Skip to main content

Puisi di Hari Sumpah Pemuda ke-89

Tanah Air Ibu Pertiwi

Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkana Euonoia)



Tanah airku ibu pertiwi
Negeri yang subur dan makmur
Menyimpan banyak kenangan
Dalam goresan sejarah

Negeriku
Yang kaya akan budaya
Negeriku
Yang banyak cerita
Dari masa ke masa

Indonesia
Yang katanya berlandaskan pancasila
Dan undang-undang dasar 1945

Berlambang burung garuda
Dengan simbol merah putih
Yang memiliki semboyan
Bhineka tunggal ika
Berbeda-beda namun tetap satu jua

Tanah airku
Negeri yang kaya akan budaya
Beragam suku, agama, ras, dan golongan
Yang membuat nusantaraku indah dipandang mata

Negeriku
Katanya negeri yang toleran
Negeri yang damai
Menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila

Namun
Apa faktanya?
Negeriku selalu dipenuhi cerita
Beda warna, pendapat, dan sara
Selalu dijadikan faktor konflik

Kapankah negeri tercintaku ini damai
Menjadi negeri yang merdeka
Tanpa korupsi dan NKRI Harga Mati

Menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila
Mentaati undang-undang dasar 1945
Menghargai pengorbanan para leluhur bangsa

Lampung, 27 Oktober 2017

Comments

Popular posts from this blog

Pelukan yang Tak Selesai [Cerbung]

Ilustrasi oleh AI Halo sahabat pembaca, terima kasih ya telah setia mampir dan membaca setiap karya kami. Salam hangat dari aku Cendekia Alazzam dan beberapa nama pena yang pernah aku kenakan 😁🙏. 

Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi

  Gambar dibuat oleh AI. Halo, sahabat pembaca. Salam kenal, aku Cendekia Alazzam. Aku hendak menulis cerita bersambung, kurang lebih ada 10 bab. Dengan judul besar "Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi". Bergenre Fiksi Realis, Drama Keluarga, dan Romance.

[4] Dalam Pelukan yang Kupilih

Ilustrasi Dalam Pelukan yang Kupilih 'Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi'. (Sumber: AI) "Hallo, selamat datang di bab 4 perjalanan (Cinta, Pengabdian, dan Jejak yang Abadi). Terima kasih telah menjelajah sejauh ini. Buat yang ketinggalan bisa di cek pada halaman awal ya!  Klik disini!!!  Untuk yang ketinggalan bab sebelumnya (Bab 3) >>> klik di sini <<< untuk menuju ke sana!"

Filosofi Sepeda Untuk Hidup yang Lebih Bermakna

Filosofi sepeda untuk hidup yang lebih bermakna. (Foto oleh: Pixabay/wal_172619) Oleh: Cendekia Alazzam          Seiring berkembangnya zaman, sepeda tidak hanya sekadar menjadi alat transportasi bagi banyak orang, kini ia pun hadir menjadi media olahraga bagi sebagian orang yang gemar berolahraga.  Selain jogging dan berlari, bersepeda menjadi  olahraga favorit yang praktis dan mudah belakangan ini. Dengan turut berkembangnya desain sepeda yang semakin keren dan fungsional, terlebih lagi saat ini pemerintah di beberapa kota sudah menyediakan beberapa titik jalur khusus sepeda sehingga menciptakan rasa yamg semakin aman dan nyaman ketika bersepeda. Berbicara tentang sepeda, ada banyak filosofi tentangnya yang sangat relevan bagi kehidupan. Beberapa poinnya akan kita bahas melalui tulisan singkat ini, semoga sahabat pembaca dapat mengambil hikmahnya dan diterapkan dalam kehidupan. Dari sepeda kita seakan diajarkan untuk bergerak dan terus bergerak. Keti...

Pertemuan yang Tak Biasa

Ilustrasi - pertemuan dua insan di suatu mushola. (Sumber: AI) Di suatu mushola kecil di sudut hari, Langkahku berat, hati terasa enggan menepi. Tempat asing, dinding-dinding sunyi, Tapi tanggung jawab menarikku berdiri. Kupikir hanya akan sholat lalu pergi, Namun takdir menyusun pertemuan sunyi. Seorang anak kecil - Dengan mata teduh dan senyum yang tak biasa mengalir.