Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Wednesday, July 15, 2026

Puisi Akrostik - Muhammad Zain Kholid

Desain dibuat oleh AI/Gemini


Puisi Akrostiknya ini aku persembahkan untuk keponakanku - cucunda dari Abah Ustadz Mahfudzin bin H Alif Yunus - yang akan memasuki babak pendidikan baru di sekolah dasar; Muhammad Zain Kholid.

Share:

Niatnya Cuma 'Me Time', Malah Sukses Dibuat 'Banjir' Air Mata Sama Film Ini

Poster Film "Jangan Buang Ibu" (Sumber: filmjanganbuangibu/ig).


Hari Ahad lalu, aku akhirnya berhasil menuntaskan satu janji kecil pada diriku sendiri. Rencana yang sebenarnya sudah tertunda selama dua pekan karena padatnya rutinitas, akhirnya benar-benar terwujud kemarin. Aku memutuskan untuk melangkah ke Plasa Cibubur XXI, sengaja mengambil jam pemutaran paling pertama pada pukul 12.15 WIB.

Share:

Tuesday, June 16, 2026

Rintik yang Kembali Pulang

Ilustrasi diperkaya oleh AI/Gemini.


Hujan bulan Juni kali ini datang lebih awal ke tanah pusaramu, Abah,
Membasahi batu nisan yang menyimpan segala nasihat yang pernah kau arah.
Jika Eyang Sapardi menyebut hujan itu bijak karena merahasiakan rindu,
Maka izinkan aku menjadi hujan yang jujur, yang tak lagi mampu menyembunyikan cintaku padamu.
Share:

Di Bawah Langit yang Menyaksikan Perpisahan Terakhir

Di ufuk Bogor yang menyimpan jejak kaki kita,
Dulu, debu jalanan adalah saksi bisu pengabdian,
Antara desa-desa yang hening dan suara dakwah yang membelah sunyi.
Aku adalah debu yang menempel di jubahmu,
Menyertaimu dalam lelah yang berkah,
Dalam dakwah yang kita rajut di antara sela waktu.
Share:

Friday, June 12, 2026

Ranum di Kebun Firdaus

 

Ilustrasi dibuat oleh AI(Gmn). Ist


Oleh: Disisi Saidi Fatah 

Share:

Thursday, June 11, 2026

Sepotong Rindu di Jalur Cariu: Perjalanan Perdana Tanpa Sang Murobbi

Hamparan persawahan yang al faqir abadikan saat melintasi jalanan di Cariu bersama Murobbi pada pagi terakhir saat mengawal beliau berdakwah. (15 Feb 2026/Dokpri/Disisi).


Malam Ahad lalu, aspal jalanan menuju Cariu sebenarnya terasa sama seperti biasanya. Masih dengan kelokan yang sama, dingin yang sama, dan jalur yang sudah teramat akrab di ingatan. Namun, malam itu ada sesuatu yang mengganjal di dada. Ada ruang kosong di hati yang membuat perjalanan kali ini terasa benar-benar berbeda.

Share:

Wednesday, June 10, 2026

Semangkuk Sekoteng dan Akar yang Patah

 

Ilustrasi oleh AI/Gemini


Oleh: Disisi Saidi Fatah 

Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive