Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Tuesday, August 21, 2018

Lekas Sembuh, Adikku!

With Reja. Ist


Lekas sembuh adik kecilku
Aku harap kau selalu semangat dalam menjalani harimu
Semoga kau selalu diberi kekuatan dan betah tinggal dirumah barumu ini
Kelak kau akan mengerti apa arti kehidupan ini dan kau akan mengerti mengapa semua harus kau lalui
Maaf jika akhir ini aku banyak menaruh perhatian padamu, semua sebab aku peduli dan sayang padamu. Tak ada maksud lain selain ingin akrab denganmu

Kau tahu?
Mengapa akhir ini aku begitu semangat
Semua sebab ingin bertemu kau seorang diri
Meski posisi kesehatan sedang tidak memungkinkan, namun tetap aku bertahan melangkahkan kaki menuju tempat biasa kita bertemu
Tak lain hanya ingin melihat senyum manismu
Senyum yang membuatku bahagia dan semangat, kala berjumpa denganmu
Kau tahu?
Sejak malam itu, ketika kita berbincang dan duduk berdua
Aku jatuh cinta pada sosok yang begitu aku kagumi
Dan itu tak lain ialah dirimu

ASHD, 16 Agustus 2018
Share:

Monday, August 20, 2018

Bahagiaku Memiliki Kalian Anakku

Salah satu muridku | Reja. Ist

Menjadi seorang guru itu adalah sebuah kebahagiaan, kemuliaan, dan keistimewaan
Bahagia dapat berbagi dan ikut dalam membangun karakter bangsa serta kecerdasan bangsa
Mulia, sebab meski terkadang tak pernah dihargai namun tetap masih konsisten untuk berbagi
Istimewa, sebab bukan karena seorang guru tak mungkin akan lahir generasi-generasi penerus

Bahagiannya aku memiliki kalian anak-anakku

~ Alfa Arkana Eounoia ~
#CatatanAlfa
Blambangan Umpu, 20 Agustus 2018
Share:

Renungan Atas Kelalaian



Darah dan nyawa telah kau berikan
Kepada bangsa dan tanah air tercinta
Segenap jiwa raga kau korbankan
Untuk negeri aman dan sentosa

Dengan tekad bulat
Dan semangat yang melekat
Kau singsingkan lengan angkat senjata
Memperjuangkan bumi pertiwi tercinta

Pahlawan-pahlawan bangsa
Telah berjatuhan dimedan perang
Melawan penjajah di bumi nusantara
Lalu apa yang telah kita berikan sekarang?

Masihkah kita menghianati jasa pahlawan
Masihkah kita acuh tak acuh pada bumi nusantara
Masihkah kita sibuk dengan warna yang membedakan
Lalu bagaimana dengan keberagaman ini semua!

Maafkan kami atas segala salah dan khilaf
Maafkan kami atas segala kebodohan
Maafkan kami belum bisa berbuat
Atas warisan yang diberikan

Hanya itu yang bisa kita lakukan
Hanya itu yang bisa kita lantunkan
Sedangkan mulut kita terdiam
Mulut kita terbungkam dalam-dalam

Pejabat korupsi kau biarkan
Harta bumi pertiwi direnggut pihak asing kau diam
Rakyat kecil angkat bicara kau bungkam
Pejabat-pejabat merajalela kau terdiam

Apakah ini keadilan
Yang kau namakan kesejahteraan
Apa ini yang kau sebut pengorbanan
Atas jasa para pahlawan

Mari kawan kita renungkan
Jasa pahlawan yang telah diberikan
Mari sama-sama kita lestarikan
Kedamaian, kebersamaan, keberagaman, dan kekeluargaan

Nusantara, 17 Agustus 2018
Share:

Saturday, August 18, 2018

Dear ; Penyemangatku


Terima kasih adik masih setia denganku.
Meski kita tak ada ikatan darah sedikitpun, kau dan aku masih setia bersama.
Aku bangga mengenalmu, sampai kita akrab begini.
Bahkan, sebab persahabatan dan kesetiaan kita, tak disangka Allah berikan kesempatan untuk orang tua kita berjumpa, menjalin sebuah keluarga.

Kau yang selalu aku cinta, dalam suka maupun duka
Kau adalah alasan sebab mengapa aku bertahan
Kau adalah sebab kita menjadi keluarga
Hadirmu adalah semangat dan bahagiaku
Kisahmu adalah kasih dalam kehidupanku
Senyummu semangat penuh cintaku
Lantunan syair sholawat yang kau lantunkan, setiap nada-nada adalah doa yang menggetarkan kalbu dan atma.

Nusantara, 18 Agustus 2018
Share:

Tuesday, August 14, 2018

Rasa Yang Tak Biasa



Kala kita tak saling tatap
Ada rasa untuk bisa menetap
Menghabiskan waktu bersua
Meski tak selamanya bersama
Aku harap akan ada waktu berjumpa
Untuk bisa melepas rindu pada atma

Namun apa dinyana
Kau pergi entah kemana
Tak sedikit memberi kabar
Meski hanya melalui selembar kertas



Way Kanan, 30 Juli 2018
Share:

Ditinggalkan atau Meninggalkan?


Antara meninggalkan dan ditinggalkan
Aku memilih untuk ditinggalkan, mengapa demikian?
Sebab aku tak ingin menjadi penghianat dalam setiap keindahan yang telah kau lukiskan
Tak apa jika sakit dan kekecewaan nantinya akan kuterima
Aku ikhlas terhadap semua kenangan yang pernah kita lalui, kau lupakan begitu saja

@CatatanAlfa
@Netrahyahimsa
Share:

Saturday, August 11, 2018

Muhammad Salman Alfarizi

Untukmu Penyemangatku.. Rindu sangatlah aku
Muhammad Salman Alfarizi


M ana mungkin aku pergi
U ntuk meninggalkanmu sendiri
H ari semua akan sunyi
A pabila kau tak lagi mengisi hati
M ana mungkin aku bisa menyendiri
M elangkahkan kaki tanpa iringan penyemangat diri
A ku harap kita masih setia
D alam menjalani hidup penuh tanda tanya

S elama kehadiranmu
A ku tak lagi bersedih hati
L uka lama perlahan mulai membaik
M emang Allah itu lebih tahu
A kan cara menghidupkan semangat diri
N yatanya ketika kau hadir semua mulai membaik

A ku harap kau selalu ada dan semangat
L ewati semua tantangan hidup
F rustasi harus dipatahkan dengan prestasi
A gar kelak hidup semakin berisi
R indu akan selalu bersama
I ngin segera melepas rasa, namun belum bisa
Z ikir, hanya itu yang mampu terlaksana
I iringi segala harapan dan doa



Indonesia, 8 Agustus 2018
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive