Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Search Bar

Monday, May 14, 2018

Surprise Untukmu Penyemangatku

    Numpang post sahabat blogger semua, sebagai memori dan kenangan agar tidak termakan oleh masa serta selalu bisa dikenang jika sewaktu-waktu aku tiada.



Bengkulu Rejo, Way Kanan, Lampung
Senin, 14 Mei 2018

Alhamdulillah, Allah masih senantiasa memberikan beribu kenikmatan-Nya untuk kita semua, terkhusus untukku. Kenikmatan yang tak pernah aku syukuri dan terkadang lalai olehku.
Alhamdulillah, Sabtu, 12 Mei kemarin masih bisa mendampingi dan memberikan surprise untukmu adik, sahabat, teman satu asrama, dan juga sebagai penyemangat hidupku dikala masalah dan kegalauan menghampiri. 

Empat belas tahun adalah umur yang sudah remaja. Dalam usiamu yang sudah menginjak dewasa aku harap bukan hanya usiamu saja yang dewasa, namun sikap, perilaku, tutur kata, dan pribadimu juga.
Dalam hal ini, kau tahu mana yang baik dan mana yang buruk, maupun tahu mana yang harus diambil dan dibuang, mana yang hak dan mana yang bathil. Oleh sebab itu aku selalu berharap, dalam jalinan persahabatan dan persaudaraan kita ini, aku harap engkau s'lalu mengambil sisi baik dan positif pada diriku. Mencontoh dan menerapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Tak ada yang begitu istimewa dalam kehidupan ini, selain mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepadaku. Salah satunya ialah dipertemukannya aku denganmu. Aku yang dahulu selalu resah, galau, dan terkadang tak memiliki semangat. Namun sejak berjumpa denganmu semua berubah, aku tak tahu apakah itu benar atau hanya perasaanku saja. Namun aku merasa semua adalah nyata, buah hanyalah cerita.
Sejak kita bersama tak pernah aku merasa sendiri dan menyepi, selalu ada cerita dan kisah kita, selalu ada canda, tawa, dan ceria. Engkau pun selalu menjadi penyemangat ketika lelah dan masalah tak kunjung usai, ketika air mata tak dapat ditahan (meski air mata selalu ku hapus agar tak kau lihat).


Aku berharap dengan bertambahnya usiamu, ikatan persahabatan dan persaudaraan kita dapat terjalin sampai di hari tua, sampai anak cucu kita. Aamiin
Sehat, sukses, pintar, cerdas, menjadi anak yang Sholeh dan menjadi kebanggaan orang tua, yang akan mengangkat derajat kedua orang tuanya, serta menjadi pribadi yang dewasa, baik pemikiran, perkataan, dan perilaku, serta tutur bahasa. 

Selamat milad
Selamat berproses


"Hidup terus berlanjut. Setiap fenomena dalam hidup tak perlu disesali, tidak pula untuk dilupakan. Namun jadikan kenangan untuk pelajaran kedepannya, agar hidup lebih gemilang"

Read more..... [✓KADO 14 TAHUN ALFARIZI "NARASI UNTUKMU"]
Share:

Saturday, May 12, 2018

Narasi Untukmu

"NARASI UNTUKMU" 




Gerak lincah kakimu melangkah
Menghantam duri melampaui batas diri
Terbentur.  Terbentur.  Terbentuk.

Sebagaimana kedelai diproses sebelum menjadi tempe
Ditempa  di injakinjak,  dan s'lalu terbentur
Sampai tiba ketika ia memiliki harga
Seperti itulah harapan dan doaku untukmu

Masa kelam,  masa suram
Takkan menjadi masalah yang harus diperdebatkan
Teruslah melangkah berproses memperkaya keimanan,  rohani,  dan diri
Tegar.  Kuat.  Sabar.
Semua adalah proses perbaikan menuju masa depan yang gemilang

                  Way Kanan,  Lampung,  11 Mei 2018


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sebuah kado di hari ulang tahun Muhammad Salman Alfarizi yang ke-14
Semoga di tahunmu yang semakin beranjak remaja,  menjadi pribadi yang dewasa,  semakin sayang dan cinta kepada orang tua dan keluarga,  selalu menginspirasi dan menjadi penyemangatku,  menjadi anak yang cerdas,  pintar,  dan sholeh.  Aamiin

*************************************************************
@DisisikuDisisimu
Share:

Friday, May 11, 2018

Cinta Dalam Diam

Palontaraq. Ist



"CINTA DALAM DIAM" 



Tuhan
Aku telah jatuh cinta
Pada seorang yang pernah ada dalam hidupku
Namun apakah cinta ini salah?
Aku-pun tak tahu itu!


Mungkin saja aku berbohong
Namun hati dan perasaan siapa tahu
Aku benar-benar telah jatuh hati padanya
Untuk kesekian kali rasa itu hadir dalam diri


Maafkan aku salah dalam mencintai
Namun salahkah? Jika hati berbagi padanya!
Ia telah merebut cinta dan kasih sayang
Ia telah mengambil semua dariku
Ia benar-benar membuatku jatuh cinta

Namun biarlah cintaku hanya dalam diam
Sebagaimana daun yang jatuh tak pernah membenci angin
Sebab ia akan bebas melepas hasrat rindu-nya
Kapan dan dimana saja


                            Way Kanan,  Lampung,  20 Januari 2018
Share:

Wednesday, May 9, 2018

Miskomunikasi

Oleh : Alfa Arkana Eounoia


Ilustrasi.  Ist | Dokumentasi Pribadi
      


       Tiba-tiba saja  kamis pagi Bu Tahmid memanggilku.  Belum  sempat aku menginjakkan kaki diatas teras kantor,  bu Tahmid segera menghampiriku.  Ia bilang bahwa ada sesuatu yang harus ia katakan kepadaku segera.  Pagi itu aku ada jam mengajar disekolah,  sebagaimana biasanya sebelum masuk kelas aku menyempatkan untuk duduk dikantor beberapa menit guna membaca dan mengulang kembali materi yang akan aku ajarkan pada anak-anak dikelas.  Agar lebih matang dan menguasai materi.  Namun tidak untuk hari ini,  sebab sebelum memasuki kantor  tiba-tiba saja bu Tahmid mencegatku. 

"Mas Noia.  Bisakah kita berbicara sebentar. Ini penting mas! " ujar Bu Tahmid menyapaku didepan kantor. 

"Baik bu.  Ada masalah apa ya bu,  pagi-pagi begini?"   jawabku sembari memasuki ruang kantor. 

"Jadi begini mas,  maaf sebelumnya mungkin ini terlalu mendadak.  Sebentar lagi kita akan mengadakan acara besar,   yakni pengajian bulanan yang juga dibarengi dengan wisuda anak-anak yang akan lulus.  Mas bisakan mengajarkan anak-anak nari untuk menyambut para tamu nanti?

"Insha Allah saya siap bu.  Jika benar-benar dibutuhkan tarian ini dalam acara kita nanti".

"Sudah pasti dibutuhkan mas.  Sebab tamu kita adalah orang-orang besar dan terhormat".


"Siap bu.  Saya  siap mengajarkan tarian itu kepada anak-anak.  Nanti kita akan seleksi  terdahulu anak-anak nya".

Sebab rapat dadakan pagi itu,  kegiatan di sekolah diliburkan.  Seluruh siswa-siswi baik yang SMP dan SMK Yayasan ASHD diikut rapatkan.  Guna membahas pembentukan kepanitiaan dan juga pembahasan kegiatan.

Tahun ini adalah tahun awal Yayasan ASHD mengadakan acara besar,  yakni mewisudakan anak-anak yang lulus,  sebab baru tahun ini Yayasan ASHD siswa dan siswi nya lulus.  Sebenarnya untuk kegiatan besar lain sudah sering dilakukan setiap bulannya yakni pengajian rutinan setiap awal bulan.  Namun  tidak sebesar hajat kali ini,  yang diperkirakan Bapak Bupati dan juga pimpinan pusat akan turut hadir.

Aku ditunjuk sebagai koordinator bidang dokumentasi sekaligus merangkap sebagai penanggung jawab pada seni tari.  Untuk tari memang aku cukup paham dibandingkan yang lain di yayasan tersebut,  namun aku belum menguasai sepenuhnya.

Usai menggelar rapat perdana.  Aku langsung menyeleksi siswi-siswi yang mendaftarkan diri sebagai penari.  Ada enam nama yang tertera pada lembaran kertas yang diberikan kepadaku,  diantaranya ada tiga siswi SMP dan tiga siswi SMK.  Sebenarnya aku sudah mengantongi nama siswi-siswi yang  nantinya akan menjadi penari dalam acara itu,  namun sayang nama-nama tersebut sudah memiliki tugas masing-masing yang memang tidak bisa ditinggalkan.  Jadi harus tetap melakukan seleksi guna mencari yang benar-benar siap dan memiliki bakat nari meski hanya sedikit.  Diantara deretan nama-nama pendaftar ada satu nama yang memang sudah ditunjuk untuk menjadi talent paduan suara.  Jadi secara otomatis tinggal  lima nama lagi, yakni; Nisa,  Ana,  Reza,  Nia,  dan Patma.  Kebetulan tarian yang akan dibawakan jumlah penarinya ganjil yakni,  tiga,  lima,  tujuh,  dan atau sembilan.  Maka kita pilih yang lima sehingga tidak melakukan selekai kembali.

Sebab waktu yang diberikan untuk melatih nari hanya tujuh hari sampai hari H.  Maka pada hari itu juga kami langsung melakukan latihan perdana.  Tidak ada yang sulit bagiku untuk mengajarkan kepada mereka.  Sebab mereka bukan dipaksa namun benar-benar atas kemauan dari hati masing-masing.  Jadi sangat mudah untuk mengajarkan gerakan demi gerakan kepada mereka meski masih kaku badan nya sebab masih pemula.

Meski barmodal meniru gerakan yang ditampilkan pada layar komputer ukuran mini. Namun hal itu tidak menyudutkan semangat untuk terus berlatih dan terus berlatih.  Pagi,  siang,  sore,  bahkan malam hari tak henti berlatih agar di hari H bisa menampilkan  yang terbaik.

Hingga sampai pada hari kelima.  Ketika anak-anak didikku dipanggil oleh bu Tahmid menuju kantor.  Sebab ada sesuatu yang harus dibicarakan.  Kebetulan pada hari itu aku agak telat menuju kantor jadi aku tidak ikut dalam pembicaraan itu.

Aku mendapat kabar dari anak-anak bahwa tari nya di cancel alias tidak jadi ditampilkan.  Sontak aku kaget dan bertanya-tanya.  Mengapa harus di cancel dan mengapa secara mendadak seperti ini.  Mengapa tidak dari awal dan tidak ada komunikasi?  Padahal kita telah melakukan latihan  setiap hari bahkan setiap pagi,  siang,  sore,  maupun malam selalu saja latihan.  Tanpa mengenal lelah dan kantuk.

Akupun segera mencari tahu penyabab dibatalkan.  Saat itu Bu Tahmid sedang tidak di lingkungan sekolah sebab masih mendamping anak-anak olahraga meraton.  Jadi aku menghubungi bu Imsa untuk memlertanyakan hal itu.  Sebab bu Imsa juga merupakan salah satu ketua pelaksana kegiatan,  yang juga menginginkan aku untuk mengajarkan nari.

Ternyata masalahnya ada pada persepsi dan pandangan pimpinan yayasan terhadap tari yang akan dibawakan.  Maklum yayasan kami mengusung nuansa yang sangat religius jadi pimpinan yayasan mengira bahwa tari yang akan ditampilkan adalah tari yanv sembarang tari.  Padahal tarian yang dibawakan adalah tarian khas Lampung yang bertujuan untuk menyambut tamu agung dalam acara khusus. Serta pakaian yang dikenakan juga adalah lakaian yang menutup  aurat dan bisa menggunakan hijab.  Apalagi gerakan tarinya tidak aneh serta tidak mengumbar aurat,  hanya gerakan-gerakan yang biasa saja menurutku.  Tapi mengapa ini dipermasalahkan.  Dan yang aneh lagi kita disuruh menari menggunakan lakaian muslim dan tidak diperkenankan untuk berhias.

Sebab kejadian  itu terjadilah perdebatan diantara kami.  Yang sampai saat ini kmbelum menemukan titik terang.  Dan akulun mengambil keputusan untuk membatalkan pentas serta mengundurkan diri menjadi pelatih.  Sebab lelah dan cape dan juga anak-anak didik sudah tidak ingin berlatih lagi.  Sebab merasa lelah dan seolah tidak dihargai.



BERSAMBUNG... 


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Penulis adalah mahasiswa Universitas Terbuka,  juruan Ilmu Komunikasi. Penulis dapat dihubungi di Twitter @netrahyahimsa dan Instagram @DisisikuDisisimu


Share:

Monday, May 7, 2018

BILANG SAMA DILAN

PUISI : "BILANG SAMA DILAN"

Karya : Disisi Saidi Fatah


Sebuah karya yang terinspirasi dari novel legendaris yakni; Dilan. "Jangan rindu. Rindu itu berat, kamu tidak akan kuat. Biar aku saja yang rindu".

Dilan kau memang menawan
Wajahmu sungguh rupawan
Kau begitu banyak di idolakan
Dengan sekejab suluruh jagat dunia maya mengenalimu

Oh Dilan
Rindu memang berat
Bahkan sangat berat
Hingga aku tak kuat menahannya
Sebab rindu benar-benar tak dapat ditahan

Tapi perlu engkau ketahui Dilan
Seberat-beratnya rindu
Adalah rinduku pada sang ibu
Sebab ia adalah malaikat bagiku
Yang takkan pernah ada duanya
Dialah rindu yang paling utama didunia
Sebab dengan melihat wajah beliau, semua lelah akan sirna

Oh Dilan
Yang paling berat lagi
Adalah menahan rindu kepada sang nabi
Baginda Kanjeng Nabi Muhammad
Rosulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam

Betapa rindunya hati untuk bertemu
Menatap wajahnya, melihat senyumnya, serta bercengkrama dengannya
Sungguh indah sekali Dilan
Itulah rindu yang paling mendalam
Yang takkan pernah bisa kujumpai
Sampai ajalku nanti


                                Way Kanan, 18 Februari 2018

Share:

Sunday, May 6, 2018

Puisi "Aku Rindu Kawan"


PUISI-PUISI "DISISI SAIDI FATAH"



Ada sesuatu yang membuatku rindu malam ini
Sebab tak secangkir kopi pun menemani
Tak biasa menyendiri, melintasi malam sepi seorang diri

Tiga hari sudah kawan,
Kita tak tegur sapa
Tidak juga menikmati kopi hangat berdua
Canda, tawa, dan ceritapun tak lagi ada

Kawan,
Tibatiba saja aku merindukan
Hati begitu bergetar tak karuan
Ketika mendengarkan lantunan syair puja-puji darimu
Lantunan nadanada rindu
Yang kian memburu untuk segera bertemu denganmu

Kawan,
Maaf atas prilaku ku
Tempo hari lalu

Asshiddiqiyah Islamic Collage, 28 April 2018

Share:

Saturday, May 5, 2018

Sajak-Sajak Disisi : Terbelunggu Dalam Maaf



"Terbelunggu Dalam Maaf"


Wahai sahabatku,
Yang selalu menyemangati dan meinspirasi
Motivator di balik layar
Yang tak henti mensupport diri

Apa kabarmu hari ini
Sudah lama kita tak jumpa dan tatap muka
Komunikasi juga sudah tak berjalan
Sebagaimana janji-janji diantara kita

Sahabat,
Sampai sekarang aku belum bisa move on
Dari wajah-wajah indahmu dalam naunganku
Setiap lamunan, setiap langkah, dan mimpiku
Selalu teringat dirimu

Entahlah, sahabat
Waktu begitu cepat berlalu, membawa semua pergi
Badai telah menghancurkan semua dan membawa luka
Aku tak tahu, harus bagaimana lagi
Ribuan maaf terucap sudah
Beribu cara telah dilakukan, namun semua nihil
Tetap saja tak merubah goresan luka yang telah terukir di hati

Sahabat, andai saja waktu terulang kembali
Aku ingin kembali bersama
Dan memperbaiki semua
Dalam mengarungi samudera kehidupan


Lampung, 02 Februari 2018



"Katanya"


Katanya generasi moderen
Tapi masih saja dibohongi oleh teknologi
Katanya generasi cerdas dan pintar
Kok masih saja mengkomsumsi berita bohong
Katanya suka bhineka
Tapi ikut menyebarkan berita provokasi dan sara

Anda ini bagaimana?
Anda bilang tak ingin ada perpecahan
Lalu mengapa masih melakukan pembrontakan
Anda bilang generasi cerdas, belajar di universitas
Lalu kenapa masih saja termakan popularitas yang tak jelas


Nusantara, 25022018

-------------------------------------------------------------------------
*Disisi Saidi Fatah, pemilik nama Alfa Arkana Eounoia. Pria kelahiran Lampung, 27 September 1996. Aktif sebagai pengajar di SMP Manba'ul 'Ulum PP Asshiddiqiyah 11 Way Kanan, Lampung
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive