Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Wednesday, November 20, 2019

Dengan Tekad dan Basmallah

Dengan Tekad dan Basmalah

“Dimana ada niat pasti ada jalan”


Oleh : Disisi Saidi Fatah (@pecandusastra96)

Share:

Monday, November 18, 2019

Terima Kasih Sahabat dan Komandan atas Dedikasimu

 

Penyerahan Laporan Pertanggungjawaban GP Ansor Way Kanan masa kepemimpinan Sahabat Gatot Arifianto kepada Mustasyar PCNU Kab.Way Kanan yang juga Bupati Way Kanan, H.Raden Adipati Surya. Dok. PC GP Ansor Way Kanan.




Ahad, 17 November 2019, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke V di Pondok Pesantren Darul Hikmah Asuhan Kyai Supandi yang terletak di Taman Asri, Kecamatan Baradatu.

Share:

Saturday, November 2, 2019

Konbes dan Rakernas Persatukan Ukhuwah

 
Untuk mengenang kebersamaan kita dalam suatu ikatan yang bernaung dalam Pelajar Nahdlatul Ulama. Senoga kita senantiasa dalam ridha-Nya Allah SWT. Aamiin

Oleh : DSF/Senja Jingga Purnama (@pecandusastra96)


    Konferensi Besar (Konbes) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Minhadlul Ulum, Pesawaran, Lampung. Pada Jum'at hingga Ahad, 18-20 Oktober 2019 lalu menjadi ajang untuk mempererat ukhuwah bagi kader-kader IPNU. Terkhususnya kader IPNU dan IPPNU Cabang Kabupaten Way Kanan.
     Kabupaten Way Kanan memiliki motto Ramik Ragom (Beragam) yang menandakan bahwasanya di Way Kanan sangat beragam suku, agama, adat, dan budaya. Memiliki luas wilayah selauas 3.921.63 km² atau sebesar 11.11 persen dari luas Provinsi Lampung, dengan ibu kota Blambangan Umpu yang menjadi salah satu kampung tertua di Kabupaten Way Kanan.
    Berdasarkan letak geografisnya, Kabupaten Way Kanan memiliki batasan-batasan diantaranya; pada sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan (Kab.Ogan Komering Ulu Timur/OKU Timur), sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Lampung Utara, sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat, dan sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat.

   Berdasarkan keputusan Pimpinan Pusat IPNU, Provinsi Lampung ditetapkan sebagai tuan rumah konbes dan rakernas IPNU tahun 2019. Mendapat kabar tersebut tentu para kader IPNU se-Lampung menyambut baik dan riang harakah tersebut. Di Way Kanan kader-kader terbaik IPNU turut hadir dan mensukseskan hajat besar pelajar NU. Pada 17 Oktober 2019 sebanyak sepuluh kader IPNU dan satu kader IPPNU berangkat menuju Pesawaran.
    Sebelumnya kader-kader tersebut akan berangkat dua hari sebelum hari H. Namun terkendala oleh dana dan juga tanggungjawab yang harus diselesaikan. Untuk diketahui IPNU Way Kanan adalah organisasi yang mandiri. IPNU bukan organisasi pemerintah yang memiliki jatah. Terbiasa dari para senior, kader IPNU Way Kanan tidak ingin setiap melakukan kegiatan selalu berpangku tangan pada pemerintah apalagi membuat proposal. Dengan dukungan juga support dari para senior, maka berangkatlah sehari sebelum hari H. Tepat pada Kamis, 17 Oktober 2019, pra keberangkatan para kader kumpul di rumah ketua IPNU Way Kanan, Rekan Nufi M Yusuf yang berada di Kampung Bumi Merapi, Kecamatan Baradatu. Guna membahas persiapan pra keberangkatan. Dalam rapat singkat yang dipimpin oleh ketum IPNU sendiri menghasilkan beberapa keputusan diantaranya; kader yang menyatakan akan berangkat menghadiri konbes dan rakernas sebanyak 9 kader IPNU yang terdiri dari Ketua Nufi M Yusuf dan Wakil Ketua Rekan Nandang Kurniawan, Komandan dan tiga pasukan Corps Brigade Pembangunan (CBP), serta rekan Trisno, Arief, dan Disisi, selaku ketua, sekretaris, dan satu anggota Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Baradatu. Keberangkatan menggunakan sepeda motor milik kader dengan bahan bakar ditanggung oleh cabang. Kita pun sepakat bahkan apabila nanti asupan dana kas yang dimiliki kurang, setiap kader siap  untuk patungan atau iuran. Sebagai kader yang militan, apa saja akan dikorbankan demi kebaikan organisasi.

    Pukul 15.45 wib rapat selesai, semua kader siap-siap untuk berangkat. Ada sebagian kader yang pulang kerumah guna mempersiapkan peralatan. Sembari menunggu beberapa kader yang masih pulang kerumah, Ketua IPNU, Rekan Nufi mendapat telepon dari salah satu senior, yakni Ustadz Susilo (Ketua IPNU Way Kanan periode kedua). Dalam percakapan singkat melalui telepon tersebut disimpulkan bahwasanya Ustadz Susilo mengajak untuk berbarengan menuju lokasi konbes dan rakernas. Beliau ada kegiatan perkuliahan pasca sarjana di Kota Metro. Kebetulan beliau membawa mobil dan seorang diri, oleh sebab itu beliau mengajak untuk berangkat bersama-sama.
       Alhasil, pada pukul 17.15  wib  rekan Nufi mengumumkan kembali melalui pesan singkat, pemberangkatan diundur setelah ba'da Isya dengan menggunakan mobil bersama demisioner IPNU Way Kanan. Namun ada beberapa kader yang sudah terdahulu berangkat menuju lokasi tanpa konfirmasi terdahulu kepada ketua, dengan menggunakan sepeda motor. Yakni; kader CBP. Mengetahui hal itu rekan Nufi mengajak kembali dua kader untuk bisa ikut rombongan. Pada saat itu rekan Muhlisin dan Rekanita Faridatul Khusna (Sekretaris Cabang IPPNU Way Kanan) menyatakan siap untuk ikut. Usai ba'da Maghrib seluruh kader berkumpul dikediaman mertua Ustadz Susilo sembari menunggu waktu Isya.
       Kurang lebih tiga jam perjalanan melintasi jalan lintas Sumatera dan dibantu dengan tol. Sekitar pukul 00.15 Wib rombongan sampai di lokasi konbes dan rakernas. Suasana malam itu terlihat sepi sebab sudah larut malam, sebagian para kader yang hadir sudah tertidur namun sebagian masih berbenah. Rombongan dari Way Kanan disambut baik oleh panitia, kami diarahkan pada sebuah kamar kosong di belakang rusunawa untuk dijadikan sebagai tempat istirahat dan menaruh barang bawaan.

    Pada Jum'at, 18 Oktober 2019 siang. Usai pembukaan konbes dan rakernas yang dihadiri Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjend PBNU) bapak H Helmi Faizal, Kader IPNU dari berbagai wilayah se-Indonesia, PWNU Lampung, dan PCNU Pesawaran. Rombongan dari Way Kanan berbincang ringan mengenai kader IPNU IPPNU Way Kanan yang berada di tanah rantau/kota yang tergabung dalam ikatan pelajar NU. Akhirnya tercetuslah ide brilian untuk mengadakan pertemuan sembari menjalin komunikasi dan silaturahmi kekuarga besar di sela-sela konbes dan rakernas.
     Di hari kedua, tepat pada pukul 15.00 melalui pesan singkat, Rekan Nufi dibantu dengan rekan Trisno mengumpulkan beberapa kader baik IPNU maupun IPPNU yang tergabung dalam Ikatan Pelajar NU yang berada di tanah rantau dan turut hadir di konbes dan rakernas, dengan titik kumpul di panggung utama.

   Pertemuan singkat sore itu begitu indah dan luar biasa. Menjadikan kita saling mengenal satu dengan yang lainnya. Yang unik dan paling mengesankan yang tak bisa terlupakan, adalah ketika beberapa kader yang kuliah di UIN Raden Intan Lampung. Sama-sama berasal dari satu kampus dan ikut gabung dalam paduan suara yang turut memeriahkan konbes dan rakernas. Yang notaben ketemu setiap hari untuk latihan. Mereka saling kenal, namun tidak tahu jika sama-sama berasal dari Way Kanan. Pada saat ketemu dalam forum yang digagas oleh ketum Nufi, meraka saling kaget dan auto ngakak. Bagaimana tidak, satu kampus, satu ikatan, namun tidak saling tahu jikalau sama-sama berasal dari satu daerah.
    Begitu luar biasa dan barokah pertemuan singkat melalui konbes dan rakernas ini. Tak banyak yang kita obrolkan dalam forum. Sebagaimana seperti biasa, hal utama adalah perkenalan untuk mengenal satu dan yang lain dan tentunya agar lebih akrab lagi.  Tidak rugi bisa ikut menjalin ukhuwah bersama rekan dan rekanita, bisa saling mengenal dan tentunya tukar kontak untuk menjaga komunikasi diluar forum, tukar pikiran dan wawasan.

   Kita berharap melalui pertemuan singkat itu mampu menumbuhkan rasa kepedulian sesama kita, menjalin ukhuwah yang baik, dan tentunya komunikasi serta silaturahmi saling terjaga. Kita tak tahu kapan dan dimana Allah pertemukan kita kembali, kita harap jika sewaktu-waktu bertemu kita saling bertegur sapa dan tidak saling cuek. Dan hal yang paling kita harapkan terutama bagi kader-kader IPNU maupun IPPNU yang berada di tanah rantau, ketika nanti kembali ke tampat asal (Way Kanan) dapat membantu, bersinergi dan berkontribusi mengembangkan sayap IPNU IPPNU di Bumi Ramik Ragom.
    Saat ini masih banyak yang belum tahu akan IPNU IPPNU, wabil khususnya di Way Kanan. Bahkan ada yang bilang bahwa IPNU IPPNU di Way Kanan belum ada. Padahal begitu banyak kegiatan dan aktivitas yang telah dilaksanakan dan tersyi'ar di Bumi Ramik Ragom. Hanya saja kurang terkaper dalam media. Hal ini menjadi PR bagi kita semua, terutama kader-kader IPNU IPPNU untuk lebih mensyi'ar-kan IPNU IPPNU baik secara nyata maupun di dunia maya (sosial media).
Share:

Thursday, September 12, 2019

Kiat-Kiat Menjadi Penulis Muda

 
     Berbicara menulis, tentu saja kita semua sudah tidak lagi asing akan hal ini, sebab dari kita menduduki sekolah dasar bahkan jauh sebelum itu kita sudah diajarkan untuk menulis. Bukankah seperti itu? Tidak dipungkiri bahwasanya setiap insan didunia adalah penulis sejati, sejatinya ia akan menulis kisah hidupnya sebagai catatan di akhirat kelak. Pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas tentang kepenulisan untuk catatan kita di akhirat, sebab hal itu bukanlah kewajiban saya. Disini saya akan berbagi sedikit pengalaman yang saya alami dalam dunia kepenulisan.

       Saya mengenal dunia tulis menulis sejak tahun 2015 lalu, ketika saya mengikuti sebuah program edukasi yang dimana saat itu tujuan kita adalah untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri. Uniknya program ini, kita tidak hanya belajar tentang akademik saja, banyak sekali pelajaran-pelajaran yang diberikan salah satunya adalah soft skill. Salah satu dari soft skill ini adalah kegiatan jurnalistik. Dalam dunia jurnalistik saya diajarkan dengan metode ATM, apa itu ATM? ATM ini merupakan akronim dari Amati, Tiru, dan Modifikasi. Ketiga hal ini yang selalu saya gunakan. 
       Yang pertama adalah amati; sebaik-baiknya penulis ialah orang yang rajin mengamati, mengamati bukan hanya sekedar melihat, akan tetapi membaca dan memahami suatu keadaan. Lalu yang kedua adalah tiru, dalam hal ini kita diminta untuk meniru. Meniru bukan berarti kita harus mencontek ataupun plagiat, jangan sekali-kali kita biasakan memplagiat ataupun kalau dalam bahasa kerennya sekarang itu adalah kopi paste. Akan tetapi meniru yang saya maksud adalah melihat dari sudut pandang, gaya bahasa, gaya kepenulisan. Dan yang ketiga adalah modifikasi, dalam hal ini kita mengunakan imajinasi kita, saya yakin semua kita memiliki sudut pandang, iide maupun imajinasi tersendiri. Gunanya agar tulisan kita enak untuk dibaca dan ada nilai seninya tersendiri.

          Saya memulai kegiatan tulis menulis dari membaca, hal ini merupakan kewajiban bagi seorang penulis sebab dengan membaca kita akan mendapatkan ilmu, ide, dan juga inspirasi. Selain itu juga dengan membaca akan menambah wawasan juga pengetahuan kita. 
             Awal saya terjun dalam dunia kepenulisan, saya diberi tugas untuk menulis berita. Bagi orang yang sudah lihai dalam menulis berita tentu saja hal ini sangatlah mudah dan hal yang biasa, akan tetapi untuk orang yang awam seperti saya, apalagi saat itu budaya baca saya sangatlah kurang, bagi saya hal ini adalah tantangan terbesar. Dalam satu pekan saya diminta untuk menulis minimal lima berita dari kegiatan-kegiatan yang saya ikuti, baik diskusi, seminar, pelatihan, maupun pertemuan-pertemuan lainnya. Memulai awal yang baru memang sulit, namun dengan belajar yang sungguh-sungguh dan komitmen inshaAllah semua akan indah pada waktunya. Percayalah usaha dan proses kita tidak akan menghianati hasil.
        Dari sini saya banyak membaca berita, melihat berbagai macam gaya dan sudut pandang para jurnalis dalam menyampaikan informasi. Setelah hampir delapan bulan saya komitmen menulis berita, saya mencoba hijrah dan menulis artikel perdana saya yang waktu itu alhamdulillah bisa tembus dalam media online NU Lampung, artikel dengan judul “Media Sosial Revolusi Teknologi Informasi” dimuat pada 23 November 2016 lalu (http://www.nulampung.or.id/blog/media-sosial-revolusi-teknologi-informasi.html). Tidak hanya itu, masih banyak lagi artikel-artikel lain yang memuat tentang lingkungan hidup, kebudayaan, dan juga religius yang tembus di NU Lampung.

        Selain menulis artikel saya juga rajin menulis puisi, awal saya hijrah menulis puisi ketika saya mengikuti lomba online yang diadakan oleh beberapa penerbit online. Alhamdulillah sampai sudah ada beberapa buku hasil dari karya bersama dengan para penulis muda, diantaranya; antologi puisi, cepen, dan essay.
Menulis itu hobi saya, sarana dan media untuk berkarya, bahkan tidak hanya itu menulis bagi saya adalah ruang untuk saya mencurahkan segala keluh kesah, kata hati yang tak mampu saya utarakan, dan menulis adalah sebuah pengabdian untuk saya bagi anak dan cucu kelak.

        Untuk menjadi penulis itu tidaklah sulit, yang sulit adalah memulai dan komitmen untuk terus mencoba dan berproses. Tidak ada orang yang sukses dengan mudah, semua berproses mengikuti alur, jatuh bangun dan bangkit kembali. Kalau kata Tan Malaka “Terbentur, Terbentur, Terbentuk”, hal ini yang menjadi landasan saya untuk terus berkarya meskipun karya saya masih kurang layak untuk dibaca, ya setidaknya saya sudah berusaha untuk tidak menjiblak ataupun plagiat karya orang lain. Tidak ada karya yang jelek, yang jelek itu adalah plagiat karya orang lain. Bukankah begitu?

          Jadi intinya, menjadi penulis itu harus banyak membaca, tidak hanya membaca buku saja, baca berita, informasi-informasi, apalagi kita sekarang hidup pada zaman teknologi, medsos pun bisa kita jadikan media untuk membaca. Dengan membaca pengetahuan, wawasan kita kan bertambah dan tentunya akan menambah ide dan inspirasi bagi kita juga. Selain membaca kita juga harus banyak mendengar, diskusi, dan shering dengan teman, sahabat, kerabat, maupun keluarga baik yang berhubungan dengan pribadi maupun hal-hal yang sedang tren dalam kehidupan kita. 

       Perbanyak berlatih menulis meski hanya catatan harian dan mintalah kritik juga saran dari teman, sahabat, maupun keluarga. Dan sering-seringlah terluka, maka akan banyak muncul kata-kata.
Share:

Tuesday, June 11, 2019

Kebun Bunga Celosia Wisata Instagramble di Bantul Metro

Disisi Saidi Fatah | @Netrahyahimsa

Halo sahabat pencinta traveler, yang hobi jalan-jalan. Selamat datang di blog Disisi Traveler ya. Salam hangat dari admin untuk kalian semua yang sudah bersedia mampir dan meluangkan waktu sejenak disini.


Nah, sahabat traveler yang hobinya jalan mulu dan yang suka eksis di sosial media. Aku mau rekomendasikan untuk kalian semua yang lagi butuh tempat bermain atau wisata. Dijamin bagus, keren, dan bakalan puas dah. 

Jadi kemarin, sekitar empat hari lalu aku buka Instagram dan pas banget di time line aku muncul sebuah postingan dari akun Traveler Lampung, dia itu memposting sebuah foto yang pemandangan bagus sekali. Ya awalnya aku enggak percaya kalau itu beneran ada di Lampung. Sebab aku kepo dan pengen banget kesena, akhirnya aku minta petunjuk lokasi tempat wisata yang ia post.





Alhasil usai berkomentar dan mendapatkan alamat tempat wisata, keesokan harinya aku langsung cus menuju lokasi ditemani oleh adikku dengan menggunakan kendaraan roda dua, yakni sepeda motor jenis Honda Beat. Sebelumnya kita tidak ada yang tahu lokasinya dan kita juga sama sekali belum pernah kesana. Dengan modal nekad kita luncuran dan dibantu oleh si Cucunya Mbah Google, kalau yang ini kalian pasti tahulah siapa lagi kalau bukan Google Maps. 


Aku berangkat dari Gunung Sugih, Lampung Tengah melintasi jalan Punggur. Sekitar 45 menit kita pun sampai di lokasi.


Nama tempatnya "Kebun Bunga Celosia", tempat wisata yang bernuansa Instagramble. Mengapa Instagramble? Sebab wisata ini menyuguhkan spot-spot menarik bagi pengunjungnya. Nah siapa lagi kalau bukan para penikmat traveling yang hobi eksis di sosial media. 

Meski dengan ukuran yang kecil, yakni 20 x 30 meter, sahabat traveler jangan salah menilai ya. Kecil-kecil begini cabe rawit hehehe.




Selain memiliki spot foto yang bagus, lokasi kebun bunga celosia ini juga terhimpit oleh hamparan sawah yang luas. Jadi sebelum menuju kebun bunga sahabat traveler akan disuguhkan dengan indahnya hamparan hijau sawah terasering yang berbentuk meliuk-liuk.




Wisata ini mulai dibuka pada 30 Mei 2019 lalu lho, eits meski baru di buka, wisata ini sampai saat ini sudah mendatangkan lebih kurang 2.000 pengunjung lho dari berbagai daerah. Luar biasa bukan.

Sedikit informasi buat sahabat traveler, sebagaimana yang dituliskan oleh akun Instagram Lampung_Pedia saat mewawancarai pemilik kebun (Pak Kerut dan Istrinya Bu Suti) awalnya mereka membuat kebun ini hanya sebagai kebun biasa dan sama sekali tidak ada niat buat tempat wisata. Namun karena bunga ini sangat diminati oleh masyarakat sekitar dan sangat bagus untuk dijadikan tempat berfoto alhasil banyak masyarakat yang berdatangan dari berbagai daerah. Untuk pembuatan kebun ini pak Kerut mengungkapkan bahwasannya mereka menghabiskan dana sebanyak 20 juta lho traveler, luar biasakan. 






Oke buat sahabat semua yang mau wisata kesini ayo buruan mumpung masih baru dan bunganya masih pada segar. Biaya masuk murah banget kok, hanya 10.000 rupiah bagi orang dewasa dan remaja dan 5.000 untuk anak-anak. Tapi tenang sahabat semua dijamis puas dan otak juga pikiran bakalan kembali fresh lagi setelah dari sini, sebab banyak sekali tempat spot foto. Disini juga tersedia payung hias dan juga topi untuk foto, nyewanya hanya 5.000 saja. Untuk parkir sih gak jauh ya sekitar 10 Meter dari kebun dan masih kelihatan kok kendaraan kita, jadi aman. Uang parkir ya seperti biasalah 2.000 rupiah.




Untuk  lokasinya bisa ditanya sama cucunya mbah Google ya, Google Maps. Cari saja (Jl.FKIPP  Bantul, Kota Metro, Lampung) jalan menuju SMA Negeri 6 Kota Metro. Kebunnya kelihatan kok dari jalan lintas.

Semoga puas dan terhibur sahabat Traveler
Terima kasih...
Tabik Pun
Share:

GUS BAHA' : Indonesia Tertinggi Kelasnya di Dunia



Nabi Muhammad saw diajarkan oleh Allah dengan diberikan kisah-kisah nabi terdahulu supaya Nabi Muhammad mendapatkan pelajaran tentang bagaimana bersikap dan mempelajari sejarah.
Share:

Antara Mahram dan Muhrim

Antara Mahram & Muhrim | GMNU.Ist

Oleh : Tiyar Firdaus 
(Mahasiswa fak. Syariah & Rubath Al-Imam As-Syafi'i, Hadhramaut)

Dalam bahasa arab perbedaan harakat dapat mempengaruhi suatu makna kalimat seperti Al-birru (kebaikan), Al-barru(daratan) dan Al-burru(gandum). 

Seiring berjalanya waktu saya sering menemukan orang berkata "Muhrim" namun pada hakekatnya ia bermaksud "mahram", ataupun sebaliknya. Maka dari itu sedikit saya mengupas siapakah Muhrim itu dan siapakah mahram dalam pandangan islam.???

1. Muhrim 
Istilah Muhrim terpraktek dalam melaksanakan ibadah haji/ umrah, kegiatanya disebut Ihram. Dan orang yang sedang melaksanakan Ihram di sebut MUHRIM (orang yang ihram)

2. Mahram
 Terpraktek dalam hal Nikah, Mahram ialah wanita yang tidak boleh dinikahi (dalam permasalah nikah) atau wanita yang tidak dapat membatalkan wudhu  ketika bersentuhan dengan lawan jenisnya (dalam permasalah Thaharah/bersesuci), serta diperbolehkan menyentuhnya baik dengan alasan mushofahah (Bersalaman) dsb.

Lalu Siapakah orang yang tergolong Mahram dalam kacamata Syariat.?

Mahram terbagi menjadi 3 Aspek :
1. Mahram Sebab nasab
 ( تحرم نساء القرابة الا من دخلت تحت ولد العمومة او الخوولة) 
Seluruh Perempuan kerabat/saudara itu mahram terkecuali perempuan yang masuk dibawah mulai dari anaknya bibi/sepupu(dari ayah) dan anak bibi/sepupu (dari ibu) sampe kebawah.

Dalam garis besar ada 7 golongan :

  1. Ibu, nenek sampe keatas
  2. Anak perempuan, cucu sampe kebawah
  3. Saudara perempuan
  4. Anaknya saudara laki-laki sampe kebawah.
  5. Anaknya saudara perempuan sampai kebawah.
  6. Bibi (dari ayah) 
  7. Mulai dari anaknya bibi yaitu sepupu sampe kebawah tidaklah mahram jadi diperbolehkan untuk dinikahi
  8. Bibi (dari ibu)

Mulai dari anaknya bibi yaitu Sepupu sampe kebawah tidaklah mahram jadi diperbolehkan untuk dinikahi

2. Mahram sebab susuan (saudara susuan)
 ÙŠØ­Ø±Ù… من الرضاع ما يحرم من النسب
(Perempuan mahram sebab susuan itu adalah perempuan yang mahram sebab nasab)
Mahram sebab susuan itu sama dengan apa yang terdapat dalam mahram sebab nasab Sebagaimana yang telah di jelaskan diatas.

3. Mahram Sebab nikah
  1. Mertua
  2. Anak tiri jika sudah menggauli istrinya
  3. Ibu tiri
  4. Menantu
  5. Saudara perempuanya istri

Semuanya ini (mahram sebab nasab, nikah, susuan) dihukumi mahram yang bersifat selamanya. Terkecualisaudara perempuanya istri, maka jika istri meninggal atau di talak maka saudara perempuan istri menjadi halal untuk di nikahi.

Adapun pengecualian dari sekian perempuan Mahram (mahram sebab nasab, nikah, susuan) yang berarti sama sekali tidak di hukumi mahram, diperbolehkan untuk dinikahi ada 7 macam :
  1. Anak angkat
  2. Anak perempuanya bapak tiri/ibunya bapak tiri
  3. Anak perempuanya ibu tiri/ibunya ibu tiri
  4. Anak perempuanya menantu perempuan /ibunya menantu perempuan
  5. Anak perempuanya menantu laki-laki/ibunya menantu laki-laki
  6. Istrinya anak tiri
  7. Istrinya ayah tiri

WaAllahua'lam.
Semoga bermanfaat..

@Disari dari kitab Hasyiah Al-Bujairami (Fiqh Imam As-syafi'i)

#GenerasiMudaNU

Sumber : Grups WhatsApp Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Lampung
Share:

Monday, June 10, 2019

Kemenangan Haqiqi

Oleh ; Alfa Arkana Eounoia (Dsf)

Sumber ; Liputan6.com | Ist


Hari raya berlalu sudah
Ramadhan pun usai kita lalui, ia telah pergi dengan segenap keluarga besarnya
Kemenangan tak hanya sebatas hari raya
Juga bukan sandang pangan belaka, yang serba mewah dan megah
Kemenangan haqiqi adalah bagaimana kita mempertahankan apa yang sudah kita bangun

Mari rebut kembali kemenangan yang fitry
Jangan biarkan ia berlalu dan pergi tanpa perubahan pada diri

Ramadhan boleh usai
Namun puasa tak boleh hilang begitu saja
Masih ada syawwal juga sunnah lainnya
Tadarus al Qur'an harus tetap berkumandang
Kita rebut kemenangan

Bagi yang sudah tuntas tadarusan
Mari mulai kembali dari laman awal
Bagi yang belum mari tuntaskan
Bagi yang belum sama sekali
Ayo beranikan diri, unjuk gigi pada sang ilahi

Sholat malam tetap berjalan
Bergitu pula dengan shodaqoh dan amal kebaikan

Bandar Jaya, 10 Juni 2019
Share:

Saturday, June 8, 2019

Dipenghujung Mei | Puisi Rindu

Oleh : Alfa Arkana Eounoia (DSF)


Dipenghujung Mei, dikala senja sore itu
Bergegas menepis genangan air yang mengguyur setiap langkah
Dingin cuaca senja itu tak aku hiraukan, demi berjumpa kau seorang

Aku tak ingin menyiakan kesempatan
Menebus rindu menembus waktu bersamamu
Tak sabar menikmati panorama indah pada bibirmu
Senyum yang membuat aku ingin selalu menetap
Tak pedulikan apa yang terjadi pada diriku
Berjumpa denganmu. Hal itu yang s'lalu ada di benak ku

Rinduku harus segera berakhir di penghujung Mei ini
Aku ingin kembali tersenyum, bahagia menyambut Juni nanti
Aku ingin kisah yang terukir pada Juni tak lagi ada duka maupun luka
Jika nanti ada. Aku harap tak sedikit namamu tercatat

Aku rindu senyum merekah pada bibirmu
Yang kau lontarkan dengan tulus padaku, sebagaimana tempo lalu


Blambangan Umpu, 31 Mei 2019
Share:

Wednesday, June 5, 2019

Amalan-Amalan Sunnah di Hari Raya

Oleh : Disisi Saidi Fatah


Alhamdulillahirobbil ‘alamiin, puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, hidayat, inayah, dan beribu kenikmatan yang telah beliau hadirkan untuk kita semua, wabil khusus umat muslim di dunia.
Tak terasa kita sudah berada di penghujung ramadhan. Sebulan penuh kita menikmati ramadhan serta isinya, semoga apa yang kita laksanakan dan kerjakan menjadi amal ibadah dan bisa diterima oleh Allah Swt. Amal yang menjadi penolong kita kelak diakhirat serta menjadi jembatan bagi kita menuju syurga-Nya.
Semoga ini bukanlah ramadhan terakhir bagi kita, semoga Allah memberikan kita kesempatan juga kesehatan untuk dapat berjumpa ramadhan tahun depan Aamiin.

Satu (1) Syawwal 1440 hijriyah jatuh pada hari Rabu, 5 Mei 2019. Merupakan hari kemenangan bagi umat muslim dan telah menjadi tradisi bagi kita semua untuk menyambut dengan riang gembira. 
Adapun amalan-amalan sunnah yang dapat kita laksanakan dalam menyambut hari raya idul fitri, sebagaimana yang pernah dilakukan baginda rosulullah shollallahu ‘alaihi salam, diantaranya ialah;
Pertama, mandi di pagi hari sebelum berangkat sholat ied. Kita disunnahkan untuk membersihkan diri, sebagaimana mandi janabah. Kedua, menggunakan pakaian terbaik yang kita miliki; Rosulullah SAW, beliau sangat menyukai pakaian berwarna putih bagi kaum adam atau laki-laki serta pakaian berwarna gelap untuk kaum hawa atau perempuan. Oleh sebab itu kita dianjurkan untuk mengenakan pakaian sebagaimana kesukaan rasul kita.

Ketiga, bagi laki-laki sangat dianjurkan untuk mengenakan wewangian atau parfums, namun dalam hal ini perempuan tidak dianjurkan. Keempat, sebelum berangkat sholat ied, disunnahkan untuk makan terdahulu. Hal ini merupakan sunnah nabi, adapun hikmahnya; sebagai pertanda bahwa idul fitri ailah kembali berbuka.
Kelima, kita disunnahkan untuk berjalan kaki ketika berangkat menuju masjid atau lokasi tempat kita melaksanakan sholat, begitu juga pulangnya. Keenam, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan tasbih, takbir, tahmid, serta tahlil ketika hendak berangkat sholat. Tasbih, takbir, tahmid juga tahlil terus dibaca sampai pada waktu pelaksanaan sholat. Ketika sampai ditempat sholat ied, tidak ada lagi sholat sunnah lainnya, langsung menggelar sajadah lalu duduk dibarisan.
Mengikuti rangkaian sholat idul fitri sebagaimana mestinya dan mengikuti imam; pada rakaat pertama setelah takbiratul ikhram kita membaca doa iftitah, lalu dilanjutkan dengan membaca takbir sebanyak tujuh kali. Adapun rakaat kedua, usai bangkit dari sujud maka ditambah dengan lima kali takbir. 

Usai melaksanakan sholat ied berjama’ah, kita dianjurkan untuk tidak langsung meninggalkan masjid atau tempat sholat. Hendaknya kita mendengarkan khotib sampai dengan selesai ia berkhotbah. Selepas itu disunnahkan untuk saling mendoakan sesama muslim; sebagaimana yang dilakukan oleh salafusholih, mereka mengucapkan “Taqobbalallahu minna wamiinkum taqobbal yaa kariiim” Semoga Allah menerima amal kita semua, semoga Allah yang maha kariim  mengabulkannya.

Demikianlah amalan-amalan sunnah di hari raya yang bisa kita lakukan sebagaimana baginda rosulullah SAW terdahulu. Semoga Allah SWT senantiasa menghendaki kita semua di hari yang penuh kemenangan ini. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.


*Penulis merupakan pendidik di SMP Integral Manbaul Ulum, Pondok Pesantren Payur Asshiddiqiyah 11 Labuhan Jaya, Gunung Labuhan, Way Kanan. Juga Anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Way Kanan.

Tulisan ini dimuat dimedia online NU Lampung
Share:

Monday, May 20, 2019

Meski Sekedar Menatap

#MrRj


Untuk sekedar menatapmu aku takut, apalagi jika bertegur sapa
Aku tak ingin hal sama terulang kembali, kau pergi tanpa permisi menyisakan luka direlung hati
Taat kala kutanya mengapa, selalu saja dalil tak jelas yang kuterima

Kau bungkam tanpa bicara, membuat diriku bertanya-tanya
Sebab apa kau tiba berubah tak lagi cinta
Senyum saja kau sudah enggan untuk menyuguhkan
Belum sepekan kau menetap, lalu kau pergi tanpa permisi
Setiap saat aku meminta agar kau mengklarifikasi
Selalu saja hal itu membuatmu naik tensi

Setiap perhatian aku berikan, kau enggan menerima
Namun dibelakang kau bilang masih ingin bersama
Aku tak paham akan sandiwara yang kau mainkan
Benarkah kau cinta atau hanya pura-pura

Asshiddiqiyah Way Kanan, 19 Mei 2019
Share:

Sunday, February 17, 2019

Sudah Dua Tahun Saja, Rindu Tak Kunjung Berlalu



By ; Alfa Arkana Eounoia (DSF)

Sudah dua tahun saja,
Begitu cepat waktu melaju, menyisakan semua kenangan yang tak kunjung berlalu
Cucuran air mata, tak letih membasahi kedua pipi
Menyisakan pilu yang teramat dalam bagiku

Netraku berkaca kaca
Bibirku terbata bata
Tak mampu berucap, meski hal yang teramat indah bagimu
Melainkan doa untukmu yang selalu kurindu

Kau adalah sosok yang begitu dirindukan
Kala hadirmu memberi kesejukan,
Raut wajahmu yang indah untuk dipandang
Serta nasihat yang kasat akan makna mendalam

Sudah dua tahun saja,
Engkau pergi tak kembali meninggalkan jutaan rindu di bumi pertiwi
Rindu tatapan wajahmu
Rindu akan sanda guraumu

Andai saja tuhan berikan waktu untuk berjumpa
Tak akan pernah diri ini menyiakan hal itu
Ayah, begitu rindu hati ini untuk menatapmu
Rindu hati untuk bertemu, melepas semua kerinduan dihati

Bumi Ramik Ragom, 5 Februari 2019
Share:

Thursday, February 14, 2019

Februari Merekah

Wallpaper Plare. Ist



Rj;

Sudah Februari saja,
Tanpa terasa waktu cepat melaju tanpa menginstruksi
Penantian panjang dengan segenap ruka lara yang mendekam di dada
Tak ada sia-sia kejenuhan menanti senyuman agar merekah indah pada bibirmu
Tanpa ragu kau suguhkan itu
Tanpa malu kau menatapku dalam diam mu



Benar, apa yang mereka katakan padaku tempo lalu
Usaha yang didasari dengan niat dan doa tulus ikhlas
Akan membuahkan kebahagiaan yang tak bisa terucap dengan kata-kata



Meski kau masih enggan untuk bicara
Setidaknya panorama di bibirmu tak lagi mendekam lara
Aku harap pada Februari, merekah indah kebahagiaan untuk kita



Bumi Ramik Ragom, 7 Februari 2019

Alfa Arkana Eounoia (AA Noia)
Share:

Wednesday, January 30, 2019

Selalu Bersyukur (3)

 By : Alfa Arkana Eounoia (DSF)


Lanjutan novel "Perjalanan, Mimpi, & Inspirasi" Bab III

“Puji syukur terhadap Allah, Tuhan Yang Esa yang telah memberikan rahmatnya serta memberikan keajaiban terhadapku. Kini aku sadar betapa besar kuasa-Nya, begitu dengan mudahnya Allah mempertemukan dan memisahkan kita dengan seseorang, bahkan hanya dalam sekejab saja”

Masih saja teringat dalam setiap langkah, senyum menenangkan hati, mata dan wajah berseri itu. Sejak pertemuan dengan Alfa pada hari itu, aku rasa banyak menemukan perubahan dalam hidupku, sikap dan pola hidup tak lagi sama. Tak pernah lagi mengurung diri dikamar, waktu banyak aku habiskan untuk membaca, menulis, dan berkeliling disekitar rumah, terkecuali ketika aku sedang bosan atau merajuk. Jika aku sedang merajuk pada seseorang aku sering kali mengurung diri dikamar bahkan ketika aku lapar, tak sedikitpun ada keinginan untuk makan dan minum, terkecuali ketika diri hendak ke kamar mandi.

Sejak mengenal Alfa semua berubah seratus delapan puluh derajat, entah kejaiban apa yang Allah berikan untukku. Namun aku sangat bersyukur atas kehadiran Alfa yang mampu merubah segalanya dengan begitu cepat. 
Menjelang subuh tiba, diri ini telah bersiap-siap menyambut pagi. Menuju kamar mandi cuci muka, gosok gigi, lalu ambil wudha dan sholat thajjud dilanjutkan dengan sholat subuh lalu olahraga pagi. 

Tak seperti biasanya aku banyak mengulur waktu, bahkan terkadang aku bermalas-malasan untuk membuka pintu kamar ketika pagi menjelang, apalagi ketika diri sedang merajuk bisa berhari-hari tak keluar kamar apalagi keluar rumah. Namun semua kini benar-benar telah berubah tidak lagi seperti itu, aku yang dulu bukanlah yang sekarang. Semangat empat lima selalu tumbuh dalam diri. Pagiku kini tak sia-sia lagi, banyak tugas dan PR yang menumpuk sudah lama tak tersentuh olehku dan kini semua perlahan mulai terselesaikan satu persatu.

ᴥᴥ ᴥᴥ ᴥᴥ

Semakin hari bayangan Alfa selalu menemaiku, menyemangati diri untuk terus berbuat dan melangkah, tak sedikitpun hati goyah ataupun menyerah. Aku hanya pasrah terhadap skenario-Nya Allah. Namun tak henti berharap dan selalu berdoa agar semua bisa sesuai dengan apa yang diharapkan. 

Perlahan aku belajar ikhlas untuk melepaskan ratusan bahkan ribuan kenangan dan bayangan semu serta mimpi-mimpi yang dahulu kurangkai indah bersama sang motivator yang menjadi kebanggaan dan penyemangat serta inspirasi-inspirasiku dulu. Sebagaimana keindahan kata pada syair dalam bait demi Sbait puisi. Kini semua hilang bagaikan kapal yang karam ditengah lautan, hanya sisa kepingan memori yang apabila teringat olehku selalu membuat luka. Tak jarang hal itu menghadirkan bahagia.

Puji syukur terhadap Allah, Tuhan Yang Esa yang telah memberikan rahmatnya serta memberikan keajaiban terhadapku. Kini aku sadar betapa besar kuasa-Nya, begitu dengan mudahnya Allah mempertemukan dan memisahkan kita dengan seseorang, bahkan hanya dalam sekejab saja. Kita tak tahu kapan dan dimana akan berjumpa dengan orang baik, begitu pula dengan sebaliknya, sebab kita hanyalah manusia yang tak tahu apa-apa terhadap skenario-Nya. Aku rasa aku  adalah orang yang sangat beruntung, dipertemukan dengan orang-orang yang baik dan sayang terhadap diri, namun masih banyak PR yang masih harus dibenahi,  diperbaiki dan dikoreksi kembali; salah satunya ialah bagaimana kita mempertahankan hubungan dengan orang itu sendiri agar tetap terjalin hubungan dan komunikasi yang baik serta tetap bersama sampai akhir hayat menutup mata. Sebab aku tak ingin kejadian lama terulang lagi dan lagi, cukup untuk akhir ini saja.

Sebagaimana pepatah mengatakan “Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung” maka dari itu aku selalu ingin bersahabat dan berhubungan dengan baik terhadap siapapun itu, tak pedulikan apapun latar belakangnya dan darimana asalnya. Aku harap persahabatanku dengan Alfa akan terus membaik meski suatu saat nanti akan terpisahkan oleh waktu. Besar harapku menjalin persahabatan dan persaudaraan yang lama dan meninggalkan kenangan indah, sebab tak inginku seperti yang lalu yang hanya menyisakan luka dan air mata.  




Sebagai mana pepatah mengatakan;
“Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung”
Oleh sebab itu, aku ingin selalu bersahabat dan berhubungan baik terhadap siapapun itu, 
tak peduli asal-usulnya, latar belakang nya, serta darimana asalnya.


Share:

Sunday, January 27, 2019

Alfa! (2)

Lanjutan Novel "Perjalanan, Mimpi, dan Inspirasi" Bab II

; Alfa Arkana Eounoia


Wajah bening dan tenang dengan tatapan mata yang tajam serta senyum yang mampu menentramkan hati. Sebab penasaran oleh anak itu. Hari ini kuhabiskan dengan mengelilingi pesantren, tak banyak yang berubah dari beberapa bulan yang lalu, saat aku ikut hadir dalam forum leadership. Hanya santrinya yang menambah, meski tak sebanyak di kota-kota yang tersebar di pulau Jawa, maklum pesantren ini baru berjalan dua tahun, jadi santri yang mendaftar tak seberapa.
Pertumbuhan tanaman sedekah oksigen juga ikut tumbuh berkembang. Awal kami menaman pohon itu tingginya sekitar 30-40 cm. Tanaman pohon buah nangkadak (Persilangan antara buah nagka dengan campedak) serta mangga yang beberapa bulan lalu aku tanam bersama alumni leadership angkatan 2016 itu, kini bertambah tinggi berkisaran 50-70 cm. Begitu cepatkah waktu berlalu.

Usai berkeliling sekitar pesantren aku istiharat sejenak, bersandar melepas lelah pada anak tangga Masjid Baitul Makmur sembari memotret kegiatan santri. Kebetulan pada hari itu aktivitas sehari-hari diliburkan sebab hari Ahad. Beberapa santri asyik bermain sepak bola di lapangan, cukup bagus pemandangan itu untuk aku dokumentasikan.

Seketika aku sedang memotret, tiba-tiba ada seorang menegurku dari arah belakang. Aku terkejut bukan kepalang, seketika mata melihat ke arah belakang. Anak itu? Gumamku dalam hati. Ya. Seorang anak laki-laki yang tadi siang menyapaku diruang tamu.

“Hey. Sendirian saja?” sapaku sedikit malu.

“Iya kak. Kakak sedang apa disini?”

“Habis keliling mencari sesuatu. Sebab lelah jadi aku istiharat sejenak disini, sembari memotret permainan sepak bola,”

“Mencari sesuatu. Apa itu?”

“Sesuatu yang telah membuat diri ini penasaran, uppzz”

“Apa gerangan? Apakah yang membuat kakak ini begitu penasaran?

“Ah sudah lupakan saja, tidak perlu diungkit”

Bismillah. Semoga saja ia tak lagi merajuk padaku, sebab kejadian tadi. Aku benar-benar tak mendengarkan jika ada yang mengucapkan salam, maklum fokusku tadi hanya pada ponsel.

“Ohya namamu siapa dik,”

“Aku Alfarizi. Kakak sendiri siapa namanya?”

“Aku Noia.”

“Alfa enggak ikut main sepak bola?”

“Entar saja, jika lelah nya telah hilang,”

Begitu senang hati ini bertemu dengan anak itu, yang telah membuat penasaran pada diri. Akhirnya bertemu juga, tanpa harus berkeliling lagi. 
Aku manfaatkan waktu untuk saling mengenal dan bertanya dengan Alfa, meski obrolan kami hanya membahas asal-muasal, latar belakang, dan hobi sampai tujuan utamaku ke pesantren, namun hal itu dapat mempersatukan kami. Begitu akrab antara kami. Meski baru mengenal Alfa, aku rasa dia orang baik an penurut. Dan aku rasa aku menyukai nya.

Sejak itu aku sangat dekat dengan Alfa, meski baru beberapa jam berkenalan aku dan Alfa seperti sahabat yang sudah lama tak jumpa. Alfa merupakan santri baru yang berasal dari Kampung Bengkulu, baru empat bulan menetap di pesantren sebab melanjutkan pendidikan di SMP. Alfa sendiri adalah putra pertama Pak Yezi yang merupakan sahabat dan juga seniorku. 

ᴥᴥᴥᴥᴥᴥ

Usai melaksanakan sholat Azar jama’ah di Masjid Baitul Makmur, aku ditemani Alfa kembali jalan-jalan mengelilingi gedung-gedung pesantren sekaligus mengambil gambar untuk dokumentasi pribadiku. Aku sangat hobi untuk mendokumentasikan segala sesuatu yang aku pandang indah, apapun itu selalu aku dokumentasikan. Tak pernah sedikitpun moment terlewatkan begitu saja olehku. 
Namun setiap kebahagian selalu ada cobaan dan rintangan yang menghadang, ya begitulah pribahasaku dalam menyebutnya. Ada suatu penyakit yang terkadang membuatku kesal, aku sering sekali kehilangan file-file dokumentasiku, terkadang memorinya rusak bahkan terkadang hilang. Tak jarang moment-moment berharga itu bisa aku miliki seutuhnya, yah tapi aku merasa cukup bangga dan terhibur dengan hobiku.

“Fa, kamu suka di foto gak?”

“Suka, tapi tidak terlalu kak. Memangnya kenapa?”

“Aku boleh, ambil gambar kamu?”

“Boleh,”

“Fa, lihat deh sebelah sana,” ujarku sembari menunjukkan kearah mega senja yang jingga.

“SubhanAllah, begitu luar biasa ciptaan Allah.”

“Iya Fa, sebab itu kita harus mensyukuri atas nikmat yang Allah berikan kepda kita,”

“Oke Fa, kamu berdiri disitu ya, biar aku ambil gambarnya.”

“Oke. Siap.”

Tak jarang aku mendapatkan moment seindah langit sore pada senja yang jingga ini, apalagi ditemani seorang telah menghadirkan rasa bahagia dalam diriku. Aku seperti menemukan sayap yang patah ketika aku kelihangan sosok yang amat aku banggakan dahulu.  Terkadang hati menangis ketika mengingat kembali moment bersama sang inspirasiku, tapi sayang semua hanyalah kenangan yang akan selalu terkenang dalam memoriku sampai akhir hayatku.


∆∆∆ B E R S A M B U N G ∆∆∆
Share:

Saturday, January 26, 2019

Ketika Semua Bermula (1)

; Alfa Arkana Eounoia



Tubuh kurus dengan tinggi hampir 170 cm, yang berharap tingginya itu bertambah menjadi 175 cm, memiliki hidung yang mancung serta kulit sawo matang terang. Pria berdarah Lampung itu tengah berdiri, bersemangat menyambut pagi. Hari itu jarum jam berdetak tepat pada pukul Tujuh pagi, ketika semua berawal. Aku begitu bersemangat menyambut hari dengan ribuan aktivitas, meski matahari tak tampak cerah namun tak sedikitpun bisa mengurangi semangat empat puluh limaku.
Sore nanti usai pulang kerja, aku memiliki janji dengan Nara sahabat baruku.  Kami akan bepergian untuk mengunjungi salah satu yayasan dimana aku dan Nara pernah bersama-sama berjuang menimba ilmu selama satu bulan penuh.

Kawan-kawan biasa memanggilku Noia. Semalam aku dan Noia chatting via whatsapp, begitu banyak yang kami obrolkan hingga larut malam. Tanpa sengaja obrolan kami menyinggung masalah program lanjutan leadership  yang mana kami merupakan salah satu alumninya. Aku adalah alumni leadership Yayasan Satu Nama angkatan pertama tahun 2015, sedangkan Nara merupakan alumni tahun setelah aku, yakni tahun 2016. Pada tahun 2016 aku diberi mandat oleh Pimpinan yayasan satu nama untuk menjadi penggerak dalam program sama.

Satu bulan sudah kami lalui bersama, kebersamaan, kekompakan, kekeluargaan yang begitu indah dan cepat terjalin diantara kami. Begitu banyak kenangan penuh suka duka terkenang, sampai hati tak ingin melepas semua. Berat hati untuk meninggalkan, namun siap atau tidak semua akan tetap berjumpa pada sebuah perpisahan sampai batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Aku percaya bahwa setiap pertemuan akan  berakhir pada sebuah perpisahan dan aku percaya setiap perpisahan bukanlah untuk berpisah selamanya, aku percaya Allah akan mempertemukan kita meski dilain waktu, tempat, dan usia serta dengan suasana yang berbeda. Begitupun dengan sebaliknya.
Hari-hari berlalu, semua dilalui dengan kesibukan dan aktivitas sebagaimana biasanya dan tanpa terasa Empat Bulan berlalu sudah. Liburan akhir pekan terlewatkan begitu juga dengan Ramadhan dan Hari Raya. Malam ini kami bernostalgia kembali kedalam masa-masa indah yang kelabu dengan mengenang berbagai macam kisah meski telah menjadi album kenangan namun tetap terkenang selamanya.

Suasana malam pada bulan Juni cukup dingin, ditambah lagi dengan suara gemuruh hujan dan petir menyambar membuat diri tak ingin keluar rumah. Apalagi akhir ini tugas kuliah banyak menumpuk. Sembari mengerjakan tugas kuliah ditemani dengan secangkir kopi, kubuka kembali  file-file lama di laptop. Tak sengaja aku melihat ratusan foto sisa-sisa kebersamaan pada program leadership, begitu indah kebersamaan, kekompakan, keberagaman, dan kekeluargaan yang terjalin. Meski hanya satu bulan bersama namun begitu banyak pengalaman, ilmu, dan wawasan yang didapatkan. Rupanya aku merindukan mereka para pejuang hebat juga keluarga baru di pesantren. Maklum orang jomblo, tak ada yang dirindukan melainkan kenangan bersama kawan.

Entah, mendapatkan ide dari mana. Tiba-tiba saja aku chat kawan alumni satu persatu, sembari menanyakan kabar mereka sebab sudah lama kita tak saling sapa meski hanya sekedar memberi kabar. Hingga pada akhirnya terbentuklah suatu forum dalam grup whatsapp dan tercetuslah ide brilian untuk mengunjungi pesantren. Namun sayang tak semua kita bisa ikut, sebab beberapa diantara kami berada di luar kota, seperti Bangka Belitung, Jambi, Baturaja, Palembamg, dan Aceh. Tak banyak pula yang berada di kota-kota di Lampung, hanya aku, Nara, dan Reja saja yang masih menetap di kampung. Maklum kami semua berasal dari keluarga yang sederhana jadi tidak bisa hidup dengan berpoya-poya dan bergelimang harta, semua harus diatur dengan sebaik-baiknya apalagi masalah pendidikan untuk masa depan. Ditambah lagi dengan tahun ajaran baru, jadi tidak mungkin akan meninggalkan aktivitas ngampus.

Sebab sibuk dan jauh, maka hanya aku dan Nara saja yang hadir untuk bersilaturahmi di pesantren. Meski hanya berdua, tak mengurangi rasa kebersamaan dan kekompakan kita sebagai keluarga yang dipertemukan dalam satu forum.

ᴥᴥᴥᴥᴥᴥ

Empat puluh menit perjalanan menuju pesantren, dengan mengendarai sepeda motor kami-pun tiba. Begitu senangnya hati melihat suasana rumah yang sudah lama tak terlihat serta sambutan para santri yang penuh bahagia dengan wajah berserinya, satu persatu menyambut dengan saling berjabat tangan. 
Sembari menunggu Abah dan Ibu Nyai di ruang tamu. Aku disibukkan dengan ponselku. Begitu banyak pesan masuk sebab selama perjalanan tak sedikitpun menyentuh ponsel jadi aku balas satu persatu pesan itu. Fokusku kini hanya pada ponsel, ya tak lain hanya ponsel. Sampai suatu ketika ada seorang anak mengucap salam dari balik pintu tak aku hiraukan. 

“Assalamu’alaikum,” sapa suara itu dari balik pintu.

Karena hanya terfokus kepada ponsel. Jadi salam itu tak terdengar oleh telingaku. Sampai akhirnya anak itu mengetok pintu dengan sedikit keras.

“Assalamu’alaikum,”

Seketika fokusku buyar, aku terkaget, langsungku berdiri melangkah  menuju pintu dimana suara itu berasal.

“Wa’alaikum salam,” ujarku, Aku tersipu malu melihat sosok yang sudah sejak tadi berdiri di balik pintu.

Seorang anak laki-laki, dengan wajah berseri, matanya bening bak purnama kedua belas. Diam, tenang sekatika. Dengan penuh tatap. Ia menatap wajahku dengan serius dan begitu tajam.
Aku malu ketika menatap wajahnya sebab ia sudah berkali-kali mengucap salam namun tak aku hiraukan. Anak itu mengulurkan tangan, akupun menerima juluran tangan itu dengan begitu sigap dan cepat. Ia mencium tanganku lalu pergi. 
Aku ternganga melihat langkah demi langkah kaki itu meninggalkanku. Fokusku kini berpindah pada anak itu. Sekujur tubuh terasa kaku seketika tak sedikitpun mata ini berpaling darinya, padahal ia telah pergi meninggalkanku begitu jauh. Entah jin apa yang telah merasuki ragaku atau mungkin aku telah terhipnotis olehnya.

Dia benar-benar telah membuatku terlena, ia bagaikan malaikat yang baru saja Allah hadirkan untuk menemuiku beberapa saat. Wajahnya tenang setenang air ditelaga pada siang hari yang mampu menghilangkan penat dan panas seketika. Senyum nya mampu menentramkan hati, sebagaimana ketika berada dibawah pepohonan yang rimbun pada siang hari. Kutatap lamat-lamat bayang demi bayangan yang kian menghilang dari pandangan dan segeraku bergegas untuk menyusulnya.

“Hei tunggu,”

“Siapa namamu dik?”

“Bisakah kita berkenalan sebentar?”

Tak sedikitpun ia mendengarkan suaraku. Bayangan itu semakin menghilang tak meninggalkan jejak. Aku benar-benar dibuat penasaran olehnya, siapakah gerangan? Mengapa aku begitu penasaran dengan anak itu, sehingga hati ingin segera untuk bertemu.


∆∆∆ B E R S A M B U N G . . . . . ∆∆∆

Share:

Friday, January 25, 2019

Catatan RJ



; R.J


Apalah aku, hanya manusia biasa yang Allah pertemukan dengan dirimu pada malam itu. Aku punya hati, yang Allah beri untuk ku bagi dengan semua, termasuk kamu yang selama ini aku sayangi.


Namun bukan berarti aku mengharapkan balas budi darimu. Begitu tulus untuk menyayangimu, sayang terhadap semua.


Aku ingin agar kau tetap bertahan dan berjuang demi masa depan. Kau harus bisa menembus pahit manisnya kehidupan. Kau harus tegar dan kuat menghadapi semua tantangan dan cobaan sebab kau adalah pemenang dalam keabadian.


Aku hadir untuk memberimu semangat, mensupport dalam setiap lantunan doaku pada setiap usai sujud kepala. Berharap agar Allah memberikan jalan untuk kita menjadi saudara, agar hatimu terbuka dan menerima semua tanpa harus terluka.


Tulisan pertama di awal Tahun 2019
#UntukRJku Lekas Sembuh

Share:

Sunday, January 20, 2019

Mengenal Badan Otonom, Lembaga dan Badan Khusus Nahdlatul Ulama

Yuk kenal lebih dekat dengan warga Nahdlatul Ulama (NU).



1. Jatman
Jatman atau Jam’iyah Ahli Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah, banom NU yang mengurusi tarikat-tarikat yang mu’tabar.
Rais Aam: Habib M Lufti bin Ali bin Yahya
Mudir Aam: KH Wahfiyuddin Sakam, SE, MBA

2. JQH NU (Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz)
Banom NU yang mengurusi para qori’ dan hafidz.
Rais Majelis Ilmi: KH Ahsin Sakho Muhammad
Ketum: KH Saifullah Ma’shum

3. Muslimat NU
Banom NU yang mengurusi ibu-ibu.
Ketum: Dra Hj Khofifah Indar Parawansa, M.Si

4. Fatayat NU
Banom NU yang mengurusi para pemudi.
Ketum: Anggia Ermarini, MKM

5. GP Ansor NU
Banom NU yang mengurusi para pemuda.
Ketum: KH Yaqut Cholil Qoumas

6. Rijalul Ansor
Badan semi otonom GP Ansor yang mengurusi majlis dzikir dan shalawat serta penjaga ajaran, amaliah dan tradisi NU.
Ketum: KH Sholahul Am Notobuwono

7. Banser NU
Barisan Ansor Serbaguna atau yang lebih dikenal dengan nama Banser, adalah badan semi otonom GP Ansor yang berperan sebagai “angkatan perang” NU.
Satkornas: KH Drs Alfa Isnaini, M.Si

_Satuan Khusus Banser:_
- Densus 99 Asmaul Husna (pengawal Aswaja NU)
- Bagana (Banser Tanggap Bencana)
- Balakar (Banser Relawan Kebakaran)
- Balantas (Banser Relawan Lalulintas)
- Basada (Banser Husada/Kesehatan)
- Baritim (Banser Maritim)
- Bakoler (Banser Protokoler)

8. PAGARNUSA
Persatuan dan Pergerakan Silat dan Kanuragan NU dan Bangsa, banom NU yang mengurusi beladiri, ilmu hikmah dan kanuragan.
Ketum: Muchamad Nabil Haroen, M.Hum

9. ISNU
 (Ikatan Sarjana NU), banom NU yang mengurusi para sarjana, magister, doktor, profesor, akademisi, cendekiawan, profesional.
Ketum: Dr Ali Maskur Musa, MSi, M.Hum

10. PDNU
Perhimpunan Dokter NU, banom NU (usulan) yang mengurusi profesional dokter.
Ketum: dr Muhammad S Niam,FINACS,MKes,SpB-KBD

11. ASDANU
Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara, banom NU (usulan) yang mengurusi profesional dosen.
Ketum: Prof Dr KH Wafiyul Ahdi

12. PMII
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, banom NU yang mengurusi segmen mahasiswa.
Ketum: Agus M Herlambang, MSi

_Organisasi mahasiswa NU lainnya:_
- GMNU (Gerakan Mahasiswa NU)
- KMNU (Keluarga Mahasiswa NU)
- IMANU (Ikatan Mahasiswa NU)
- PKPT IPNU (Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi IPNU)
- MATAN (Mahasiswa Ahli Thariqat An-Nahdliyah)
- GEMASABA (Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa)
- Dll

13. KOPRI
Korp PMII Putri, banom semi otonom PMII yang mengurusi mahasiswi.
Ketum: Septi Rahmawati, MSi

14. IPNU
Ikatan Pelajar NU, banom NU yang mengurusi para pelajar putra.
Ketum: Aswandi

15. IPPNU
Ikatan Pelajar Putri NU, banom NU yang mengurusi segmen pelajar putri.
Ketum: Nurul Hidayatul Ummah

16. PERGUNU
Persatuan Guru NU), banom NU yang mengurusi para guru.
Ketum: Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA

17. *ISHARI NU* (Ikatan Seni Hadrah Indonesia NU), banom NU yang mengurusi seni hadrah dan sejenisnya.
Ketum: Ir H Yusuf Arif

