Skip to main content

Gadis Berjilbab

Foto Ayo Semarang. Ist



Gadis berjilbab
Parasmu begitu indah nan rupawan
Hatimu begitu tulus nan lembut
Perhatianmu terhadapku tak pernah putus


Cinta dan sayangmu
Membuat kau rela mengorbankan waktumu untukku
Setiap pagi kau suguhkan minuman hangat untukku
Tidak lupa sepotong roti untuk menemaninya
Siang dan malam hari kau kirimiku dengan berbagai hidangan


Gadis berjilbab
Seandainya engkau tahu akan perasaan hati ini
Sejak awal kita jumpa,  hati ini sudah jatuh
Ingin rasanya aku bersamamu


Namun aku sudah berjanji kepada diriku
Untuk tidak bermain cinta
Apalagi agama kita sudah menegaskan
Tidak ada suatu ikatan kepada selain mahramnya terkecuali persaudaraan


Aku juga takut,  akan hal yang sama terulang kembali
Sebagaimana aku pernah mencintai
Beberapa hati yang kini telah pergi


Aku takut suatu saat nanti
Kau pergi meninggalkanku
Aku takut menyakitimu dan kau melupakanku
Aku takut suatu saat nanti
Kita tak menjalin suatu hubungan apapun
Sebagaimana orang-orang tersayang
Meninggalkanku tanpa aku tahu dan mengerti
Apa salahku

Gadis berjilabab
Terima kasih atas perhatian,  cinta,  dan sayangmu terhadapku
Semoga engkau tetap menjadi insyan yang kukenal
Semoga cinta,  kasih,  dan sayangmu tetap tulus dan setia menanti
Hingga tibalah saatnya Allah meridhoi kedua hati
Untuk saling berbagi dan bersatu

Way Kanan,  4 Oktober 2017

Comments

Popular posts from this blog

Pelukan yang Tak Selesai [Cerbung]

Ilustrasi oleh AI Halo sahabat pembaca, terima kasih ya telah setia mampir dan membaca setiap karya kami. Salam hangat dari aku Cendekia Alazzam dan beberapa nama pena yang pernah aku kenakan 😁🙏. 

Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi

  Gambar dibuat oleh AI. Halo, sahabat pembaca. Salam kenal, aku Cendekia Alazzam. Aku hendak menulis cerita bersambung, kurang lebih ada 10 bab. Dengan judul besar "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi". Bergenre Fiksi Realis, Drama Keluarga, dan Romance.

[4] Dalam Pelukan yang Kupilih

Ilustrasi Dalam Pelukan yang Kupilih 'Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi'. (Sumber: AI) "Hallo, selamat datang di bab 4 perjalanan (Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi). Terima kasih telah menjelajah sejauh ini. Buat yang ketinggalan bisa di cek pada halaman awal ya!  Klik disini!!!  Untuk yang ketinggalan bab sebelumnya (Bab 3) >>> klik di sini <<< untuk menuju ke sana!"

Filosofi Sepeda Untuk Hidup yang Lebih Bermakna

Filosofi sepeda untuk hidup yang lebih bermakna. (Foto oleh: Pixabay/wal_172619) Oleh: Cendekia Alazzam          Seiring berkembangnya zaman, sepeda tidak hanya sekadar menjadi alat transportasi bagi banyak orang, kini ia pun hadir menjadi media olahraga bagi sebagian orang yang gemar berolahraga.  Selain jogging dan berlari, bersepeda menjadi  olahraga favorit yang praktis dan mudah belakangan ini. Dengan turut berkembangnya desain sepeda yang semakin keren dan fungsional, terlebih lagi saat ini pemerintah di beberapa kota sudah menyediakan beberapa titik jalur khusus sepeda sehingga menciptakan rasa yamg semakin aman dan nyaman ketika bersepeda. Berbicara tentang sepeda, ada banyak filosofi tentangnya yang sangat relevan bagi kehidupan. Beberapa poinnya akan kita bahas melalui tulisan singkat ini, semoga sahabat pembaca dapat mengambil hikmahnya dan diterapkan dalam kehidupan. Dari sepeda kita seakan diajarkan untuk bergerak dan terus bergerak. Keti...

Pertemuan yang Tak Biasa

Ilustrasi - pertemuan dua insan di suatu mushola. (Sumber: AI) Di suatu mushola kecil di sudut hari, Langkahku berat, hati terasa enggan menepi. Tempat asing, dinding-dinding sunyi, Tapi tanggung jawab menarikku berdiri. Kupikir hanya akan sholat lalu pergi, Namun takdir menyusun pertemuan sunyi. Seorang anak kecil - Dengan mata teduh dan senyum yang tak biasa mengalir.