Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Saturday, April 15, 2017

SAJAK : Kenangan Dalam Sebuah Memori Bersamamu Ayah




Oleh : Disisi Saidi Fatah


Waktu begitu cepat berlalu
Tanpa terasa dan tak ku ketahui
Hitam Putih terus ku jalani
Sedih, senang, tawa dan gembira hidup ini


Ayah,
Tanpa terasa 24 hari sudah engkau pergi
Meninggalkan kami anakmu untuk selamanya


Ayah,
Tahukah engkau betapa rindunya hati ini
Menatap indahnya wajahmu,
Melihat manisnya senyummu,
Mendengar merdunya suaramu,


Namun semua berlalu sudah
Tinggallah kenangan dalam sebuah memori
Yang abadi dalam album kuno di almari kamarku
Bersama wajah-wajah imut nan bahagia yang terpampang manis di dalam sebuah foto


Ayah,
Yatim sudah diri ini pada hari ini
Tinggallah ibu seorang diri, tempat mengadu
Berbagi cerita pahit manisnya hidup ini


Ayah,
Tahu tidak, betapa rindunya kami
Ingin berjumpa denganmu,
Kami sayang ayah, namun Allah lebih sayang kepada ayah


Ayah,
Yang tenang di sana ya,
Bahagia lah ayah bersama para bidadari-bidadari syurga
Salam ya, untuk keluarga ayah yang di syurga


Doakan anakmu ini yah, menjadi anak yang sholeh,
Berbakti kepada orang tua, menjadi pribadi yang baik dan lebih dewasa dalam menyikapi segala hal


Miss you Ayah
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive