Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Terbaru

Memuat postingan...

Saturday, October 28, 2017

Tentang Rindu



Sebuah puisi rindu, teruntukmu yang jauh disana.
Tahukan kamu bahwaku sangat merindukanmu, semoga dirimu dalam keadaan baik, sehat, dan selalu mengingatku.

Rindu kamu

Tentang Rindu

Oleh : Alfa Arkana Euonoia (Disisi Saidi Fatah)

Ketika teredengar sebutan namamu
Hanya satu yang dapat kuingat
Senyum manis, tulus di bibirmu

Kembali kubuka catatan kecilku
Berisi sajak tentang dirimu
Yang sengaja kubuat
Dari bait rindu penuai kalbu

Kuteringat bahwa dirimulah yang mengajariku menuangkan sajak rindu
Sebagai penawar pilu
Ketika kau tak lagi disisiku

Teringat dalam benakku
Pertanyaan yang pernah kau ajukan untukku
"Apakah kau tak merindukan sesuatu?"

Bagaimana aku akan menjawab rindu itu
Jika orang yang kurindu adalah dirimu sendiri
Sedangkan dirimu berada disisiku

Namun semua benar adanya
Ketika kau pergi meninggalkanku
Hatiku semakin rindu
Akan sajak-sajak darimu

Semoga Allah yang Rabbi
Memberikan penawar rindu
Darimu untukku

Gunung Labuhan,  07 Oktober 2017
Share:

Puisi di Hari Sumpah Pemuda ke-89

Tanah Air Ibu Pertiwi

Oleh : Disisi Saidi Fatah (Alfa Arkana Euonoia)



Tanah airku ibu pertiwi
Negeri yang subur dan makmur
Menyimpan banyak kenangan
Dalam goresan sejarah

Negeriku
Yang kaya akan budaya
Negeriku
Yang banyak cerita
Dari masa ke masa

Indonesia
Yang katanya berlandaskan pancasila
Dan undang-undang dasar 1945

Berlambang burung garuda
Dengan simbol merah putih
Yang memiliki semboyan
Bhineka tunggal ika
Berbeda-beda namun tetap satu jua

Tanah airku
Negeri yang kaya akan budaya
Beragam suku, agama, ras, dan golongan
Yang membuat nusantaraku indah dipandang mata

Negeriku
Katanya negeri yang toleran
Negeri yang damai
Menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila

Namun
Apa faktanya?
Negeriku selalu dipenuhi cerita
Beda warna, pendapat, dan sara
Selalu dijadikan faktor konflik

Kapankah negeri tercintaku ini damai
Menjadi negeri yang merdeka
Tanpa korupsi dan NKRI Harga Mati

Menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila
Mentaati undang-undang dasar 1945
Menghargai pengorbanan para leluhur bangsa

Lampung, 27 Oktober 2017
Share:

Wednesday, October 11, 2017

Sajak Dalam Doa



Ya Allah
Dua puluh satu tahun sudah
Diri ini berdiri dipijakan bumi pertiwi
Terlahir dari rahim sang ibu
Yang kupanggil mama

Ya Rabbi
Tak banyak pinta hambamu
Aku hanya meminta agar engkau sadarkanku jikaku berbuat berlebihan
Tegurlah diriku jika sudah melampaui batasmu
Rangkul aku dalam dekapanmu ya rabbi

Jangan engkau biarkanku tercebur dalam kubang penuh dosa
Jangan biarkan hatiku kosong hingga berkarat
Tanpa menyebut dan mengingat asmamu

Ya rabbi
Jadikan aku orang yang ikhlas,  rendah hati,  bertawaqal di jalanmu
Menjadi hambamu yang sholeh,  yang taaat pada ajaranmu serta menjauhi segala laranganmu
Jadikanlah aku hambamu yang beriman

Ya Rabbi
Yang maha agung
Yang kami agungkan
Jadikanlah hambamu hamba yang mulia dihadapanmu
Serta angkatlah derajat hamba dan orang tua serta kerabat dan sahabat hamba
Sukseskahlah hamba didunia dan diakhirat

Jadikanlah generasi penerus hamba menjadi generasi cerdas yang rahmatan lil alamin
Yang beramal ma'aruf nahi munkar
Serta peduli terhadap sesama tanpa memandang suku,  agama,  ras,  dan golongan
Dan menjauhi segala bentuk kekerasan atas nama kemanusiaan

Gunung Sugih,  11 Oktober 2017
Share:

Tuesday, October 10, 2017

Perjalanan




Hidup adalah perjalanan
Dari keterpurukan menuju kebaikan
Menebar perdamaian
Menjalin persaudaraan


Hidup adalah penantian
Menanti pelangi setalah hujan reda
Mencari pencerahan usai badai berlalu


Hidup adalah perjalanan pulang
Menuju garda terdepan
Tanpa menyingkirkan persaudaraan


Labuhan Jaya,  07 Oktober 2017
Share:

Thursday, October 5, 2017

Gadis Berjilbab

Foto Ayo Semarang. Ist



Gadis berjilbab
Parasmu begitu indah nan rupawan
Hatimu begitu tulus nan lembut
Perhatianmu terhadapku tak pernah putus


Cinta dan sayangmu
Membuat kau rela mengorbankan waktumu untukku
Setiap pagi kau suguhkan minuman hangat untukku
Tidak lupa sepotong roti untuk menemaninya
Siang dan malam hari kau kirimiku dengan berbagai hidangan


Gadis berjilbab
Seandainya engkau tahu akan perasaan hati ini
Sejak awal kita jumpa,  hati ini sudah jatuh
Ingin rasanya aku bersamamu


Namun aku sudah berjanji kepada diriku
Untuk tidak bermain cinta
Apalagi agama kita sudah menegaskan
Tidak ada suatu ikatan kepada selain mahramnya terkecuali persaudaraan


Aku juga takut,  akan hal yang sama terulang kembali
Sebagaimana aku pernah mencintai
Beberapa hati yang kini telah pergi


Aku takut suatu saat nanti
Kau pergi meninggalkanku
Aku takut menyakitimu dan kau melupakanku
Aku takut suatu saat nanti
Kita tak menjalin suatu hubungan apapun
Sebagaimana orang-orang tersayang
Meninggalkanku tanpa aku tahu dan mengerti
Apa salahku

Gadis berjilabab
Terima kasih atas perhatian,  cinta,  dan sayangmu terhadapku
Semoga engkau tetap menjadi insyan yang kukenal
Semoga cinta,  kasih,  dan sayangmu tetap tulus dan setia menanti
Hingga tibalah saatnya Allah meridhoi kedua hati
Untuk saling berbagi dan bersatu

Way Kanan,  4 Oktober 2017
Share:

Tuesday, October 3, 2017

Secangkir Kapal Api




Secangkir kapal api hangat
Yang kau buat khususkan untukku
Menjamu kantukku malam ini


Sengaja ku memintanya kepadamu
Sebab aku rindu akan hangat nya kapal api buatanmu
Sudah lama kau tak suguhkan itu untukku


Kini malam ini aku bebas menyuruput nya
Mencium aromanya yang khas akan buatanmu


Way Kanan,  03 Oktober 2017
Share:

Monday, September 4, 2017

Rindu Yang Tak Tersampaikan



Rinai hujan di senja sore itu
Menghantarkan puing-puing rinduku
Yang tak sempat kusampaikan kepadamu

Akankah rinduku ini bisa terobati
Ketika suaramu memanggil-manggil namaku
Mengajakku pergi ke alam damaimu
Dan senyum di bibirmu yang mampu tenangkan ku.

Baradatu, 3 September 2017
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive