Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Tuesday, February 17, 2026

Tawaqufan, Ramadan, dan Air Mata Syukur

Di lingkar majelis sederhana ini, nasihat mengalir pelan, menguatkan hati yang ingin pulang pada kebaikan. - Kenangan 7 hari wafat istrinya sahabat majelis - Mas Joko di Citeureup. (Dokpri/Disisi).


 Malam Ahad itu, aspal jalanan menuju Kampung Nameng, Desa Bantar Kuning, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, terasa seperti bentangan sajadah yang panjang. Namun ada yang berbeda kali ini. Aku tidak duduk di depan, melainkan di jok belakang motor milik Abah.

Share:

Tuesday, January 20, 2026

Puisi: Air Langit di Ujung Sajadah

Tiap ayat Al-Waqiah & Ikhlas kuniatkan untukmu. Biarlah ia turun bak hujan, membasahi jiwamu hingga kembali segar. (Picbest).
Share:

Memetik Cahaya di Cicadas: Tentang Khidmah, Rindu, dan Wajah Guru

Moment foto bersama guru kami Habib Musthofa bin Yahya (Koko Marun) dan Abah Ust. Mahfudin bin H Alif Yunus (Gamis Sage). (Dokpri/Farid).


Ada sebuah kebahagiaan yang sulit didefinisikan dengan kata-kata; sebuah rasa yang hanya muncul ketika bibir menyentuh tangan seorang guru, atau saat aroma nasi liwet yang kita tanak sendiri di dapur mereka mengepul hangat untuk menyambut tamu-tamu shalih.

Share:

Saturday, December 20, 2025

Sorban Biru Langit

 Sebuah Puisi dari Disisi Saidi Fatah

Share:

Monday, September 22, 2025

Mengabadikan Moment Bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

Momen foto bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. (Dokpri/Fadillah).


Setiap orang pasti memiliki momen “one in a million” dalam hidupnya. Sebuah peristiwa langka yang membuat kita tertegun dan merasa seluruh keberuntungan dalam setahun habis dalam satu hari.
Share:

Monday, August 18, 2025

"Menangkap Makna di Tengah Arus Zaman" Catatan Kuliah Umum Bersama Gus Faiz

 

KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun MA (Gus Faiz) saat menyampaikan kuliah umum. (Tangkapan layar/Masjid Raya Bintara Jaya TV).

Di tengah gempuran teknologi, kecepatan hidup, dan rutinitas yang makin padat, ada satu hal yang sering luput dari perhatian kita: waktu. Ia hadir diam-diam, berjalan tanpa kompromi, dan tak pernah bisa diulang.

Share:

Seni Menikmati Hidup Pas-Pasan ala Rofi Ali Majid

Sumber: Freepik.


Kita hidup di zaman yang setiap harinya seperti dikomando untuk lebih. Lebih kaya, lebih cantik, lebih cepat, lebih sukses. Bahkan bahagia pun harus lebih bahagia dari orang lain, biar bisa dipamerkan di story 24 jam. Padahal, kenyataannya banyak dari kita yang hidupnya biasa-biasa saja. Pas-pasan. Gaji pas untuk makan. Waktu pas untuk istirahat. Dan cinta, ya… pasrah aja kalau belum jodoh.

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive