Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Saturday, August 18, 2018

Dear ; Penyemangatku


Terima kasih adik masih setia denganku.
Meski kita tak ada ikatan darah sedikitpun, kau dan aku masih setia bersama.
Aku bangga mengenalmu, sampai kita akrab begini.
Bahkan, sebab persahabatan dan kesetiaan kita, tak disangka Allah berikan kesempatan untuk orang tua kita berjumpa, menjalin sebuah keluarga.

Kau yang selalu aku cinta, dalam suka maupun duka
Kau adalah alasan sebab mengapa aku bertahan
Kau adalah sebab kita menjadi keluarga
Hadirmu adalah semangat dan bahagiaku
Kisahmu adalah kasih dalam kehidupanku
Senyummu semangat penuh cintaku
Lantunan syair sholawat yang kau lantunkan, setiap nada-nada adalah doa yang menggetarkan kalbu dan atma.

Nusantara, 18 Agustus 2018
Share:

Tuesday, August 14, 2018

Rasa Yang Tak Biasa



Kala kita tak saling tatap
Ada rasa untuk bisa menetap
Menghabiskan waktu bersua
Meski tak selamanya bersama
Aku harap akan ada waktu berjumpa
Untuk bisa melepas rindu pada atma

Namun apa dinyana
Kau pergi entah kemana
Tak sedikit memberi kabar
Meski hanya melalui selembar kertas



Way Kanan, 30 Juli 2018
Share:

Ditinggalkan atau Meninggalkan?


Antara meninggalkan dan ditinggalkan
Aku memilih untuk ditinggalkan, mengapa demikian?
Sebab aku tak ingin menjadi penghianat dalam setiap keindahan yang telah kau lukiskan
Tak apa jika sakit dan kekecewaan nantinya akan kuterima
Aku ikhlas terhadap semua kenangan yang pernah kita lalui, kau lupakan begitu saja

@CatatanAlfa
@Netrahyahimsa
Share:

Saturday, August 11, 2018

Muhammad Salman Alfarizi

Untukmu Penyemangatku.. Rindu sangatlah aku
Muhammad Salman Alfarizi


M ana mungkin aku pergi
U ntuk meninggalkanmu sendiri
H ari semua akan sunyi
A pabila kau tak lagi mengisi hati
M ana mungkin aku bisa menyendiri
M elangkahkan kaki tanpa iringan penyemangat diri
A ku harap kita masih setia
D alam menjalani hidup penuh tanda tanya

S elama kehadiranmu
A ku tak lagi bersedih hati
L uka lama perlahan mulai membaik
M emang Allah itu lebih tahu
A kan cara menghidupkan semangat diri
N yatanya ketika kau hadir semua mulai membaik

A ku harap kau selalu ada dan semangat
L ewati semua tantangan hidup
F rustasi harus dipatahkan dengan prestasi
A gar kelak hidup semakin berisi
R indu akan selalu bersama
I ngin segera melepas rasa, namun belum bisa
Z ikir, hanya itu yang mampu terlaksana
I iringi segala harapan dan doa



Indonesia, 8 Agustus 2018
Share:

Salman Alfarizi



S enyuman indah yang merekah pada bibirmu
A kan abadi bersama semangat hidupku
L ewati titik liku kehidupan duniawi
M asamasa kelam menuai pencerahan
A tma yang kosong kini tak lagi sunyi
N yaman terasa selalu bersamamu

A ku ingin kau selalu ada untuktu
L upakan masa lalu pahit itu
F  ajar akan menjadi saksi bersama
A kan kisah persahabatan antara kita
R indu menyelimuti kalbu
I ngin segera berjumpa melepas rasa
Z ikir padanya terselipkan doa
I man dan taqwa agar selalu menyerta

Nusantara, 7 Agustus 2018
Share:

Saturday, August 4, 2018

Pada Hijau NUsantara

~ Puisi untuk organisasi tercinta, "Nahdlatul Ulama"
Atas segala cinta dan makna yang telah tertanam dalam atma ~

Dari Santri KH. Hasyim Asy'ari


............................................................

Pada lingkar hijau NUsantara
Ku taruhkan segala cinta
Tertanam. Mendarah daging dalam atma
Cinta sahabat, keluarga, dan para ulama

Sahabat yang telah banyak mengajarkan kebersamaan
Keluarga yang terbentuk atas keberagaman tanpa harus membedakan
Ulama, yang telah mengajarkan berbagai ilmu dan pengetahuan
Wawasan dan pengalam didapatkan

Hijau, yang berarti subur
Aku ingin tumbuh subur sebagaimana arti warna dasarmu
Bergerak, berbuat, menebar kemaslahatan pada umat
Menerjang kemalasan, melawan kebodohan

Nahdlatul Ulama
Ahlussunah Wal Jama'ah
Izinkan aku menaruh cinta padamu
Agar tak lupa peranmu dalam membesarkanku

Engkau istimewa, engkau pantas untuk dicinta
Engkau begitu luar biasa
Begitu banyak yang mencaci maki dan menghina
Namun tak sedikit rasa untuk membalasnya

Guru, sahabat, dan para ulama
Terima kasih atas cinta yang telah tertanam pada atma
Semoga kita selalu bersama
Pada wadah hijau-nya NUsantara

Lantai II PCNU Way Kanan, 04 Agustus 2018
Share:

Thursday, August 2, 2018

Puisi : Untukmu Pejuang Mimpi

Oleh : Disisi Saidi Fatah (Pecandu Sastra alias Alfa Arkana Eounoia)


Desain oleh Pecandu Sastra©2018


Pantang pasrah apalagi menyerah
Semangat harus ada dalam diri
Menjadi berharga tidaklah mudah
Minimal kau mengenal potensi diri


Ketahuilah, semua butuh proses
Sebagaimana kedelai yang diolah sebelum menjadi tempe
Tahap demi tahap dilaluinya
Dari tak berharga menjadi ada


Hidup adalah proses menuju kebaikan
Sebagaimana netra yang tak henti memandang
Ribuan kebaikan yang tuhan berikan
Agar selalu bersyukur atas ciptaannya




Kau harus kuat, juga bermanfaat
Sebagaimana pohon kelapa yang menjulang
Setiap komponen yang ada padanya
Tak satupun yang tidak bermanfaat


Taruhlah semangat dalam diri
Teruslah belajar tanpa henti
Kelak kau akan mengerti
Arti pada sebuah mimpi


Nusantara, 15 Juli 2018

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Segelas Kopi dan Jejak Langkah Murobbi

Ilustrasi didesain oleh AI-GMN Tak ada satu hari pun melintas tanpa gerimis bening di pipi Menetes pelan membasahi sajadah rindu yang sunyi ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive