![]() |
| Ilustrasi didesain oleh AI-GMN |
Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi
Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi
Menyebut namamu dalam bisik doa yang paling dalam
Duhai Murobbi, pembimbing jiwa di tengah gulita malam.
Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi
Menyebut namamu dalam bisik doa yang paling dalam
Duhai Murobbi, pembimbing jiwa di tengah gulita malam.
Serasa baru kemarin, di bawah naungan malam Senin
Engkau suguhkan segelas kopi hitam tanpa gula, sarat makna prihatin
Engkau suguhkan segelas kopi hitam tanpa gula, sarat makna prihatin
Kita duduk tak berjauhan, menikmati hangatnya sekoteng malam itu
Bercengkerama santai tentang niat-niat mulia yang ingin engkau tuju.
Ternyata tiga bulan sudah engkau memenuhi panggilan-Nya
Meninggalkan hangat cangkir dan petuah yang takkan pernah sirna
Di tiap seruput kenangan, terpatri indah jejak keteladanan
Menjadi suluh yang terus menerangi sisa langkahku dalam kerinduan.
Gunung Putri, 5 Agustus 2026
Al Faqir, Disisi Saidi Fatah (Fatah)






