Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Friday, August 31, 2018

Untukmu RJ (Murid Kesayanganku)



   Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh


   Salam sayang untukmu anakku, yang selalu membuat semangat diri dan mewarnai setiap hari.
Nak, terhitung sudah memasuki Minggu kedelapan kita bersama, dipertemukan dalam forum pendidikan pada yayasan ini. Aku bersyukur dapat bertemu denganmu, dan aku sangat berterima kasih kepada Allah SWT yang telah menghadirkan sosokmu dalam duniaku. Sosok yang membuat aku semakin bersemangat untuk terus berbagi dan mengabdi pada dunia literasi.

   Nak, namun pada akhir ini, aku merasa banyak perubahan darimu sejak kita bertemu pada Sabtu malam itu. Ketika kita berbincang santai sembari menikmati hiburan Hadroh pada malam majelis dzikir dan ta'lim. Kau banyak bertanya tentangku, demikian pula denganku yang semakin penasaran akan dirimu. Sejak malam itu, aku jatuh hati dan menaruh sayang padamu. Manis senyummu tak pernah luput dari ingatan ini, begitu pula dengan sikap dan tutur sapamu, selalu terngiang dalam pikiran. Aku yang dahulu tidak begitu bersemangat dan betah dengan yayasan, sebab ada suatu konflik yang membuat luka pada hati. Kini semangat itu tumbuh dan mekar bersama dengan hadirmu. Aku yang hanya memiliki jadwal tiga hari dalam sepekan, kini ingin setiap hari berkunjung ke yayasan sebab ingin melihat dirimu seorang.

   Diam-diam aku menaruh sayang dan perhatian padamu, sengajaku berkomentar tentang penampilanmu yang kurang rapi dan sifat malasmu ketika berada dalam kelas. Sebab aku ingin kau seperti yang lain, rapi dan menarik, serta rajin dalam setiap pelajaran. Semua kulakukan demi kebaikan dan masa depanmu.

   Namun, sikap dan caraku kau anggap suatu keanehan dan hal yang berlebihan. Kau bilang aku mengatur hidupmu dan hal itu tak kau sukai. Apalagi ketika aku memaksa dirimu untuk mengerjakan tugas tempo hari lalu. Aku memaksa sebab kau adalah muridku, dan aku adalah gurumu. Orang yang telah dipilih untuk mendidikmu selama tiga tahun kedepan. Apalagi ketika orang tuamu menitipkan kau pada yayasan ini, maka ini adalah tanggungjawab kami untuk mendidik dan mengajarkan kebaikan padamu.

   Nak, sebagai guru aku memiliki prinsip. Siapapun yang menjadi anak muridku, tak perdulikan warna, status, dan latar belakang. Ketika ia menjadi muridku, maka ia harus aku rangkul, harus aku sayangi, dan aku didik, serta harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Selagi itu dalam kebaikan maka semua wajib untuk mengikutinya.
Salahkah aku jika menaruh perhatian dan sayang padamu nak? Jika aku salah, aku minta maaf.

  Mengenai permintaan untuk menjauh dari kehidupanmu, agar tidak ikut campur dalam urusanmu. Aku bisa mengabulkan semua, jika semua adalah kebaikan untukmu dan membawamu dalam perubahan yang baik, aku siap melepasmu. Namun, jika hal itu justru membuatmu semakin tidak baik dan demikiannya. Mohon maaf aku tidak bisa nak. Jangankan untuk melepaskanmu, sekedar tak peduli saja aku tak mau. Sebab kau adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan.

   Semoga kau mengerti akan semua nak, dan semoga Allah memberikan kasih sayangnya untukmu. Semoga kau bahagia dan kembali bersahabat seperti sedia kala. Aamiin

     Salam sayang, dari gurumu.
    Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh


   Way Kanan, 30 Agustus 2018


Tentang Penulis :


Alfa Arkana Eounoia atau Disisi Saidi Fatah merupakan pria kelahiran Lampung Tengah, pada 27 September. Penikmat lantunan sholawat Habib Syech AA dan pengagum ulama Sastra KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Ust.Yusuf Mansyur, dan aktor Ananda George, kini menyibukkan diri pada dunia pendidikan. Ia sangat mencintai dunia literasi itu, selain berbagi pengetahuan dan ilmu, ia merasa sangat senang ilmunya dapat bermanfaat untuk semua. Pemilik motto "Tak ada pemandangan terindah, selain menatap wajah mama"   sangat suka dengan kegiatan menulis, terutama dalam mengungkapkan rasa. 
Dengan menulis ia dapat mengutarakan apa saja yang ia rasakan tanpa harus berbicara banyak pada orang.


Penulis dapat dihubungi ;
Facebook : Disisi Saidi Fatah
Instagram : @Netrahyahimsa
Twitter : @Netrahyahimsa
E-mail : disisisf.bpun@gmail.com
Blogs : gemilangtotal.blogspot.com



#paradigmaimaji
#komunitassastra
#calonpenulishebatindonesia
Share:

Thursday, August 30, 2018

Patidusa - Untukmu



Teruntuk yang selalu ku kagumi. Namun tak mampu untuk kumiliki. Terima kasih telah mengajarkanku bahwa cinta tak harus memiliki. Bahwa setiap rasa tak perlu untuk diutarakan.

Meski kau tak suka
Atas perhatian kuberikan
Tak mengapa
Kesayangan!

Aku
Begitu sayang
Tak mungkin meninggalkan
Kau seorang tanpa perhatian

Sebab kau adalah bunga
Yang selalu kusiramkan
Dengan kasih
Sayang

Kau
Adalah kisah
Dalam setiap catatan
Yang akan selalu terkenang

Lampung, 23 Agustus 2018
Share:

Puisi Maaf

Pxfuel. Ist



By : Alfa Arkana Eounoia aka Pecandu Sastra 


Atas pilu yang kau lukiskan
Atas kata yang terucapkan
Atas amarah pada malam
Aku hanya mampu terdiam


Tak mengapa jika demikian kau harapkan
Aku memilih untuk meninggalkan
Namun tidak untuk melepaskan
Atas kasih sayang dan perhatian


Maaf. Jika sikap kemarin tak kau suka
Semua kulakukan untuk kebaikan bersama
Kau sebagai pemimpin utama
Aku sebagai pembina

Asshidiqiyah, 24 Agustus 2018
Share:

Patidusa Asli - Tinggal Kenangan

Karya : Alfa Arkana Eounoia


Malam berbintang sejuk berkelabu
Semua akan terkenang
Bersama kenangan
Malam

Sebab
Mengapa pergi
Semua atas permintaanmu
Tak ingin aku bersama

Tak mengapa semua berakhir
Pada penghantar cerita
Suatu senja
Bersama

Namun
Besar harapan
Tak ada dendam
Menaruh amarah menyisakan luka

Way Kanan, 24 Agustus 2018
Share:

Tuesday, August 21, 2018

Lekas Sembuh, Adikku!

With Reja. Ist


Lekas sembuh adik kecilku
Aku harap kau selalu semangat dalam menjalani harimu
Semoga kau selalu diberi kekuatan dan betah tinggal dirumah barumu ini
Kelak kau akan mengerti apa arti kehidupan ini dan kau akan mengerti mengapa semua harus kau lalui
Maaf jika akhir ini aku banyak menaruh perhatian padamu, semua sebab aku peduli dan sayang padamu. Tak ada maksud lain selain ingin akrab denganmu

Kau tahu?
Mengapa akhir ini aku begitu semangat
Semua sebab ingin bertemu kau seorang diri
Meski posisi kesehatan sedang tidak memungkinkan, namun tetap aku bertahan melangkahkan kaki menuju tempat biasa kita bertemu
Tak lain hanya ingin melihat senyum manismu
Senyum yang membuatku bahagia dan semangat, kala berjumpa denganmu
Kau tahu?
Sejak malam itu, ketika kita berbincang dan duduk berdua
Aku jatuh cinta pada sosok yang begitu aku kagumi
Dan itu tak lain ialah dirimu

ASHD, 16 Agustus 2018
Share:

Monday, August 20, 2018

Bahagiaku Memiliki Kalian Anakku

Salah satu muridku | Reja. Ist

Menjadi seorang guru itu adalah sebuah kebahagiaan, kemuliaan, dan keistimewaan
Bahagia dapat berbagi dan ikut dalam membangun karakter bangsa serta kecerdasan bangsa
Mulia, sebab meski terkadang tak pernah dihargai namun tetap masih konsisten untuk berbagi
Istimewa, sebab bukan karena seorang guru tak mungkin akan lahir generasi-generasi penerus

Bahagiannya aku memiliki kalian anak-anakku

~ Alfa Arkana Eounoia ~
#CatatanAlfa
Blambangan Umpu, 20 Agustus 2018
Share:

Renungan Atas Kelalaian



Darah dan nyawa telah kau berikan
Kepada bangsa dan tanah air tercinta
Segenap jiwa raga kau korbankan
Untuk negeri aman dan sentosa

Dengan tekad bulat
Dan semangat yang melekat
Kau singsingkan lengan angkat senjata
Memperjuangkan bumi pertiwi tercinta

Pahlawan-pahlawan bangsa
Telah berjatuhan dimedan perang
Melawan penjajah di bumi nusantara
Lalu apa yang telah kita berikan sekarang?

Masihkah kita menghianati jasa pahlawan
Masihkah kita acuh tak acuh pada bumi nusantara
Masihkah kita sibuk dengan warna yang membedakan
Lalu bagaimana dengan keberagaman ini semua!

Maafkan kami atas segala salah dan khilaf
Maafkan kami atas segala kebodohan
Maafkan kami belum bisa berbuat
Atas warisan yang diberikan

Hanya itu yang bisa kita lakukan
Hanya itu yang bisa kita lantunkan
Sedangkan mulut kita terdiam
Mulut kita terbungkam dalam-dalam

Pejabat korupsi kau biarkan
Harta bumi pertiwi direnggut pihak asing kau diam
Rakyat kecil angkat bicara kau bungkam
Pejabat-pejabat merajalela kau terdiam

Apakah ini keadilan
Yang kau namakan kesejahteraan
Apa ini yang kau sebut pengorbanan
Atas jasa para pahlawan

Mari kawan kita renungkan
Jasa pahlawan yang telah diberikan
Mari sama-sama kita lestarikan
Kedamaian, kebersamaan, keberagaman, dan kekeluargaan

Nusantara, 17 Agustus 2018
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive