Skip to main content

SAJAK : Kenangan Dalam Sebuah Memori Bersamamu Ayah




Oleh : Disisi Saidi Fatah


Waktu begitu cepat berlalu
Tanpa terasa dan tak ku ketahui
Hitam Putih terus ku jalani
Sedih, senang, tawa dan gembira hidup ini


Ayah,
Tanpa terasa 24 hari sudah engkau pergi
Meninggalkan kami anakmu untuk selamanya


Ayah,
Tahukah engkau betapa rindunya hati ini
Menatap indahnya wajahmu,
Melihat manisnya senyummu,
Mendengar merdunya suaramu,


Namun semua berlalu sudah
Tinggallah kenangan dalam sebuah memori
Yang abadi dalam album kuno di almari kamarku
Bersama wajah-wajah imut nan bahagia yang terpampang manis di dalam sebuah foto


Ayah,
Yatim sudah diri ini pada hari ini
Tinggallah ibu seorang diri, tempat mengadu
Berbagi cerita pahit manisnya hidup ini


Ayah,
Tahu tidak, betapa rindunya kami
Ingin berjumpa denganmu,
Kami sayang ayah, namun Allah lebih sayang kepada ayah


Ayah,
Yang tenang di sana ya,
Bahagia lah ayah bersama para bidadari-bidadari syurga
Salam ya, untuk keluarga ayah yang di syurga


Doakan anakmu ini yah, menjadi anak yang sholeh,
Berbakti kepada orang tua, menjadi pribadi yang baik dan lebih dewasa dalam menyikapi segala hal


Miss you Ayah

Comments

Popular posts from this blog

Pelukan yang Tak Selesai [Cerbung]

Ilustrasi oleh AI Halo sahabat pembaca, terima kasih ya telah setia mampir dan membaca setiap karya kami. Salam hangat dari aku Cendekia Alazzam dan beberapa nama pena yang pernah aku kenakan 😁🙏. 

Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi

  Gambar dibuat oleh AI. Halo, sahabat pembaca. Salam kenal, aku Cendekia Alazzam. Aku hendak menulis cerita bersambung, kurang lebih ada 10 bab. Dengan judul besar "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi". Bergenre Fiksi Realis, Drama Keluarga, dan Romance.

[4] Dalam Pelukan yang Kupilih

Ilustrasi Dalam Pelukan yang Kupilih 'Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi'. (Sumber: AI) "Hallo, selamat datang di bab 4 perjalanan (Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi). Terima kasih telah menjelajah sejauh ini. Buat yang ketinggalan bisa di cek pada halaman awal ya!  Klik disini!!!  Untuk yang ketinggalan bab sebelumnya (Bab 3) >>> klik di sini <<< untuk menuju ke sana!"

Filosofi Sepeda Untuk Hidup yang Lebih Bermakna

Filosofi sepeda untuk hidup yang lebih bermakna. (Foto oleh: Pixabay/wal_172619) Oleh: Cendekia Alazzam          Seiring berkembangnya zaman, sepeda tidak hanya sekadar menjadi alat transportasi bagi banyak orang, kini ia pun hadir menjadi media olahraga bagi sebagian orang yang gemar berolahraga.  Selain jogging dan berlari, bersepeda menjadi  olahraga favorit yang praktis dan mudah belakangan ini. Dengan turut berkembangnya desain sepeda yang semakin keren dan fungsional, terlebih lagi saat ini pemerintah di beberapa kota sudah menyediakan beberapa titik jalur khusus sepeda sehingga menciptakan rasa yamg semakin aman dan nyaman ketika bersepeda. Berbicara tentang sepeda, ada banyak filosofi tentangnya yang sangat relevan bagi kehidupan. Beberapa poinnya akan kita bahas melalui tulisan singkat ini, semoga sahabat pembaca dapat mengambil hikmahnya dan diterapkan dalam kehidupan. Dari sepeda kita seakan diajarkan untuk bergerak dan terus bergerak. Keti...

Pertemuan yang Tak Biasa

Ilustrasi - pertemuan dua insan di suatu mushola. (Sumber: AI) Di suatu mushola kecil di sudut hari, Langkahku berat, hati terasa enggan menepi. Tempat asing, dinding-dinding sunyi, Tapi tanggung jawab menarikku berdiri. Kupikir hanya akan sholat lalu pergi, Namun takdir menyusun pertemuan sunyi. Seorang anak kecil - Dengan mata teduh dan senyum yang tak biasa mengalir.