18. *SARBUMUSI* (Serikat Buruh Muslimin Indonesia), banom NU yang mengurusi para buruh dan pekerja lainnya.
Ketum: Drs HM Saiful Bahri Anshori, MP

19. *RMI NU* (Rabithah Ma’ahidil Islamiyah NU), banom NU yang mengurusi ma’had/pindok pesantren.
Ketum: KH Abdul Ghaffar Razi

20. *LESBUMI* (Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia), lembaga NU yang mengurusi perihal seni dan budaya.
Ketum: Dr KH Agus Sunyoto

21. *LDNU* (Lembaga Dakwah NU), lembaga NU yang mengurusi dakwah.
Ketum KH Agus Salim

22. *LP Ma’arif NU* (Lembaga Pendidikan Ma’arif NU), lembaga NU yang mengurusi pendidikan dan pengajaran formal, atau sekolah SD sampai SLTA atau sederajat.
Ketum: Drs KH Z Arifin Junaidi, MM

23. *LPTNU* (Lembaga Perguruan Tinggi NU), lembaga NU yang mengurusi perguruan tinggi.
Ketum: Prof H Muhammad Natsir, Ak, Ph.D

24. *LPNU* (Lembaga Perekonomian NU), lembaga NU yang mengurusi ekonomi.
Ketua: Dr H Abidin

25. *LPPNU* (Lembaga Pengembangan Pertanian NU), lembaga NU yang mengurusi pertanian.
Ketua: Dr H Marwan Ja’far

26. *LBMNU* (Lembaga Bahtsul Masail NU), lembaga NU yang mengurusi hukum dan pembahasan permasalahan kehidupan.
Ketua: KH Najib Hasan

27. *LKNU* (Lembaga Kesehatan NU), lembaga NU yang mengurusi kesehatan.
Ketum: Drs H Hisyam Said Budairi, MSc

28. *LKKNU* (Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU), lembaga NU yang mengurusi keluarga, rumah tangga.
Ketua: Dra Hj Ida Fauziyah

29. *LAKPESDAM NU* (Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM NU), lembaga NU yang mengurusi sumberdaya manusia.
Ketum: Dr H Rumadi Ahmad

30. *LPBHNU* (Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU), lembaga NU yang mengurusi bidang hukum.
Ketua: H Royandi, SH, MH

31. *LAZISNU* (Lembaga Zakat Infaq Sadeqah NU), lembaga NU yang mengurusi zakat, infaq dan sadekah.
Ketum: H Amad Sudrajat, Lc, MA

32. *LWPNU* (Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU), lembaga NU yang mengurusi terkait wajaf dan pertanahan.
Ketua: Dr H Mardani

33. *LPBINU* (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU), lembaga NU yang menangani penanggulangan bencana dan perubahan iklim.
Ketua: Dr HM Ali Yusuf

34. *LTMNU* (Lembaga Takmir Masjid NU), lembaga NU yang mengurusi takmir dan masjid.
Ketum: KH Mansyur Saerozi

35. *LFNU* (Lembaga Falakiyah NU), lembaga NU yang mengurusi falak/astronomi.
Ketua: KH Ghozali Masrurie

36. *LTNNU* (Lembaga Ta’lif wan Nasyr), lembaga Infokom dan Publikasi NU, yang mengurusi bidang penulisan, penerbitan, penerjemahan, kepustakaan, riset, media dan publikasi.
Ketum: Dr H Hari Usmayadi

37. *HPN* (Himpunan Pengusaha NU), banom NU yang mengurusi para profesional pengusaha.
Ketum: Dr Abdul Khalik

38. *HIPSI* (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia), badan semi otonomdibawah RMINU yang mengurusi pengusaha santri.
Ketum: Dr Muchamad Ghozali

39. *Aswaja NU Center* (Ahlussunnah wal Jamaah NU Center), badan khusus NU yang bergerak di bidang benteng Aswaja dari aliran sesat. Konsen pada Aswaja, dalil-dalil amaliah, firqah Islam, kebangsaan.
Ketum: KH Ma’ruf Khozin

40. *Densus 26 NU* (Detasemen Satuan Khusus 26 NU), badan khusus NU yang bergerak sebagai benteng NU..


Panglima Besar: KH Marzuki Mustamar, MA
Share:

Saturday, January 19, 2019

Untukmu Yang Kerap Kali Menjadi Inspirasi

Freepic 


Pelangi indah yang dihiasi bermacam warna muncul ketika badai datang
Sedangkan Matahari memancarkan cahaya ketenangannya usai awan hitam melintasi cakrawala


Begitu pula dedaunan akan bermunculan setelah melalui musim gugurnya
Maka aku pun percaya, jika semua itu membutuhkan proses yang cukup lama dan terkadang sakit yang tak bisa diungkapkan melalui kata-kata


Aku percaya bahwa Allah (Tuhan Yang Esa) tidak pernah tidur, beliau menjadi saksi semua pengorbanan dan perjuangan
Suatu saat nanti kita akan bersama menjadi keluarga

#diarySabtu Catatan pagi hari di Subuh yang dingin


Bandar Jaya, 12 Januari 2019


Share:

Tiba-tiba Kau Datang

Freepic. ist




Tiba-tiba kau datang
Membawa secangkir es penghilang dahaga
Membuat heboh seisi bus
Bersorak-soranda menyuarai kita
Diam-diam sembari tersenyum malu
Kusambut bahagia cangkir itu dari tanganmu
Wajah merah merona mu
Membuatku tersipu malu


Didalam Bus, Menuju Way Kanan, 29 Desember 2018


Share:

Thursday, January 17, 2019

Diary di Januari 2019 | Untukmu Yang Tak Pernah Respon

Freepic. Ist
Freepic. ist


Mungkin benar apa yang mereka katakan. Aku mengerti itu bukan hanya sekedar sindiran tapi lebih dari sekedar masukan yang mematikan. Berjuang mati-matian dengan ribuan pengharapan yang tak kunjung mendapatkan pencerahan. Berkorban demi seorang yang lain harus tumbang?


Tapi tak sedikit pun kau peduli atau respon positif darimu. Aku bingung harus terus bergerak atau malah diam menyerah dan pergi tanpa kembali.


Mereka bilang aku manusia paling bodoh yang memperjuangkan orang yang tak pernah menghargai setiap pengorbanan, yah terkadang memang benar apa yang mereka katakan.

 Entahlah aku masih bimbang dengan seribu pertimbangan yang masih aku ragukan.
Share:

Sunday, January 13, 2019

Biarlah Tuhan Menjawab!

Diary. Foto Kibrispdr.ist




Suatu saat nanti, jika aku tak dapat bersamamu, lembaran demi lembaran diary ku akan menjadi bukti bahwa aku pernah berjuang menjadi yang terbaik untukmu. Air mata ini akan menjadi saksi kasih sayang yang teramat tulus yang tak pernah lelah aku berikan untuk orang yang aku sayang. 
Share:

Friday, January 11, 2019

Diary Untuk RJ



Tuhan memberimu mata untuk kau melihat
Tuhan memberimu kedua telinga sebagai indra pendengaran mu
Tuhan memberimu rasa untuk kau rasakan setiap detik-detik dalam hidupmu
Melihat, mendengar, merasakan mana yang baik agar kau bisa mencontohnya
Dan melihat, mendengar, serta merasakan yang buruk untuk kau ambil hikmahnya

Tuhan pula telah memberimu mulut untuk kau bicara yang baik-baik, serta hati agar kau bisa menyaring kata-kata yang akan kau ucapkan nanti, agar tak ada yang tersakiti
Tuhan juga telah memberi kita hati, yang entah bagaimana bentuk dan rupanya
Namun Tuhan tidak pernah salah dalam menciptakan hal itu. Sebab hati mampu merasakan semua

Pesanku pergunakanlah hatimu untuk berbagi cinta dan kasih sayang sebelum semua pergi dan menghilang

Jangan kau goreskan luka apalagi setetes tinta, sebab meski hanya sepercik debu tak dapatlah kita menghapusnya, kecuali atas izin yang maha kuasa.
Aku memilihmu bukan berarti tak ada yang lain. Namun aku memilihmu sebab bagiku kau lebih indah diantara bintang-bintang yang bersinar pada malam itu.

Maaf jika aku kau nilai berlebihan, namun inilah mahluk yang Allah ciptakan dengan segala kekurangan yang selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk semua.

Miss you penyemangat hidupku yang tak pernah padam dari lembaran diaryku

#PagiHaridiSudutRumahMama 
Seputih Jaya, 10 Januari 2019
#CatatanDiaryDCC

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Segelas Kopi dan Jejak Langkah Murobbi

Ilustrasi didesain oleh AI-GMN Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive