada sebuah getar yang tak pernah bisa dijelaskan oleh kata-kata saat roda kendaraan mulai menyentuh aspal tanah kelahiran. Bagi kita yang menghabiskan ratusan hari di tanah rantau, mudik bukan sekadar perkara berpindah tempat atau ritual tahunan menghabiskan jatah cuti.

Tawaqufan, Ramadan, dan Air Mata Syukur

Di lingkar majelis sederhana ini, nasihat mengalir pelan, menguatkan hati yang ingin pulang pada kebaikan. - Kenangan 7 hari wafat istrinya sahabat majelis - Mas Joko di Citeureup. (Dokpri/Disisi).  Malam Ahad itu, aspal jalanan menuju Kampung Nameng, Desa Bantar Kuning, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, terasa seperti bentangan sajadah yang panjang. Namun ada yang berbeda kali ini. Aku tidak duduk di depan, melainkan di jok belakang motor milik Abah.

Mengabadikan Moment Bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

Momen foto bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. (Dokpri/Fadillah). Setiap orang pasti memiliki momen “one in a million” dalam hidupnya. Sebuah peristiwa langka yang membuat kita tertegun dan merasa seluruh keberuntungan dalam setahun habis dalam satu hari.