Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Showing posts with label Dawuh. Show all posts
Showing posts with label Dawuh. Show all posts

Thursday, May 8, 2025

7 Syarat Sujud yang Benar Dalam Shalat

 

Ilustrasi shalat (Sumber: Tokped media)



Shalat merupakan ibadah wajib, atas penghambaan manusia kepada Allah Subhanahu Wata'ala (SWT). Di dalamnya terdapat beberapa aturan, seperti syarat dan rukun shalat. Kesemuanya harus dikerjakan dengan sempurna dan tidak boleh ditinggalkan.

Share:

Friday, April 18, 2025

Sepuluh Penyebab Husnul Khatimah

Sumber: suaramuhammadiyah. istimewa 


_______________________


Pada suatu ketika, ada kwan yang membagikan sebuah pesan singkat yang berisi hikmah luar biasa. Dengan judul sepuluh penyebab Husnul Khatimah. Setelah aku baca, rasanya sangat disayangkan apabila tidak dibagikan kepada publik agar pesan kebaikan ini dapat terus berlanjut dan menjadi amal jariyah untuk kita semua. 

Share:

Friday, January 31, 2025

Syair Rindu di Tengah Musim Hujan

Hujan malam hari. Foto oleh Pecandu Sastra©2025. Ist


Rindu Sendu

Share:

Tuesday, July 2, 2024

Enam Sifat Manusia Terburuk Menurut Rasulullah

Foto Muslim or id. Ist


Enam sifat buruk manusia menurut Baginda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Sebagaimana di rangkum dari hadits shoheh yang dibagikan oleh saudara kita dalam majelis online melalui WhatsApp grup. Sifat-sifat tersebut di antaranya ialah;

Share:

Tuesday, June 25, 2024

Mengapa Nabi Menyebut Ipar Adalah Maut?



Beberapa hari ini, masyarakat Indonesia sedang hangat memperbincangkan film berjudul “Ipar Adalah Maut” yang tayang di bioskop pada 13 Juni 2024. Poin yang paling disoroti dalam film ini adalah perselingkuhan yang terjadi antara suami dengan adik iparnya.

Share:

Friday, May 12, 2023

Alasan Habib Umar bin Salim bin Hafidz Tidak Memperbolehkan Menaruh HP di Saku Baju!

 

Foto Pexels. Its


Pada suatu ketika, entah kesekian berapa kalinya aku ikut mengawal Abah dalam mensyiarkan dakwah Islam di kampung nun jauh dari keramaian dan hingar-bingar kota. Sejak tidak lagi disibukkan oleh aktivitas pabrik, aku senang mendampingi beliau. Bukan keterpaksaan atau ingin mengambil hatinya, bagiku suatu kesenangan dan memang nyaman berada di dekat beliau, apalagi melakukan hal yang memberi dampak baik juga kemaslahatan.


Jika ikutnya diriku bersama beliau adalah suatu keterpaksaan atau kepura-puraan guna mendapat perhatian, sudah jauh mentalku tumbang. Panas, hujan, bahkan berkali-kali merasakan dinginnya terpaan angin malam. Aku salut dengan beliau yang masih gigih, penuh energik, dan istiqomah dalam pengembaraan syiar dakwah pada usia yang sudah memasuki tahun emas.


Di sini, aku hendak ingin berbagi sesuatu yang menurutku sangat layak untuk dibagikan dan diketahui khalayak ramai. Kelihatannya sangat sederhana, sepele, tapi memiliki dampak yang besar. Sebagaimana hadist mengatakan, sampaikan ilmu walau satu ayat, dan ada pula yang menyatakan; sampaikanlah kebenaran meski itu pahit. Jadi, aku tambahkan; sampaikan kebenaran sesuai dengan pemahaman orang banyak. 


Baca: Dari "Raden Kian Santang" Jadi Candu Sholawat
 

Bukan. Bukan itu yang hendak aku sampaikan. Seperti yang aku katakan pada bait pertama di paragraf ketiga, hal ini simpel dan sepele, tapi memiliki dampak yang besar jika kita terapkan. Apa itu?


Jadi, pada suatu ketika, saat kita sedang berbincang di beranda majelis. Abah pernah berkata kepadaku, agar tidak sembarang menaruh smartphone atau yang lebih dekat dengan sebutan kita; HP. Terutama agar tidak menaruhnya di saku baju atas, yang berada di dekat area dada. Mengutip pesan dari Habib Umar bin Salim bin Hafidz, Tarim, dalam nasihat beliau pernah berpesan agar tidak menaruh HP di saku baju; terutama di dekat area dada. Hal ini dikarenakan di area dada itu ada hati.


Dalam maqala beliau, ujar Abah menuturkan, sembari menikmati secangkir kopi tanpa gula. HP sering kita gunakan untuk hal-hal yang banyak mudharatnya (tidak baik atau tidak bermanfaat); banyak digunakan untuk kemaksiatan. Contohnya saja dalam era yang semakin canggih ini saja, jari kita sangat mudah untuk berjulid ria, ya kan! Nah, hal itu juga termasuk maksiat. Belum lagi tayangan-tayangan yang sering berseliweran di layar HP kita, baik itu disengaja atau pun tidak, hal-hal yang tidak layak untuk kita tonton dan lihat, bahkan mungkin banyak aurat lawan jenis yang kita tonton. Dan masih banyak lainnya.


Baca: Tiga Puluh Jam Bersama Habibana 


Mengapa beliau tidak memperbolehkan? Sebab, apabila HP ditaruh di dekat dada, yang mana di situ juga berada dekat letaknya hati. Dikhawatirkan segala keburukan, kejelekan, dan hal-hal mudharat yang kita lakukan dengan smartphone atau HP itu terserap oleh hati kita. Hati kita itu mudah menyerap apa saja. Hal itu dapat membuat hati kita menjadi kotor, hitam, sehingga besar kemungkinannya bisa menjauhkan kita untuk mengingat Allah.


Sepele memang, tapi ada benarnya juga. Sudahlah, jangan diperdebatkan, untuk hal baik sudah seharusnya kita ambil dan petik hikmahnya, lalu terapkan dalam hidup. Jadi, yuk mari, mulai saat ini jangan lagi menaruh HP di saku baju atau kantong yang berhubungan dengan area dada. Selain itu juga, secara ilmu kesehatan memang kurang baik bagi kesehatan tubuh. 


Wallahu alam. Salam. Pecandu Sastra.


Baca: Pentingnya Menata Niat
 

Konten ini telah tayang di Kompasiana pada Mei 2023.

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive