Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Saturday, October 28, 2017

Puisi di Hari Sumpah Pemuda ke-89

Tanah Air Ibu Pertiwi

Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkana Euonoia)



Tanah airku ibu pertiwi
Negeri yang subur dan makmur
Menyimpan banyak kenangan
Dalam goresan sejarah

Negeriku
Yang kaya akan budaya
Negeriku
Yang banyak cerita
Dari masa ke masa

Indonesia
Yang katanya berlandaskan pancasila
Dan undang-undang dasar 1945

Berlambang burung garuda
Dengan simbol merah putih
Yang memiliki semboyan
Bhineka tunggal ika
Berbeda-beda namun tetap satu jua

Tanah airku
Negeri yang kaya akan budaya
Beragam suku, agama, ras, dan golongan
Yang membuat nusantaraku indah dipandang mata

Negeriku
Katanya negeri yang toleran
Negeri yang damai
Menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila

Namun
Apa faktanya?
Negeriku selalu dipenuhi cerita
Beda warna, pendapat, dan sara
Selalu dijadikan faktor konflik

Kapankah negeri tercintaku ini damai
Menjadi negeri yang merdeka
Tanpa korupsi dan NKRI Harga Mati

Menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila
Mentaati undang-undang dasar 1945
Menghargai pengorbanan para leluhur bangsa

Lampung, 27 Oktober 2017
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive