Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Search Bar

Tuesday, August 8, 2017

Kemarin

Foto Ngopibareng. ist



Kemarin adalah awal cerita kita dimulai
Kau yang datang penuh dengan warna
Membuatku jatuh cinta


Senyummu adalah  cinta
Tawamu adalah cerita 
Yang menandakan kau sedang bahagia
Diam mu adalah sebuah luka
Yang membuatku bertanya?


Tahukah engkau
Aku jatuh cinta, 
Bukan masalah cinta, namun ini adalah rasa
Sebuah kenyataan yang aku punya


Sejak kita jumpa kemarin,
Kau telah merubah warna di hidupku,
Kau selalu ada di dekatku, 
Meski kau adalah semu.


Kini semua hanya tinggal cerita
Yang hanya aku dan kau yang punya
Dan akan abadi dalam goresan pena
Yang akan dikenang masa


#rinduku  


Asshiddiqiyah 11,  8 Juli 2017
Share:

Thursday, July 13, 2017

Santri Ganteng Yang di Sangka Teroris

CERITA ini bermula ketika keluarga besar AIC (Asshiddiqiyah Islamic Collage) Way Kanan pergi ke kota untuk mengurus berkas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung di Telukbetung, Bandar Lampung.
Keluarga besar AIC Way Kanan di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung
Kurang lebih empat jam perjalanan, akhirnya keluarga besar AIC Way Kanan tiba di lokasi. Sampai di lokasi mereka langsung melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah, dipimpin salah satu ustadz Asshiddiqiyah 11.
Usai melaksanakan sholat berjamaah, ustadz dan ibu nyai kemdudian menyerahkan berkas ke dinas, meninggalkan beberapa santri yang terpaksa harus menunggu di luar.
Menghilangkan jenuh, Salman, salah satu santri mengajak teman-temannya untuk mencari makan siang di kantin terdekat. Singkat cerita, setelah makanan ludes masuk perut, ternyata ustad dan nyai tak juga keluar dari gedung.
Salman bersama kawan-kawannya lalu memutuskan untuk menunggu di halaman. Pada saat bersamaan, mereka melihat banyak polisi dan polwan muda tengah latihan di halaman kantor Sabhara Lampung.
Karena menarik, pandangan mata Salman dan kawan-kawan jelas memperhatikan para polisi muda itu latihan. Entah kenapa, beberapa polisi yang latihan itu datang menghampiri Salman dan kawan-kawannya. Mereka lalu bertanya dengan nada keras.
Polisi : Bapak mau kemana?
Salman : Kami sedang menunggu ibu nyai, beliau ada di dalam (Kantor Dinas Pendidikan).
Polisi : Bapak dari mana?
Salman : Kami dari Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 11 Way Kanan pak. Ada apa ya?
Polisi : Ooh dari pesantren ya. Gak papa pak, hanya bertanya saja!
Tidak berlangsung lama, si polisi itu meninggalkan Salman dkk. Namun Salman masih penasaran dan bingung, sebab apa polisi bertanya kepada mereka.
Karena masih penasaran, akhirnya Salman bertanya kepada sahabatnya yang kebetulan juga polisi muda dan bertugas di kantor yang sama.
Usut punya usut ternyata Salman dan kawan-kawannya disangka kelompok teroris oleh polisi-polisi tersebut .
Mendengar info tersebut Salman dan kawan-kawan tertawa terbahak-bahak.
Masa iya Santri yang hanya mengenakan peci dan membawa tas saku kecil disangka teroris. Apalagi santrinya masih muda banget.
Memangnya mukanya seram dan menakutkan ya, makanya si polisi tersebut menyangka teroris. Mana ada teroris berwajah ceria dan cerah, membawa tas saku kecil. Aduh pak polisi, belum minum Aqua kali ya??.
Pesan untuk para polisi; memang polisi adalah pihak yang memiliki kewajiban untuk pengamanan, namun enggak gitu juga kali. Sampai-sampai santri yang berwajah tampan dan ceria serta murah senyum di sangka teroris apalagi santrinya masih muda dan masih berstatus sekolah.
Maaf ya pak polisi, cerita ini aku post ke media. Selamat bertugas bapak.Semangat. (Ditulis oleh Disisi Saidi Fatah)

Cerita ini juga dimuat di media NU Lampung Online
Share:

Monday, June 26, 2017

Potret Kenangan Dua Tahun Lalu

Oleh : Disisi Saidi Fatah



Waktu berjalan, begitu cepat berlalu
Tak terasa dua tahun sudah kebersamaan kita
Masih teringat di benakku kenangan indah bersamamu

Engkau adalah sosok yang sangat aku sayang,
Dengan sifatmu yang humoris, penuh canda dan tawa engkau menghibur diri ini ketika diri ini merasa sedih, sendirian
Engkau juga sosok yang sangat perhatian denganku pada saat itu
Namun beriring jalannya waktu
Perubahan menghampiri kita, dan semua akan terekam abadi dalam sebuah memori

Ya, kunamai memori itu potret kenangan dua tahun lalu
Karena aku sangat merindukan itu.
Dimana kita selalu bersama, berjalan melangkah kedepan
Tak pedulikan hujan dan panas menghampiri kita

Masih teringat saat itu, dimana kita duduk berdua
Dirimu bercerita tentang masa muda
Duduk santai sambil menikmati secangkir kopi

Kita juga pernah bersama-sama berjuang, untuk mempertahankan amanah yang telah diberikan kepada kita, namun semua hanyalah kenangan yang akan abadi bersama perkembangan zaman

Semoga Allah pertemukan kita kembali, di lain tempat dan waktu.

Sahabat aku rindu kenangan dulu bersamamu.
Semoga engkau tidak lupa pada diriku, jaga diri dan kesehatanmu sahabat
Jangan lupa makan, sholat, dan istiharat yang cukup, sebab aku merindukanmu!

#RindukupadamuSAHABAT
#GARTU #MYDisisi96
���������

Blambangan Umpu, 30 Maret 2017
Share:

Sunday, June 25, 2017

Minggu Pagi Tanpa Bapak!

Freepic. Ist



Pagi ini suasana sedikit dingin, aku yang tadinya terlelap tidur disamping mama diruang depan tempat santai keluarga didepan televisi. Tiba-tiba aku terbangun dari lelap nya tidur malamku, aku melihat ada mama di sampingku yang saat itu sedang berbincang-bincang dengan ponsel genggamnya. Ia sedang menerima telpon dari ayuk ku. Kulihat jam pada ponselku yang ku letakkan disamping tidurku, terlihat jam menunjukkan pukul 03.40 pagi, aku segera bangkit dari ranjang tidurku dan bergegas menuju kamar mandi.
Share:

Saturday, June 17, 2017

Mengejar Keistimewaan Lailatul Qodar | Salman Khan



Tanpa terasa bulan suci ramadhan akan segera  berakhir,  kita baru saja melewatkan 10 malam yang pertama yakni malam yang penuh rahmat,  dan 10 malam yang kedua yakni malam  yang penuh dengan ampunan.

"Sesungguhnya tanda Lailatul Qodar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas, pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya, dan sesungguhnya tanda Lailatul Qodar adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi."

Lalu apa keistimewaan pada 10 malam ramadhan yang terakhir?  
Keistimewaan pada 10  malam ramadhan yang terakhir , salah satunya adalah terdapat malam yang begitu mulia yakni Lailatul Qodar.  Lailatul Qodar adalah  malam yang penuh keberkahan dimana pada malam itu waktu diturunkan nya Al Qur'an, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Sebagaimana firman Allah SWT  dalam Qur'an  Surah  Al -Qodr Ayat 1-5

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“(1) Sesungguhnya kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. (2) Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (3) Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (4) Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. (5) Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al-Qadr: 1-5).

Dari A’isyah radhiallahu’anha, beliau  berkata;
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir dengan kesungguhan yang tidak beliau lakukan pada waktu-waktu lainnya. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam apabila memasuki sepuluh malam terakhir, beliau mengikat sarungnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan istri-istrinya (untuk shalat malam).

Lailatul Qodar terjadi pada sepuluh malam terakhir dan terjadi pada malam-malam yang ganjil. Barangsiapa yang menghidupkan malam-malam itu karena berharap keutamaannya maka sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya tanda Lailatul Qodar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas, pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya, dan sesungguhnya tanda Lailatul Qodar adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi.

Kita tidak tahu pasti kapan lailatul qodar itu hadir, sebab kita  hanyalah manusia biasa.  Mari kita perbanyak istighfar dan ber-i'tiqaf, perbanyak doa memohon ampunan kepada Allah dengan merendahkan diri kita dan berharap ridho darinya.

Marilah kita selalu berdoa dan meminta kepadanya, memohon taufiqnya agar kita diberi kemudahan dalam ketaatan dan diberi kesempatan untuk dapat menuai pahala darinya dengan berpuasa, qiyamul lail dan melakukan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan .
Shingga kita keluar dari bulan yang penuh berkah ini dengan penuh keimanan, takut, berharap dan cinta hanya kepadanya semata. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing dan memberikan kita kekuatan untuk tetap tsabat dan istiqamah di atas jalannh yang lurus, jalan orang-orang yang diridhai dan diberikan kenikmatan olehnya sampai kita bertemu dengannya nanti. Aamiin Ya Rabbal Alamin

Oleh : Disisi Saidi Fatah
**Alumni BPUN Mataair Way Kanan 2015. Guru pengampu IPA dan TIK di SMP Manba'ul 'Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 11 Way Kanan Lampung.
Share:

Thursday, June 15, 2017

Kesempurnaan di Bulan Suci Ramadhan

Foto Liputan6. ist



Sebuah tulisan refleksi di Bulan Suci Ramadhan.


Oleh : Disisi Saidi Fatah


Allah menciptakan kita (manusia) dengan begitu sempurna, dengan mata yang indah, hidung, telinga, dan anggota tubuh lainnya.
Share:

Saturday, June 10, 2017

Berbagi Memberi Manfaat Sesama

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Selamat datang dan selamat membaca para sahabat pembaca yang budiman.
Pada kesempatan kali ini aku ingin berbagi pengalaman aku di bulan suci ramadhan pada tahun 2017/1438 H.
Seperti biasanya setiap memasuki bulan suci ramadhan, aku dan kawan-kawan yang tergabung dalam komunitas Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam atau yang lebih dikenal dengan Pemula Way Kanan melaksanakan kegiatan berbagi bersama.
Sama dengan kegiatan tahun sebelumnya yakni berbagi sembako untuk para yatim piatu, fakir miskin, dan juga kaum du'afa.

Dokumentasi kegiatan berbagi Pemula | Foto.Humas Pemula/2017

Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi kita para pemuda, terkhususnya para pemuda yang tergabung dalam komunitas Pemula ini, agar lebih peduli dengan sesama dan saling berbagi. Sebab sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Dan manusia adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dan yang lainnya.

Pemuda adalah generasi penerus bangsa, pemuda sekarang butuh wadah yang positif untuk membentuk karakter-karakter yang lebih posotif lagi. Salah satunya melalui organisai kepemudaan atau komunitas! Karakter seseorang terbentuk melalui lingkungannya, mulai dari keluarga, sahabat, teman, hingga kerabat baik dilingkungan sekolah ataupun tempat kerjanya. Baik atau buruknya lingkungan dan pelajaran yang ia hadapi itu akan menjadi penentu karakter seseorang..

Kembali ke topik utama, aku merasa sangaat bangga sekali bisa kenal dan bergabung dengan komunitas kecil ini, walaupun kami masih lingkup lokal tapi kami yakin melalui aksi-aksi yang kami lakukukan ini komunitas kami memiliki kwalitas yang global.

Ok. Kembali ke kegiatan kita yang kemarin. Kami sebelumnya sudah bermusyawarah terdahulu satu bulan sebelum ramadhan tiba untuk mengagendakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di bulan suci ramadhan. Melalui musyawarah bersama alhasil muncullah gagasan untuk berbagi dengan sesama.
Dengan kekompakan bersama untuk menginfakkan sebagian rezekinya, alhamdulillah kita pada bulan ramadhan tahun ini bisa membagikan sekitar 50 paket sembako untuk anak yatim, fakir miskin, dan kaum du'afa yang berada di wilayah Kecamatan Blambangan Umpu, Kab Way Kanan, Lampung.

Setelah membagikan sembako, seperti biasa kami menikmati buka bersama dilanjutkan sholat maghrib berjamaah, lalu makan malam, dan yang terakhir adalah evaluasi kegiatan. Yang paling penting dan yang selalu diutamakan dalam melaksanakan kegiatan adalah evaluasi agar kedepan menjadi lebih baik lagi tentunya, dan mengagendakan kegiatan yang akan kita laksanakan selanjutnya.

Disini kami, terkhususnya aku sendiri mendapatkan banyak pengalam berharga, ilmu, serta wawasan baru.
Dengan berkumpul bersama serta musyawarah bareng aku bisa mengenal kawan-kawanku, sikapnya karakternya dll.
Dengan menyambangi rumah penerima sembako satu persatu, kami bersilaturahmi dan juga melihat secara langsung dilapangan.

Sempat meneteskan air mata dan merasa sedih ketika melihat beberapa warga penerima sembako, mereka yang hidup dengan sederhana, serba berkecukupan, bahkan ada yang hidup sebatang kara, namun mereka tetap kuat dan tidak pernah mengeluh. Seakan-akan mereka tidak punya beban, tidak punya masalah. Hanya senyuman manis yang terpampang pada wajah mereka.
Disini aku meresa terharu, ternyata diluar sana masih banyak orang-orang hidup sederhana, dengan serba kecukupan bahkan masih ada yang hidupnya berkurang. Namun mereka tidak pernah mengeluh, mereka selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Beda dengan kita yang masih punya orang tua, masih memiliki keluarga yang utuh, hidup dengan serba ada, namun selalu tidak merasa puas dan terkadang tidak pernah mensyukuri nikmatnya (Allah SWT).

Semoga kita semua, termasuk dalam golongan orang-orang yang peduli terhadap sesama tanpa membeda-bedakan antara satu dan yang lainnya. Sebab kita adalah manusia mahluk sosial yang saling membutuhkan.
Dan semoga semua bisa termotivasi untuk melakukan hal-hal yang positif yang lainnya.



Baca juga >>> Pemula Way Kanan Salurkan Sembako Kepada Fakir, Yatim Piatu, dan Kaum Du'afa

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive