Cerita Cendekia adalah ruang ekspresi dan refleksi dari Cendekia Alazzam (Pecandu Sastra) — berisi rangkaian puisi, cerpen, cerbung, esai, opini, serta ulasan buku dan film. Melalui tulisan, aku bercerita tentang kehidupan, gagasan, dan imajinasi, dengan harapan bisa mengajak pembaca berpikir, merasa, dan merdeka.

Search Bar

Thursday, June 15, 2017

Kesempurnaan di Bulan Suci Ramadhan

Foto Liputan6. ist



Sebuah tulisan refleksi di Bulan Suci Ramadhan.


Oleh : Disisi Saidi Fatah


Allah menciptakan kita (manusia) dengan begitu sempurna, dengan mata yang indah, hidung, telinga, dan anggota tubuh lainnya.
Share:

Saturday, June 10, 2017

Berbagi Memberi Manfaat Sesama

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Selamat datang dan selamat membaca para sahabat pembaca yang budiman.
Pada kesempatan kali ini aku ingin berbagi pengalaman aku di bulan suci ramadhan pada tahun 2017/1438 H.
Seperti biasanya setiap memasuki bulan suci ramadhan, aku dan kawan-kawan yang tergabung dalam komunitas Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam atau yang lebih dikenal dengan Pemula Way Kanan melaksanakan kegiatan berbagi bersama.
Sama dengan kegiatan tahun sebelumnya yakni berbagi sembako untuk para yatim piatu, fakir miskin, dan juga kaum du'afa.

Dokumentasi kegiatan berbagi Pemula | Foto.Humas Pemula/2017

Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi kita para pemuda, terkhususnya para pemuda yang tergabung dalam komunitas Pemula ini, agar lebih peduli dengan sesama dan saling berbagi. Sebab sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Dan manusia adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dan yang lainnya.

Pemuda adalah generasi penerus bangsa, pemuda sekarang butuh wadah yang positif untuk membentuk karakter-karakter yang lebih posotif lagi. Salah satunya melalui organisai kepemudaan atau komunitas! Karakter seseorang terbentuk melalui lingkungannya, mulai dari keluarga, sahabat, teman, hingga kerabat baik dilingkungan sekolah ataupun tempat kerjanya. Baik atau buruknya lingkungan dan pelajaran yang ia hadapi itu akan menjadi penentu karakter seseorang..

Kembali ke topik utama, aku merasa sangaat bangga sekali bisa kenal dan bergabung dengan komunitas kecil ini, walaupun kami masih lingkup lokal tapi kami yakin melalui aksi-aksi yang kami lakukukan ini komunitas kami memiliki kwalitas yang global.

Ok. Kembali ke kegiatan kita yang kemarin. Kami sebelumnya sudah bermusyawarah terdahulu satu bulan sebelum ramadhan tiba untuk mengagendakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di bulan suci ramadhan. Melalui musyawarah bersama alhasil muncullah gagasan untuk berbagi dengan sesama.
Dengan kekompakan bersama untuk menginfakkan sebagian rezekinya, alhamdulillah kita pada bulan ramadhan tahun ini bisa membagikan sekitar 50 paket sembako untuk anak yatim, fakir miskin, dan kaum du'afa yang berada di wilayah Kecamatan Blambangan Umpu, Kab Way Kanan, Lampung.

Setelah membagikan sembako, seperti biasa kami menikmati buka bersama dilanjutkan sholat maghrib berjamaah, lalu makan malam, dan yang terakhir adalah evaluasi kegiatan. Yang paling penting dan yang selalu diutamakan dalam melaksanakan kegiatan adalah evaluasi agar kedepan menjadi lebih baik lagi tentunya, dan mengagendakan kegiatan yang akan kita laksanakan selanjutnya.

Disini kami, terkhususnya aku sendiri mendapatkan banyak pengalam berharga, ilmu, serta wawasan baru.
Dengan berkumpul bersama serta musyawarah bareng aku bisa mengenal kawan-kawanku, sikapnya karakternya dll.
Dengan menyambangi rumah penerima sembako satu persatu, kami bersilaturahmi dan juga melihat secara langsung dilapangan.

Sempat meneteskan air mata dan merasa sedih ketika melihat beberapa warga penerima sembako, mereka yang hidup dengan sederhana, serba berkecukupan, bahkan ada yang hidup sebatang kara, namun mereka tetap kuat dan tidak pernah mengeluh. Seakan-akan mereka tidak punya beban, tidak punya masalah. Hanya senyuman manis yang terpampang pada wajah mereka.
Disini aku meresa terharu, ternyata diluar sana masih banyak orang-orang hidup sederhana, dengan serba kecukupan bahkan masih ada yang hidupnya berkurang. Namun mereka tidak pernah mengeluh, mereka selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Beda dengan kita yang masih punya orang tua, masih memiliki keluarga yang utuh, hidup dengan serba ada, namun selalu tidak merasa puas dan terkadang tidak pernah mensyukuri nikmatnya (Allah SWT).

Semoga kita semua, termasuk dalam golongan orang-orang yang peduli terhadap sesama tanpa membeda-bedakan antara satu dan yang lainnya. Sebab kita adalah manusia mahluk sosial yang saling membutuhkan.
Dan semoga semua bisa termotivasi untuk melakukan hal-hal yang positif yang lainnya.



Baca juga >>> Pemula Way Kanan Salurkan Sembako Kepada Fakir, Yatim Piatu, dan Kaum Du'afa

Share:

Friday, June 2, 2017

Ramadhan Musim Kebaikan yang Menakjubkan


Sumber: lovepik. ist

Oleh : Disisi Saidi Fatah

BULAN ramadhan adalah bulan yang suci, bulan penuh rahmat dan penuh ampunan. Ramadhan merupakan bulan musim kebaikan, dimana kita semua menjalankan ibadah dengan penuh semangat, berbondong-bondong, dan sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah.
Share:

Beribu Kenikmatan di Bulan Suci Ramadhan

Sumber: Dakwah Islami. ist


Oleh : Disisi Saidi Fatah

BULAN Suci Ramadhan adalah bulan dimana beribu kenikmatan akan Allah berikan. Bukankah kita sudah ketahui bersama bahwa Allah SWT selalu memberikan kita beribu kenikmatan yang tidak bisa kita sebutkan, tidak bisa kita jelaskan, tidak bisa kita jabarkan, tidak bisa kita hitung, bahkan kita juga tidak mampu membalas kenikmatan Allah sampai hari ini.
Share:

Saturday, April 15, 2017

SAJAK : Kenangan Dalam Sebuah Memori Bersamamu Ayah




Oleh : Disisi Saidi Fatah


Waktu begitu cepat berlalu
Tanpa terasa dan tak ku ketahui
Hitam Putih terus ku jalani
Sedih, senang, tawa dan gembira hidup ini


Ayah,
Tanpa terasa 24 hari sudah engkau pergi
Meninggalkan kami anakmu untuk selamanya


Ayah,
Tahukah engkau betapa rindunya hati ini
Menatap indahnya wajahmu,
Melihat manisnya senyummu,
Mendengar merdunya suaramu,


Namun semua berlalu sudah
Tinggallah kenangan dalam sebuah memori
Yang abadi dalam album kuno di almari kamarku
Bersama wajah-wajah imut nan bahagia yang terpampang manis di dalam sebuah foto


Ayah,
Yatim sudah diri ini pada hari ini
Tinggallah ibu seorang diri, tempat mengadu
Berbagi cerita pahit manisnya hidup ini


Ayah,
Tahu tidak, betapa rindunya kami
Ingin berjumpa denganmu,
Kami sayang ayah, namun Allah lebih sayang kepada ayah


Ayah,
Yang tenang di sana ya,
Bahagia lah ayah bersama para bidadari-bidadari syurga
Salam ya, untuk keluarga ayah yang di syurga


Doakan anakmu ini yah, menjadi anak yang sholeh,
Berbakti kepada orang tua, menjadi pribadi yang baik dan lebih dewasa dalam menyikapi segala hal


Miss you Ayah
Share:

Indonesiaku Bhineka Tunggal Ika

Sumber: Inlink. ist



REPUBLIK Indonesia (RI) atau yang biasa disebut Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.
Share:

Miris nya Pendidikan di Indonesia!



Ini merupakan Opini yang saya tulis pada 12 Agustus 2016 lalu yang saya post pertama di akun facebook pribadi.


Jika kita melihat media, baik itu elektronik ataupun cetak, sekarang banyak media yang memuat isu tentang konflik antara Guru, Siswa dan Orang Tua.

Mungkin sudah tak asing lagi terdengar oleh telinga kita, seperti sebuah kasus di sebuah Sekolah Menengah Pertama Kota Makasar, seorang guru yang marah dan berkata kotor kepada siswa-nya. lalu siswa tersebut melaporkan apa yang terjadi kepada dirinya, dan orang tua siswa itu datang kesekolah anaknya. sesampai di sekolah si orang tua dengan keterangan yang kurang jelas langsung memarahi dan memukul si Guru.

Dalam tulisan ini saya tidak ingin banyak komentar terhadap isu tersebut, namun saya sangat menyangkan apa yang terjadi terhadap pendidikan di Indonesia!

Saya rasa pendidikan di Indonesia sudah mulai luntur! Luntur dalam bahasa saya mentalnya sudah mulai berkurang dan hal inilah yang harus kita sadari dan perbaiki bersama. karena begitu banyak kasus yang saya dengar, dan yang penomenal merupakan kasus antara siswa dan guru.

Ketika orang tua menyekolahkan anaknya baik di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Menengah Atas, itu berarti orang tua telah menitipkan anaknya kepada sang Guru untuk dididik dan diajarkan, yang mana orang tua telah menyepakati peraturan yang telah di tetapkan disekolah.

Baik ataupun buruk siswa itu akan menjadi tanggung jawab guru. Nah, ketika si anak ini (Siswa) buruk perilakunya, tidak punya etika, serta tidak memahami dan tidak tahu tentang pelajaran yang telah diajarkan oleh guru maka orang tua pasti akan marah, dan yang menjadi sasaran utama pasti gurunya.

Saya sangat kecewa dan menyayangkan perilaku siswa zaman sekarang, diperlakukan secara lembut dan halus malah perilakunya makin menyimpang, guru-guru dilawan. dan ketika guru bersikeras dan berlaku kasar, siswa laporan ke orang tua, ke Komnas Ham, ke perlindungan anak. Baru dicubit guru sedikit langsung visum, ujung-ujung kantor polisi. Apakah tidak bisa diselesaikan secara baik?

Saya pernah mengalami hal yang sama, dipukul oleh guru menggunakan antena radio. waktu itu pada tahun 2009 silam ketika saya duduk dibangku kelas satu SMP. telapak tangan saya dipukul hingga merah dan memar, hanya karena saya tidak hapal Undang-Undang Dasar 1945. bayangkan antena radio!! namun saya tidak pernah laporan kepada orang tua bahkan ke komnas HAM pun tidak.

Waktu itu saya hanya menangis dan menyadari apa yang salah pada diri saya dan apa yang harus saya perbaiki? Saya pun tersadar, ternyata apa yang dilakukan oleh Guru saya merupakan sesuatu yang baik dan benar. coba bayangkan apa bila saya tidak mengerti undang-undang? saya pasti tidak akan pernah tahu apa itu kemerdekaan, penjajahan, perdamaian, perjuangan, pergerakan, kemanusiaan, keadilan, dan saya tidak akan pernah tahu apa itu pancasila yang menjadi landasan dasar negara kita.

Guru ditugaskan untuk mendidik dan mencerdaskan bangsa, sebagai upaya berbagi ilmu dan mengabdikan diri serta menghormati jasa para pahlawan kita. Kalau tidak ada guru bagaimana bangsa kita! bagaimana para pemuda penerus bangsa? Apakah mereka yang membakar kitab suci? apakah mereka yang membakar tempat ibadah? apakah mereka yang hobi tawuran? apakah mereka yang menjadi pemberontak?
Apakah mereka yang menghianati Pancasila, lalu dijadikan sang duta? Apakah mereka, mereka, dan mereka yang selalu berbuat kekacauan?

Ini yang harus kita sadari dan evaluasi, kita pemuda penerus bangsa. Mental tempe jangan dipelihara.
Share:

Latest in Tech

Cendekia Al Azzam | Pecandu Sastra©2025. Powered by Blogger.

Pelayan Setia di Majelis Cahaya | Puisi

Ilustrasi dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)/Gemini.    Sering kali, di sepertiga malam terakhir saat alam semesta tenggelam dalam kehening...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Home - Recent Posts (show/hide)

Home - PageNavi (show/hide)

Random Posts

Recent Posts

Labels

Blog Archive