Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Monday, May 26, 2025

Qasidah Burdah: Bukan Sekadar Puisi, Tapi Penyembuh Hati

Qasidah Burdah karya Imam Al Busiri (Foto oleh Cendekia)


       Sahabat pembaca pernah dengar qasidah burdah? Kalau kamu pernah denger Qasidah Burdah, mungkin kesannya cuma seperti puisi klasik Arab yang dinyanyikan di pengajian. Tapi sebenarnya, qasidah ini punya makna yang lebih dalam - bisa jadi semacam “obat” untuk hati yang lelah dan kotor karena dosa. Dalam ceramah Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun - yang akrab disapa Gus Faiz - beliau menjelaskan bahwa Al-Burdah itu bukan sekadar karya sastra, tapi alat spiritual buat menyegarkan iman dan membersihkan batin.
Share:

Saturday, May 24, 2025

Aku Lelakimu Setia Menunggumu: Puisi-Puisi yang Menyembuhkan Luka dan Menemani Cinta

 

Buku Aku Lelakimu Setia Menunggumu karya Maman Suherman (Foto Cendekia Alazzam)

       Halo pembaca, kembali lagi dalam segment ulas buku. Sudah lama sekali rasanya nggak mengulas buku, karena kesibukan yang membuatku terlalu jauh memberi jarak dengan aktivitas membaca. Akhirnya, hari ini aku bisa kembali mengulas buku yang beberapa waktu lalu menemani hariku.

Share:

Thursday, May 22, 2025

Jejak yang Tak Luruh Oleh Waktu

Kenangan bersama Papa di salah satu kegiatan bersama. Papa mengenakan batik dan memaki peci hitam. (Dokpri)


       Ada sosok yang tak pernah benar-benar pergi, meski waktu telah menutup lembar hidupnya di dunia. Sosok yang jejaknya masih hangat dalam ingatan, nasihatnya masih hidup dalam tindakan, dan senyumnya masih terbayang dalam diam. Bagi diriku, sosok itu adalah Papa.

Share:

Rindu yang Mengarah ke Ka'bah: Sebuah Impian Menuju Tanah Suci

Indahnya ka'bah yang dipenuhi oleh umat Islam yang merindu kepada-Nya. (Sumber: Baznas)


       Semua bermula dari sebuah siaran langsung di tv - pemandangan jutaan umat Islam mengenakan ihram sedang memutari Ka'bah dengan lantunan talbiyah, dan menitikkan air mata dalam lautan doa yang tak bertepi. Saat itu, aku masih remaja. Tidak sepenuhnya mengerti makna haji, tapi ada sesuatu yang mengetuk di relung hati. Sebuah rasa yang tumbuh perlahan: ingin, rindu, dan harap.

Share:

Wednesday, May 21, 2025

Kejutan di Hari Spesial Abah: Suara yang Dirindukan

Suasana majelis yang sempat sunyi taat kala Abah telat datang. Beliau meminta untuk memulai kegiatan terlebih dahulu. (Dokpri©2023) | Abah berbaju putih.



      Malam merambat pelan ke ujung hari, menyisakan langit jingga yang perlahan berubah menjadi biru tua. Di sudut kamar kecil yang temaram, duduklah diriku di dekat jendela, memeluk lutut sendiri sambil memandangi langit. Ada satu nama yang sejak pagi tadi menari-nari di kepala — Abah.

Share:

Anak Kecil Bernama Kevin dan Sebuah Pelajaran tentang Keikhlasan

 

Ilustrasi. (Sumber: Albata/Istimewa)


       Ada kalanya kita memulai perjalanan dengan langkah ragu. Bukan karena takut, tapi karena terlalu banyak cerita yang melekat di telinga tentang tempat yang akan kita tuju. Begitulah yang kurasakan saat pertama kali dijadwalkan ke Dusun Karang Sari, sebuah wilayah di pelosok desa di Lampung.

Share:

Menelusuri Jejak Megalitikum di Bumi Tanggamus

Situs Prasasti Batu Bedil yang ada di Tanggamus. Foto oleh Cendekia/Dokpri©2025. 


       Beberapa waktu lalu, aku berkesempatan kembali menginjakkan kaki di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Ini bukan kali pertama aku berada di wilayah ini, tapi kali pertama aku menjalankan tugas kerja lapangan di sini. Aku tengah mendata aset milik salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) - rutinitas yang kadang membawa kejutan kecil di tengah kesibukan.

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive