Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Wednesday, November 15, 2017

Surat Cinta Untuk Sahabat

Foto | Ist


Assalamualaikum
Apa kabar kamu sahabatku,  semoga dikau dalam keadaan yang baik dan sehat
Aamiin allahumma aamiin

Ohya,  maaih ingat enggak ya dengan aku?
Iya aku!  Enggak tahu sih,  apa kamu masih ingat denganku atau tidak.  Yang jelas kita dahulu pernah ada suatu ikatan dan hubungan yang baik.
Kita pernah bekerjasama dan menjadi tim yang baik tentu nya.
BDW sukses ya untuk karier kamu yang sekarang,  semoga makin sukses dan selalu Allah berikan kemudahan dalam melaksanakan seabreg aktivitasmu.

Maafkan aku ya sobatku,  bukan keinginan ku untuk kembali ke nostalgia lama,  namun sikapmu yang telah membuatku untuk mengungkit segalanya.
Akhir ini,  kamu banyak berubah.
Ya sejak kita sudah terpisahkan oleh jarak dan waktu.

Padahal baru kemarin,  kkta saling membantu, saling bahu-membahu.  Namun kini engkau entah kemana!
Aku bingung letak salahku dimana?  Dan apa alasannya kau menjauhiku seperti ini.
Maaf,  bukan aku enggak ikhlas membantumu.  Namun,  aku masih bingung dan bertanya dengan semuanini!
Padahal begitu jarang sekali aku meminta bantuanmu.
Baru kemarin aku meminta bantuan,  tapi kamu kok bersikap seperti tak perdulikan aku.
Bahkan,  kau seperti tak mengenalku lagi.
Aku seakan orang asing di matamu.

Tapi tak apa,  aku yakin mungkin engkau lelah,  cafe dengan segala aktivitasmu yang sekarang.
Namun,  aku yakin kita pasti akan tetap bersahabat seperti yang dahulu.

Aku kangen sikap dan cara kamu bersahabat denganku yang dahulu
Aku rindu saat itu

Semoga engkau lekas kembali jelanan kebenaran dan keadilan.

Dears my friendship. 
By Alfa Arkana, Euonoia


Lampung,  15 November 2017
Share:

Tuesday, November 14, 2017

Kutitipkan Rindu Melalui Doa




Oleh : Alfa Arkana Euonoia (@netrahyahimsa)


Semerbak bunga mawar
Harum indahnya menghiasi tempat peristirahatan terakhirmu
Menghantarkan rinduku siang ini


Hari ini , ku kembali menjenguk mu
Melepaskan rinduku
Tak lupa ku selipkan doa dan al-fatihah untukmu
Yang tersayang

Jika jiwa kita tak dapat bertemu kembali
Namun,  aku yakin hati kita akan tetap bersama
Sampai akan tiba disuatu masa
Ketika Allah yang kuasa
Mempertemukan kita
Di syurganya


Haji Pemanggilan,  14 November 2017
Share:

Friday, November 10, 2017

Mengheningkan Cipta

Tulisan singkat saya, di hari istimewa kita. Hari Pahlawan
Untuk mengenang para jasa pahlawan kita serta mengevaluasi diri kita, supaya makin membaik kedepan. Aamiin

Mengheningkan Cipta
Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkana Euonoia)


Sejenak, terdiam
Hening, sunyi, sepi
Menyapaku pagi ini
Terdiam dan membisu

Tak ada kata
Hanya jiwa dan raga
Berdiri kokoh dihadapan mata
Mengheningkan cipta

Perlahan,
Tetes air mata
Mulai bercucur, tak teratur
Menangisi para pejuang bangsa

Kembali terputar
Nostalgia lama, kegigihan para pejuang bangsa
Berebut, memperjuangkan hak
Menegakkan keadilan
Menuju bangsa yang sejahtera

Wahai pemuda,
Apa yang telah kita beri
Untuk pejuang bumi pertiwi
Apa yang kita perbuat?
Apa yang telah disumbangkan
Demi bumi nusantara!

Generasi kita sungguh terlalu
Tak pernah menghargai pejuang bangsa
Tak pernah mensyukuri nikmat dari pahlawan kita

Hoax, fitnah, dan isu kebencian
Bertebaran
Menjadi pemecah belah bangsa
Beda pendapat, beda kepercayaan
Membuat tak rukun dan memutus silaturahmi antar saudara

Dimana sikap kita?
Yang tak menghargai jasa pahlawan pendahulu
Berjuang. Bercucuran darah
Memperjuangkan dan menyatukan bangsa
Di bumi ibu pertiwi

Hari ini, kami menghukum diri
Menebus kesalahan dan khilaf
Dengan menabur bunga dan mengirim doa
Kepada para lelulur dan pejuang bangsa
Atas jasa yang telah diperjuangkan
Untuk kami, anak, cucu, penerus bangsa

Way Kanan, Lampung, 10 November 2017




Keterangan foto :
~ Foto merupakan dokumentasi saya, pada perayaan Hari Pahlawan tahun lalu, yakni pada 10 November 2016 di Pondok Pesantren Al-Falakhussha'adah Pakuan Ratu, Way Kanan, Lampung.
Jadi waktu itu, saya bersama bapak angkat saya sekaligus guru jurnalistik saya, Bpk.Gatot Arifianto, CH, CNNLP. 
Merayakan hari pahlawan dengan sederhana, usai melaksanakan upacara peringatan hari sumpah pemuda, bapak diminta untuk memberikan sedikit motivasi untuk para santriwan dan santriwati di pesantren tersebut.
Sebagaimana dengan kata saya tadi "merayakan hari pahlawan dengan sederhana", jadi kami memberikan motivasi sekaligus mengajak santri untuk memanfaatkan sampah plastik, yang mana nanti kita jadikan bahan olah yang bisa kita pakai kembali. Salah satunya: yakni membuat bantal dari sampah plastik. Dan yang kedua seperti yang ada di gambar kedua ya.
Yakni permainan bowling, yapz bisa dilihat seperti digambar kedua ya. 
Buat yang belum tahu bowling silahkan cek di mbak google hehe.

Ohya, jika kawan-kawan menanyakan posisi saya ketika gambar diambil. Tolong jangan heran ya. Sebab saya sebagai fotografer nya hehe
Eitzz walaupun sebagai fotografer, namun saya sangat bangga lho bisa dampingi bapak sekaligus mendapat ilmu yang sangat berharga.

Pokok nya luar biasa keren hari itu...


Terima kasih untuk semua ya, hehe maaf jadi curhat ke nostalgia 😀😀😀
Share:

Thursday, November 9, 2017

Belajar Dari Pengalaman

"Semakin besar badai yang kita hadapi
Semakin cerah pula pelanginya nanti"
Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)



Kehidupan dunia
Tak selamanya manis
Ada kalanya pahit pula

Ada kalanya kita berada diatas
Terkadang pula berada dibawah

Jatuh bangun
Terus bangkit lagi
Itu adalah proses menuju kebaikan
Memperkokoh diri dengan keimanan dan kesabaran

Setiap kejadian
Ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil
dan jadikan acuan kedepan
Agar masa depan lebih gemilang

Sejatinya pendidikan
Adalah pendidikan kehidupan dilapangan
Bagaimana kita mempraktikkan langsung
Ilmu yang telah kita dapatkan
Dari berbagai media

Namun
Tak luput pula dari pengajaran
Yang telah menempa kita
Bertahun-tahun
Di bangku sekolah

Ada pepatah mengatakan
"Semakin besar badai yang kita hadapi
Semakin cerah pula pelanginya nanti"

Way Kanan, Lampung 9 November 2017
Share:

Tuhan, Ajari Aku Mencintai

Tuhan,
Ajari aku mencintaimu dengan tulus
Lalu ajari aku untuk berbagi cinta dan kasih sayang setelah itu kepada mereka semua
Agar tak ada lagi yang terluka
Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)



Tuhan,
Mengapa aku harus mananggung semua ini

Mengapa engkau hadirkan diri ini
Dengan jutaan kebaikan yang membuat orang terpana
Mengapa engkau buat mereka jatuh cinta padaku
Sedangkan aku tak tahu apa-apa tentang cinta dan kasih sayang yang mereka inginkan

Tuhan,
Aku lelah dengan hati ini
Aku juga tak ingin terus menerus menyakiti mereka
Sebab aku sangat cinta

Tuhan,
Jujur, aku sangat takut
Kepada mereka yang aku sayang
Aku takut, mereka hilang kembali
Sebagaimana yang sudah-sudah

Tuhan,
Ajari aku mencintaimu dengan tulus
Lalu ajari aku untuk berbagi cinta dan kasih sayang setelah itu kepada mereka semua
Agar tak ada lagi yang terluka


~ Maafkan aku, dengan tak tahu diriku ~
Share:

Monday, November 6, 2017

Peristiwa Satu November

Hak, keadilan, dan kebebasan
Tak sejalan dengan pancasila dan undang-undang


Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkanan Euonoia)

Masih saja teringat dalam benak
Peristiwa yang begitu perih dan pahit terasa
Dimana diri ini menjadi penghianat diri sendiri

Bagaimana tidak?
Tak pernahku berkhianat seperti ini
Namunku tak bisa pabila terus terpaksa
Melakukan hal yang bertentangan dengan hati, hak, dan kebebasanku

Satu November itu
Akan selalu terkenang dalam hidup
Menjadi pelajaran berharga
Menjadi kisah penuh duka

Dimana
Hak, Keadilan, dan Kebebasan
Tak sejalan dengan pancasila dan undang-undang

Way Kanan, Lampung 6 Nov 2017
Share:

Sunday, November 5, 2017

Bukan Ranjang Mimpi

Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)

"Kehidupan di dunia tidaklah seindah puisi,
Dengan rangkaian kata yang dirangkai seindah goresan pena

Dunia bukanlah ranjang mimpi
Dengan ribuan ilusi
Dunia adalah kenyataan
Yang harus diterima dengan rendah hati dan lapang dada

Kehidupan di dunia
Bukanlah keindahan dalam berpuisi
Bukan pula rangkaian kata demi kata
Yang tercipta dengan seindah goresan pena

Way Kanan, 5 November 2017
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Segelas Kopi dan Jejak Langkah Murobbi

Ilustrasi didesain oleh AI-GMN Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive