Wednesday, July 15, 2026
Niatnya Cuma 'Me Time', Malah Sukses Dibuat 'Banjir' Air Mata Sama Film Ini
Wednesday, July 15, 2026Anak rantau, Drama Keluarga, Film, Film Indonesia, Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir, Plasa Cibubur XXI, Review Film, Ulasan Film
![]() |
| Poster Film "Jangan Buang Ibu" (Sumber: filmjanganbuangibu/ig). |
Hari Ahad lalu, aku akhirnya berhasil menuntaskan satu janji kecil pada diriku sendiri. Rencana yang sebenarnya sudah tertunda selama dua pekan karena padatnya rutinitas, akhirnya benar-benar terwujud kemarin. Aku memutuskan untuk melangkah ke Plasa Cibubur XXI, sengaja mengambil jam pemutaran paling pertama pada pukul 12.15 WIB.
Tuesday, June 16, 2026
Rintik yang Kembali Pulang
![]() |
| Ilustrasi diperkaya oleh AI/Gemini. |
Hujan bulan Juni kali ini datang lebih awal ke tanah pusaramu, Abah,
Membasahi batu nisan yang menyimpan segala nasihat yang pernah kau arah.
Jika Eyang Sapardi menyebut hujan itu bijak karena merahasiakan rindu,
Maka izinkan aku menjadi hujan yang jujur, yang tak lagi mampu menyembunyikan cintaku padamu.
Membasahi batu nisan yang menyimpan segala nasihat yang pernah kau arah.
Jika Eyang Sapardi menyebut hujan itu bijak karena merahasiakan rindu,
Maka izinkan aku menjadi hujan yang jujur, yang tak lagi mampu menyembunyikan cintaku padamu.
Di Bawah Langit yang Menyaksikan Perpisahan Terakhir
Di ufuk Bogor yang menyimpan jejak kaki kita,
Dulu, debu jalanan adalah saksi bisu pengabdian,
Antara desa-desa yang hening dan suara dakwah yang membelah sunyi.
Aku adalah debu yang menempel di jubahmu,
Menyertaimu dalam lelah yang berkah,
Dalam dakwah yang kita rajut di antara sela waktu.
Dulu, debu jalanan adalah saksi bisu pengabdian,
Antara desa-desa yang hening dan suara dakwah yang membelah sunyi.
Aku adalah debu yang menempel di jubahmu,
Menyertaimu dalam lelah yang berkah,
Dalam dakwah yang kita rajut di antara sela waktu.
Friday, June 12, 2026
Thursday, June 11, 2026
Sepotong Rindu di Jalur Cariu: Perjalanan Perdana Tanpa Sang Murobbi
![]() |
| Hamparan persawahan yang al faqir abadikan saat melintasi jalanan di Cariu bersama Murobbi pada pagi terakhir saat mengawal beliau berdakwah. (15 Feb 2026/Dokpri/Disisi). |
Malam Ahad lalu, aspal jalanan menuju Cariu sebenarnya terasa sama seperti biasanya. Masih dengan kelokan yang sama, dingin yang sama, dan jalur yang sudah teramat akrab di ingatan. Namun, malam itu ada sesuatu yang mengganjal di dada. Ada ruang kosong di hati yang membuat perjalanan kali ini terasa benar-benar berbeda.
















